Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Minat Menjadi Guru dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Zakiyatul Lutfiyah; Sugeng Utaya; Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.001 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.303

Abstract

Abstrak: Prestasi belajar merupakan hasil akhir usaha belajar. Prestasi belajar bisa diukur melalui simbol angka. Pada tingkat perguruan tinggi, prestasi belajar bisa dilihat berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK). IPK dengan kategori pujian menjadi tujuan semua mahasiswa. Prestasi belajar sangat mempengaruhi hasil lulusan sarjana yang berkualitas. Hal itu termasuk dalam fungsi prestasi belajar, maka diperlukan pengetahuan untuk mengetahui faktor apa saja yang memberikan sumbangan terbesar. Minat menjadi guru merupakan faktor instrinsik yang penting dalam prestasi belajar mahasiswa pendidikan geografi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat menjadi guru dengan prestasi belajar mahasiswa. Rancangan penelitian kuantitatif menggunakan eksplanatory. Hasil analisis menggunakan uji korelasional menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Jadi nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak. Hasil analisis korelasional diketahui bahwa 0,465 yang berarti ada hubungan minat menjadi guru dengan prestasi belajar. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i22016p008
Pengaruh Kombinasi Model Problem Based Learning dengan Team Games Tournament Terhadap Hasil dan Minat Belajar Geografi Siswa MAN Rejotangan Kabupaten Tulungagung Rka Hajizah Purba; Achmad Fatchan; Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.149 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v21i1.299

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi model pembelajaran Problem Based Learning dengan Team Games Tournament terhadap hasil dan minat belajar siswa kelas XI IPS MAN Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pre-test post-test non equaivalent control group design. Variabel bebas yang digunakan adalah kombinasi model pembelajaran Problem Based Learning dengan Team Games Tournament, variabel terikat yang digunakan adalah hasil dan minat belajar. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS MAN Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Subjek utama sebagai kelas eksperimen adalah kelas XI IPS 1 dengan menggunakan kombinasi model pembelajaran Problem Based Learning dengan Team Games Tournament,dan sebagai kelas kontroladalah kelas XI IPS 2 dengan menggunakan ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas. Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar adalah soal, sedangkan untuk mengukur minat belajar adalah angket. Kedua instrumen diuji validasi terlebih dahulu oleh ahli. Uji validasi, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda diperuntukkan instrumen hasil belajar. Pengujian hipotesis menggunakan uji ANAKOVA dengan taraf signifkansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada pengaruh mean hasil belajar antara kelas eksperimen dengan ke-las kontrol, t = 4,509 dan signifikansi dua ekor 0,000, sehingga p < 0,05; 2) ada pengaruh minat belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol, nilai t = 5,854 dan signifikansi dua ekor 0,000, sehingga p < 0,05.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i12016p044
PENDAMPINGAN INDUSTRI LOKAL ANYAMAN BAMBU UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PASAR DI DESA BINAAN DUSUN KEDAMPUL KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG Singgih Susilo; Budijanto Budijanto; Marhadi Slamet Kistiyanto; Rudi Hartono; Nailul Insani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.725 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p36-46

Abstract

Dusun Kedampul Desa Duwet memiliki potensi alam bambu yang melimpah. Sampai saat ini pemanfaatan bambu belum maksimal baik dari segi kuantitas dan kualitas padahal bambu dapat dijadikan berbagai kerajinan anyaman maupun non anyaman. Berdasarkan hal tersebut maka dipilihlah Dusun Kedampul Desa Duwet sebagai lokasi untuk melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM yang dilaksanakan berupa pelatihan, dengan tahapan sebagai berikut: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan proses dan (3) tahap pemandirian. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Januari – November 2018 yaitu berupa kegiatan: pendidikan dan pelatihan kerajinan anyaman berbahan baku bambu. Beberapa manfaat praktis yang diharapkan dari pelaksanaan PKM, yaitu: (1) mereka mendapatkan informasi yang jelas dan utuh mengenai hakekat pemberdayaan masyarakat dari segi pengetahuan dan keterampilan, bermakna untuk penciptaan lapangan pekerjaan baru yang sifatnya inovatif dari kerajinan anyaman bambu; (2) masyarakat yang menjadi peserta pelatihan memperoleh gambaran yang jelas mengenai langkah pengembangan iklim usaha dengan memanfaatkan komoditas lokal; (3) peserta pelatihan juga mendapatkan gambaran yang jelas dan utuh tentang manfaat hasil komoditi lokal apabila dikelola dengan baik akan mendatangkan nilai finansial.
Bawean Island Community Survival Strategies During the COVID-19 Pandemics Singgih Susilo; Novia Fitri Istiawati; Ifan Deffinika; Budijanto Budijanto
Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities Vol 11, No 1 (2021): Special Issue: Global Society in the Time of COVID-19
Publisher : Deputy of Social Sciences and Humanities, the Indonesia Institute of Sciences (LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jissh.v11i1.183

Abstract

This study aims to examine the strategies and actions of the people of Bawean Island in meeting food needs during the COVID-19 pandemic by using Max Weber’s theory of action. Extracting information was carried out using participatory observation techniques and in-depth interviews and was supported by documentation and analysis using inductive use. The results showed that there were two strategies and actions, namely: saving on food needs and limiting household expenses. Saving on food needs is done by changing the consumption pattern of side dishes. People are looking for replacement side dishes, for example; People who are accustomed to consuming fresh sea fish for a week in a row, have started to replace them with tofu, tempeh and rencek fish. The savings were made because during the pandemic, the traffic flow from Bawean Island to Java (Gresik) was not smooth, causing foodstuffs to increase in price and scarcity. Restrictions on household expenditure are carried out by reducing household spending and only focusing on spending on food, health, electricity and fuel oil needs. These two strategies can save household food and shopping needs, before the pandemic it was usually IDR 150,000 to IDR 70,000-80,000 per day. Furthermore, the actions taken by the people of Bawean Island, namely continuing to work at the main job and working side jobs to increase income. People who choose to keep working in the main job feel that they cannot do anything other than survive in this job, this is done by many furniture traders and entrepreneurs who in the end, because there are no customers, are forced to use their savings for their daily needs. People who choose to work side-by-side are more based because they do not have savings funds and have to increase their income, the people who work a lot on the side in this research are the fishermen.
KONSTRUKSI WACANA CHILDFREE PADA PUS NON KB KAMPUNG KB DI DESA JATISARI PAKISAJI MALANG Singgih Susilo
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.908 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.33032

Abstract

ABSTRACTMarriage without the presence of a child is a new reality in Indonesian society. The development of the discourse began with several influencers who decided to get married but did not have children. In the end, the event was widely discussed until it became a lifestyle in the community, especially age couples in Jatisari village. This study seeks to reveal how the construction of Childfree discourse is developing in the community, especially marginal age couples in Jatisari Village, Pakisaji Malang. The method in this study uses a qualitative approach using a phenomenological approach that focuses on the social construction of Luckman and Berger. Determining the research subjects as many as seven people using a purposive technique that has several criteria. Data analysis was carried out using a model developed by Huberman which included reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that two Childfree constructs are different from the dominant discourse. First, Childfree was constructed as an effort to thin out children. Second, Childfree was constructed as an effort to increase welfare without the presence of a child.
Pengaruh pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, dan usia kawin pertama terhadap fertilitas di Desa Mojosulur Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Wira Andhika Ariwangga; Singgih Susilo; Ifan Deffinika; Djoko Soelistijo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rate of population growth is caused by migration, birth, and death. Fertility is the most dominant influence. Mojokerto district is a rapidly growing district because of the development of the main line of development, but the negative effects of that result result in fertility issues particularly from the birth rate (fertility). Mojokerto district has always increased in population and mojosari district has become one of the highest population. The village of mojosulur was one of the fertility donors of 305 inhabitants of the mojosari district. The purpose of this study is to know how much family income, education level, and early marriage ages affect fertility in mojosulur village by using a linear regression analysis method. As well as a statistical test of the t for a partial regression relationship. The results of family income variables do not significantly affect fertility and those of the first degree and age of marriage significantly affect fertility. Laju pertumbuhan penduduk disebabkan oleh besarnya migrasi, kelahiran, dan kematian. Fertilitas merupakan pengaruh yang paling mendominasi. Kabupaten Mojokerto merupakan kabupaten yang terus berkembang secara pesat karena tergabung dalam wilayah pembangunan Gerbangkertosusila, namun demikian dampak negatif akibat dari hal tersebut munculah masalah-masalah di bidang kependudukan khususnya akibat dari tingkat kelahiran (fertilitas). Kabupaten Mojokerto selalu meningkat jumlah penduduknya dan Kecamatan Mojosari menjadi salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk tertinggi. Desa Mojosulur merupakan salah satu penyumbang fertilitas sebesar 305 jiwa di Kecamatan Mojosari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar pengaruh pendapatan keluarga, tingkat pendidikan, dan usia kawin pertama terhadap fertilitas di Desa Mojosulur dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Serta dilakukan uji statistik Uji t untuk menguji hubungan regresi secara parsial. Hasilnya variabel Pendapatan Keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap fertilitas dan variabel Tingkat Pendidikan serta Usia Kawin Pertama berpengaruh signifikan terhadap fertilitas.
Pengaruh Problem Based Learning berbantuan google classroom terhadap kemampuan berpikir Geografi siswa IPS SMA Negeri 1 Talun Muhammad Abdul Hakam Fasya; Purwanto Purwanto; Singgih Susilo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geography thinking skill is one of the skills that must be applied in geography learning. This study was conducted to determine the effect of the Problem Based Learning learning model on students' geographical thinking. The PBL model was taken because it was in accordance with the 2013 curriculum and learning was taken based on the students' real environment. The PBL model can be applied by using Google Classroom as an intermediary in learning activities, especially during the COVID-19 pandemic which requires 50 percent face-to-face learning. Google classroom is a place where teachers and students meet when studying online. In addition, this study was also conducted to find out whether gender differences can affect the results of students' geographic thinking. This study uses a factorial design method with a posttest only control group design. The students of class XI IPS 1 as the experimental class and XI IPS 2 as the control class with both classes as research subjects. The hypothesis in this study used an independent sample-test with the results of Sig. (2-tailed) is 0.047 and the significance value is 0.521 with the conclusion that the Problem based learning learning model assisted by Google Classroom has a significant effect on Geographic Thinking Ability. In addition, the PBL model assisted by Google Classroom has no significant effect on the ability to think geography in terms of gender with a Sig value. (2-tailed) .794. Keterampilan berpikir geografi merupakan salah satu keterampilan yang harus diterapkan dalam pembelajaran geografi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari model pembelajaran Problem Based Learning terhadap berpikir geografi siswa. Model PBL di ambil karena sesuai dengan kurikulum 2013 dan pembelajaran di ambil berdasarkan lingkungan nyata siswa. Model PBL dapat diterapkan dengan menggunakan google classroom sebagai perantara dalam kegiatan pembelajaran terutama pada masa pandemic covid yang mengharuskan pembelajaran dilakukan tatap muka 50 persen. Google classroom menjadi tempat bertemunya guru dan siswa ketika belajar secara daring. Selain itu penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahi apakah perbedaan jenis kelamin dapat mempengaruhi hasil dari berpikir geografi siswa. Penelitian ini menggunakan metode desain factorial dengan posttest only control group design. Siswa kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol dengan kedua kelas tersebut sebagai subjek penelitian. Hipotesis pada penelitian ini menggunakan independent sample–test dengan hasil Sig. (2-tailed) adalah 0,047 dan nilai signifikansinya 0,521 dengan kesimpulan model pembelajaran Problem based learning Berbantuan Google Classroom Berpengaruh Signifikan Terhadap Kemampuan Berpikir Geografi. Selain itu, model PBL berbantuan Google Classroom berpengaruh tidak signifikan terhadap kemampuan berpikir geografi ditinjau dari jenis kelamin dengan nilai Sig. (2-tailed) .794.
Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Geografi Berbasis Potensi Lokal Sumber Daya Alam dan Manusia Lubaiba Nadiya Alkaffi; Singgih Susilo; I Nyoman Ruja
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 1 (2023): Volume 7, Nomor 1, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i1.654

Abstract

Abstrak: Ketahanan pangan merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat. Terpenuhinya kebutuhan pangan di setiap negara dipengaruhi oleh kondisi fisik dan social. Kondisi fisik berupa sumber daya alam terutama di Indonesia bergantung pada sector pertanian dan perkebunan sebagai komoditi utama. Ketahanan pangan merupakan materi pada Mata Pelajaran Geografi kelas XI SMA. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk penunjang pembelajaran geografi dan menguji kualitas produk. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development(R&D) dengan model Borg&Gall yang telah di modifikasi menjadi enam tahap pengembangan, yaitu 1)penelitian dan pengumpulan informasi, (2) Perencanaan, (3)pengembangan draf awal, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk, (6) produk akhir dan implementasi . Berdasarkan hasil dari validasi ahli materi menunjukkan presentase sebesr 92,8% dengan kriteria interpretasi sangat valid pada empat aspek (penyajian, kelayakan isimateri, bahasa dan belajar mandiri). Angket respon peserta didik menunjukkan presentase sebesar 87,3% hasil dipresentase ini menunjukkan bahwa peserta didik tertarik dan mampu memahami isi dari produk yang dikembangkan yakni suplemen buku. Berdasakan hasil yang telah dipaparkan menunjukkan Produk pengembagan suplemen bahan ajar layak untuk digunakan sebagai penunjang materi dalam pembelajaran geografi.
Studi fertilitas pada akseptor KB dan non akseptor di DESA Golo Pongkor, Kecamatan Komodo Kornelia Sastri; Singgih Susilo; Ifan Deffinika
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population problems are often caused by the increasing population. One of the factors related to this problem is fertility. The study aimed to analyze differences in fertility between acceptor and non-acceptor fertile age couples (unmet need) in Golo Pongkor Village. The populations were 181 fertile-age couples consisting of 115 acceptors and 66 non-acceptors. The study used probability sampling technique. The samples were 53 acceptor respondents and 40 non-acceptor respondents. The data sources were obtained through observation, interviews with the help of instruments (questionnaires), as well documentation. In addition, data analysis used was inferential analysis of different test using a non-parametric statistical test, namely Mann Whitney U test. The results showed that fertile age couple family planning acceptors had an average number of children born alive as many as 3 children, the majority of the age at first marriage was 15-19 years and 20-24 years, the majority had an elementary education level, the majority had informal jobs and the majority had income less than Rp.1,950,000. Meanwhile, non-acceptor PUS have an average of 2 children born alive, the majority of them are 20-24 years old at first marriage, the majority of the education level is elementary school, the majority of the types of work are not working and the majority of the income is less than Rp.1,950,000. The results of Mann Whitney U show that Asymp. Sig (2-tailed) is 0.001 which is smaller than 0.05, which means that there is a significant difference between fertility rates in acceptors and non-acceptors of childbearing age in Golo Pongkor Village. Masalah kependudukan sering kali terjadi akibat jumlah penduduk yang terus meningkat. Salah satu faktor yang berkaitan terhadap permasalahan tersebut adalah fertilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan fertilitas pada pasangan usia subur akseptor dan non akseptor (unmet need) di Desa Golo Pongkor. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 181 pasangan usia subur yang terdiri dari 115 akseptor dan 66 non akseptor. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Sampel dalam penelitian ini ditemukan 53 responden akseptor kb dan 40 responden non akseptor. Sumber data pada penelitian ini yaitu diperoleh melalui observasi, wawancara terkait informasi yang dibutuhkan dengan bantuan instrumen (kuisioner) dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis inferensial uji beda dengan menggunakan uji statistik non-parametrik yaitu uji Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukan bahwa PUS akseptor kb memiliki rata-rata jumlah anak lahir hidup sebanyak 3 anak, mayoritas usia kawin pertama 15-19 tahun dan 20-24 tahun, mayoritas tingkat pendidikan terakir SD, mayoritas memiliki pekerjaan informal dan mayoritas pendapatan kurang dari Rp.1.950.000. Sedangkan PUS non akseptor rata-rata memiliki anak lahir hidup sebayak 2 anak, mayoritas usia kawin pertama 20-24 tahun, mayoritas tingkat pendidikan terakhir SD, mayoritas jenis pekerjaan yaitu tidak bekerja dan mayoritas pendapatan kurang dari Rp.1.950.000. Hasil Mann Whitney U menunjukan bahwa Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,001 yaitu lebih kecil dari 0,05, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat fertilitas pada pasangan usia subur akseptor dan non akseptor di Desa Golo Pongkor.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Desa Lanamai 1, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada Simprosa Advensia Seneng; Singgih Susilo; Ifan Deffinika
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i4p426-435

Abstract

High poverty rates are at the core of all development problems. Poverty alleviation efforts are needed to overcome this poverty in order to achieve prosperity. The purpose of this study was to analyze the characteristics of the residents of Lanamai 1 Village and determine the factors that influence poverty in Lanamai 1 Village, Riung Barat District, Ngada Regency. This study uses quantitative methods with logistic regression analysis. The population in this study amounted to 202 heads of families. The number of samples to be studied is 67 heads of households which are calculated using the solvin formula. The variables in this study consisted of poverty, education, number of dependents in the family, and the area of ​​agricultural land. The Nagelkerke R Square value obtained from the results of this study is 0.698, which means that the variability of the independent variable is 69 percent. The results of the study show that the variables of education, number of dependents, and the area of ​​agricultural land jointly affect the poverty that occurs in Lanamai 1 Village, Riung Barat District, Ngada Regency. Tingginya angka kemiskinan merupakan inti dari semua masalah pembangunan. Upaya pengentasan kemiskinan sangat diperlukan untuk mengatasi kemiskinan ini agar dapat mencapai kesejahteraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik penduduk Desa Lanamai 1 serta mengetahui faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Desa Lanamai 1, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi logistik. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 202 Kepala Keluarga. Jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 67 Kepala Keluarga yang dihitung menggunakan rumus solvin. Variabel pada penelitian ini terdiri dari kemiskinan, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan pertanian. Nilai Nagelkerke R Square yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah 0,698 yang berarti variabilitas variabel independen adalah sebesar 69 persen. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pendidikan, jumlah tanggungan, dan luas lahan pertanian secara bersama-sama berpengaruh terhadap kemiskinan yang terjadi di Desa Lanamai 1, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada.