Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Konsumsi Jenis Lemak Dengan Kadar Kolesterol Di Desa Karangbong Kabupaten Probolinggo Devi Maghfiroh; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1992

Abstract

Masalah kolesterol saat ini mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Kolesterol adalah zat lemak berwarna kekuningan yang mirip lilin dan beredar dalam darah, dihasilkan oleh hati. Tingginya kadar kolestrol dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya pola makan seperti konsumsi makan yang mengandung lemak jahat. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan konsumsi jenis lemak dengan kadar kolesterol di Desa Karangbong.Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 orang dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Sampel diambil dengan teknik simple randoml sampling. Variabel independen adalah konsumsi jenis lemak, variabel dependen adalah kadar kolestrol. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Form Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (Sq-Ffq) dan lembar observasi kadar kolestrol. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masyarakat di Desa Karangbong banyak mengkonsumsi jenis lemak trans (47,9%). Masyarakat di Desa Karangbong banyak memiliki kadar kolestrol yang sangat tinggi (54,2%). Ada hubungan konsumsi jenis lemak dengan kadar kolesterol di Desa Karangbong dengan nilai (p-value = 0,017< 0,05). Adanya hubungan antara konsumsi jenis lemak dengan kadar kolesterol disebabkan oleh konsumsi jenis lemak trans, mengonsumsi lemak trans yang ditemukan pada makanan olahan akan berdampak pada peningkatan kadar kolesterol. konsumsi lemak trans yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, lemak trans diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik)
Efektivitas Jenis Diet Makanan Menggunakan Metode Avoid, Limit Dan Encourage Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia Penderita Gout Arthritis Di Desa Selogudig Wetan Kecamatan Pajarakan Probolinggo Elda Yuliana; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.1993

Abstract

Penyakit asam urat adalah kondisi yang dapat menyebabkan nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Penyakit asam urat, juga dikenal sebagai gout arthritis, disebabkan oleh penimbunan kristal monosodium urat di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas diet avoid, limit dan encourage terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita gout arthritis. Desain penelitian ini adalah Quasy experimental design dengan two group pre post test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden lansia penderita asam urat di Desa Selogudig Wetan. Sampel penelitian sebanyak 36 responden. Normalitas data telah diuji dengan Shapiro wilk .uji statistik menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian didapatkan kadar asam urat kelompok diet avoid, limit dan encourage pre-test sebesar 7.36 mg/dL post-test 5.13 mg/dL. Pada kelompok diet kontrol pre-test sebesar 7.17 mg/dL post-test 7,37 mg/dL. Hasil uji paired t-test didapatkan p-value 0,000 pada kelompok diet avoid, limit dan encourage dan kelompok diet kontrol didapatkan p-value 0,039.Diet avoid, limit, dan encourage terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia penderita gout arthritis. Diharapkan metode diet ini dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan yang mudah diterapkan di masyarakat. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan mengamati kebiasaan responden yang dapat memengaruhi naik turunnya kadar asam urat.
Efektivitas Tandem Walking Exercise dan Otago Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Pada Lansia Di Desa Bulu Kecamatan Kraksaan Amanda Fitriana; Achmad Kusyairi; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.2008

Abstract

Penuaan merupakan proses fisiologis alami yang menyebabkan penurunan fungsi berbagai sistem tubuh, terutama sistem muskuloskeletal. Penurunan kekuatan otot dan koordinasi motorik seringkali menyebabkan gangguan keseimbangan pada lansia, yang meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Pencegahan jatuh menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kemandirian lansia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Efektivitas Tandem Walking Exercise dan Otago Exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia di Desa Bulu. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan pendekatan two group pre -test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 52 responden dan sampel yang diambil sebanyak 46 responden, lansia dipilih dengan tekhik purposive sampling. Dan instrument yang digunakan yaitu lembar Observasi BBS (Berg Balance Scale), kemudian data dikumpulkan melalui proses editing, coding, scoring dan tabulating. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata peningkatan keseimbangan pada kelompok Tandem pre-test sebesar 31,91 dan post-test 32.78. Pada Kelompok Otago Exercise pre-test sebesar 32.96 dan post-test 44.65. Analisa data yang digunakan uji paired t-test didapatkan p value 0,466 pada kelompok Tandem dan 0,000 pada kelompok Otago Exercise. Latihan Otago lebih efektif dari pada Tandem karena nilai otago lebih signifikan dari pada Tandem. Semakin terstruktur dan variasi suatu latihan keseimbangan, maka semakin besar efektivitasnya dalam meningkatkan stabilitas postural pada lansia. Otago Exercise yang terstruktur dan kompherensif terbukti memberikan peningkatan signifikan karena dapat menstimulasi proprioseptor dan system vestibular
Modifikasi Gaya Hidup Untuk Mencegah Terjadinya Komplikasi Diabetes Mellitus Tipe 2 Nusantara, Ana Fitria; Achmad Kusyairi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2080

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin, kerusakan sel Beta pankreas, atau resistensi insulin sebagai akibat insulin yang tidak digunakan. DM secara progresif menyebabkan terjadinya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropatik kronis yang mengancam jiwa. Selain berdampak pada masalah kesehatan, DM juga memiliki konsekuensi ekonomi yang besar. Biaya pengobatan meningkat khususnya apabila terjadi komplikasi jangka panjang dan pilihan pengobatan modern. Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup sehingga penderita tidak mengalami komplikasi. Modifikasi gaya hidup dilakukan dengan mengurangi asupan energi, meningkatkan aktivitas fisik sebagai terapi utama untuk pasien DM yang obesitas. Penurunan berat badan dikombinasikan dengan peningkatan aktivitas dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik serta mencegah perkembangan DM tipe 2 terhadap risiko tinggi gangguan toleransi glukosa. Target pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan penderita diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan modifikasi gaya hidup guna mencegah komplikasi diabetes. Kegiatan  ini dilakukan di layanan kesehatan praktik mandiri bidan (LKPMB) dengan melibatkan mitra dari lahan yaitu bidan dan tim kesehatan terkait dalam bentuk pemberian edukasi dan pelatihan keterampilan mengenai cara melakukan menejemen gaya hidup. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta menjadi lebih baik tentang modifikasi gaya hidup dan memiliki motivasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
The Impact Of Emotional Intelligence On Blood Sugar In Type 2 Diabetes Mellitus Patients Ana Fitria Nusantara; Achmad Kusyairi
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/31kxr330

Abstract

People with type 2 diabetes mellitus have more risk of being depression ak perluthan non-diabetics, as evidenced by their poor or even low self-care. suffering from diabetes mellitus for long time can impact the emotional burden, in terms of diabetes treatment and the risk of complications. Diabetes-related stress associated with poor self-management behaviors (diet, physical activity, and medication adherence). The purpose of this study was to examine the relationship between emotional intelligence and blood sugar levels in people with type 2 diabetes mellitus using a descriptive analytical design with a cross-sectional approach. The sample was determined using a purposive sampling technique with 50 respondents. Researchers distributing questionnaires to measure emotional intelligence variables and observation sheets to measure blood sugar variables. The results showed that an average Emotional Intelligence score of 58.28 and an average blood sugar level of 235.91. The analysis showed a p-value of 0.001, indicating a significant relationship between emotional intelligence and blood glucose levels. Emotional Intelligence can influence self-management in diabetes sufferers, particularly in adhering to and implementing a diabetes management program.
Pengaruh Edukasi Teknik Spinal Anastesi Dan Teknik Desarda Menggunakan Media Video Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hernia Inguinal Lateral Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Chelfin Ainun Nafis; Achmad Kusyairi; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2050

Abstract

Hernia inguinalis lateral merupakan salah satu kasus bedah terbanyak setelah apendisitis dan dapat menyebabkan kecemasan tinggi pada pasien, terutama saat fase pre-operatif. Ketidaktahuan pasien tentang prosedur operasi dan anestesi menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan. Pemberian edukasi melalui media video tentang teknik spinal anestesi dan teknik Desarda diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Mengetahui pengaruh edukasi teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan pasien hernia inguinalis lateral di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs. Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 14 responden (46,6%) mengalami kecemasan sedang, 13 responden (43,3%) mengalami kecemasan berat, dan 3 responden (10%) mengalami kecemasan sangat berat. Setelah diberikan edukasi, terjadi penurunan tingkat kecemasan secara signifikan, dengan 28 responden (93,3%) mengalami kecemasan ringan dan 2 responden (6,6%) mengalami kecemasan sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05). Edukasi mengenai teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral.
Analisis Dukungan Keluarga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Munawarah; Hendrik Probo Sasongko; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2059

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi dengan hambatan aliran udara progresif yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan produksi dahak berlebih. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada pasien, sehingga dukungan keluarga dan kualitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting untuk mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas pelayanan terhadap penurunan kecemasan pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada periode 1 Juni hingga 15 Juli 2025. Sampel terdiri dari 30 responden yang diambil secara accidental sampling dari populasi 32 pasien PPOK rawat inap di rumah sakit tersebut. Data dianalisis dengan uji chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa 21 responden (70%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan 19 responden (63,3%) menilai kualitas pelayanan sangat baik. Sebanyak 22 responden (73,3%) tidak mengalami kecemasan selama perawatan. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,005; Fisher’s Exact Test = 0,001) serta antara kualitas pelayanan dengan tingkat kecemasan (p = 0,001; Fisher’s Exact Test = 0,001). Kesimpulannya, dukungan keluarga dan kualitas pelayanan yang baik berperan penting dalam menurunkan kecemasan pasien PPOK selama perawatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan pelayanan kesehatan berkualitas dalam mendukung kesejahteraan psikologis pasien PPOK.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Karakteristik Nyeri Pada Lansia Penderita Low Back Pain Di Desa Krampilan Besuk Heni Wahyuni; Achmad Kusyairi; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2129

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada lansia, terutama akibat aktivitas fisik yang tidak ergonomis. Aktivitas fisik yang berlebihan atau kurang dapat memperburuk kondisi nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan karakteristik nyeri pada lansia penderita Low back pain Di Desa Krampilan Besuk. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 56 lansia penderita Low back pain diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner PAL (physical activity level) untuk aktivitas fisik dan asessement nyeri untuk karakteristik nyeri. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan dari 56 responden yang melakukan aktivitas fisik berat sebanyak 27 responden (48.2%), penyebab nyeri postur tubuh yang buruk sebanyak 22 responden (39.3%), frekuensi nyeri sering sebanyak 24 responden (24.9%), Lokasi nyeri pada pinggang kanan dan kiri sebanyak 25 responden (44.6%), intensitas nyeri sedang sebanyak 35 responden (62.5%), dan waktu nyeri di pagi hari sebanyak 28 rsponden (50%). Sehingga dapat di simpulkan bahwa adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan karakteristik nyeri pada lansia penderita Low back pain Di Desa Krampilan Besuk, dengan nilai (p value = < 0,000 dengan nilai α = < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik nyeri pada lansia dengan low back pain sangat dipengaruhi oleh kualitas dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan. bahwa Aktivitas fisik yang tidak sesuai, baik terlalu berat maupun terlalu ringan, dapat memperburuk karakteristik nyeri seperti frekuensi, lokasi, intensitas, dan waktu kemunculan nyeri.
Pengaruh Waktu Perendaman (Immersing) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Senangin Pada Jaring Insang Dasar (Bottom Gillnet) Di Perairan Selat Madura Jawa Timur Deva Brata Kusuma Supardi; Achmad Kusyairi; M.Tajuddin Noor
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 6 (2026): NJMS - Januari 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaring insang adalah alat tangkap pasif yang terdiri dari panel jaring persegi panjang yang menangkap ikan dengan menjerat insangnya saat ikan berenang melewatinya. Efektivitas penangkapan ikan dengan jaring insang dipengaruhi oleh beberapa faktor operasional, salah satunya adalah waktu perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman terhadap hasil tangkapan ikan Senangin (Eleutheronema tetradactylum) menggunakan jaring insang dasar di perairan Selat Madura, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Penangkapan Eksperimental dengan menerapkan dua perlakuan waktu perendaman yang berbeda, yaitu 120 menit (perlakuan A) dan 90 menit (perlakuan B), dengan 16 ulangan untuk setiap perlakuan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung berat dan jumlah tangkapan, serta wawancara terstruktur dengan nelayan jaring insang lokal. Data dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil tangkapan ikan Senangin dengan waktu perendaman 120 menit secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan waktu perendaman 90 menit. Perlakuan A menghasilkan total tangkapan 879 kg dengan rata-rata 50,94 kg per perjalanan, sedangkan perlakuan B menghasilkan total tangkapan 879 kg dengan rata-rata 22,94 kg per perjalanan. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua perlakuan (Sig. 2-tailed = 0,000 < 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa waktu perendaman 120 menit lebih efektif dalam meningkatkan tangkapan ikan Senangin menggunakan jaring insang dasar di Selat Madura.
PENGARUH MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BUSUI YANG BEKERJA Fajar Nugraha Indra Wardhana; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin Salam
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8825

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI terbukti aman, bersih, dan mengandung antibodi yang berguna untuk melindungi bayi dari berbagai macam penyakit. Pada awal kehidupannya, semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi tercukupi oleh ASI. Berbagai penelitian di dunia membuktikan beberapa manfaat ASI bagi masa depan anak, salah satunya adalah anak - anak yang disusui ASI cenderung akan menunjukkan tingkat kecerdasan lebih tinggi dari pada anak yang tidak diberi ASI.Metode penelitian one grup pre-post design, instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi dan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling pada semua busui yang bekerja sesuai inklusi dan eksklusi jumlah sampel sebanyak 35 responden. Hasil dari penelitian ini didapatkan keberhasilan pemberian ASI ekslusif pada saat pre-post. Menunjukkan hasil keberhasilan pemberian ASI ekslusif pada pretest mayoritas kategori buruk sebanyak 24 responden (86.8%) sedangkan Pada data post test mayoritas kategori baik sebanyak 26 responden (74,3%). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai pvalue : 0.001 dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Manajemen Laktasi Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif Pada Busui Yang Bekerja di Poyandu Kanigaran Kota Probolinggo.Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen laktasi dapat membantu busui yang bekerja mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya dan keberhasilan dalam menyusui meliputi tehnik menyusui, posisi menyusui, durasi dan frekuensi menyusui, penyimpanan ASI dan pemberian ASI perah.
Co-Authors Afan Auriel Ramlanis Ahmad Dhofirul Huda Ainul Yaqin Salam Alif Astagia Alwin Widhiyanto Alwin Widiyanto Amanda Fitriana Ana Fitria Nusantara Anggi Kezia Maranatha Simbolon Ani Yuliati Anis Sulalah Ariska Praptiningtiyas Aulya Anjelyna cahyo Purnomo Chelfin Ainun Nafis Cici Lahayati Dani Prana Dinata Deva Brata Kusuma Supardi Devi Maghfiroh Dhika Siti Mona Diana Susilowati Didik Trisbiantoro Dina Dewi Fitriana Dodik Hartono Edy Suprayitno Elda Yuliana Erika Dwi Safitri Eriska Melinda Erna Handayani Erta Maria Exist Saraswati Faisal Ali Fajar Nugraha Indra Wardhana Fran Asiska Dwi Maulinda Gilang Rusrita Aida Grido Handoko Heni Wahyuni Hosnol Khotimah Hoyriyetus Sholehah Ika Anjani Ima Amalia Juliyantiara Indah Fitriyani Indra Wirawan Isnani Mauly Masruri Isnawati, Iin Aini Jaziroh Rizky Wulandari Kejora Handarini Lia Barkatur Rohmniah M Yusril Izzah Maulana M.Tajuddin Noor Marfuah Maria Agustini Mariani MUHAJIR Muhammad Rizal Cahyono Muhammad Sufyan Hadi Muhayyibatul Qomariyah Munawarah Mutia Dwi Mentari Nadliroh Fikri Ayu Ningtyas Nandini Nursyamsiana Nuraini Nuraini Nusantara, Ana Fitria Ramadhani Alvan Hidayatullah Rengga Yudha Permana Reni Maulana Retnani Rahmiati Retno Farianti Rizka Yunita Rizki Yulia Purwitaningtyas Ro’isah Salamah, Ummatus Sasongko, Hendrik Probo Siti Aisyah Siti Zainab Sri Madyowati Sri Oetami Madyowati Sri Oetami Madyowati Sri Oetami Madyowati Sumaryam Sumaryam Sumaryam Sunanto Taufik Muhammad Tunjung Arum Atmanto Vicky Ibnu Hasan Yosep William Ferdinan Yuli Maulidil Warid Yulianti Istiana Zakiyatul Masruro