Claim Missing Document
Check
Articles

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PENYANDANG DOWN SYNDROME DITINJAU DARI PERAN ORANG TUA Tasya Olivia Natania; Ratih Larasati; Endang Purwaningsih
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v3i2.909

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Secara global penyandang disabilitas menujukkan lebih dari 1 miliar atau 15% jiwa sedangkan data Susenas 2018 penduduk Indonesia mengalami disabilitas 14,2% atau 30,38 juta jiwa. Penyandang disabilitas menunjukkan kesehatan yang buruk, prestasi pendidikan yang rendah, pendapatan ekonomi lebih sedikit dan tingkat kemiskinan lebih tinggi. Masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami para penyandang disabilitas seperti karies, maloklusi, gigi tanggal, penyakit periodontal. Tujuan: menjelaskan peran orang tua mengenai pelayanan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, pelatihan dan pendampingan hidup mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi tanpa rasa takut pada orang-orang Down Syndrome melalui ulasan artikel. Metode: penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis dengan literatur pencarian selama 1 bulan. Literatur diperoleh dari 4 database ( Google Schoolar, PubMed, ProQuest, dan Science Direct ). Jumlah artikel 10 tahun terbit minimal 2016. Hasil: masalah periodontal dan maloklusi orang Down Syndrome serta OHIS yang buruk disebabkan masalah fungsional. Angka DMFT lebih rendah dari disabilitas lainnya. Orang tua berperan membantu dan menjaga kesehatan gigi dan mulut orang Down Syndrome , namun mereka tidak mengetahui perubahan kondisi rongga mulut anak mereka alami karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut. Kesimpulan: perubahan fungsional orang Down Syndrome menyebabkan masalah gigi dan mulut karena kurangnya program promotif preventif serta ketersediaan akses pelayanan kesehatan, sehingga orang tua tidak mengetahui cara pemeliharaannya dan menganggap kesehatan dan mulut bukan prioritas dan jauh dari mengancam jiwa. Kata kunci : Peran orang tua, kesehatan gigi dan mulut, down syndrome
PENGETAHUAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI) DOSEN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN BER-HKI CIVITAS ACADEMICA Derta .; Endang Purwaningsih
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.109 KB) | DOI: 10.32493/SKD.v3i2.y2017.516

Abstract

All members of academia—lecturers and students—who are the front liners in developing science and technology should be sufficiently equipped with the know-how on intellectual property rights (IPR), not only the ones related to patent rights but also those related to industrial design rights. This knowledge is crucial in helping all academia members to grow respect for copyrights. Since it is the academia members who produce intellectual work, the lecturers at YARSI University should be educated on the matter. And, as preliminary measures, research to map this issue at YARSI University is necessary. This research is applied normative/empirical normative/empirical juridical, that is, it stresses on the secondary data in analyzing the principles in positive laws and in analyzing factors which are related to the research object,  and analyzing its implementation in promoting intellectual property rights among lecturers. The mapping findings of this research conducted at YARSI University with 50 full-time respondents suggest that: the majority (64%) comprehends the issue while 36% others don’t; most lecturers (66%) cannot differentiate copyright from patent right while the other 34% can; some (30%) of the respondents can categorize intellectual rights (trademark, design, PVT, trade secrets) while 70% others cannot; most lecturers (62%) are informed of plagiarism and its related laws while 38% others are not; 52% of the lecturers cannot differentiate such terms as creator, copyright, inventor, and invention while 48% others can; 96% of the respondents are not aware of automatic protection while 8% others are; 96% of the respondents are not informed of the object of copyright and its scope as described in the latest law (UU No.28 2014) while the other 4% are; 58% of the respondents are clueless on outright sale, royalty, and license while 42% others are not; 80% of the respondents know whether or not it is allowed to have a book copied for personal purposes while the other 20% don’t; it is a relief to learn that 86% of the respondents are aware of the importance of having an invention listed although 14% others are not; most lecturers (60%) cannot differentiate such terms as ‘listed’, ‘registered’, and ‘published’, while 40% others can; all respondents (100%) do not know anything about copyright-related offenses which can be filed to court. Some measures taken to promote awareness of intellectual property rights among lecturers at YARSI University are education on the issue and reward for it in the form of incentives for performing lecturers with scientific publications and registered patents. At YARSI University, it is Deputy Rector II ex-officio Research Head who has the authority and plays the role in motivating the lecturers to conduct research and to earn intellectual property rights.Keywords: lecturers’ knowledge on IPR, awareness of IPR, academia
Pengembangan M-UKBM Gerak Melingkar Beraturan (GMB) Berbasis PBL untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMA Vina Kuswatun Azizah; Endang Purwaningsih; Edi Supriana
Jurnal Riset Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.355 KB) | DOI: 10.17977/um058v4i1p48-58

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan, mengetahui kelayakan, mengetahui kepraktisan, dan mengetahui keefektifan Mobile Unit Kegiatan Belajar Mandiri (M-UKBM) Gerak Melingkar Beraturan (GMB) berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Rancangan penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah: analysis (analisis), design (mendesain), development (mengembangkan), implementation (melaksanakan), evaluation (menilai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa M-UKBM yang dikembangkan termasuk layak dengan nilai rata-rata dari validator sebesar 3,76 dan termasuk praktis dengan nilai rata-rata keterlaksanaan pembelajaran dari observer sebesar 96,88%, selain itu M-UKBM efektif dengan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai rata-rata peningkatan gain-score siswa sebesar 0,46 yang termasuk dalam kategori peningkatan sedang. Keefektifan M-UKBM diperkuat dengan nilai effect size sebesar 3,14 yang berarti keterpengaruhan M-UKBM terhadap kemampuan pemecahan masalah sangat kuat.
Peningkatan Penguasaan Konsep Siswa pada Materi Hukum Newton melalui Model Learning Cycle 7E dalam Kerangka PCK Dinda Taruna Nagara; Endang Purwaningsih; Markus Diantoro
Jurnal Riset Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um058v6i1p27-36

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar fisika dengan model learning cycle 7E terintegerasi PCK pada materi hukum Newton yang layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini menerapkan rancangan model 4D (define, design, develop, dan disseminate). Hasil uji coba kelompok kecil diperoleh persentase kelayakan sebesar 86,26% (sangat baik). Dengan demikian bahan ajar PCK learning cycle 7E layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil nilai observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh persentase sebesar 93,27% (sangat praktis). Hasil uji Mann-Whitney pada nilai posttest kelas kontrol diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0,250 dan kelas eksperimen nilai Asymp. Sig sebesar 0,024. Hasil analisis uji Mann-Whitney memberikan informasi bahwa terdapat perbedaan nilai Asymp.Sig kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. Beradasarkan hasil analisis uji Mann-Whitney dapat disimpulkan bahwa bahan ajar fisika efektif untuk meningkatkan kemampuan penguasaan konsep siswa. 
PARASIT PADA TIKUS RUMAH DI PEMUKlMAN KODYA BOGOR Endang Purwaningsih; H B Munaf; Sri Hartini
ZOO INDONESIA No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i16.2403

Abstract

Abstrak
Mengembangkan Sikap Toleransi dan Kebersamaan di Kalangan Siswa Endang Purwaningsih
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.621 KB) | DOI: 10.26418/jvip.v7i2.17156

Abstract

Toleransi sesungguhnya berkembang dalam kerangka adanya keberagaman dalam berbagai dimensi kehidupan, sehingga akan dapat terwujud keserasian dan keharmonisan hidup, jauh dari konflik-konflik dan ketegangan-ketegangan sosial, lebih-lebih lagi pertentangan dan permusuhan antar sesamanya dalam masyarakat. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pentingya pengembangan sikap toleransi dan kebersamaan melalui rekayasa paedagogis guru dalam latar masyarakat majemuk. Kamajemukan ini juga terjadi dalam seting atau lingkungan sekolah, di mana di dalamnya siswa saling berinteraksi, saling belajar menghargai perbedaan serta saling menerima sesuatu karakteristik tertentu yang mungkin pada lingkungannya tidak pernah dia temui. Kata-kata Kunci: Rekayasa Paedagogis Guru, Sikap Toleransi, Kebersamaan Abstract: Tolerance actually developed in the framework of the diversity in the various dimensions of life, so it will be realized harmony and harmony of life, far from the conflicts and social tensions, even more conflict and hostility between each other in society. This paper aims to describe the importance of the development of tolerance and togetherness through paedagogis engineering background of teachers in a plural society. Kamajemukan also occurs in the setting or the school environment, in which students interact with each other, learn from each other to appreciate the differences and mutually accept certain characteristics that might be something in the environment he's never met. Keywords: Treatment Paedagogis Teacher, Attitude Tolerance, Togetherness
PELAKSANAAN CUCI TANGAN OLEH PERAWAT SEBELUM DAN SESUDAH MELAKUKAN TINDAKAN KEPERAWATAN Ratna Dewi; Endang Purwaningsih
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.886 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.284

Abstract

Menurut WHO angka infeksi nosokomial (INOS) tidak boleh lebih dari 9% pertahun, sedangkan Depkes RI ,2007 menetapkan INOS tidak boleh melebihi  1,5% per bulan. Pada kenyataanya angka INOS RS Mardi Waluyo tahun 2009 mencapai 0,7%-7,3%, setelah dievaluasi hal ini ada kaitannya dengan prosedur mencuci tangan. Hasil penelitian Bulan November 2010 di Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro, masih banyak perwat yang tidak mencuci tangan sebelum melakukan tindakan. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran pelaksanaan mencuci tangan yang sesuai dengan prosedur sebelum dan sesudah mlakukan tindakan keperawatan. Subyek penelitian adalah perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro. Menggunakan total populasi sejumlah 79 perawat dan jumlah sampel 66 perawat menurut perhitungan dalam Nursalam, 2008. Desain penelitain deskriptif dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang berisi tujuh langkah prosedur mencuci tangan yang benar. Hasil penelitian menunjukan dari 66 perawat, diperoleh perawat yang mencuci tangan sesuai dengan prosedur sebanyak 10 perawat (sekitar 15,15%) dan yang tidak sebanyak 56 perawat (sekitar 84,85%) sebelum melakukan tindakan keperawatan dan yang mencuci tangan sesuai dengan prosedur sebanyak 40 perawat (sekitar 60,01%) dan yang tidak sesuia prosedur sebanyak 26 perawat (sekitar 39,39%) sesudah melakukan tindakan keperawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro. Saran bagi perawat hendaknya mencuci tangan sesuai dengan prosedur sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawaan dan untuk peneliti selanjutnya agar meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan/faktor motivasi yang mempengaruhi pelaksanan mencuci tangan oleh perawat sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawaan
KAJIAN ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG TUMBUH DIGUNAKAN DI MASYARAKAT DAYAK DI KAMPUNG ARA BAGET DAN BINGARO KABUPATEN LANDAK Ester Ester; Endang Purwaningsih; Leo Eladisa Ganjari
Biospektrum Jurnal Biologi No. 03 Tahun 02 / Oktober 2020
Publisher : Program Studi Biologi - Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (kampus Kota Madiun)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/bios.v2i02.887

Abstract

Masyarakat suku Dayak masih mempertahankan adat dan tradisi dalam pengobatan dan memanfaatkan sumber daya alam, khususnya tumbuhan sebagai bahan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang tumbuh dan digunakan sebagai bahan obat oleh Masyarakat Dayak di Kampung Ara Baget dan Bingaro, Kabupaten Landak dan bagaimana penerapan etnobotani pada masyarakat Dayak di kampung Ara Baget dan Bingaro Kabupaten Landak dalam memanfaatkan tumbuhan obat yang tumbuh di kampungnya sebagai obat tradisional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2018 di Kampung Ara Baget dan Bingaro. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei eksploratif dan wawancara kepada 50 responden, masing-masing 25 orang di Kampung Ara Baget dan 25 orang di Kampung Bingaro. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan antropologi medikal dan pendekatan etnobotani medikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kampung Ara Baget dan Bingaro terdapat 91 jenis termasuk dalam 86 marga dan 49 suku. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun (55 jenis), buah (17 jenis), akar (7 jenis), batang (5 jenis), getah (5 jenis), seluruh bagian (4 jenis), rimpang (3 jenis), bunga (3 jenis), umbi (2 Jenis), dan biji (2 jenis). Cara pengolahan tumbuhan berkhasiat obat yaitu dengan cara direbus, diseduh, ditumbuk, diremas, digusuk, dibakar, disayur, dimakan langsung, diparut, diperas, dibuat kalung, dioles, diteteskan, dibuat ramuan, dan dipukul tiga kali di area lutut.
Korelasi Antara Indeks Masa Tubuh (Imt) Dengan Kemampuan Mengecap Phenylthiocarbamide (Ptc) Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2019 Endang Purwaningsih; Mirfat Mirfat; Etty Widayanti
Majalah Sainstekes Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.262 KB) | DOI: 10.33476/ms.v9i1.2651

Abstract

Gangguan pengecapan terhadap phenylthiocarbamide (PTC) merupakan suatu sifat yang diwariskan dan berpengaruh terhadap preferensi makanan serta diet. Hal ini akan berpengaruh terhadap berat badan/adipositas yang berperan sebagai kontributor terhadap berbagai komorbid seperti obesitas.  Obesitas merupakan salah satu penyebab utama berbagai komplikasi kesehatan di negara-negara berkembang terutama pada orang dewasa. Tujuan penelitian adalah mengetahui korelasi antara Indeks Masa Tubuh dengan kemampuan mengecap phenylthiocarbamide (PTC) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019.Metode penelitian adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimental dan rancangan cross sectional. Subyek diintruksikan untuk menjulurkan lidahnya, dan diteteteskan larutan phenylthiocarbamide di bagian tengah lidah. Kemudian ditanya, apa yg dia rasakan, pahit atau tidak pahit. Pengumpulan data tentang berat badan dan tinggi badan dilakukan dengan cara kuisioner.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019 memiliki rata-rata Berat Badan, Tinggi Badan dan Indeks Masa Tubuh (IMT) masing-masing adalah sebesar 61,1888 kg kurang lebih 15,4728, 162,74 cm kurang lebih 0,1018 dan 23,0426 kurang lebih 5,0450. Menurut klasifikasi WHO sebagian besar sampel memiliki berat badan ideal. Dari pengujian PTC didapatkan insidensi kelompok taster sebesar 71, 5 % dan kelompok nontaster sebesar 28,5 %. Tidak ada korelasi yang signifikan antara IMT dengan kemampuan sebagai taster atau non taster (p lebih besar dari 0,05).Disimpulkan bahwa kemampuan mengecap PTC tidak mempengaruhi Indeks Masa Tubuh (IMT) pada mahasiswa FK Universitas YARSI Angkatan 2019. Sebagian besar mahasiswa memiliki Indeks Masa Tubuh ideal
EKSISTENSI AKTA NOTARIS SEBAGAI KESEPAKATAN ANTARA KURATOR DENGAN KREDITOR SEPARATIS DALAM PENITIPAN ASET BOEDEL PAILIT Ragan Varian Antariksa; Endang Purwaningsih; Irwan Santosa
Jurnal ADIL Vol 13, No 1 (2022): JULI 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ajl.v13i1.2827

Abstract

Kepailitan merupakan sita umum yang dilakukan terhadap seluruh harta kekayaan debitor, hasil penjualan tersebut dapat dibagikan secara adil dan proposional kepada sesama para kreditor sesuai dengan besarnya piutang dari masing-masing kecuali diantara kreditor tersebut memiliki dasar alasan untuk didahulukan. Wewenang sita umum tersebut diberikan kepada Kurator yang ditunjuk oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri. Notaris berwenang untuk membuat akta autentik dan kewenangannya mengenai perbuatan, perjanjian, dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan dikehendaki oleh yang berkepentingan. Dalam perkara a quo terjadi polemik antara Kurator dan kreditor atas aset boedel pailit. Maka dalam perkara a quo diperlukannya peran Notaris sebagai “penengah” yang bertugas membuat Akta Kesepakatan antara Kurator dengan Kreditor Separatis dalam penitipan aset boedel pailit di kantor Notaris. Perumusan masalah ini untuk menganalisa eksistensi akta notaris sebagai kesepakatan antara Kurator dengan kreditor separatis dalam penitipan boedel pailit di kantor Notaris dan menemukan perlindungan hukum terhadap Notaris berkaitan dengan pembuatan akta kesepakatan penitipan aset boedel pailit di kantor Notaris. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif melalui pendekatan perundangan-undangan dan pendekatan perbandingan, penelitian ini membandingankan antara hukum kepailitan, hak tanggungan, jabatan notaris dengan doktrin-doktrin para ahli. Disimpulkan Notaris dimungkinkan membuatkan Akta Kesepakatan tersebut berdasarkan peraturan perundang-undangan dan demi kemanfaatan semua pihak.