Claim Missing Document
Check
Articles

UTILIZING TIK-TOK APPLICATION TO REDUCE STUDENTS’ PRONUNCIATION ERRORS AT PONPES DARUL MUJAHIDIN NWDI MAJIDI Muawanah, Muawanah; Wati, Laila; Surayya, ST. Ayu; Nazri, M. Adib
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.32275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi keefektifan aplikasi TikTok dalam mengurangi kesalahan pengucapan siswa pada kelas tujuh di Ponpes Darul Mujahidin NWDI Majidi tahun ajaran 2023-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental pada desain one group pretest-posttest. Sebanyak 21 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengambilan data diperoleh dengan memberikan pre-test–treatment-post-test. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t sampel berpasangan melalui SPSS 22. Nilai rata-rata post-test adalah (81,95) lebih tinggi dari pre-test (60,24). Hasil dari uji-t sampel berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test, (2-tailed) adalah 0,00 lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05). Berdasarkan hasil temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi TikTok memiliki pengaruh yang signifikan dalam mengurangi kesalahan pelafalan siswa di kelas VII Ponpes Darul Mujahidin NWDI Majidi
AN ANALYSIS OF TEACHERS’ SUMMATIVE ASSESSMENT: EXAMINING THE QUALITY OF TEACHER-MADE TEST Danti, Siti; Nazri, M. Adib; Fikni, Zahratul; Wati, Laila
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.33790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas tes yang dibuat oleh guru dalam penilaian sumatif siswa. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan 30 peserta dari MA Hamzanwadi Pancor di kelas dua belas. Teknik sampling purposive digunakan untuk memilih peserta yang sedang mengikuti ujian akhir mereka. Untuk mengumpulkan data, peneliti mengambil lembar ujian, lembar jawaban, dan kunci jawaban siswa dalam bentuk soft copy dan digital, kemudian dianalisis menggunakan MS Excel 2016. Hasilnya menunjukkan empat aspek untuk menentukan kualitas tes yang dibuat oleh guru, yaitu indeks kesulitan, indeks diskriminasi, validitas, dan uji reliabilitas. Hasil indeks kesulitan menunjukkan bahwa 33,66% soal dapat diterima, 15,30% terlalu sulit, dan 2,4% terlalu mudah. Indeks diskriminasi mengungkapkan bahwa 14,28% soal memiliki diskriminasi yang baik, sementara 36,72% memiliki diskriminasi yang buruk. Hasil validitas menunjukkan bahwa 19,38% soal valid, dan 31,62% tidak valid. Reliabilitas tes adalah 0,7, yang diklasifikasikan sebagai "tinggi." Kesimpulannya, meskipun tes menunjukkan indeks kesulitan dan reliabilitas yang baik, indeks diskriminasi dan validitas memerlukan perbaikan untuk penilaian kemampuan siswa yang lebih akurat.
IMPLEMENTING TASK-BASED LEARNING METHOD TO IMPROVE STUDENTS’ WRITING ABILITY: A STUDY OF STUDY PROGRAM OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION Yazid, Muhammad; Wati, Laila; Wathoni, Hamzani; Nazri, M Adib
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.33958

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode Task Based Learning dalam pembelajaran menulis di semester 2 Universitas Hamzanwadi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pre-test and post-test. Sampel penelitian ini adalah kelas 2D semester 2 yang berjumlah 18 siswa. Analisis deskriptif digunakan untuk mengungkap hasil yang berkaitan dengan keterampilan menulis mereka setelah penerapan TBL. Nilai rata-rata yang terungkap setelah pre-test dan post-test memiliki deviasi sebesar 49,72. Dengan demikian, Task Based Learning efektif secara signifikan dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Inggris di semester 2 Universitas Hamzanwadi. Mempertimbangkan proses dan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar guru bahasa Inggris menggunakan metode pengajaran ini dalam mengajar menulis.
SMART LEARNING: THE IMPACT OF AI TECHNOLOGIES ON ENGLISH LANGUAGE PROFICIENCY IN THE DIGITAL ERA Sabili, Aling Siyan; Nazri, M. Adib; Surayya, Siti Ayu; Wati, Laila
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34436

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak alat berbasis AI terhadap kemahiran berbahasa Inggris di kalangan mahasiswa General English di Universitas Hamzanwadi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi AI, termasuk aplikasi pembelajaran bahasa, pengenalan ucapan otomatis, dan gamifikasi, memengaruhi perolehan kosakata, ketepatan pengucapan, dan kelancaran bahasa secara keseluruhan. Data dari 20 mahasiswa dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat berbasis AI secara signifikan meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris mahasiswa, terutama dalam berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Mahasiswa melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam berbicara, antusiasme yang lebih besar dalam membaca, dan kemampuan menulis yang lebih baik. Selain itu, 60% mahasiswa setuju bahwa alat berbasis AI meningkatkan keterampilan mendengarkan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi AI menawarkan pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan interaktif yang mengurangi kecemasan, meningkatkan kepercayaan diri, dan meningkatkan motivasi. Disarankan agar para pendidik EFL lebih banyak mengintegrasikan alat berbasis AI dalam strategi pengajaran mereka untuk memaksimalkan manfaat ini, sambil terus menyempurnakan alat tersebut berdasarkan umpan balik mahasiswa guna meningkatkan efektivitas dalam pembelajaran bahasa.
AI untuk Guru Madrasah: AI untuk Guru Madrasah di Kecamatan Montong Gading Lombok Timur: Inovasi Pembelajaran di Era Digital Agustina, Yulia; M. Adib Nazri; Setiawan, Budi
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v9i4.27952

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam pendidikan, namun guru-guru madrasah di Lombok Timur masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama kurangnya pemahaman, keterampilan praktis, dan kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat dalam pembelajaran.Kondisi ini berdampak pada rendahnya inovasi pembelajaran dan kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital di madrasah. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali guru madrasah dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan secara tepat dan kontekstual. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan partisipatif, praktik simulasi, diskusi reflektif, dan pendampingan berkelanjutan. Peserta terdiri dari dua puluh satu guru madrasah yang mengikuti rangkaian pelatihan secara aktif dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu menggunakan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung penyusunan rencana pembelajaran, pembuatan media ajar, serta mampu dan berani berbicara bahasa Inggris. Selain itu, terjadi perubahan pola pikir dari yang semula pasif terhadap teknologi menjadi lebih terbuka, kreatif, dan adaptif. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kompetensi guru serta membangun ekosistem pendidikan madrasah yang inovatif, kolaboratif, dan responsif terhadap tuntutan era digital.
Using Cognitive Academic Language Learning Approach (Calla) to Improve Students’ Speaking Ability Nurhias Umarsi; Usuluddin Usuluddin; M. Adib Nazri; Ary Prasetyaningrum
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.8215

Abstract

This study aims to test the effectiveness of the Cognitive Academic Language Learning Approach (CALLA) in teaching speaking. This research is a pre-experimental research with a pre-test and post-test design. This was carried out in the seventh grade at MTs TIA NW WANASABA in the 2023-2024 academic years. The sample consisted of 26 students. The research sampling used purposive sampling. The instrument speaks tests to collect data. Data were analyzed using Statistics 16.0 for win Statisticsdows. The results show that focus group discussions are effective for students with an average post-test score of 60.77 which is higher than the pre-test average score of 48.80. the hypothesis testing value of data analysis is 0.00, which is lower than 0.05. means that the alternative hypothesis of this research is accepted. Therefore, the Cognitive Academic Language Learning Approach (CALLA) is effective in teaching speaking ability. Considering the process and results of this research, the researcher suggests using the Cognitive Academic Language Learning Approach (CALLA) in teaching speaking.
Exploring students’ perceptions of the mandatory TOEFL ITP test and its relationship with academic anxiety: A study on final-year students at Hamzanwadi University Al-Hafizi, Jannatu Kholdi; Agustina, Yulia; Dwimaulani, Astrid; Nazri, M. Adib
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.12685

Abstract

In Indonesia, many universities have implemented the TOEFL ITP test as a mandatory graduation requirement to ensure students’ English proficiency meets academic and professional standards. This study aimed to examine the relationship between students’ perceptions of the mandatory TOEFL ITP policy and their academic anxiety. Using a quantitative correlational design, data were collected from 25 final-year students of the English Education Study Program at Hamzanwadi University through an online questionnaire consisting of two parts: perceptions of the TOEFL ITP policy (8 items) and academic anxiety (10 items), both measured on a four-point Likert scale. The data were analyzed using descriptive statistics and Pearson Product-Moment Correlation. The results showed that students’ perceptions were moderate (M = 22.32, SD = 3.22), and their academic anxiety was also moderate (M = 27.64, SD = 5.45). The Pearson correlation analysis revealed no significant relationship between students’ perceptions and their academic anxiety (r = 0.023, p = 0.911, p > 0.05). This finding indicates that students’ perceptions of the TOEFL ITP policy do not have a direct effect on their academic anxiety levels, rather, anxiety is influenced by factors such as readiness, confidence, and coping strategies. Theoretically, this study provides new insights into the link between language testing policies and psychological responses, while practically, it suggests that universities should offer preparatory programs, counseling services, and institutional support to help students manage anxiety and perform better in the TOEFL ITP test. Overall, the study highlights the need to integrate assessment policies with student well-being strategies in higher education
Enhancing EFL learners’ speaking skills through the mingle activity: a qualitative study of perceptions and classroom implementation Wahyuni, Lilis Sri Wahyuni; Siti Maysuroh; M. Adib Nazri; Ayu Surayya
Journal of English Language Proficiency Vol. 2 No. 2 (2025): Journal of English Language Proficiency (JELAP)
Publisher : Mell Baou Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jelap.v2i2.5671

Abstract

Speaking is a crucial skill in English learning, yet many EFL learners struggle due to limited confidence, vocabulary, and opportunities for practice. This study examined the implementation of the Mingle Activity and explored students’ perceptions of its contribution to improving their speaking skills. Using a qualitative descriptive design, the research involved 15 participants (10 students and 5 tutors) from an English course in NTB. Data were gathered through questionnaires, interviews, observations, and documentation, and analyzed using SPSS alongside data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that students held positive perceptions of the Mingle Activity, reporting increased confidence, fluency, and motivation to speak English. Interactive tasks such as group discussions and presentations were particularly engaging. Although learners faced challenges such as limited vocabulary and speaking anxiety, their overall enthusiasm remained high. Observations revealed active participation, while tutors facilitated learning by guiding discussions and encouraging less confident students. Supporting documentation—including photos, videos, and vocabulary lists—demonstrated noticeable progress in speaking performance. The Mingle Activity effectively enhanced students’ speaking skills by fostering interactive and supportive communicative practices. These results are consistent with Vygotsky’s sociocultural theory and Communicative Language Teaching, both of which highlight the importance of peer interaction and authentic language use.
An Analysis Of Students’ Interest In Learning English Through Pop Up Book Media Alfin Fitrotul Aini; Selamet Riadi Jaelani; Ahmad Yusri; Muhammad Adib Nazri
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v3i3.2950

Abstract

This researcher aims to determine the students' interest through pop up books towards the success of English learning and the students' ability to use this technique in the learning process. For qualitative data, a questionnaire was used by distributing questionnaires to students and then conducting several interviews about the application of the technique. The test results increased to 85%. Meanwhile, as a result of analyzing students' opinions, we found that pop up book media is effective in improving students' English interest. Applying pop up technique in English learning, especially interest, is an appropriate strategy to increase students' English interest in the classroom.
Pre-Service EFL Teachers’ Perceptions of Formative Assessment Literacy in Indonesian Suherman, Andri; Nazri, M. Adib; Prasetyaningrum, Ari; Agustina, Yulia
ETERNAL (English Teaching Journal) Vol. 17 No. 1 (2026): February
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FPBS, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/eternal.v7i1.2806

Abstract

The current study investigates the formative assessment literacy of Indonesian pre-service English teachers by adopting a sequential mixed-method approach. The survey data revealed that participants had a moderate level of formative assessment literacy (M = 3.02), with varying scores across three components. The conceptual domain scored the highest (M = 3.12), followed by the socio-emotional domain (M = 2.98) and the practical domain (M = 2.96). The second finding gained from the second part of the survey and from interview sessions indicated five different challenges encountered by the participants in practicing formative assessment. The issues raised by the participants were related to limited support from their institution, their heavy teaching workload, lack of digital literacy, their students’ low learning motivation, and the participants’ inadequate assessment skills and knowledge. Although this study has several limitations, it provides several implications, such as the urgency of providing training for teachers to help them improve their assessment literacy.