Articles
HUBUNGAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN PARTISIPASI BELAJAR KELOMPOK MAHASISWA PRODI NERS
Lilis Novitarum;
Mardiati Barus;
Timo Rauli Lumban Gaol
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.331
Kepribadian salah satu sikap dan perbuatan yang unik yang menyebabkan dirinya berbeda dengan yang lain. Setiap orang memiliki tipe kepribadian yang berbeda-beda dimana tipe kepribadian akan mempengaruhi partisipasi belajar kelompok mahasiswa. Tingkat partisipasi belajar kelompok disebabkan karena adanya motivasi belajar yang kurang, egois yang tinggi, acuh tak acuh terhadap tugas kelompok, dan kurangnya kesadaran dalam mengerjakan tugas kelompok. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan partisipasi belajar kelompok mahasiswa Prodi Ners Tingkat II di STIKes Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 91 responden dan pengampilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Alat pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tipe kepribadian dan partisipasi belajar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tipe kepribadian kurang baik (76,9%) dan partisipasi belajar kelompok sedang (53,8%). Hasil uji statistic fisher’s exact test nilai p = 0,035 (p-value< 0,05). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan tipe kepribadian dengan partisipasi belajar kelompok mahasiswa.
Penerapan Swedish Massage pada Lansia Penderita Hipertensi
Sembiring, Friska;
Ginting, Amnita Anda Yanti;
Tumanggor, Lili Suryani;
Rupang, Ernita Rante;
Barus, Mardiati;
Sitanggang, Yohana Beatry
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5672
Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang cenderung memiliki risiko kejadian lebih tinggi pada lansia dikarenakan adanya penurunan berbagai fungsi tubuh akibat bertambahnya usia dan salah satu penyakit kronis non-infeksi yang paling umum yang telah diidentifikasi sebagai faktor risiko utama kematian, dan menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab tahun-tahun kehidupan. Meskipun Hipertensi tidak selalu menggunakan obat-obatan tergantung dari keparahan dan komplikasi yang dapat disebabkan oleh hipertensi dimana kejadian hipertensi disebabkan karena gaya hidup yang saat ini lebih banyaj yang tidak sehat. Pada lansia diperlukan terapi komplementer dari pada konsumsi obat yang erus berkelanjutan dan salah satu nya adalah swedish massage yang terdiri dari tekhnik fleurage, petrisage, friction, tapotement dan vibration dengan tujuan melepaskan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi nyeri dan meningkatkan fleksibilitas. Metode yang digunakan tim pengabdian langsung melakukan terapi swedish massage kepada 77 dan melibatkan perawat di panti werdha serta care giver selama 20 menit sebanyak 6 kali dalam waktu 2 minggu dengan hasil yang didapatkan adanya penurunan tekanan darah dari hipertensi grade II menjadi hipertensi grade I. Setelah tindakan maka dilakukan evaluasi dengan mengukur kembali tekanan darah dan menanyakan perasaan peserta lansia merasa lebih rileks dan standar prosedur operasional di berikan kepada perawat dan care giver sehingga dapat terus di lanjutkan untuk kenyamanan dan kesehatan para lansia di graha residen senior medan.
The Effect of Basic Life Support (BHD) Counseling on the Level of Knowledge of Grade XI Students at SMA Santo Thomas 1 Medan 2024
Zebua, Ayin Lidia Srinawan;
Pane, Jagentar P.;
Barus, Mardiati
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 3 (2025): J-BIKES MARET
Publisher : Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-bikes.v4i3.106
Basic Life Support (BHD) is a series of first aid services carried out to help anyone who experiences respiratory and cardiac arrest. Emergencies can happen anytime, anywhere, and to anyone. This study aims to determine the influence of counseling about BHD on the knowledge of grade XI students at SMA Santo Thomas 1 Medan. This design uses a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design approach. The population in this study are 432 students in grade XI of SMA Santo Thomas 1 Medan, in sampling using Probability sampling with a systematic sampling technique with a sample of 36 people. Data analysis using the Paired T Test. The results of the analysis of the knowledge of Essential Life Support (BHD) in grade XI students before being given the intervention had a score of less than 23 people (63.9%) and 13 people (36.1%), after being given the intervention only 3 people (8.3%), good 33 people (91.7%). So that there is an influence of counseling on basic living stones (BHD) on the level of knowledge of grade XI students, a p-value of 0.001 0.05 is obtained. The results of this study provide input to the students of SMA Santo Thomas 1 Medan in order to be able to hold training on the handling of basic living stones (BHD) for students of SMA Santo Thomas 1 Medan.
Overview of knowledge about basic life support of nursing students level 3 STIKes Santa Elisabeth Medan
Barus, Mardiati;
Sinurat, Samfriati;
Stefhanie, Ruth May
International Journal of Nursing and Midwifery Research Vol. 1 No. 3 (2023): July: Nursing and Midwifery Research
Publisher : Institute of Accounting Research and Novation (IARN)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (558.537 KB)
|
DOI: 10.35335/ners.v1i3.86
Basic life support is carried out properly if the rescuer has adequate knowledge and skills in carrying out assistance in maintaining a person's condition during an emergency. Knowledge of basic life support must be possessed by every health student who will become a nurse at the forefront who will carry out basic life support properly and appropriately later. Basic life support is a form of emergency first aid given to maintain and provide support in the form of circulation, airway, and breathing. The purpose of this study was to describe Knowledge About Basic Life Support of Nursing Students level 3 STIKes Santa Elisabeth Medan. This research uses descriptive research method, total sampling with a sample of 85 respondents. The measuring instrument used is the Basic Life Support Knowledge questionnaire. The results showed that the majority of respondents had sufficient knowledge of basic life support as many as 61 respondents (71.8%) and basic life support knowledge was good for the minority as many as 24 respondents (28.2%). It is hoped that with the results of this study, respondents will try to improve their knowledge well from receiving learning from lectures, attending seminars and workshops on basic life support as the main basis for the respondent's duties as prospective nurses.
Overview of patient perceptions about caring in ignatius inpatient room, Santa Elisabeth Hospital Medan 2022
Barus, Mardiati;
Pujiastuti, Maria;
Sianturi, Risma
International Journal of Nursing and Midwifery Research Vol. 1 No. 3 (2023): July: Nursing and Midwifery Research
Publisher : Institute of Accounting Research and Novation (IARN)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.044 KB)
|
DOI: 10.35335/ners.v1i3.87
Patient perception of nurse caring is a patient's assessment of nurses through attitudes, greetings, touching and listening to patient complaints by nurses when providing action or providing nursing services, nurse caring behavior is also important to help the patient's recovery process where a deep evaluation is need to Knowing the quality of nursing needs to be done by identifying the patient's perception of the caring behavior of the nurses they receive. The purpose of this study is to describe the patient's perception of caring for nurses in Ignatius Inpatient Room, Santa Elisabeth Hospital Medan 2022. This type of research use a descriptive approach. The population in this study were all inpatients as many as 257 patients. The sampling technique in this study used accidental sampling with the calculation of the Slovin formula as many as 35 respondents. The instrument use is a questionnaire about the caring behavior of nurses according to patient perceptions. The result of this study is that the patient's perception of caring nurses is in the good category as many as 35 patients (100%). It is expected that nurses can maintain caring behavior towards patients while still paying attention to the attitude of smiling and listening to patient complaints sincerely and sincerely.
IMPLEMENTASI SWEDISH MASSAGE PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI GRAHA RESIDEN SENIOR MEDAN
Sembiring, Friska;
Ginting, Amnita;
Rupang, Ernita Rante;
Tumanggor, Lili Suryani;
Barus, Mardiati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2024
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52317/JUPKes.v3i2.619
Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular dimana penderita memiliki tekanan darah di atas normal. Hipertensi pada lansia saat ini terus meningkat dengan prevalensi hipertensi pada lansia di dunia diperkirakan sekitar 15-20%. Swedish massage merupakan bentuk intervensi keperawatan yang berfungsi menurunkan tekanan darah guna mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Implementasi dilakukan selama 20-30 menit pada satu kali pertemuan. Terapi masase ini dapat memberikan efek kondisi relaksasi pada fisik dan mental dimana Pijat (massage) adalah Terapi non farmakologi yang yang efektif digunakan untuk mengurangi TD sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan rasa nyaman kepada lansia penderita hipertensi.
SENAM JANTUNG PADA LANSIA DI DURIAN JANGAK GUNUNG TINGGI DUSUN III KABUPATEN DELI SERDANG
Ginting, Amnita;
Saragih, Ice Septriani;
Sinurat, Samfriati Sinurat;
Saragih, Helinida;
Pujiastuti, Maria;
Barus, Mardiati;
Tampubolon, Lindawati;
Ginting, Friska
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52317/
Lanjut usia merupakan kelompok orang yang mengalami banyak proses perubahan didalam tubuhnya salah satunya yaitu perubahan kesehatan, akibat proses penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang kesegaran jasmani cenderung mengalami penurunan. Salah satu cara untuk meningkatkan kesegaran jasmani pada lansia yaitu dengan melakukan senam jantung. Senam jantung sehat adalah olahraga yang disusun dengan selalu mengutamakan kemampuan jantung. gerakan otot besar dan kelenturan sendi, serta upaya memasukkan oksigen sebanyak mungkin. Tujuan: Meningkatkan kesegaran jasmani pada lansia dan memelihara Kesehatan lansia. Metode: Metode pelaksanaan senam jantung pada lansia dimulai dari pemanasan selama 8-10 menit, dilanjutkan dengan latihan gerakan inti selama 10-20 menit, diakhiri dengan pendinginan sekitar 8-10 menit. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan senam lansia senam jantung sehat selama 26-40 menit. Hasil: Senam jantung merupakan olahraga yang berintikan aerobik ditambah dengan olahraga yang dapat memberikan kelenturan, kekuatan dan peningkatan otot-otot secara mudah, murah, meriah, massai, bermanfaat serta aman. Selama pelaksanaan senam jantung. lansia mengikuti senam dengan antusias dan aktif. Kesimpulan: Senam jantung sehat adalah olahraga yang disusun dengan mengutamakan kemampuan jantung, gerakan otot besar dan kelenturan sendi, serta upaya memasukkan oksigen sebanyak mungkin, memberikan kelenturan otot dan sendi dapat menghilangkan kekakuan otot dan sendi yang cocok dilakukan oleh lansia untuk tetap menjaga kesehatan jasmani lansia.
BAKTI SOSIAL PEMERIKSAAN KESEHATAN, PENYULUHAN, DAN SENAM LANSIA DI PAROKI SANTO PETRUS CINTA DAMAI
Situmorang, Paska Ramawati;
Boris, Jev;
Pakpahan, Rotua Elvina;
Simanullang, Murni Sari Dewi;
Barus, Mardiati;
Sigalingging, Vina Yolanda Sari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Juni 2023
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52317/
Lansia atau lanjut usia adalah kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Secara alamiah semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan tidak dapat dicegah. Pertambahan usia mengakibatkan fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses degeneratif (penuaan), sehingga penyakit tidak menular banyak diderita oleh lansia. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya pemeliharaan kesehatan lansia untuk tetap hidup sehat dan produktif. Kegiatan bakti sosial ini bekerja sama dengan tenaga kesehatan dokter dan perawat. Metode pelaksanaan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi penyuluhan kesehatan, lalu kegiatan senam lansia. Lansia cukup antusias mengikuti rangkaian kegiatan, baik saat penyuluhan dan senam dilakukan. Kegiatan ini memberikan manfaat yang positif bagi lansia diantaranya lansia dapat mengetahui kondisi tubuhnya melalui pemeriksaan kesehatan, meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang penyakit yang dialami, serta menjaga kesehatan jasmani dengan senam. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin sehingga pemeliharaan kesehatan lansia dapat lebih optimal.
GAMBARAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2024
Citra Berlianta Situmeang, Samsinar;
Friska Sembiring;
Mardiati Barus
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 10 No. 2 (2025): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/sisthana.v10i2.1797
Keluarga yang menunggu pasien di ruang ICU dapat mengalami kecemasan, hal ini disebabkan karena menunggu anggota keluarga yang sedang mengalami perawatan kritis merupakan salah satu faktor kecemasan keluarga pasien dirawat di ruang intensive. Kelcelmasan melrulpakan sulatul keladaan pikiran dimana selselorang melrasakan keltakultan yang telruls-melnelruls dan belrlelbihan selrta sullit dikelndalikan selhingga dapat belrdampak bulrulk dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk Melngidelntifikasi Gambaran Kelcelmasan Kellularga Pasieln Di Rulang Intelnsivel Carel Ulnit (ICUl) Rulmah Sakit Santa Ellisabelth Meldan Tahuln 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskritif menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan tehnik purporsive sampling dengan kriteria inklusi, didapatkan jumlah sampel 96 responden di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kusioner ZSAS (Zulng Sellf-Rating Axielty Scalel). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kecemasan berdasarkan kategori kecemasan paling tinggi adalah kecemasan sedang sebanyak 58 responden (60.4%), kecemasan berat sebanyak 22 responden (22.9%) dan kecemasan ringan sebanyak 16 responden (16.7%). Simpulan ini adalah peran keluarga terhadap pasien menjadi berkurang karena tidak banyak terlibat dalam perawatan pasif dan tidak dapat mendampingi pasien di ruang ICU setiap saat, sehingga keluarga akan mengalami kecemasan. Kecemasan ini disebabkan karena ketakutan keluarga yang dipengaruhi oleh terpisahnya secara fisik dengan anggota keluarga, takut akan kematian, biaya perawatan, keadaan pasien makin memburuk/ngedrop, atau kecatatan tubuh yang disebabkan banyak terpasang alat.
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DIRUMAH SAKIT SANTA ELISABETH MEDAN TAHUN 2024
Tumanggor, Lili Suryani;
Barus, Mardiati;
Naibaho, Romiani
JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA Vol. 10 No. 2 (2025): September : Jurnal Keperawatan Sisthana
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KESDAM IV DIPONEGORO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/sisthana.v10i2.1803
Kinerja perawat merupakan kegiatan perawat dalam mengimplementasikan sebaik-baiknya suatu wewenang, tugas dan tanggung jawabnya pada rangka pencapaian tujuan tugas utama profesi untuk terwujudnya tujuan dan target unit organisasi. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat yaitu kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan cerminan perasaan pegawai terhadap pekerjaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Hubungan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 130 responden. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 130 responden sebanyak 68 responden (53,3%) memiliki kepuasan kerja rendah dan sebanyak 62 responden (47,7%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Sedangkan dari 130 responden sebanyak 67 responden (51,5%) memiliki kinerja sedang dan sebanyak 63 responden (48,5%) memiliki kinerja baik. Data dianalisis dengan uji Fisher Exact Test dengan nilai p Value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat. Peneliti menyarankan agar rumah sakit dapat memberikan kepuasan bagi perawat sehingga dapat meningkatkan kinerja perawat.