Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Tandem Walking Exercise dan Otago Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Pada Lansia Di Desa Bulu Kecamatan Kraksaan Amanda Fitriana; Achmad Kusyairi; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 11 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i11.2008

Abstract

Penuaan merupakan proses fisiologis alami yang menyebabkan penurunan fungsi berbagai sistem tubuh, terutama sistem muskuloskeletal. Penurunan kekuatan otot dan koordinasi motorik seringkali menyebabkan gangguan keseimbangan pada lansia, yang meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Pencegahan jatuh menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kemandirian lansia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Efektivitas Tandem Walking Exercise dan Otago Exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia di Desa Bulu. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan pendekatan two group pre -test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 52 responden dan sampel yang diambil sebanyak 46 responden, lansia dipilih dengan tekhik purposive sampling. Dan instrument yang digunakan yaitu lembar Observasi BBS (Berg Balance Scale), kemudian data dikumpulkan melalui proses editing, coding, scoring dan tabulating. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata peningkatan keseimbangan pada kelompok Tandem pre-test sebesar 31,91 dan post-test 32.78. Pada Kelompok Otago Exercise pre-test sebesar 32.96 dan post-test 44.65. Analisa data yang digunakan uji paired t-test didapatkan p value 0,466 pada kelompok Tandem dan 0,000 pada kelompok Otago Exercise. Latihan Otago lebih efektif dari pada Tandem karena nilai otago lebih signifikan dari pada Tandem. Semakin terstruktur dan variasi suatu latihan keseimbangan, maka semakin besar efektivitasnya dalam meningkatkan stabilitas postural pada lansia. Otago Exercise yang terstruktur dan kompherensif terbukti memberikan peningkatan signifikan karena dapat menstimulasi proprioseptor dan system vestibular
Modifikasi Gaya Hidup Untuk Mencegah Terjadinya Komplikasi Diabetes Mellitus Tipe 2 Nusantara, Ana Fitria; Achmad Kusyairi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v7i2.2080

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang disebabkan oleh defisiensi sekresi insulin, kerusakan sel Beta pankreas, atau resistensi insulin sebagai akibat insulin yang tidak digunakan. DM secara progresif menyebabkan terjadinya komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler, dan neuropatik kronis yang mengancam jiwa. Selain berdampak pada masalah kesehatan, DM juga memiliki konsekuensi ekonomi yang besar. Biaya pengobatan meningkat khususnya apabila terjadi komplikasi jangka panjang dan pilihan pengobatan modern. Perubahan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup sehingga penderita tidak mengalami komplikasi. Modifikasi gaya hidup dilakukan dengan mengurangi asupan energi, meningkatkan aktivitas fisik sebagai terapi utama untuk pasien DM yang obesitas. Penurunan berat badan dikombinasikan dengan peningkatan aktivitas dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik serta mencegah perkembangan DM tipe 2 terhadap risiko tinggi gangguan toleransi glukosa. Target pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, dan kemampuan penderita diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan modifikasi gaya hidup guna mencegah komplikasi diabetes. Kegiatan  ini dilakukan di layanan kesehatan praktik mandiri bidan (LKPMB) dengan melibatkan mitra dari lahan yaitu bidan dan tim kesehatan terkait dalam bentuk pemberian edukasi dan pelatihan keterampilan mengenai cara melakukan menejemen gaya hidup. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta menjadi lebih baik tentang modifikasi gaya hidup dan memiliki motivasi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Pengaruh Perbedaan Dosis Biolacto pada Pakan terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Doc 50 Hari Afan Auriel Ramlanis; Sumaryam Sumaryam; Achmad Kusyairi
Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Manfish : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan 
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfish.v4i1.309

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of different doses of Lactobacillus in feed on the absolute weight growth of whiteleg shrimp (Litopenaeus Vannamei) doc 50 days. The study was conducted for 30 days at CV. Sukses Indah Prima. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) using 4 treatments and 6 replications. The treatments were as follows: treatment A. without the addition of biolacto probiotics; treatment B. addition of biolacto probiotics 50 ml / kg of feed; treatment C addition of biolacto dose 70 ml / kg of feed; treatment D addition of biolacto probiotics 90 ml / kg of feed. Absolute weight growth data were analyzed using one way ANOVA 5%. The results of the ANOVA test showed that the difference in biolacto doses in feed had a very significant effect on the absolute weight growth of whiteleg shrimp (Litopenaeus Vannamei) doc 50 days and B) Treatment D biolacto dose 90 ml / kg of feed is the optimal dose, providing absolute weight growth of vannamei shrimp with an average of 9.37 grams.
Analisis Status Pemanfaatan Ikan Swanggi (Prianchantus tayenus) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan Jawa Timur Reni Maulana; Achmad Kusyairi; Exist Saraswati
Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Manfish : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan 
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfish.v4i1.315

Abstract

Swanggi fish (Prianchantus tayenus) is one of the important commodities that are widely caught at the Perikanan Nusantara Port (PPN) Brondong, Lamongan, East Java. Increased fishing acivity is feared to cause excessive pressure on fishery resources that could potentially cause overfishing. This study aims to analyze the level and status of swanggi fish utilization. The method used in this research is descriptive quantitative with a fox production surplus model approach to calculate Maximum Sustainable Yield (MSY), Totl Allowable Catch (TAC), and utilization rate. The data analyzed were the catch abd effort of swanggi fishing from 2015 to 2024. The result showed that the Maximum Sustainable Yield (MSY) value of Swanggi fish was 14,486,042 kg/year with an optimum effort F MSY of 11,689 trips/catch and TAC of 11,588,833 kg. the utilization rate of swanggi fish during 2015 to 2024 reached 105%. The value of the utilization status of swanggi fish is 85% which can be categorized that the exploitation of swanggi fish resources is Full Exploited. Therefore, sustainable fisheries management is needed through effort limitation and gear evaluation to maintain the sustainability of swanggi fish resources in PPN Brondong.
Tingkat Keramahan Alat Tangkap Bouke Ami yang di Daratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke Ika Anjani; Achmad Kusyairi; Exist Saraswati
Habitat: Jurnal ilmiah ilmu Hewani dan Peternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: Habitat: Jurnal ilmiah ilmu Hewani dan Peternakan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/habitat.v4i1.317

Abstract

The utilization of Bouke Ami fishing gear in Indonesian waters, particularly in PPN Muara Angke, plays a significant role in managing fishery resources and increasing production. This gear is commonly used by fishermen to catch pelagic fish such as mackerel, tuna, and squid. However, the environmental friendliness of Bouke Ami fishing gear is crucial for sustainable fisheries management. While effective in catching fish, this fishing gear can negatively impact the marine ecosystem, including damage to coral reefs and the capture of juvenile fish, which affects their growth. This research aims to assess the level of environmental friendliness of the Bouke Ami fishing gear used in PPN Muara Angke. Conducted from November 2025 to January 2026, the study employed a descriptive method, using interviews and questionnaires with Bouke Ami fishermen. The findings are expected to contribute to the literature on sustainable fisheries and highlight the importance of using environmentally friendly fishing gear, in line with the Code of Conduct for Responsible Fisheries.
Pengaruh Perubahan Suhu terhadap Panjang Standar dan Kelangsungan Hidup Nauplius Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Aulya Anjelyna; Achmad Kusyairi; Sri Oetami Madyowati
Zebra: Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Hewani Vol. 4 No. 1 (2026): April : Zebra : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Hewani
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/zebra.v4i1.320

Abstract

Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is a leading commodity in aquaculture in Indonesia due to a number of advantages such as disease resistance, rapid growth, high survival rate, and feed conversion efficiency. Whiteleg shrimp contributes significantly to Indonesian fisheries exports, reaching 38.98% in 2021. To meet high market demand, increasing the productivity and quality of whiteleg shrimp is very important, where the quality of the shrimp is influenced by the quality of the fry. Good management, including selecting quality broodstock, proper handling of eggs and nauplii, and maintaining optimal water quality, is very important in producing quality whiteleg shrimp fry. This study aims to determine the effect of temperature on the growth length and life expectancy of whiteleg shrimp nauplii. The study was conducted using a completely randomized design with three different temperature treatments (26°C, 29°C, and 32°C). The whiteleg shrimp nauplii used had an average size of 328.24mm obtained from PT. Delta Windu Purnama Situbondo. The water quality parameters used are Temperature, pH, salinity, and DO. Delta Windu Purnama Situbondo. Data were analyzed using SPSS 16.
Pengaruh Intensitas Cahaya Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Yuliandro Erwin Gautama; Sri Oetami Madyowati; Achmad Kusyairi
Vol 16 No 2 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i2.1911

Abstract

This study aimed to determine the effect of different light intensities on the absolute growth of African catfish (Clarias gariepinus). The experiment was conducted at the Purwosari Fish Hatchery, Magetan, East Java, for 30 days from May 11 to June 9, 2025, using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments (dark 0 lux, shaded 324–830 lux, and bright 6,630–17,070 lux) and nine replications. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by the Least Significant Difference (LSD) test at a 5% significance level. The results showed that light intensity significantly affected the absolute growth of African catfish. The bright treatment produced the highest growth (198.98 ± 16.94 g) compared to shaded (155.00 ± 20.45 g) and dark treatments (136.67 ± 23.33 g). Water quality remained within the optimal range for catfish culture, although ammonia levels were higher under bright conditions. These findings indicate that although African catfish are nocturnal, light is still required in intensive aquaculture systems to optimize feeding activity and feed utilization efficiency.
DETEKSI KOI HERPES VIRUS (KHV) DAN TINGKAT PREVALENSINYA PADA KOMODITI IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG DILALU-LINTASKAN DI BALAI KARANTINA HEWAN, IKAN DAN TUMBUHAN SULAWESI UTARA DENGAN METODE REAL-TIME POLYMERASE CHAIN REACTION (qPCR) Miftahuddin Madjid; Achmad Kusyairi; Sumaryam Sumaryam
Vol 16 No 1 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i1.2121

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya air tawar yang memiliki peran strategis dalam mendukung produksi perikanan nasional dan perekonomian masyarakat. Tingginya intensitas budidaya serta aktivitas lalu lintas ikan hidup antarwilayah meningkatkan risiko penyebaran penyakit ikan, khususnya penyakit viral yang bersifat sangat menular. Salah satu penyakit viral yang menjadi perhatian serius adalah Koi Herpes Virus (KHV), karena dapat menyebabkan tingkat mortalitas yang tinggi dan berdampak signifikan terhadap produksi, ekonomi, serta kelancaran perdagangan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Koi Herpes Virus (KHV) dan menentukan tingkat prevalensinya pada komoditas ikan mas (Cyprinus carpio) yang dilalu-lintaskan di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Utara menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (qPCR). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan surveilans. Sampel penelitian berupa lima ekor ikan mas yang berasal dari kegiatan lalu lintas karantina. Deteksi KHV dilakukan melalui tahapan ekstraksi DNA dan amplifikasi target gen virus menggunakan metode qPCR, sedangkan tingkat prevalensi dihitung berdasarkan perbandingan jumlah sampel positif terhadap jumlah total sampel yang diperiksa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima sampel ikan mas yang diperiksa, satu sampel terdeteksi positif Koi Herpes Virus (KHV), sedangkan empat sampel lainnya menunjukkan hasil negatif. Berdasarkan hasil tersebut, tingkat prevalensi KHV pada ikan mas yang dilalu-lintaskan di Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Utara sebesar 20%. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar ikan yang dilalu-lintaskan berada dalam kondisi negatif KHV, potensi masuk dan tersebarnya virus melalui lalu lintas ikan masih tetap ada. Dapat disimpulkan bahwa metode Real Time PCR (qPCR) efektif digunakan sebagai metode deteksi dini Koi Herpes Virus (KHV) karena memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi. Keberadaan KHV pada sebagian sampel ikan mas yang dilalu-lintaskan menegaskan pentingnya penguatan pengawasan karantina ikan serta pelaksanaan pemeriksaan laboratorium secara konsisten sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit ikan ke wilayah lain, sebagaimana direkomendasikan dalam sistem karantina ikan nasional.  
Pengaruh Dosis Probiotik Lactobacillus plantarum pada Pakan terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Udang Vannamei Litopenaeus vannamei Skala Laboratorium DOC 33 Pemeliharaan Hadaitana Sandy; Didik Budiayanto; Achmad Kusyairi
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni : Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v3i2.596

Abstract

This study aims to analyze the effect of probiotic Lactobacillus plantarum supplementation in artificial feed at different dosages on the absolute weight growth of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) at laboratory scale DOC 33. The research employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and six replications, resulting in 24 experimental units. The treatments included probiotic dosages of 100 ml/kg, 150 ml/kg, 200 ml/kg, and 250 ml/kg of feed. Shrimp were maintained with feeding three times daily, and water quality parameters such as temperature, pH, salinity, and dissolved oxygen (DO) were regularly monitored. Data were analyzed using ANOVA followed by Least Significant Difference (LSD) test when significant differences were detected. The results showed that different probiotic dosages had a highly significant effect on shrimp growth (p<0.01). The highest growth was observed at 100 ml/kg feed with an average value of 4.96±0.17, while the lowest was at 150 ml/kg with 4.39±0.49. Water quality parameters remained within optimal ranges throughout the study. Therefore, the use of Lactobacillus plantarum as a probiotic in feed can enhance the growth performance of vannamei shrimp, although its effectiveness depends on the dosage applied.  
Pengaruh Tingkat Salinitas yang Berbeda terhadap Kelangsungan Hidup Benur Udang Windu (Penaeus Monodon) Pl 10 Selama Transportasi Sistem Basah Tertutup Erdendy Firmansyah; Achmad Kusyairi; Sri Oetami Madyowati
Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Manfish : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan 
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfish.v4i1.327

Abstract

The transportation of tiger shrimp postlarvae (Penaeus monodon) in aquaculture practice is a critical stage as it may induce physiological stress that directly reduces survival rate. Salinity, as a water quality parameter closely associated with osmoregulatory processes, is a key determinant of success in closed wet system transportation. The present study was designed to examine how varying salinity concentrations influence the survival percentage of PL 10 tiger shrimp postlarvae subjected to closed wet transport conditions, as well as to identify the most suitable salinity range for such transport. A Completely Randomized Design (CRD) was employed with five salinity levels as treatments — 10, 15, 20, 25, and 30 ppt — each replicated five times. Each experimental unit contained 1,500 postlarvae in 1 L of oxygenated water packed in plastic bags and transported for approximately 3 hours. The main parameter observed was survival rate (SR), while supporting parameters included temperature, dissolved oxygen (DO), and pH. Statistical evaluation included the Kolmogorov–Smirnov normality test, Levene’s test for variance homogeneity, one-way analysis of variance (ANOVA), and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a significance level of α = 0.05. Results showed that salinity differences had a highly significant effect on postlarvae survival rate (Sig. = 0.000 < 0.05). The 25 ppt salinity treatment produced the highest survival rate of 99.64%, while 10 ppt resulted in the lowest at 63.78%. The measured water quality variables — temperature, dissolved oxygen, and pH — did not exert a statistically significant effect on postlarvae survival throughout the transport period.