Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Analgetik NSAIDs di Desa Rawakalong Sayyidah, Sayyidah; Aulia, Gina; Fahriati, Andriyani Rahmah; Werawati, Ayu; Saputri, Laras Tri; Herdaningsih, Sulatri; Kristiyowati, Anis Dwi; Alexandre, Nahla Dany; Fitriani, Reka
Edu Masda Journal Vol 7, No 2 (2023): Edu Masda Journal Volume 7 Nomor 2
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v7i2.192

Abstract

Pain is the main cause of patients coming to consult a doctor because the number of diseases related to pain reaches 80%. Pain is the main symptom of most medical conditions. Anesthetic drugs serve to reduce pain, mainly through their action on the central nervous system and change a person's response to pain. One of the drugs that are often used to treat inflammation are NSAIDs. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about the use of NSAID analgesic drugs in RT 003 and 004 in Rawakalong Village. The research was conducted using a descriptive research design, with a quantitative approach. Sampling used purposive sampling and the measuring instrument used was a questionnaire distributed to the community of RT 003 and 004 in Rawakalong Village. This study involved 111 respondents who had met the inclusion criteria. Based on the results of the study, it was found that the most age was 17-30 years as many as 51 respondents (46%), the most gender was male as many as 59 respondents (53%), the most education was high school as many as 80 respondents (72%), most occupations were employees as many as 34 respondents (31%), good level of knowledge of respondents as many as 64 respondents (58%), enough as many as 34 respondents (31%), less than 13 respondents (12%). The conclusion is that the level of public knowledge about the use of NSAID analgesic drugs in RT 003 and 004 in Rawakalong Village is 64 people (58%). AbstrakNyeri merupakan penyebab utama pasien datang berkonsultasi dengan dokter karena penyakit yang berhubungan dengan nyeri jumlahnya mencapai 80%. Obat anagetik berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri, terutama lewat daya kerjanya atas sistem saraf sentral dan mengubah respons seseorang terhadap rasa sakit. Salah satu obat yang sering digunakan dalam mengatasi inflamasi adalah NSAIDs. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat analgetik NSAID di RT 003 dan 004 Desa Rawakalong. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 111 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa umur terbanyak 17-30 tahun sebanyak 51 responden (46%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebanyak 59 responden (53%), pendidikan terbanyak adalah SMA sebanyak 80 responden (72%), pekerjaan terbanyak adalah karyawan sebanyak 34 responden (31%), tingkat pengetahuan responden yang baik sebanyak 64 responden (58%), cukup sebanyak 34 responden (31%), kurang sebanyak 13 responden (12%). Kesimpulan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat analgetik NSAID di RT 003 dan 004 Desa Rawakalong adalah berpengetahuan baik sebanyak 64 orang (58%).
HUBUNGAN PENGGUNAAN AIR SUMUR UNTUK KEBUTUHAN MINUM DENGAN RISIKO TERJADINYA UROLITIASIS DI WILAYAH KAMPUNG RAGAMUKTI RW 02 DESA CITAYAM ANDRIATI, RIRIS; UTAMI, RAHAYU BUDI; FIRGIANTI, REZA; FAHRIATI, ANDRIYANI RAHMAH
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 6, No 2 (2022): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v6i2.425

Abstract

ABSTRACTThe prevalence of urolithiasis is 5% to 19.1% in West Asia, Southeast Asia, South Asia, and some developed countries (Korea and Japan). Urinary tract stone disease in Indonesia is still the majority of patients in urology clinics. the prevalence of kidney stones is 6%, with the lowest prevalence of 1% and the highest prevalence of 12%. According to the Basic Health Research (Riskesdas), the number of cases of urinary tract stones increased by 4,444 from 6.9% in 2013 to 8.5% in 2018. The purpose of this study was to determine the relationship between the use of well water for drinking needs and the risk of urolithiasis in the Ragamukti village area. RW 02 Citayam Village. This research method uses a quantitative analytical survey. The research design used was cross sectional. The sampling technique was proportional random sampling with the Slovin formula with a sample of 80 respondents and statistical tests using chi square. Results It was found that the use of well water at risk with moderate urolithiasis risk was 37 respondents and the use of well water that was not at risk with moderate urolithiasis risk was 28 respondents. wells for drinking needs with the risk of urolithiasis in the village area of Ragamukti RW 02 Citayam Village. Suggestion It is hoped that health services will provide counseling about the quality of clean water that is suitable for drinking water sources.ABSTRAKUrolitiasis merupakan salah satu dari tiga penyakit gangguan saluran kemih tersering di dunia, dengan prevalensi rata-rata 1-12%. Di beberapa negara di dunia, berkisar 1-20% dan lebih sering terjadi pada pria. Prevalensi urolitiasis adalah 5% sampai 19,1% di Asia Barat, Asia Tenggara, Asia Selatan, dan beberapa negara maju (Korea dan Jepang). Penyakit batu saluran kemih di Indonesia masih menjadi mayoritas pasien di klinik urologi, prevalensi batu ginjal sebesar 6%, dengan prevalensi terendah 1% dan prevalensi tertinggi 12%. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), jumlah kasus batu saluran kemih meningkat 4.444 dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan air sumur untuk kebutuhan minum dengan risiko terjadinya urolitiasis di wilayah kampung Ragamukti RW 02 Desa Citayam. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan propotional random sampling dengan rumus slovin dengan jumlah sampel 80 responden dan uji statistik menggunakan chi square. Hasil diperoleh penggunaan air sumur yang berisiko dengan risiko urolitiasis sedang sebanyak 37 responden dan penggunaan air sumur yang tidak berisiko dengan risiko urolitiasis sedang sebanyak 28 responden. Kesimpulan hasil uji statistik menggunakan uji chi square diperoleh nilai kemaknaan p-value=0,008 yang artinya terdapat hubungan penggunaan air sumur untuk kebutuhan minum dengan risiko terjadinya urolitiasis di wilayah kampung Ragamukti RW 02 Desa Citayam. Saran diharapkan pelayanan kesehatan melakukan penyuluhan mengenai kualitas air bersih yang layak untuk dijadikan sumber air minum 
Formulation of Instant Granules from Ethanolic Extract of Melinjo Peel (Gnetum gnemon L) Extract as Anti-Hyperuricemia Sari, Diah Permata; Fahriati, Andriyani Rahmah; Maelaningsih, Firdha Senja
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 13, NUMBER 2, AUGUST 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v13i2.6290

Abstract

Melinjo (Gnetum gnemon L) is extensively found in Indonesia, and all of its components are highly employed, with the fruit being the most commonly used. However, melinjo fruit can induce hyperuricemia if ingested excessively since it contains purines, which can raise uric acid levels. Several investigations have found that melinjo peel can lower uric acid levels in experimental rats in vivo. As a result, the goal of this study is to create and evaluate immediate granule formulations of melinjo peel extract. Plant determination, standardization of specified parameters, standardization of non-specific parameters, formulation, and physical and chemical assessment of instant granules of melinjo peel extract are all steps of the technique. This study employed two instant granule formulations of melinjo peel extract FI and FII with varying PVP concentrations (1g FI and 3g FII). Flow time testing, angle of repose testing, compressibility index testing, water content testing, and dissolving time testing were all part of the physical examination of instant granules. The chemical evaluation took the form of a UV-Vis spectrophotometer study of total flavonoid levels in instant extracts and granules. The FI and FII instant granule formulas had a yellow color, the flow time test results were in a good category (44 g/s and 81 g/s), the angle of repose test results was in the very good flow properties category (19° and 16°), the compressibility test results, the water content test, and the dissolving time test were performed in triplo, in 0, 7th, and 14th day, and the results were in a good category. In conclusion, the physical features of instant granules of FI and FII melinjo peel extracts fulfilled the requirements for all test parameters and had a high possibility to be produced as anti hyperuricemia preparations.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ANTIHIPERTENSI DOSIS TUNGGAL PADA PASIEN HIPERTENSI TANPA PENYAKIT PENYERTA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Fahriati, Andriyani Rahmah; Fadilah, Adam Rizki; Rahmawati, Adelia; Denisa, Dila; Chasanah, Eneng Uswatun; Sahara, Khalipatun; Nurhakiki, Nurhakiki; Agustian, Rizki Zaidan; Fauziah, Shifa
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 4, No 2 (2024): Pharmaceutical Science Journal Vol 4 No 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v4i2.902

Abstract

Hypertension is a disease that occurs in various countries, especially Indonesia, where financing and health care are increasingly expensive. Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2019, there were around 1,13 billionhypertension sufferers worldwide. Hypertension is a condition where a person experiences an increase in blood pressure above normal limits which can cause disease and even death. Pharmacoeconomic research is considered a suitable solution for policy makers in determining cost-effective clinical alternative treatments. The increasing costs of chronic diseases make access and quality of health services increasingly expensive, so solutions are needed to reduce health financing problems. The method used is cost effectiveness analysis (CEA). This systematic literature review aims to analyze single antihypertensive drugs in hypertensive patients without comorbidities using various related literature. Data were collected prospectively that met the inclusion and exclusion criteria. CEA analysis is calculated by looking at the ACER (Average Cost Effectiveness Ratio) value. From the overall results of the literature review, the most cost-effective antihypertensive drug is amlodipine, with the highest ACER range of 955.66 and the lowest 7,611. So it can be concluded that the most cost-effective antihypertensive therapy is amlodipine.
TINJAUAN KEPUASAN PENGGUNA REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) PADA PETUGAS REKAM MEDIS DENGAN MODEL END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR Sucipto, Sucipto; Fahriati, Andriyani Rahmah; Maulidah, Khoirotun Nur; Haryanto, Sri
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pengguna berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan sistem informasi selanjutnya. Untuk mengukur kualitas suatu sistem yang berjalan, organisasi harus mengetahui bagaimana kepuasan pengguna sebagai umpan balik dalam rangka mengembangkan suatu sistem informasi. Kepuasan pengguna (user) merupakan suatu penentu bagi keberhasilan penerapan suatu sistem informasi rumah sakit. Model yang digunakan untuk mengevaluasi sistem informasi adalah End User Computing Satisfaction (EUCS). EUCS adalah model untuk mengukur tingkat kepuasan dari pengguna suatu sistem aplikasi dengan membandingkan antara harapan dan kenyataan dari sebuah sistem informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna dalam penerapan rekam medis elektronik. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriftif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik penelitian sampel dilakukan dengan total sampling. Hasil penelitian di RS PMI Bogor menunjukan bahwa kriteria penelian pada dimensi isi memperoleh kategori puas (74,33%), dimensi keakuratan kategori puas (74,53%), dimensi tampilan kategori puas (74,22%), dimensi ketepatan waktu kategori puas (75,11%), dan dimensi kemudahan pengguna kategori puas (75,20%). Kelima dimensi menunjukan bahwa pengguna puas terhadap RME. Disarankan bagi RS PMI Bogor pada penyediaan data/informasi seharusnya lebih akurat, tepat, lengkap, serta tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas dari kinerja RME untuk memberikan kepuasan pada pengguna, untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan yang baik serta melakukan evaluasi RME secara berkala untuk mengetahui sejauh mana rumah sakit mengembangkan RME sehingga jika terjadi kendala dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.
Relationship Between Food Consumption Patterns, Stress Levels and Drug Use in Recurrence of Dyspepsia at Widya Dharma Husada Clinic Arief, Ilham; Fahriati, Andriyani Rahmah; Sari, Sulfia
Journal of Social Science and Business Studies Vol. 3 No. 2 (2025): JSSBS
Publisher : Yayasan Gema Bina Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61487/jssbs.v3i2.149

Abstract

Dyspepsia is a common digestive disorder characterized by symptoms such as nausea, bloating, and epigastric pain. This study aims to analyze the relationship between dietary patterns, stress levels, and medication use on the recurrence of dyspepsia among patients at Widya Dharma Husada Clinic, Tangerang. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of 73 respondents selected from a population of 90 dyspepsia patients. Data were collected using a closed-ended questionnaire and observation sheet, and analyzed using correlation tests with SPSS software. The results showed that most respondents were aged 17–19 years (53.4%), female (86.3%), had poor dietary patterns (69.9%), experienced mild stress levels (53.4%), and used antacid medication (39.7%). The majority of respondents did not experience a recurrence of dyspepsia (75.3%). Bivariate analysis indicated a significant relationship between dietary patterns and dyspepsia recurrence (p = 0.001), but no significant relationship was found between stress levels (p = 0.274) or medication use (p = 0.274) and the recurrence of dyspepsia. This study highlights the importance of maintaining healthy eating habits as a preventive measure against dyspepsia recurrence, particularly among university students.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DAN LOKASI TERHADAP LOYALITAS DI KLINIK X KABUPATEN TANGERANG Fahriati, Andriyani Rahmah; Rohmatudzakiyyah, Mia; Dewantoro, Agung; Kuncoro, Daviet Dwi; Priono, Fransiskus Agus; Yazid, Ricky Chaerul; Nurina, Sheima Sukmaria
Edu Masda Journal Vol 9, No 1 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i1.266

Abstract

                                                 ABSTRACTHealth is a basic human need, one of the health facilities is a clinic, clinics have been developed in every region to allow people to choose the medical care they need and want. To increase the number of customers, it is important to consider variables that can influence customer arrivals so that customer loyalty is created. Service quality and location are variables that can be used to assess customer loyalty. The purpose of this study was to determine the relationship between service quality and location on customer loyalty at Clinic X Rajeg, Tangerang Regency. The research method in this study is quantitative research with a cross-sectional research design. The type of sample used in this study is purposive sampling. This research was conducted in March - April 2024 at Clinic X Rajeg Tangerang Regency, using a questionnaire as a research instrument. The number of respondents in this study was 350 respondents. The results of the study showed that there was a relationship between service quality and customer loyalty (p-value 0.019), and there was a relationship between location and customer loyalty (p-value 0.005). The study concludes that there is a relationship between service quality and customer loyalty and there is a relationship between location and customer loyalty. Researchers hope clinics can further improve the quality of service so that patients are more satisfied with the services provided, thereby increasing customer loyalty.                                            ABSTRAKKesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, salah satu fasilitas kesehatan yakni klinik, klinik telah dikembangkan di setiap daerah untuk memungkinkan masyarakat memilih perawatan medis yang dibutuhkan dan inginkan. Untuk meningkatkan jumlah pelanggan, penting untuk mempertimbangkan variabel yang dapat mempengaruhi kedatangan pelanggan sehingga terciptanya loyalitas pelanggan. Kualitas pelayanan dan lokasi merupakan variable yang dapat nilai untuk menilai loyalitas pelanggan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dan lokasi terhadap loyalitas pelanggan di Klinik X Rajeg Kabupaten Tangerang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Jenis sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - April tahun 2024 di Klinik X Rajeg Kabupaten Tangerang dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 350 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan (p-value 0.019), adanya hubungan antara lokasi terhadap loyalitas pelanggan (p-value 0.005). Kesimpulan dari penelitian terdapat hubungan antara kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan dan terdapat hubungan antara lokasi terhadap loyalitas pelanggan. Peneliti berharap klinik dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan sehingga pasien semakin puas terhadap pelayanan yang diberikan sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI PUSKESMAS X TANGERANG SELATAN Susanti, Debi; Mutiasih , Pipit; Aulia, Gina; Rahmah Fahriati, Andriyani
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.498

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi masalah terkait obat dan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan, pendekatan pelayanan kefarmasian perlu bergeser dari yang berfokus pada obat (drug oriented) menjadi berorientasi pada pasien (patient oriented). Oleh karena itu, apoteker dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya agar mampu memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam bidang kefarmasian, sangat menentukan kepuasan pasien, yang didefinisikan sebagai tingkat kepuasan yang dirasakan setelah membandingkan harapan dengan kenyataan layanan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker di Puskesmas X Tangerang Selatan. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional), dilakukan pada tanggal 27 Mei hingga 29 Juni 2024, menggunakan kuesioner terhadap 334 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kepuasan diukur berdasarkan lima dimensi, yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan pada kehandalan sebesar 78,81%, ketanggapan 80,67%, jaminan 82,91%, empati 81,90%, dan bukti fisik 78,71%. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian oleh apoteker mencapai 80,35% dan termasuk dalam kategori sangat puas. Sementara itu, hasil uji hubungan antara karakteristik pasien dan tingkat kepuasan menunjukkan nilai P > 0,05, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulannya, pasien merasa sangat puas dengan pelayanan kefarmasian yang diberikan oleh apoteker di Puskesmas X Tangerang Selatan
Evaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan Fahriati, Andriyani Rahmah; Andani, Deawuri; Sucipto, Sucipto
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v4i1.530

Abstract

Background: Improving the quality of services and the health care system provided to patients will be the main choice for patients to come to visit the hospital, one of which is inseparable from the service system at the hospital is pharmaceutical services. Measuring the level of patient satisfaction with services can be measured by the SERVQUAL (Service Quality) method, this method is used by making a comprehensive customer satisfaction assessment survey for services in the field of goods and services, in this case pharmaceutical services. The formulation of the problem in this study was to find out how the patient's satisfaction with pharmaceutical services at Hospital X Tangerang Selatan period January - March 2020. Purpose: To determine patient satisfaction with pharmaceutical services at X Hospital, South Tangerang. Methods: This research is a descriptive non-experimental research and processed quantitatively analytically with a survey approach. The validity and reliability test of the questionnaire was carried out on 30 respondents and the data analysis used the calculation of the total service quality index. The population in this study were all patients who visited the pharmacy installation at Hospital X Tangerang Selatan in the period January – March 2020. There were 100 patients who met the inclusion criteria, including being willing to become respondents, able to read and write, aged over 15 years, and ever received services at the pharmacy installation of RS X South Tangerang. Results: The percentage of each variable obtained is an average of 82.06% which is categorized as the results of the evaluation of patient satisfaction with the quality of pharmaceutical services provided that are very satisfied, with the details of each dimension, namely the reliability dimension, which is 78.23% of patients stated satisfied, on the responsiveness dimension 79,95% of patients said they were satisfied, on the dimension of assurance 82,5% of patients said they were very satisfied, on the empathy dimension 86,1% of patients said they were very satisfied, and on the direct evidence dimension 83,52% of patients said they were very satisfied. Conclusion: The level of patient satisfaction with outpatient pharmacy services at Hospital X, which is seen on the five dimensions of servqual, the results are very satisfied, although there are dimensions that need to be improved, especially in the category of information on how to store drugs and drug side effects and delivery of drugs in a timely manner. on time, this must be evaluated again so that it can be further improved in its services.   Keywords: evaluation; satisfaction; pharmaceutical services; SERVQUAL   Pendahuluan: Peningkatan mutu layanan dan sistem layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien akan menjadi pilihan utama bagi pasien untuk datang berkunjung di Rumah Sakit, salah satu yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan di Rumah Sakit adalah Pelayanan kefarmasian. Pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dapat diukur dengan metode SERVQUAL (Service Quality), metode ini digunakan dengan cara membuat survei penilaian kepuasan pelanggan secara komprehensif bagi pelayanan dibidang barang dan jasa, dalam hal ini adalah pelayanan kefarmasian. Rumusan permasalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan periode Januari – Maret 2020. Tujuan: Untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental deskriptif dan diolah secara analitik kuantitatif dengan pendekatan survei. Uji validitas dan reabilitas kuesioner dilakukan terhadap 30 responden dan analisis data menggunakan perhitungan indeks total kualitas pelayanan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke instlasi farmasi di Rumah Sakit X Tangerang Selatan pada periode Januari – Maret 2020. Terdapat 100 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi antara lain bersedia menjadi responden, bisa baca dan tulis, berusia diatas 15 tahun, dan pernah mendapatkan pelayanan di instalasi farmasi RS X Tangerang Selatan. Hasil: Diperoleh presentase tiap variable didapat rata-rata 82,06% yang dikategorikan hasil evaluasi kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian yang diberikan sudah sangat puas, dengan perincian masing-masing dimensi yakni pada dimensi kehandalan yakni sebesar 78,23% pasien menyatakan puas, pada dimensi daya tanggap 79,95% pasien menyatakan puas, pada dimensi jaminan 82,5% pasien menyatakan sangat puas, pada dimensi empati 86,1% pasien menyatakan sangat puas, dan pada dimensi bukti langsung 83,52% pasien menyatakan sangat puas. Simpulan: Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian rawat jalan Rumah Sakit X, yang dilihat pada lima dimensi servqual, diperoleh hasil bahwa sudah sangat puas, walaupun ada dimensi yang perlu tetap ditingkatkan terutama pada kategori informasi cara penyimpanan obat dan efek samping obat serta penyerahan obat secara tepat waktu, hal ini yang harus di evaluasi lagi agar dapat lebih ditingkatkan dalam pelayanannya.   Kata Kunci : Evaluasi; kepuasan; pelayanan kefarmasian; SERVQUAL
Evaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan Rahmah Fahriati, Andriyani; Andani, Deawuri; Sucipto
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i01.191

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan mutu layanan dan sistem layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien akan menjadi pilihan utama bagi pasien untuk datang berkunjung di Rumah Sakit, salah satu yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan di Rumah Sakit adalah Pelayanan kefarmasian. Pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dapat diukur dengan metode SERVQUAL (Service Quality), metode ini digunakan dengan cara membuat survei penilaian kepuasan pelanggan secara komprehensif bagi pelayanan dibidang barang dan jasa, dalam hal ini adalah pelayanan kefarmasian. Rumusan permasalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan periode Januari – Maret 2020. Tujuan: Untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit X Tangerang Selatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental deskriptif dan diolah secara analitik kuantitatif dengan pendekatan survei. Uji validitas dan reabilitas kuesioner dilakukan terhadap 30 responden dan analisis data menggunakan perhitungan indeks total kualitas pelayanan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke instlasi farmasi di Rumah Sakit X Tangerang Selatan pada periode Januari – Maret 2020. Terdapat 100 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi antara lain bersedia menjadi responden, bisa baca dan tulis, berusia diatas 15 tahun, dan pernah mendapatkan pelayanan di instalasi farmasi RS X Tangerang Selatan. Hasil: Diperoleh presentase tiap variable didapat rata-rata 82,06% yang dikategorikan hasil evaluasi kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian yang diberikan sudah sangat puas, dengan perincian masing-masing dimensi yakni pada dimensi kehandalan yakni sebesar 78,23% pasien menyatakan puas, pada dimensi daya tanggap 79,95% pasien menyatakan puas, pada dimensi jaminan 82,5% pasien menyatakan sangat puas, pada dimensi empati 86,1% pasien menyatakan sangat puas, dan pada dimensi bukti langsung 83,52% pasien menyatakan sangat puas. Simpulan: Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian rawat jalan Rumah Sakit X, yang dilihat pada lima dimensi servqual, diperoleh hasil bahwa sudah sangat puas, walaupun ada dimensi yang perlu tetap ditingkatkan terutama pada kategori informasi cara penyimpanan obat dan efek samping obat serta penyerahan obat secara tepat waktu, hal ini yang harus di evaluasi lagi agar dapat lebih ditingkatkan dalam pelayanannya.