Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Modul Flipbook pada Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Wening Tyas Utami; Sigit Sujatmika; Astuti Wijayanti; Tias Ernawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3622

Abstract

Pendidikan abad ke-21 ditandai oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara cepat, yang menuntut penguasaan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik. Salah satu inovasi media pembelajaran digital yang mendukung hal ini adalah modul flipbook, yaitu media interaktif yang menyajikan teks, gambar, animasi, dan video secara menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran modul flipbook dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur naratif dengan pendekatan kualitatif, melalui penelaahan berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan modul flipbook memudahkan peserta didik untuk memahami konsep sains dengan lebih optimal, meningkatkan motivasi belajar, dan mengasah kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, modul flipbook layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif yang efektif untuk mendukung pembelajaran IPA di era digital.
Analisis Penerapan Pembelajaran IPA Berbasis Etnosains terhadap Literasi Sains Peserta Didik SMP/MTs Regina Maya Selviana; Dhimas Nur Setyawan; Devi Septiani; Tias Ernawati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3624

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu cabang ilmu yang berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik serta menumbuhkan kesadaran terhadap fenomena alam di sekitarnya. Meskipun demikian, Implementasi pembelajaran IPA di tingkat SMP masih menghadapi berbagai kendala, terutama karena metode pengajaran cenderung lebih fokus pada teori dan belum sepenuhnya menghubungkan konsep sains dengan realitas kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang dinilai mampu mengatasi masalah ini ialah pembelajaran berbasis etnosains, yang memadukan konsep-konsep ilmiah dengan nilai-nilai budaya yang ada di lingkungan sekitar peserta didik. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana penerapan pembelajaran IPA berbasis etnosains dapat mempengaruhi kemampuan literasi sains peserta didik SMP. Metode yang dipilih adalah literature review dengan jenis narrative literature review. Temuan dari kajian ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang terintegrasi etnosains dapat meningkatkan kemampuan literasi sains, menumbuhkan rasa ingin tahu ilmiah, serta membentuk sikap peduli terhadap lingkungan dan budaya lokal. Dengan demikian, penerapan pembelajaran IPA berbasis etnosains dapat menjadi strategi yang efektif untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Pelatihan Lilin Aromaterapi Berbasis Minyak Jelantah Untuk Pemberdayaan dan Ekonomi Sirkular Susanti Susanti; Tias Ernawati; Kusmendar Kusmendar; Tri Yulianto; Rahmawati Endah Witanti; Anisa Dwi Maslikhah
Journal of Community Development Vol. 5 No. 3 (2025): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i3.1381

Abstract

The community in Pedukuhan Bakung, Yogyakarta, faces challenges in managing used cooking oil waste, which is often improperly disposed of, leading to environmental pollution. This community service program aimed to address this issue by empowering local youth through training on converting used cooking oil into valuable products. The training was attended by 10 youths from Pedukuhan Bakung, who gained an understanding of the environmental impacts of used cooking oil and practical skills in producing aromatherapy candles from purified used cooking oil. The program included socialization on the environmental impacts of used cooking oil, demonstrations of the purification process, and hands-on practice in making aromatherapy candles. Based on questionnaire evaluations, the program achieved an average success rate of 89.5%, with material clarity and direct benefits rated at 92.5%. Participants gave the highest rating of 95% for gaining new insights, reflecting the program's success in enhancing understanding of the circular economy. However, participants’ motivation to utilize used cooking oil as a valuable product still requires improvement, with a score of 85%. The training results demonstrated a significant increase in participants' environmental awareness and skills, as well as new economic opportunities through the utilization of used cooking oil. Several participants expressed interest in independently producing aromatherapy candles as an additional business opportunity. Follow-up training focusing on product diversification and marketing strategies is recommended to maximize the economic impact. This program successfully integrated environmental and economic aspects within the circular economy concept, providing the potential for sustainable benefits for the community.