Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI USAHA TANI KELAPA SAWIT PETANI DI DESA SALIKI KECAMATAN MUARA BADAK BERDASARKAN PRODUKSI TBS DAN HARGA SAWIT Rizal Abdul Harisma Rizal; Sukariyan; Abdul Rasyid Zarta
JURNAL AGRIMENT Vol. 6 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v6i2.644

Abstract

This research is based on the background that oil palm plantations are a form of community farming that cultivates oil palm plants with production in the form of fresh fruit bunches (FFB) as one of their sources of livelihood, although investment in oil palm plantations requires a relatively long period of time compared to oil palm plantations. with other plantation commodities. The purpose of this study was to determine the oil palm farming business in Saliki Village based on FFB production and palm oil prices. The data collection method used in this study is a qualitative method, which is a research that is used if the research factors cannot be quantified or cannot be calculated so that the variables cannot be expressed with numbers such as perceptions, opinions, assumptions and so on. According to qualitative research theory, in order for the research to be of really high quality, the data collected must be complete, namely primary data and secondary data. From the results of this study, it can be concluded that oil palm farming in Saliki Village based on the production of fresh fruit bunches and the price of palm oil really helps farmers increase their income from farming by selling large quantities of produce and high selling prices. The income they generate from oil palm plantations can meet their daily needs. In addition, the community (oil palm farmers) can buy vehicles, renovate and even build houses from the results of the oil palm plantations. The results of this study are to provide information to the community in Saliki Village in order to be able to improve oil palm farming.
Kalender Musim dan Peran Gender dalam Perladangan Masyarakat Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak pada Masa Perubahan Iklim: Seasonal Calendar and Gender Roles in the Farming Practices of The Bulusu Dayak Community in Pungit Village, Sekatak Sub District During Climate Change Erna Rositah; Muhammad Fikri Hernandi; Nur Maulida Sari; Abdul Rasyid Zarta; Rudi Djatmiko; Dwinita Aquastini; Aprilianus Robert Lau
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2926

Abstract

Secara historis masyarakat Dayak Bulusu tidak bisa dilepaskan dari sumber daya hutan. Secara ekonomi, lahan hutan menjadi tempat masyarakat berladang yaitu pertanian pada lahan kering dengan sistem gilir balik, menggunakan kearifan lokal dan tahapan perladangan yang dipraktekkan secara turun temurun. Fenomena perubahan iklim yang terjadi saat ini berdampak terhadap makhluk hidup dan lingkungan, termasuk ancaman bagi pertanian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kalender musim perladangan dalam 1 periode tanam di tengah masa perubahan iklim dan peran gender dalam perladangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Pungit Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara pada Bulan Juli-Agustus 2022. Pengambilan data dilakukan dengan teknik triangulasi yaitu FGD, observasi lapangan dan kajian literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Kegiatan berladang Dayak Bulusu Desa Pungit Sekatak dilakukan dengan tahapan tertentu dimulai dari tahap pemilihan lokasi berladang dan penebasan pada Bulan Mei; penebangan dan pemotongan dahan ranting pada bulan Juni; pengeringan selama bulan Juni-Juli; pembakaran pada bulan kering yaitu Bulan Agustus-September; penanaman dilakukan Bulan September-Oktober dimana sudah mulai musim hujan; pemeliharaan yaitu setelah masa tanam hingga memasuki Bulan Pebruari yang dilanjutkan dengan pemanenan hingga bulan Maret. Laki-laki dan perempuan berperan penting dalam setiap tahap kegiatan berladang sesuai dengan porsi dan perannya masing-masing.
Effectiveness of Brewing Time Antioxidant Functional Tea Drink from Forest Plant Leaves Of Sapar (Fordia splendidissima (Miq) Buijsen) Abdul Rasyid Zarta; Kevin Indrawan; Muhammad Fikri Hernandi; Farida Aryani
Jurnal Loupe Vol 20 No 02 (2024): December 2024
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v20i02.3196

Abstract

radiation, fast food, limited exercise time, stress due to work cannot be avoided, and also from the results of oxidation processes in the body. The development of degenerative diseases caused by free radicals can be inhibited by antioxidant compounds which are able to ward off free radicals. Therefore, the body needs important substances - antioxidants - that help protect it from attacks by free radicals and radical compounds. At certain concentrations, antioxidants can inhibit or slow down the damage caused by oxidative processes. Brewing time has an important role in determining the taste, aroma and active compound content of tea. The need for clear guidance regarding brewing times is becoming increasingly important, especially with the increasing interest in premium tea drinks and the influence of healthy lifestyles. This research aims to know the relationship between brewing time and tea quality in terms of dissolved antioxidant bioactivity content.  This research activity tested the antioxidant activity of Sapar leaf tea with different brewing times, namely 3, 5, 10, 15, 20 and 30 minutes. Antioxidant activity testing uses the DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazy,) method. From the test results it was found that Sapar leaf tea (Fordia splendidissima (Miq) Buijsen) with a brewing time of 3 minutes had the highest antioxidant bioactivity with a radical inhibition value of 81.46% and the antioxidant bioactivity decreased as the brewing time for the leaf tea became longer.
SKRINING BIOAKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI, FITOKIMIA, SERTA TOKSISITAS DARI AKAR KAYU NGAUNG (FICUS OBSCURA BLUME) Abdul Rasyid Zarta; Ulyatur Rosyida; Heriad Daud Salusu; Iskandar Iskandar; Farida Aryani; M. Fikri Hernandi; Wartomo Wartomo
Science and Applied Journal (SIAP) Vol. 2 No. 4 (2025): Science and Applied Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya penggunaan salah satu tumbuhan hutan yang berkhasiat bagi kesehatan. Salah satu jenis tumbuhan hutan yang telah dilakukan pengujian adalah daun dan batang tumbuhan ngaung dan hasilnya menunjukkan bahwa tanaman ngaung memiliki manfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, Streptococcus mutans dan Propionibacterium acne, serta untuk mengetahui kandungan fitokimianya yaitu flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, triterpenoid dan steroid dan mengetahui toksisitas pada bagian akar pada tanaman ngaung (Ficus obscura Blume). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 pada ekstrak kulit akar ngaung adalah 19.82 ppm dan pada kayu akar ngaung adalah 14.332 ppm. Daya hambat terbesar pertumbuhan bakteri Proponibacterium acne adalah pada kulit akar konsenstrasi 100 µg/well  yaitu 8,88 mm sedangkan kayu akar penghambatan terbesar pada konsentrasi 200 µg/well  dengan penghambatan 8,66 mm. Daya hambat terbesar pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah pada konsentrasi 400 µg/well  yaitu sebesar 10 mm pada kulit akar dan 9,99 pada kayu akar. Hasil pengujian pada sampel uji memiliki kandungan senyawa fitokimia flavonoid, tanin, alkaloid dan triterpenoid pada kulit akar Ngaung sedangkan pada kayu akar Ngaung didapatkan senyawa flavonoid, saponin, tanin, saponin dan triterpenoid. Hasil pengujian toksisitas ekstrak kulit akar maupun kayu akar menunjukan bahwa senyawa bersifat tidak toksik.
Character Value Integration in Project-Based Learning for Developing Cooperation Skills of Wood Engineering Students Zahrotul Isti'anah Marroh Marroh; Ita Merni Patulak; Andi Achmad; Muhammad Tahrir; Teguh Rizali Zahroni; Muhammad Akshar; Syafi'i Syafi'i; Abdul Rasyid Zarta; Luluk Humairo Pimada; Rangga Zanwil Solihin; Nurul Khatimah; Fatmawati Fatmawati; Nur Maulida Sari; Eva Nurmarini
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3765

Abstract

Project-based learning (PBL) has been increasingly adopted in vocational higher education as a pedagogical approach that integrates technical skill development with interpersonal competency formation. However, the role of cultural and religious character values in shaping student cooperation within PBL environments remains underexplored, particularly in the Indonesian vocational context. This research examines how Islamic character values, namely amanah (trustworthiness), ta'awun (mutual assistance), and musyawarah (deliberation), were expressed and reinforced within the PBL structure implemented in the Wood Engineering study at Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, and how this contributed to the development of student cooperation skills. A qualitative descriptive case study was employed, involving 44 fourth-semester students in eleven working groups across multiple wood engineering courses. Data were collected through structured in-depth interviews, participatory observation across 32 sessions, eleven focus group discussions, and document analysis. Thematic analysis following Braun and Clarke six-phase framework was applied, with inter-rater reliability of Cohen Kappa 0.86. Findings suggest that the project structure created favorable conditions for the expression and reinforcement of these character values, though the degree of internalization varied considerably across groups and individual students. The study contributes an empirically grounded illustration of how Islamic character values and cooperative behavior interact within authentic vocational project work, while acknowledging the context-specific nature of the findings
Sosialisasi Pemanfaatan Biochar Kompos Limbah Organik untuk Peningkatan Produksi Jagung Manis di Kampung Belimau, Samarinda Syafi'i; Abdul Rasyid Zarta; Nadia Fatimah Azzahrah; Zahrotul Isti'anah Marroh; Eva Nurmarini; Ita Merni Patulak; Muh. Akshar; Muhammad Tahrir; Teguh Rizali Zahroni; Ridwan
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pemanfaatan biomassa dari limbah organik berpotensi besar sebagai bahan baku kompos biochar, sekaligus mendukung sistem pertanian regeneratif. Pengaplikasian biochar dengan pupuk NPK dapat meningkatkan hasil produksi tanaman pada tanah yang terdegradasi atau asam, khususnya jenis tanah di Kalimantan Timur. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat kompos biochar dari bahan organik limbah setempat terhadap produksi jagung manis. Mitra kegiatan pengabdian ini Adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) P4S Puri Leisa. Metode: Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat berupa sosialisasi penyuluhan dengan membangun kemitraan antara akademisi (fasilitator) dan masyarakat (ahli pengalaman). Peserta berjumlah 20–30 orang dengan durasi selama 1 hari (4 jam). Selain itu, dilakukan konsultasi dan mediasi melalui diskusi antara akademisi, petani lokal, serta dinas terkait. Hasil: Kegiatan diawali dengan tindak lanjut hasil pembuatan biochar dari pengabdian sebelumnya oleh akademisi. Dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai pertanian regeneratif dan simulasi pemanfaatan biochar kompos pada jenis tanah di Kalimantan Timur, khususnya terhadap hasil dari simulasi penanaman jagung manis menggunakan media biochar kompos  menunjukkan peningkatan produksi dan percepatan panen. Pada sesi konsultasi, masyarakat menyampaikan permasalahan lapangan dan memperoleh solusi alternatif dari akademisi maupun pihak ketiga. Kesimpulan: Pemanfaatan limbah organik setempat sebagai bahan baku biochar dapat mendukung keberlanjutan pertanian. Penggunaan biochar kompos sebagai media tanam terbukti meningkatkan hasil jagung manis serta mempercepat panen. Gambaran simulasi penanaman ini dipaparkan langsung dalam kegiatan penyuluhan, sehingga masyarakat memperoleh pengalaman serta pengetahuan baru untuk diterapkan pada lahan mereka.
Sifat Fisika dan Mekanika Kayu Lamina Sengon (Paraserianthes falcataria) Dengan Jumlah Lapisan dan Jenis Perekat Yang Berbeda : Physical and Mechanical Properties of Sengon Laminated Wood (Paraserianthes falcataria) With Different Layer Numbers and Adhesive Types Abdul Rasyid Zarta; Maria Anggelina Medau; Syafi'i; Andi Yusuf; M. Fikri Hernandi
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v21i1.25318

Abstract

Menurunnya ketersediaan kayu berdiameter besar mengimbangi meningkatnya permintaan kayu untuk konstruksi dan industri berbasis kayu. Paraserianthes falcataria, atau kayu sengon, adalah jenis yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang tumbuh dengan cepat. Namun, kerapatan dan kekuatan mekaniknya yang rendah menghalanginya untuk digunakan sebagai bahan struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat fisika dan mekanika kayu sengon laminasi dipengaruhi oleh jumlah lapisan dan jenis perekat. Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor digunakan pada penelitian ini. Faktor-faktor tersebut meliputi jumlah lapisan (dua, tiga, atau empat lapisan) dan jenis perekat (polyvinyl acetate/PVAc atau polychloroprene/Fox). Kadar air, kerapatan, modulus elastisitas (MoE), modulus patah (MoR), dan keteguhan geser adalah beberapa parameter yang diamati. Nilai MoE kayu laminasi 32.632,40–42.144,14 kgf/cm2 dan nilai MoR 372,90–417,99 kgf/cm2. Kadar air kayu laminasi berkisar antara 14,87%–15,14%, menurut hasil penelitian. Kayu laminasi dua lapis dengan perekat PVAc memiliki keteguhan geser tertinggi (26,22 MPa). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa, meskipun jumlah lapisan dan jenis perekat tidak benar-benar memengaruhi sifat fisika, ada kecenderungan untuk meningkatkan kinerja mekanika. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi laminasi memiliki kemampuan untuk meningkatkan sifat mekanika kayu sengon dan memungkinkannya digunakan dalam konstruksi ringan dan produk kayu rekayasa.
Co-Authors Akshar, Muh Alex, Taman Andi Achmad Andi Yusuf Aprilianus Robert Lau Arensyah, Mardy Arini Rajab Azzahrah, Nadia Fatimah Bery Heriyanto Dwinita Aquastini Edy Budiarso Enos Tangke Arung, Enos Tangke Erna Rosita Erna Rositah Ernita Obeth Eva Nurmarini Eva Nurmarini Eva Nurmarini Farida Aryani Farida Aryani Farida Aryani Farida Aryani Farida Aryani Fatmawati Fatmawati Hamka Nurkaya Heriad Daud Heriad Daud Salusu Heriad Daud Salusu Heriad Daud Salusu Hertianti, Erina Irawan Wijaya Kusuma, Irawan Wijaya Iskandar Iskandar Iskandar Ita Merni Patulak Ita Merni Patulak Jamaluddin Jasmawati, Jasmawati Joko Prayitno Kerawing, Rosalinda Kevin Indrawan Luluk Humairo Pimada M. Fikri Hernandi Maria Anggelina Medau Marroh, Zahrotul Isti'anah Mentari Ameliana Muh. Akshar Muhammad Akshar Muhammad Fikri Hernandi Muhammad Fikri Hernandi Muhammad Tahrir Muhammad Tahrir Muis, Puspitasari Nadia Fatimah Azzahrah Noorhamsyah Nurmarini, Eva Nurul Khatimah Periani Paurru Pragaloka, Nur Indah Ramadhan, Mohammad Ridho Rangga Zanwil Solihin Ridwan Ridwan, Ridwan Riski Amalia Rusdi Rizal Abdul Harisma Rizal Rizal Abdul Harisma Rizal Rudi Djatmiko Salusu, Heriad Daud Sarbin Sari, Nur Maulida Siti Raihanah Sukariyan Syafi'i Syafi'i Syafi'i Syafii . Syafi’I Tahrir, Muhammad Taman Alex Teguh Rizali Zahroni Teguh Rizali Zahroni Ulyatur Rosyida Wartomo Wartomo Wartomo Wartomo, Wartomo Yusdiansyah Yusdiansyah, Yusdiansyah Yusuf, Andi Zahroni, Teguh Rizali Zahrotul Isti'anah Marroh Zahrotul Isti'anah Marroh Marroh Zahrotul Isti’anah Marroh