Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Tingkat Pengetahuan dan Persepsi dengan Partisipasi Siswa SMAN 10 Surabaya terhadap Pelestarian Lingkungan dan Pemanfaatan Energi Terbarukan Kota Surabaya Dema Viona Ghaisani Aufar; Sugeng Utaya; Singgih Susilo
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v7i3.722

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengukur tingkat pengetahuan, persepsi, terhadap partisipasi siswa dan untuk menjelaskan hubungan antara pengetahuan dan persepsi terhadap partisipasi siswa SMAN 10 Surabaya dalam pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi terbarukan yang di kembangkan di Kota Surabaya. Riset ini dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis informasi yang terkumpul. Sampel ditentukan dengan teknik proporsional random sampling dan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Riset ini menunjukkan hasil pengetahuan siswa dalam pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan energi terbarukan sebesar 30,2% untuk katagori tinggi, 56,2% untuk katagori sedang dan 13,4% untuk katagori rendah. Sedangkan tingkat persepsi sebanyak 12,9% untuk katagori tinggi, 71,9% untuk katagori sedang, dan 15,1% untuk katagori rendah. Dan untuk tingkat partisipasi siswa diketahui memiliki 6,3% katagori tinggi, 68,1% untuk katagori sedang, dan 25,3% untuk katagori rendah. Hasil uji nilai R Square menunjukkan nilai sebesar 0,161 bahwa variabel X menjelaskan terhadap variabel Y sebesar 16,1% sedangkan 83,9% dijelaskan oleh faktor lain
DATA SPASIAL DEKOMPOSISI GAMBUT DAN PENYEBARANNYA DI HUTAN LINDUNG KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Suyanto Suyanto; Yusanto Nugroho; Singgih Susilo
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19028

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang Kota Banjarbaru seluas 960 ha. Fungsi hutan lindung adalah sebagai penyerap karbon, konservasi air, jasa lingkungan dan menambah estetika, tetapi sekarang kondisi penutupan lahannya sering mengalami kebakaran dan konversi hutan menjadi lahan pertanian. Kondisi seperti ini diduga dapat mepercepat proses dekomposisi gambutnya. Sejauh pengetahuan penulis belum ada penelitian dekomposisi gambut dalam bentuk data spasial yang sangat penting untuk menyusun rencana pengelolaan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun informasi dekomposisi gambut dan penyebarannya dalam bentuk data spasial.  Metode yang digunakan adalah pengamatan menggunakan bor tanah gambut sebanyak 39 titik, yang tersebar secara sistematik berjarak 500m x 500m. Data spasial dekomposisi gambut dianalisis menggunakan ArcGIS software, dimulai dengan plotting posisi, dilanjutkan membangun data atributnya. Batas tingkat dekomposisi tidak berubah secara tiba – tiba melainkan berubah secara gradual. Untuk mengkuantitatifkan data kualitatif, maka dekomposisi gambut fibrik, hemik dan saprik diberi angka ID berturut – turut 1, 2 dan 3, sehingga cocok interpolasinya menggunakan tools: Inverse Distance Weighted dengan interval 1cm, yaitu klas <1,5, 1,5 - 2,5 dan >2,5cm. Terakhir menghitung luasnya menggunakan tool geometry calculate. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 837,9 ha (85,9%) merupakan gambut saprik.
Hubungan Usia, Tingkat Pendidikan & Status Perkawinan dengan Partisipasi Perempuan Menjadi Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong di Kecamatan Sukun Kota Malang Nisa, Azizah Kholifatul; Soelistijo, Djoko; Susilo, Singgih; Deffinika, Ilfan
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 18 No 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v18i3.249

Abstract

Menjadi pekerja migran merupakan salah satu cara bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja. Banyak orang Indonesia dapat memasuki dunia kerja dan mengejar gaji yang lebih tinggi dengan bekerja di luar negeri. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan antara partisipasi kerja perempuan untuk menjadi pekerja migran Indonesia di Hong Kong dengan usia, tingkat pendidikan dan status perkawinan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukun dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan korelasional dan sampel penelitian berjumlah 88 responden. Peneliti mengumpulkan data penelitian melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Adapun pengolahan data dengan statistik deskriptif menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan dan status perkawinan mempunyai korelasi yang kuat dan signifikan dengan partisipasi kerja perempuan. Sedangkan variabel usia mempunyai korelasi yang lemah serta tidak signifikan dengan partisipasi kerja perempuan. Adapun motif ekonomi menjadi motif utama dari responden untuk menjadi pekerja migran Indonesia di Hong Kong
A Perempuan Pekerja Migran: Analisis Hubungan Faktor Usia, Pendidikan dan Status Perkawinan Terhadap Partisipasi Kerja Migran Hong Kong di Kecamatan Sukun Kota Malang Nisa, Azizah Kholifatul; Soelistijo, Djoko; Susilo, Singgih; deffinika, Ifan
DEMOS: Journal of Demography, Ethnography and Social Transformation Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Demography, Etnography and Social Transformation
Publisher : Pusat Kajian Demografi, Etnografi dan Transformasi Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/demos.v3i2.1976

Abstract

Menjadi pekerja migran merupakan salah satu cara bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja. Banyak orang Indonesia mungkin dapat memasuki dunia kerja dan mengejar gaji yang lebih tinggi dengan bekerja di luar negeri. Studi ini mencoba untuk melihat hubungan antara partisipasi kerja perempuan untuk menjadi pekerja migran Indonesia di Hong Kong dengan usia, tingkat pendidikan dan status perkawinan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukun dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan korelasional dan sampel penelitian berjumlah 88 responden. Peneliti mengumpulkan data penelitian melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Adapun pengolahan data dengan statistik inferensial menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan dan status perkawinan mempunyai korelasi yang kuat dan signifikan dengan partisipasi kerja perempuan. Sedangkan variabel usia mempunyai korelasi yang lemah serta tidak signifikan dengan partisipasi kerja perempuan. Adapun motif ekonomi menjadi motif utama dari responden untuk menjadi pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Kata kunci: Migran , Usia, Pendidikan, Status Perkawinan
Perubahan Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Timur Sebelum dan Sesudah Pandemi COVID-19 Pada Tahun 2019-2021 Risa Khusnul Khotimah; Zulvy Fauziah; Mutiara Nazwa; Nanda Andi Purnamansyah; Singgih Susilo
PANOPTIKON: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/panoptikon.v2i1.17

Abstract

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkah hampir seluruh sektor dan sendi kehidupan masyarakat termasuk provinsi Jawa Timur terutama pada mobilitas sosial dan sektor perekonomian. Pandemi menimbulkan terjadinya peningkatan pengangguran dan menjadikan seseorang lebih mudah berada dalam kondisi miskin yang secara agregat akan meningkatkan jumlah penduduk miskin. Oleh karena dampak Covid-19 terhadap perekonomian yang sangat luas, perlu dilakukan analisis perubahan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada sebelum dan sesudah pandemi. Hal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar perubahan jumlah penduduk miskin dan pengaruh pandemi bagi kondisi perekonomian penduduk Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Hasilnya penduduk miskin di Jawa Timur dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pembatasan lapangan pekerjaan, PHK, kurangnya produktivitas akibat terjangkit Covid-19, dll. Tahun 2019 jumlah penduduk miskin di Jawa Timur berjumlah 4.112,25 ribu jiwa atau sebesar 10,37% sementara setelah pandemi Covid-19 jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 4.572,73atau 11,40% pada tahun 2021
Pengaruh Pengembangan Sektor Basis Terhadap Upaya Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Bangkalan Astrid Tharissa Az Zachra; Alika Putri Rahma Damayanti; Ella Dwi Cahyani; Lintang Gading Pramesti; Singgih Susilo
PANOPTIKON: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan merupakan kondisi ketidakmampuan dari sisi ekonomi, materi dan fisik untuk mencukupi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang di ukur dengan pengeluaran. Kabupaten Bangkalan termasuk wilayah termiskin kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Sumenep. Penduduk miskin di Kabupaten Bangkalan mencapai 21,57% dengan jumlah penduduk miskin mencapai 215,97 juta jiwa. Secara umum, penduduk di Kabupaten Bangkalan masih bergantung pada sektor basis, yaitu sektor pertanian dan perikanan. Sektor basis sendiri adalah pertumbuhan sektor yang menentukan pembangunan menyeluruh pada suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pengembangan sektor basis terhadap upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan studi literatur, observasi tidak langsung, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis tabulasi tunggal dan uji statistik korelasi spearman. Berdasarkan data PDRB Kabupaten Bangkalan tahun 2021, sektor unggulan Kabpuaten Bangkalan adalah sektor pertanian yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB yaitu sebesar 39,71 %. Berdasarkan hasil interpretasi Korelasi Spearman dengan korelasi koefisien Spearman-Rank menurut D.A de Vaus yang menunjukkan bahwa sektor basis dan PDRB memiliki hubungan yang kuat. Nilai koefisien korelasi tersebut bermakna positif yang menunjukkan hubungan searah yang berarti semakin besar jumlah sektor basis maka nilai PDRB di Kabupaten Bangkalan akan meningkat.
Integrasi Accera pare Bagi Kehidupan Masyarakat Parigi Dalam Membangun Solidaritas Peserta Didik Tahirah, Inas; Astina, I Komang; Wirahayu, Yuswanti Ariani; Susilo, Singgih; Suharto, Yusuf
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 10, No 2: FEBRUARY 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v10i2.25616

Abstract

Abstract : Accera pare is a harvest party of the Parigi Village community which is held as a form of gratitude of the farmers for the gifts given by God for being given a smooth harvest. The purpose of this research is to explore the meaning of the accera pare ceremony for the people of Parigi Village and the integration of accera pare in building students' sense of solidarity. The research method used descriptive qualitative with ethnographic approach where the data were analyzed by domain analysis, taxonomy, components and cultural themes. Data sources were obtained through participant observation and in-depth interviews. The results showed that the meaning of the accera pare ceremony for the people of Parigi Village is as a form of respect for ancestors including forms of communication, protection and guardians of nature, as a thanksgiving including prayer, thanksgiving, as a cultural heritage which includes heirlooms, traditional performances and traditional clothes and as a form of human relationship with humans which is realized through deliberation and socialization between communities. The integration of accera pare in building students' solidarity is reflected in kinship, gratitude, mutual cooperation, togetherness and the spirit of sharing. Abstrak : Accera pare merupakan pesta panen masyarakat Desa Parigi yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur para petani atas karunia yang diberikan oleh Tuhan karena diberi kelancaran panen. Tujuan penelitian ini untuk menggali makna upacara accera pare bagi masyarakat Desa Parigi dan integrasi accera pare dalam mebangun rasa solidaritas peserta didik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi dimana data dianalisis dengan analisis domain, taksonomi, komponen dan tema budaya. Sumber data diperoleh melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna upacara accera pare bagi masyarakat Desa Parigi adalah sebagai wujud penghormatan kepada leluhur meliputi bentuk komunikasi, perlindungan dan penjaga alam, sebagai ucapan syukur meliputi berdoa, ucapan terima kasih, sebagai warisan budaya yang meliputi peninggalan pusaka, pertunjukkan tradisional dan baju adat dan sebagai bentuk hubungan manusia dengan manusia yang terwujud melalui musyawarah dan sosialisasi antar masyarakat. Integrasi accera pare dalam membangun solidaritas peserta didik tercermin dalam kekeluargaan, rasa syukur, gotong royong, kebersamaan dan semangat berbagi.
Impact of Geographic Conditions on Sirri Marriage Phenomenon in Situbondo District Singgih Susilo; Budijanto Budijanto; Ifan Deffinika; Novia Fitri Istiawati
Geosfera Indonesia Vol. 7 No. 1 (2022): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v7i1.28082

Abstract

This study aims to determine the impact of the geographical conditions of an area on the phenomenon of sirri marriage through a qualitative study. Data analysis was carried out inductively from the results of observations, in-depth interviews and FGDs. The results of the study indicate that the phenomenon of unregistered marriage occurs in Sumber Malang, Situbondo, East Java as a result of the geographical conditions of the area. The topographical conditions of the area in the form of mountainous areas with an altitude of 500-1,250 meters above sea level, very steep with a slope of 45%, rocky and dry soils make the Sumber Malang area difficult to develop economically. This is because agricultural cultivation is difficult to develop. Furthermore, the accessibility of areas that are difficult to reach because they are far inland, narrow roads, no public transportation, far from the center of economic activity have caused people in this area to choose to stay in their environment. Topography and regional accessibility have an impact on adolescent marriage behavior in the Sumber Malang community. Adolescents and parents view unregistered marriage as something that is done to avoid sin, the certainty of a relationship, economic motives (because the cost of marriage is considered expensive by the community) and as a result of the remote location of the area; because the teenager only has a circle of friends in Sumbermalang. There are two patterns of sirri marriage that occur, namely teenagers will marry sirri and live together and teenagers will marry sirri then stay with their parents and still continue their education. The implication of this research is to provide an illustration that geographical space can affect the pattern of marriage that occurs in society. Based on this, the relevant government can provide adequate access to education at the research sites. Keywords : Sirri's Marriage; geographical condition; topography; accessibility Copyright (c) 2022 Geosfera Indonesia and Department of Geography Education, University of Jember This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
Community Decisions and Perceptions Regarding the Comfort of Living in Slum Settlements in Dalam Bugis Village Inda Purnama; I Komang Astina; Singgih Susilo
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 1 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i1.5434

Abstract

This study investigates community decisions and perceptions regarding the comfort of living in slum settlements, specifically in Kelurahan Dalam Bugis. Amid ongoing urban development and housing challenges, understanding why residents choose to remain in environments often categorized as uninhabitable is critical. The research aims to explore the factors influencing these decisions and the subjective experiences shaping residents' sense of comfort. Utilizing a qualitative descriptive method, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving residents and local stakeholders. The findings indicate that despite infrastructural inadequacies, issues of sanitation, and high population density, many residents perceive their neighborhood as comfortable due to strong social cohesion, proximity to livelihood sources, and emotional attachment to the area. Economic limitations also play a pivotal role in shaping housing decisions. The study concludes that perceptions of comfort are not solely determined by physical conditions but are deeply intertwined with socio-economic realities and cultural values. These insights are essential for informing inclusive urban planning strategies that respect the lived experiences of marginalized urban populations.
The Influence of Education, Family Income, and Family Planning Participation on Mother's Decision to Work in Kb Kedampul Village, Duwet Village, Malang Regency Ula, Apriliana Nurlatifah; Susilo, Singgih; Soelistijo, Djoko; Wahyudi, Adip
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 2 No. 3 (2025): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v2i3.68

Abstract

A mother’s decision to engage in employment carries significant social and economic implications for both the family and the individual. This study aims to examine the influence of education level, family income, and participation in family planning programs on mothers’ decisions to work in Kedampul Village, Duwet Subdistrict, Malang Regency. A quantitative research design was employed, utilizing logistic regression analysis to investigate these relationships among 77 respondents. The results indicate that education level and participation in family planning programs do not significantly affect mothers’ decisions to work. Conversely, family income has a significant influence, where lower family income increases the likelihood of maternal employment. These findings highlight the predominance of economic factors over educational attainment and family planning participation in shaping maternal labor force participation in this rural context. This study offers insights for policymakers and stakeholders focused on women’s empowerment and family welfare in similar socio-economic settings.