Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Beberapa Tumbuhan Obat Hutan Etnis Kutai terhadap Streptococcus mutans dan Escherichia coli Abdul Rasyid Zarta
Buletin Loupe Vol 15 No 01 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.237 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v15i01.26

Abstract

Indonesia memiliki hutan tropis yang kaya akan beraneka ragam tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, mulai dari akar, batang, daun, sampai buah semuanya mempunyai nilai yang besar dan dapat digunakan sebagai obat untuk kesehatan serta berasal dari berbagai suku yang berada di Indonesia. Senyawa antimikroba didefinisikan sebagai senyawa biologis atau kimia yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bioaktivitas anti bakteri ekstrak etanol (C2H6O) dari tiga jenis tumbuhan Pulutan (Urena lobata L), Kadamba (M. speciosa) dan Buah Ketitir (Brucea javanica L. Merr). terhadap bakteri Streptococcuss mutans dan Escherichia coli. Metode pengujian antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar sumuran dengan modifikasi dengan menggunakan ekstrak etanol. Ekstrak etanol tumbuhan obat pulutan (Urena lobata L), kadamba (Mitragyna spesiosa), dan buah ketitir (Brucea javanica L. Merr) memberikan penghambatan lemah sampai dengan kuat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Streptococcuss mutans. Konsentrasi ekstrak etanol 200 (μg/well) memberikan penghambatan dengan klasifikasi kuat.
Potensi pemanfaatan daun sembung (Blumea balsamifera) dengan analisis kandungan fitokimia, aktivitas antioksidan dan antibakteri Mentari Ameliana; Nur Maulida Sari; Abdul Rasyid Zarta; Muhammad Fikri Hernandi; Farida Aryani; Periani Paurru
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v6i2.8716

Abstract

Tumbuhan Sembung (Blumea balsamifera) diketahui memiliki sifat antibakteri yang alami, dapat menghambat pertumbuhan kanker dan tumor. Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukan adanya potensi ekstrak tumbuhan Sembung bagi Kesehatan khususnya pada bagian daun Sembung banyak terdapat senyawa aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia, aktivitas antioksidan dan aktivitas antibakteri dari daun Sembung. Daun Sembung dimaserasi dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol untuk mendapatkan ekstrak sampel. Pengujian kandungan metabolit sekunder tumbuhan dilakukan dengan menggunakan metode Harborne dan Kokate. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode radikal bebas DPPH. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar sumuran terhadap bakteri Propionibacterium acnes, Streptococcus mutans, dan Streptococcus sobrinus. Hasil penelitian menunjukan bahwa daun tumbuhan Sembung (Blumea balsamifera) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid. Pengujian antioksidan dengan pelarut N-heksan tertinggi pada konsentrasi 200 ppm yaitu sebesar 70 %, sedangkan untuk pelarut Etil Asetat tertinggi pada konsentrasi 100 ppm yaitu sebesar 87 % dan pengujian dengan pelarut Etanol tertinggi pada konsentrasi 50 ppm dan 100 ppm yaitu sebesar 82 %. Daya hambat ekstrak daun tumbuhan Sembung pada bakteri Propionibacterium acnes terbesar pada pelarut Etanol pada konsentrasi 400 µg/well yaitu 14 mm, bakteri Streptococcus mutans terbesar pada pelarut Etanol pada konsentrasi 400 µg/well dengan besar hambatan 15 mm dan pengujian bakteri Streptococcus sobrinus terhadap ekstrak Sembung terbesar pada pelarut Etanol pada konsentrasi 400 µg/well dengan besar hambatan 13 mm. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, daun tumbuhan Sembung (Blumea balsamifera) dapat direkomendasikan sebagai obat herbal dengan kandungan antioksidan dan antibakteri alami.
Antioxidant Assay of the Ethanolic Extract of Three Species of Rattan Fruits using DPPH Method Heriad Daud Salusu; Farida Aryani; Edy Budiarso; Irawan Wijaya Kusuma; Enos Tangke Arung; Abdul Rasyid Zarta
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 4 (2018): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i4.170

Abstract

The bioactivity of some species of rattan fruit has been previously studied and it was found that it has potential antioxidant agents. This study was conducted to determine the antioxidant content in three species of edible rattan fruit, namely Calamus manan Miq., Calamus ornatus Bl. and Calamus caesius Bl by using the DPPH method, whereby the test was carried out on the pericarp, flesh, and seeds of each fruit. The research findings revealed that phytochemical compounds, i.e. flavonoids, tannins, and triterpenoids are found almost in all parts of the fruit, while steroid is not found in any of the three species of the fruit. The antioxidant activity found in the fruit of C. caesius Bl is strong, meanwhile the antioxidant activity in the fruit of C. manan Miq only strong in its pericarp and seeds, but it is moderate in its flesh. The antioxidant activity found in the fruit of C. ornatus Bl. is strong in its pericarp and seeds, but it is moderate in its flesh. Therefore, these three species of rattan fruit are potential as antioxidant agents.
PELATIHAN FINISHING KAYU JATI BELANDA BERNILAI TINGGI BAGI KELOMPOK MASYARAKAT GUNUNG KELUA Syafi’i; Abdul Rasyid Zarta; Zahrotul Isti’anah Marroh; Muhammad Tahrir; Teguh Rizali Zahroni; Taman Alex; Yusdiansyah; Eva Nurmarini; Heriad Daud; Ita Merni Patulak
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.3162

Abstract

The High-Value Dutch Teak Wood Finishing Training for Gunung Kelua Community Group is a programme that aims to improve the skills and knowledge of the local community in the finishing process of Dutch teak wood, a type of wood with high economic value in the international market. The programme is designed to support the development of small and medium industries (SMIs) in the region, focusing on sustainable and responsible use of local natural resources. Through this training, participants are expected to learn modern finishing techniques that can improve the aesthetics and functionality of the final product, understand the principles of effective design and project management as well as an understanding of environmentally friendly and anti-pollutant products. The training also covers important aspects such as knowledge of wood species and characteristics, selection of eco-friendly materials, surface treatment, finish application, and post-finish care, all of which are key components in the production of high-value Dutch teak. By adopting both practical and theoretical learning methods, the programme provides participants with hands-on skills and equips them with a deep understanding of the need to use environmentally friendly paint-based materials. The ultimate goal is to help the Gunung Kelua community group expand their market, increase income, contribute to the sustainable development of the local economy as well as sensitise them to the use of environmentally friendly materials. This programme is expected to become a training model that can be adapted and applied in other regions in Indonesia, especially in areas that have potential natural wood resources but still need technical support and capacity in processing and marketing high-quality products. Keywords: Training; Wood Finishing; Dutch Teak
Peningkatan Produksi Kompos Biochar Pembenah Tanah melalui Rekayasa Konstruksi Mesin Pencacah Bahan Organik dalam Mendukung Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim Pertanian bagi Masyarakat Kampung Belimau-Kelurahan Lempake, Kelurahan Sempaja Utara, Kota Samarinda Syafii, Syafii; Zarta, Abdul Rasyid; Akshar, Muh; Marroh, Zahrotul Isti'anah; Nurmarini, Eva; Patulak, Ita Merni; Alex, Taman; Tahrir, Muhammad; Zahroni, Teguh Rizali; Yusdiansyah, Yusdiansyah; Ridwan, Ridwan; Azzahrah, Nadia Fatimah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.17412

Abstract

Background: Berkuranganya lahan subur, cekaman alam dan biotik terhadap lahan pertanian di Kalimantan Timur menuntut tindakan adaptasi yang bermuara pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian. Adaptasi dan keberlanjutan menuntut inovasi kreativitas yang didasarkan riset, dengan adanya kegiatan produksi kompos biochar menggunakan mesin pencacah maka kuantitas hasil produksi akan semakin bertambah yang akan berpengaruh pada jumlah dan kualitas hasil pertanian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai upaya peningkatan produksi kompos biochar pembenah tanah melalui rekayasa konstruksi mesin pencacah bahan organik. Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) P4S Puri Leisa. Metode: Untuk mengatasi permasalahan maka diadakan penyuluhan dan pelatihan terhadap 15 – 20 orang petani dan mahasiswa, dengan materi teori dan praktek pembuatan kompos biochar selama 1 hari (4 jam) antara lain Penyiapan Alat Pirolysis, Pemilihan Bahan Biochar, Proses Pembakaran, Pemantauan Suhu dan Pemadaman, Penjemuran, Aktivasi dan Penepungan, Analisis dan Distribusi.  Hasil: Pada tahap awal kegiatan pengabdian, para peserta pelatihan mendapatkan kulsponsi penjelasan prosedur cara membuat kompos biochar dari instruktur. Tahap kedua adalah praktik dengan memasukkan bahan-bahan organik yang berasal dari limbah pertanian dan serasah kehutanan ke mesin pencacah untuk menghasilkan serbuk yang seragam sebelum akhirnya diproses menjadi biochar.  Limbah pertanian serta limbah kehutanan atau limbah alami organik lainnya tidak membutuhkan perlakuan khusus maupun perlakuan pendahuluan seperti dengan menjemurnya atau membuatnya menjadi bagian-bagian dengan ukuran lebih kecil. Kesimpulan: Melalui penggunaan mesin pencacah bahan alami, produktivitas kompos meningkat menjadi 800 kg per hari dibandingkan sebelumnya hanya berkisar 100-200 jika menggunakan tenaga manual. 
Antioxidant Activity Test of Ethanol Extract from The Leaves and Bark of Kapur (Dryobalanops aromatica) from Distillation Solid Waste Using the DPPH and ABTS Methods Sari, Nur Maulida; Zarta, Abdul Rasyid; Salusu, Heriad Daud; Hernandi, Muhammad Fikri; Ramadhan, Mohammad Ridho; Pragaloka, Nur Indah; Kerawing, Rosalinda; Muis, Puspitasari; Raihanah, Siti; Jasmawati, Jasmawati; Aryani, Farida
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.381-387

Abstract

One of the endemic plants of East Kalimantan, kapur (Dryobalanops aromatica) belongs to the Dipterocarpaceae family and is typically used by the locals for essential oils. Solid waste is only used as a natural fertilizer, while the leaves and bark of Kapur (Dryobalanops aromatica) are often only used for the essential oil extracted. Research on solid waste from distilling kapur (Dryobalanops aromatica) has never been done. This investigation aimed to find the possible concentration of secondary metabolite chemicals and antioxidants in the ethanol extract of solid waste from distilling Kapur leaves and bark (Dryobalanops aromatica). The ethanol extract of Kapur leaves and bark (Dryobalanops aromatica) will undergo phytochemical testing utilizing a qualitative test method to ascertain the presence of secondary metabolite chemicals. The ethanol extract of Kapur leaves and bark (Dryobalanops aromatica) will be tested for antioxidant activity against DPPH and ABTS free radicals using a UV Spectrophotometer. The results of the phytochemical analysis showed that the ethanol extracts from the leaves and bark contained alkaloids, flavonoids and tannin. Triterpenoids are only found in the bark extracts, while saponins and steroids are only found in the leaves extracts. Antioxidant activity of Dryobalanops atomatica extract showed that ethanol extract displayed an ability to inhibit DPPH free radical in both the leaves and bark ethanol extracts, with percentages of 83.24% and 94.91% at 25 ppm concentration, respectively. Antioxidant activity of Dryobalanops atomatica extract showed that ethanol extract could inhibit DPPH free radical in the leaves and bark ethanol extracts, with percentages of 83.24% and 94.91% at 25 ppm concentration, respectively. Antioxidant activity of Dryobalanops atomatica extract showed that ethanol extract display an ability to inhibit ABTS free radical with a percentage of 84.23% at 50 ppm concentration in the leaves extracts, followed by 82.62% percentage of inhibition at 100 ppm concentration. According to the findings of the study, post-distillation solid waste from Dryobalanops aromatica leaves and bark had the potential to develop as a natural antioxidant.
PELATIHAN FINISHING KAYU JATI BELANDA BERNILAI TINGGI BAGI KELOMPOK MASYARAKAT GUNUNG KELUA Syafi’i; Abdul Rasyid Zarta; Zahrotul Isti’anah Marroh; Muhammad Tahrir; Teguh Rizali Zahroni; Taman Alex; Yusdiansyah; Eva Nurmarini; Heriad Daud; Ita Merni Patulak
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.3162

Abstract

The High-Value Dutch Teak Wood Finishing Training for Gunung Kelua Community Group is a programme that aims to improve the skills and knowledge of the local community in the finishing process of Dutch teak wood, a type of wood with high economic value in the international market. The programme is designed to support the development of small and medium industries (SMIs) in the region, focusing on sustainable and responsible use of local natural resources. Through this training, participants are expected to learn modern finishing techniques that can improve the aesthetics and functionality of the final product, understand the principles of effective design and project management as well as an understanding of environmentally friendly and anti-pollutant products. The training also covers important aspects such as knowledge of wood species and characteristics, selection of eco-friendly materials, surface treatment, finish application, and post-finish care, all of which are key components in the production of high-value Dutch teak. By adopting both practical and theoretical learning methods, the programme provides participants with hands-on skills and equips them with a deep understanding of the need to use environmentally friendly paint-based materials. The ultimate goal is to help the Gunung Kelua community group expand their market, increase income, contribute to the sustainable development of the local economy as well as sensitise them to the use of environmentally friendly materials. This programme is expected to become a training model that can be adapted and applied in other regions in Indonesia, especially in areas that have potential natural wood resources but still need technical support and capacity in processing and marketing high-quality products. Keywords: Training; Wood Finishing; Dutch Teak
OPTIMALISASI PROSES PULPING KRAFT DAN PENGARUH PENIMBUNAN BAHAN BAKU TERHADAP KUALITAS PULP DAN KERTAS DARI JENIS KAYU ANGGRUNG (Trema orientalis BI) Abdul Rasyid Zarta
Jurnal Loupe Vol 12 No 02 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v12i02.137

Abstract

Penelitian ini secara khusus selain untuk meneliti optimalisasi pulping Kraft jenis kayu Anggrung juga akan mengamati pengaruh penimbunan bahan baku dalam bentuk chip kayu terhadap kualitas pulp dan kertas yang dihasilkan. Karena penimbunan bahan baku di lapangan terbuka akan mengakibatkan degradasi kualitas bahan baku baik secara fisika maupun kimia akibat pengaruh cuaca dan serangan mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi proses pulping Kraft dari jenis kayu Anggrung dan mengetahui perubahan kualitas pulp dan kertas karena pengaruh penimbunan bahan baku di lapangan . Pada penelitian ini dalam proses pulping akan menggunakan proses pulping Sulfat/Kraft yang didasarkan atas metode Zellcheming : Merkblatt. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan grafik. Pada penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut : Nilai optimal proses pulping jenis kayu Anggrung (Trema orientalis BL) adalah pada konsentrasi Alkali Aktif (AA) 14%, Sulfiditas (S) 25%, waktu pemasakan (t) 1 jam, temperature (T) 170oC dan AQ 0,10%. Penambahan bahan additive AQ 0,10% mampu meningkatkan selektifitas delignifikasi dengan adanya perbaikan sifat fisika pulp dan sifat fisika mekanika kertas. Waktu penumpukan bahan baku kayu anggrung di lapangan terbuka maksimal 2 minggu sebelum diproses lebih lanjut dalam proses pulping Kayu Anggrung sebagai bahan baku pulp dan kertas tergolong dalam kelas kualita II
Potential Of Aduncum Leaf Essential Oils (Piper aduncum L) As An Antibacterial For Dental Caries Aryani, Farida; Arensyah, Mardy; Hernandi, Muhammad Fikri; Hertianti, Erina; Wartomo, Wartomo; Prayitno, Joko; Yusuf, Andi; Zarta, Abdul Rasyid; Sari, Nur Maulida
JURNAL AGRIMENT Vol. 9 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v9i2.2980

Abstract

Aduncum leaf (Piper aduncum L) have the potential as antifungal from phenolic compounds and their derivatives. Essential oils have been widely used by the community both for health, this is because of the compound content that is known to be used as antibacterial. This study aims to determine the physical properties and antibacterial activity of the aduncum leaf essential oil (Piper aduncum L). Distillation is carried out using a steam and water distillation method. Testing physical properties include color, type weight using a pycnometer and refractive index using a refractometer. Antibacterial testing is carried out by diffusion method so that the wells with modification using Streptococcus sobrinus and Streptococcus mutants. Chloramphenicol is used as a positive control in antibacterial testing. The results of testing physical properties showed the essential oil of the aduncum leaf with the M1 code had an oil weight of 6.75 gr golden yellow with a weight type 0.97875 and the Bias Index of 1,508. Oil with the M2 code has an oil weight of 3.34 gr in yellow brown with a weight of 1,01635 and a refractive index of 1,512. The results of testing the antibacterial activity S. sobrinus showed the diameter of the inhibition of aduncum leaf essential oil included in the moderate category with a value of around 6 mm-12 mm, while S. mutans antibacterial activity shows the diameter of inhibiting aduncum leaf essential oil included in the moderate category with a value of around 8 mm-15 mm. Based on the results of the study obtained, the essential oil of the aduncum leaf can be recommended as an antibacterial caries and can be developed.
Aktivitas Antibakteri Beberapa Tumbuhan Obat Hutan Etnis Kutai terhadap Streptococcus mutans dan Escherichia coli Abdul Rasyid Zarta
Jurnal Loupe Vol 15 No 01 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v15i01.26

Abstract

Indonesia memiliki hutan tropis yang kaya akan beraneka ragam tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat tradisional, mulai dari akar, batang, daun, sampai buah semuanya mempunyai nilai yang besar dan dapat digunakan sebagai obat untuk kesehatan serta berasal dari berbagai suku yang berada di Indonesia. Senyawa antimikroba didefinisikan sebagai senyawa biologis atau kimia yang dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bioaktivitas anti bakteri ekstrak etanol (C2H6O) dari tiga jenis tumbuhan Pulutan (Urena lobata L), Kadamba (M. speciosa) dan Buah Ketitir (Brucea javanica L. Merr). terhadap bakteri Streptococcuss mutans dan Escherichia coli. Metode pengujian antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar sumuran dengan modifikasi dengan menggunakan ekstrak etanol. Ekstrak etanol tumbuhan obat pulutan (Urena lobata L), kadamba (Mitragyna spesiosa), dan buah ketitir (Brucea javanica L. Merr) memberikan penghambatan lemah sampai dengan kuat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Streptococcuss mutans. Konsentrasi ekstrak etanol 200 (μg/well) memberikan penghambatan dengan klasifikasi kuat.
Co-Authors Akshar, Muh Alex, Taman Andi Achmad Andi Yusuf Aprilianus Robert Lau Arensyah, Mardy Arini Rajab Azzahrah, Nadia Fatimah Bery Heriyanto Dwinita Aquastini Edy Budiarso Enos Tangke Arung, Enos Tangke Erna Rosita Erna Rositah Ernita Obeth Eva Nurmarini Eva Nurmarini Eva Nurmarini Farida Aryani Farida Aryani Farida Aryani Farida Aryani Farida Aryani Fatmawati Fatmawati Hamka Nurkaya Heriad Daud Heriad Daud Salusu Heriad Daud Salusu Heriad Daud Salusu Hertianti, Erina Irawan Wijaya Kusuma, Irawan Wijaya Iskandar Iskandar Iskandar Ita Merni Patulak Ita Merni Patulak Jamaluddin Jasmawati, Jasmawati Joko Prayitno Kerawing, Rosalinda Kevin Indrawan Luluk Humairo Pimada M. Fikri Hernandi Maria Anggelina Medau Marroh, Zahrotul Isti'anah Mentari Ameliana Muh. Akshar Muhammad Akshar Muhammad Fikri Hernandi Muhammad Fikri Hernandi Muhammad Tahrir Muhammad Tahrir Muis, Puspitasari Nadia Fatimah Azzahrah Noorhamsyah Nurmarini, Eva Nurul Khatimah Periani Paurru Pragaloka, Nur Indah Ramadhan, Mohammad Ridho Rangga Zanwil Solihin Ridwan Ridwan, Ridwan Riski Amalia Rusdi Rizal Abdul Harisma Rizal Rizal Abdul Harisma Rizal Rudi Djatmiko Salusu, Heriad Daud Sarbin Sari, Nur Maulida Siti Raihanah Sukariyan Syafi'i Syafi'i Syafi'i Syafii . Syafi’I Tahrir, Muhammad Taman Alex Teguh Rizali Zahroni Teguh Rizali Zahroni Ulyatur Rosyida Wartomo Wartomo Wartomo Wartomo, Wartomo Yusdiansyah Yusdiansyah, Yusdiansyah Yusuf, Andi Zahroni, Teguh Rizali Zahrotul Isti'anah Marroh Zahrotul Isti'anah Marroh Marroh Zahrotul Isti’anah Marroh