Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Assistance Economic Independence through Making Fermented Animal Feed in the Cattle Farmer Community at Rejomulyo Sub-District South Metro Andika Ari Saputra; Haris Santoso; M. Zainal Arifin
International Journal of Community Engagement Payungi Vol. 1 No. 1 (2021): International Journal of Community Engagement Payungi
Publisher : Yayasan Payungi Smart Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.387 KB) | DOI: 10.58879/ijcep.v1i1.2

Abstract

The condition of a developing country associates with other nations that have advanced economically. In an effort to catch up in the economic field, these countries must carry out various development programs. Farmers and underprivileged communities in the regions need assistance or funds that aim to empower them. The aim of this article gave the Assistance for Economic Independence through Making Fermented Animal Feed in the Cattle Farmer Community at Rejomulyo Sub-District South Metro, The researchers used Asset Based Community Development (ABCD), by conducting training to the farmers about the importance of utilizing the potential that exists in the environment. The result show that the community empowerment provides benefits in the form of increasing knowledge of the nutrients needed by livestock, high nutritional animal feed, increasing skills in making fermented hay feed through training activities both theory and practice. For the success of the service carried out, there was still need for further assistance to cattle breeders.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMAN 1 Punggur Bima Wisnu Gunawan; Irhamudin Irhamudin; M. Zainal Arifin
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v4i1.845

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru pendidikan agama Islam di SMAN 1 Punggur dapat meningkatkan kedisiplinan siswa. Fungsi guru PAI dan kedisiplinan siswa SMAN 1 Punggur menjadi subjek penelitian ini, yang menggunakan teknik pendekatan kualitatif dan desain penelitian deskriptif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data. Sedangkan teknik analisis data digunakan dalam penelitian ini untuk mengolah dan menyiapkan data, membaca seluruh data, menganalisis data lebih mendalam dengan mengkodekan data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan temuan penelitian, penulis menyimpulkan bahwa kedisiplinan siswa di SMAN 1 Punggur sudah cukup, namun masih terbuka kemungkinan masih banyak siswa yang mengabaikan peraturan terkait manajemen waktu atau kebijakan sekolah lainnya. Terdapat bukti bahwa beberapa siswa masih memilih untuk tidak hadir di kelas, dan masih banyak lagi siswa yang datang terlambat, terutama pada jam pertama, karena berbagai faktor seperti kemacetan lalu lintas, kerusakan sepeda motor, dan jarak dari rumah. Temuan studi ini menunjukkan bagaimana guru PAI, yang bertindak sebagai mentor, dapat membantu siswa SMAN 1 Punggur berperilaku lebih baik dengan memberikan mereka bimbingan dan nasihat tentang cara mengikuti peraturan baik di dalam maupun di luar kelas. Sebagai guru motivasi PAI, mereka senantiasa mendorong siswanya untuk belajar dengan semangat dan semangat serta disiplin dalam mengikuti norma-norma di kelas. Salah satu cara mereka memotivasi mereka adalah dengan memberi tahu mereka hal itu Karena mereka konsisten belajar dengan disiplin, banyak senior mereka yang sukses. Sementara itu, guru PAI menjadi teladan bagi siswanya dengan mengajarkan pentingnya kedisiplinan, ketepatan waktu, dan menjaga penampilan rapi. Selain itu, guru PAI memberikan contoh daur ulang sampah pada lokasi yang sesuai.
Pola Pendidikan Agama Islam Pada Keluarga Petani di Dusun Baturetno Desa Bumi Mas Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Edo Maulana; Irhamudin Irhamudin; M. Zainal Arifin
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v4i1.881

Abstract

Keluarga petani merupakan salah satu keluarga yang sibuk dalam melaksanakan pekerjaannya mulai dari pagi hari sampai siang, dan sore harinya kembali sampai pulang petang untuk mengelola lahan pertaniaan mereka, Kesibukan mereka tersebut sangat menyita waktu, akibatnya sedikit waktu yang tersisa untuk memberikan pendidikan khususnya pendidikan agama Islam pada anak. Keadaan tersebut sesuai yang terjadi di dusun baturetno desa bumi mas kecamatan batanghari kabupaten lampung timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola pendidikan agama islam yang digunakan oleh orang tua dalam mendidik anaknya di lingkungan keluarga petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi yang diperoleh dari (kepala dusun, keluarga petani dan anak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adapun pola pendidikan keluarga petani yang menggunakan pola pendidikan Otoritatif disebabkan oleh orang tua yang berpendidikan tinggi dan berpengetahuan luas, sedangkan keluarga petani yang menggunakan pola Otoriter disebabkan mereka tahu apa yang terbaik untuk anaknya, dan pola Permisif disebabkan orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga lupa untuk mendidik anak mereka.
Peran Pencak Silat Pagar Nusa di Dalam Penanaman Karakter Generasi Muda Diah Ayu Santika; Irhamudin Irhamudin; M. Zainal Arifin
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v4i1.891

Abstract

Penanaman karakter pada generasi muda sangat penting untuk di lakukan karena banyaknya pengaruh negatif dari masuknya budaya luar yang menyebabkan degradasi moral pada generasi muda. Baik di sadari atau tidak dampak dari globalisasi ini sangat berpengaruh besar bagi pertumbuhan serta perkembangan karakter pada generasi muda saat ini. Adapun peran pencak silat dalam penanaman karakter pada generasi muda adalah dalam penerapannya pencak silat tidak hanya bergerak di dalam ilmu bela diri saja melainkan dalam ilmu kerohanian, sepiritual serta penanaman karakter yang baik dengan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan. Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yakni penelitian yang secara intensif bertujuan mempelajari tentang latar belakang serta situasi saat ini serta interaksi sosial suatu individu ,kelompok, lembaga, dan masyarakat.[1] Adapun metode yang di gunakan yaitu metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan ini yaitu diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda sehingga mampu mengolah segala materi baik dari aspek fisik maupun mental dalam kehidupan sosial bermasyarakat sehingga dapat menjaga generasi muda dari berbagai ancaman pergaulan bebas. Mengajarkan nilai-nilai budi pekerti, akhlakul karimah, silaturahmi, toleransi, mempunyai pola pikir yang kuat, mandiri dan tanggung jawab, kasih sayang terhadap mahluk ciptaan Allah Swt.
Implikasi Kebijakan Penerbitan Kartu Keluarga bagi Nikah Siri terhadap UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan devinda, dinda; asiyah nadhifah, nurul; M. Zainal Arifin
AL-MUTSLA Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v6i2.1205

Abstract

Para aktor negara memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting dalam penyelesaian kasus pernikahan siri di Indonesia. Saat ini Dukcapil menerbitkan KK untuk pernikahan siri, sebab dalam undang-undang perkawinan nikah yang tidak tercatat tidak mendapatkan legalitas hukum. Artinya, negara tidak dapat memberikan jaminan hukum atas perkawinan tersebut Tujuan penulisan untuk menganalisis Implikasi Kebijakan Penerbitan Kartu Keluarga bagi Nikah Siri terhadap UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Metode hukum normative, Bahan hukum sekunder, yaitu studi kepustakaan berupa literature-literature berkenaan permasalahan penelitian dengan pendekatan kasus dan bersifat deskriptif guna memberikan penjelasan secara sistematis dan cermat mengenai fakta-fakta actual detail. Kesimpulan kebijakan nikah siri mendapat KK yang tidak lain bertujuan untuk menjamin perlindungan istri dan anak tidak efektif karena seharusnya yang perlu dilakukan adalah memperbaiki mekanisme penegakan hukum yang lebih baik seperti memperkuat peraturan isbat nikah dalam hal keberlakuannya juga berlaku untuk perkawinan setelah Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Hal ini jelas memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi istri dan anak dari perkawinan siri.  
Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa SMP Makarti Mandiri Sungai Nibung Edi Purwanto; Irhamudin; M. Zainal Arifin
Attractive : Innovative Education Journal Vol. 6 No. 3 (2024): Attractive : Innovative Education Journal
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/aj.v6i3.1664

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation of Islamic religious education in shaping the character of students at SMP Makarti Mandiri Sungai Nibung. This study is a qualitative study with the research subjects being the principal, Islamic Religious Education teachers and grade VIII students of SMP Makarti Mandiri Sungai Nibung. Data analysis in this study is data reduction, data presentation and drawing conclusions using an inductive thinking pattern. Education should not only transfer knowledge and science. Education must be able to make students have more knowledge and good morals. If education is limited to cognitive changes that result in not knowing to knowing, then what will happen in everyday life is that students are smart without being balanced with good morals. For this reason, character education should be instilled in education so that students are smart in knowledge and also smart in morals and ethics. So that students are able to practice character education in everyday life. Based on the results of the discussion above on how the implementation of Islamic Religious Education in forming character in students of Makarti Mandiri Sungai Nibung Middle School, it can be concluded that the methods of forming character in students of Makarti Mandiri Sungai Nibung Middle School include: Exemplary Method (al-Uswah al-Hasanah), Habituation Method (Ta'widiyyah), Mau'izhah and Advice Method, Qashash Method (Story), Amtsal Method (Parable) and Tsawab Method (Reward) and 'Iqab (Punishment).
Wacana Tafsir Qauliyah dan Kauniyah M. Zainal Arifin
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 19 No. 1 (2019): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an
Publisher : LP2M Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of Allah and His greatness can be known through two ways; first, through the path of revelation to His Messenger, This method, for example, happened to the Prophet Muhammad through the angel Gabriel and the concrete form is the verses of the Koran which are then referred to as verses of qauliyah. Second, through the path of thinking, pondering, and understanding phenomena that occur in the universe. From this phenomenon then humans realize that behind the beauty, features, greatness and so forth implied the existence of God Almighty, so that everything other than God can be called the universe, then this phenomenon is known as the Kauniyah verse. These two signs of God’s greatness are the theme of the study in this article, which is referred to in the Qur’an which commands many people to understand the meaning and interpretation contained in the Qur’an itself, besides calling on people to think and understand phenomena that occur in the universe which later became the interpretation of the verses of science that strengthened the existence of the Qur’an. Some circles have tried earnestly to uncover the scientific cues contained in the verses of kauniyah through their interpretations. However, the existence of scientific interpretations still reap the pros and cons among interpreters, so that some can accept it as a new development in the progress of interpretation of the Qur’an and some others still reject it with various arguments.
Analisis Peran Taman Pendidikan Al-Qur'an dalam Membentuk Akhlak Anak Usia Dini di Indonesia Mia Anggita Putri; Ayu Alawiyah; Nirmala Ade Revitri; Pita Andri Yani; Rika Sulastri; Haikal Haikal; M. Zainal Arifin
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2022): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v1i2.1416

Abstract

The cultivation of good character, or Akhlāqul Karīmah, needs to begin at an early age since childhood is crucial for character development. However, in Purwosari Village, Lampung, Indonesia, many children still show a lack of respect for their parents, teachers, and peers. This study aims to assess the role of TPA Al-Ikhlas in promoting moral values among early childhood learners. The research employs a qualitative approach, gathering data through observations, interviews, and document analysis. The data were analyzed in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. To ensure validity, triangulation techniques were used. The results indicate that TPA Al-Ikhlas plays a positive role in shaping children's morals through the teaching of the Qur'an, prayer procedures, and moral lessons. Methods of instruction include lectures, habituation, modeling behavior, and supervision. Factors supporting this effort include parental and community support, while challenges arise from the unrestricted use of electronic media and negative social influences.
The Islamic Values of Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Culture (Anthropological Perspective of Islamic Education) M. Sayyidul Abrori; Ikhwan Aziz; M. Zainal Arifin; Dedi Setiawan; Suwanto
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2022): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v7i1.717

Abstract

The focus of writing the text Values ​​at the Ngayogyakarta Hadiningrat Palace is on the influence of modernization, liberalization, democracy, radicalism, terrorism, and other understandings that can result in discrimination against local cultural values. Thus, there is a need to understand historical heritage in the form of traditions and artifacts that contain philosophy or idioms related to Islamic values on local culture. This type of research is field research using a qualitative analysis study and a scientific approach to Islamic education anthropology. Sources of data are penghageng and courtiers of the Ngayogyakarta Palace. It is collecting data through non-participant observation, documentation, and interviews. The results of this study include: 1) Internalization of Islamic values ​​in the cultural ideas of the Ngayogyakarta Palace is shown through the elaboration of the Sultan's nobility title, which has the concept of prophetic leadership leader and the Sultan's responsibility to provide welfare and security for the people. 2) Internalization of Islamic values ​​in the cultural activities of the Ngayogyakarta Palace is shown through Islamic values ​​in the tradition Garebeg as a ceremony to Kanjeng Prophet Muhammad SAW to be able to get intercession on the last day through a ceremony carried out by sharing food with the people with the intention of the Sultan giving charity to the people. 3) Internalization of Islamic values ​​in the cultural works of the Ngayogyakarta Palace, which are reviewed through the palace building, the plants around the palace, and the layout of the Ngayogyakarta.
Sejarah Pendidikan Islam: Kemiskinan dan Ketidaksetaraan di Masa Mughal: Akar Pemberontakan dan Ketidakstabilan Muhamad Kosim; M. Zainal Arifin; Reyinita Damayanti; Maftuh Sujana
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.393

Abstract

Kerajaan Mughal, yang juga dikenal sebagai Mughal Baadshah atau Mogul, merupakan sebuah kekuasaan yang pada masa kejayaannya menguasai wilayah Afghanistan, Balochistan, serta sebagian besar anak benua India antara tahun 1526 dan 1858 M. Kerajaan ini didirikan oleh Babur, seorang keturunan Mongol, pada tahun 1526 (Soebardi dan Harsojo, 1986; 100). Istilah "Mughal" sendiri adalah bentuk Indo-Aryan dari kata "Mongol". Dinasti Mughal bertahan selama kurang lebih tiga abad, dari tahun 1526 hingga 1858 M, dan selama periode tersebut, pengaruh Islam telah memberikan nuansa yang khas di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas menganut agama Hindu. Meskipun kini gema kebesaran Islam sebagai warisan dari Dinasti Mughal mulai terlupakan, terdapat beberapa tokoh pendidikan yang berperan penting dalam perkembangan pendidikan Islam, baik di tingkat global maupun pada masa Dinasti Mughal. Dua di antara tokoh tersebut adalah Jalaluddin Muhammad Akbar Syah dan Aurangzeb.