Claim Missing Document
Check
Articles

JAMBI MASA KOLONIALISME IMPERIALISME SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH: STUDY KASUS SISTEM PEMERINTAHAN BELANDA TAHUN 1615-1942 Siti Sholekhah; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i2.18339

Abstract

Jambi merupakan salah satu wilayah yang tidak terlepas dari keinginin Belanda yang ingin menguasai Jambi seutuhnya dan menjadikan wilayah Jambi sebagai koloni di Asia Tenggara dengan menjadikan Jambi sebagai wilayah keresidenan, hal ini membawa Jambi mengalami perubahan dalam bidang pemerintahannya. Pemerintahan kolonial Belanda resmi menguasai Jambi ketika runtuhnya kesultanan Jambi, maka pada tahun 1906 berdiri keresidenan pertama di Jambi sehingga secara resmi Jambi dibawah pemerintahan kolonial Belanda. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana sistem pemerintahan Belanda di Jambi yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran pada mata pelajaran sejarah. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian yang digunakan dalan penulisan artikel ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pemerintahan Belanda dapat dijadikan sumber pembelajaran khususnya sejarah. Sumber pelajaran memikili peranan yang sangat penting bagi peserta didik karena dengan menjadikan sistem pemerintahan Belanda sebagai sumber pembelajaran dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air terhadap bangsa serta dengan belajar sejarah mereka akan mengenal sejarah yang terdapat dilingkungkan sekitarnya.
JAMBI MASA KOLONIALISME IMPERIALISME SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH : STUDY KASUS KAWASAN PUSAT KOTA PEMERINTAHAN BELANDA DI JAMBI TAHUN 1906-1942 Aldiri Heribertus; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 3 (2022): Kajian Ilmu Pendidikan Sejarah, Sejarah, & Sosial
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i3.18340

Abstract

Kawasan pusat kota Jambi merupakan salah satu wilayah yang tidak terlepas dari kekuasaan Kolonial Belanda. Belanda secara sah berhasil menguasai kawasan pusat kota Jambi dan menjadikan kota Jambi sebagai pusat dari dari keresidenan Jambi dibawah pemerintahan kolonial Belanda tahun 1906. Di bawah kekuasaan kolonial Belanda tumbuh dan berkembang menjadi kota modern saat itu. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana perkembangan kawasan pusat kota pemerintahan Belanda di Jambi khususnya pada masa Kolonialisme dan Imperialisme Belanda. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan pusat kota Jambi peninggalan Belanda dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah pada mata pelajaran sejarah Indonesia dan sejarah peminatan. Peninggalan Belanda di kawasan pusat kota Jambi ini sangat memiliki peranan penting terhadap peserta didik karena dengan menjadikan kota modern peninggalan Belanda di kota Jambi ebagai sumber belajar sejarah dapat meningkatkan perasaan cinta tanah air dan nasionalisme terhadap bangsa serta mereka akan lebih mengenal mengenai sejarah yang terdapat dilingkungan sekitarnya dan dapat melestarikannya untuk masa yang akan datang.
JAMBI MASA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH: STUDY KASUS PERKEMBANGAN KOTA MODERN MUARO TEMBESI (1906-1942) Wiwit Wulandari; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i2.18355

Abstract

Kota modern Muaro Tembesi merupakan suatu wilayah yang menjadi bagian kekuasaan Kolonial Belanda di Jambi. Belanda secara sah berhasil menguasai Muaro Tembesi setelah keruntuhan kesultanan Jambi dan menjadikan Muaro Tembesi bagian dari keresidenan Jambi dibawah pemerintahan kolonial Belanda tahun 1906. Di bawah kekuasaan kolonial Belanda Muaro Tembesi tumbuh dan berkembang menjadi kota modern pada masa itu. Muaro Tembesi yang dulunya merupakan pusat administrasi pemerintah Belanda kini dikenal sebagai wilayah yang banyak memiliki peninggalan bersejarah yang dibangun oleh Belanda. Penelitian ini dilakukan untuk menggali kembali bagaimana perkembangan kota modern Muaro Tembesi khususnya pada masa Kolonialisme dan Imperialisme Belanda. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam artikel ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kota modern di Muaro Tembesi peninggalan Belanda dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah pada mata pelajaran sejarah Indonesia dan sejarah peminatan. Peninggalan Belanda di kota modern Muaro Tembesi ini sangat memiliki peranan penting terhadap peserta didik karena dengan menjadikan kota modern peninggalan Belanda di Muaro Tembesi sebagai sumber belajar sejarah dapat meningkatkan perasaan cinta tanah air dan nasionalisme terhadap bangsa serta mereka akan lebih mengenal mengenai sejarah yang terdapat dilingkungan sekitarnya dan dapat melestarikannya untuk masa yang akan datang.
PEMANFAATAN SITUS CANDI MUARO JAMBI SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS JAMBI Naila Yulianti; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i2.18422

Abstract

Candi Muaro jambi merupakan candi Hindu Budha yang terletak di Desa Muaro Jambi Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi yang berfungsi sebagai acara atau pendidikan periode Jambi pada masa Kerajaan Sriwijaya. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana pemanfaatan situs candi Muaro Jambi sebagai sumber belajar sejarah pada mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Jambi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan sejarah di Universitas Jambi menunjukkan bahwa pembelajaran yang memanfaatkan situs Candi Muaro Jambi mempermudah mahasiswa dalam memahami materi Hindu Budha yang diajarkan sehingga Mahasiswa antusias dalam belajar sejarah, menumbuhkan semangat mahasiswa untuk belajar sejarah dan menumbuhkan kesadaran sejarah siswa. Berbeda dengan pembelajaran sejarah dengan metode ceramah atau di dalam kelas yang terasa monoton.
JAMBI MASA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH: STUDY KASUS PERANAN SULTAN THAHA DALAM PERANG GERILYA (1858 – 1904) Suci Meilany; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 3 (2022): Kajian Ilmu Pendidikan Sejarah, Sejarah, & Sosial
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i3.18437

Abstract

Kedatangan Belanda ke Jambi membawa reaksi Sultan Thaha bersama rakyat untuk menentang kekuasaan Belanda di wilayah Jambi. Sehingga pembatalan perjanjian yang pernah di sahkan memicu timbulnya perlawanan antara Sultan Thaha dengan Belanda yang di dukung oleh rakyat Jambi. Perlawanan ini disebut dengan perang Gerilya. Meotode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Sultan Thaha bersama rakyat dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah bagi peserta didik. Sehingga dapat meningkatkan pola pikir peserta didik untuk berpikir secara kritis dan dapat menumbuhkan karakter peserta didik terhadap peranan tokoh perjuangan di masa lalu, serta menumbuhkan kesadaran sejarah bagi tiap peserta didik. Menjadikan pembelajaran sejarah akan lebih bermakna.
STUDY PERJUANGAN ABDUL WAHID VS BELANDA (1916) SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 4 MUARO JAMBI Yuliana Yuliana; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i2.18443

Abstract

Kota Jambi merupakan salah satu wilayah yang tidak terlepas dari kekuasaan Kolonial Belanda. Belanda secara sah berhasil menguasai kota Jambi setelah keruntuhan kesultanan Jambi dan menjadikan kota Jambi sebagai pusat dari keresidenan Jambi dibawah pemerintahan kolonial Belanda tahun 1906. Di bawah kekuasaan kolonial Belanda, banyak kebijakan yang sangat memberatkan rakyat Jambi pada masa itu sehingga menimbulkan perlawanan dari bebagai pihak. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana study perjuangan Abdul Wahid dalam melawan kolonial Belanda khususnya pada masa Kolonialisme dan Imperialisme Belanda. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa study perjuangan Abdul Wahid dalam melawan Kolonial Belanda (1916) dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sejarah pada mata pelajaran sejarah Indonesia dan sejarah peminatan. Study perjuangan Abdul Wahid dalam melawan Kolonial Belanda ini sangat memiliki peranan penting terhadap peserta didik karena dengan menjadikan study perjuangan Abdul Wahid dalam melawan Kolonial Belanda sebagai bahan pembelajaran sejarah dapat meningkatkan perasaan cinta tanah air dan nasionalisme terhadap bangsa serta mereka akan lebih mengenal mengenai sejarah yang terdapat dilingkungan sekitarnya dan dapat melestarikannya untuk masa yang akan datang.
PEMANFAATAN CAGAR BUDAYA RUMAH BATU OLAK KEMANG DI JAMBI KOTA SEBRANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS JAMBI Febriani Febriani; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i2.18551

Abstract

Cagar Budaya Rumah Batu Olak kemang didirkan Pangeran Wirokusumo sebagai tempat untuk menetap dan menyebarkan agama islam di Jambi Kota Sebrang tepatnya Desa Olak Kemang. Bangunan ini mulai dibuat pada masa kolonial uniknya pada masa itu bahan bangunan rumah batu ini menjadi yang pertama diantara rumah lainnya  karena yang lain masih menggunakan kayu dan papan. Selain itu arsitektur bangunan menggunakan unsur Melayu, Tionghoa dan Eropa. Penelitian ini digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana Pemanfaatan Cagar Budaya Rumah Batu Olak Kemang Jambi Kota Sebrang sebagai sumber belajar bagi mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemanfaatan Cagar Budaya Rumah Batu Olak Kemang  memberikan dampak yang positif bagi pembelajaran sejarah yaitu pembelajaran  dilakukan diluar kelas lebih cepat mengingat, adanya wujud nyata  benda peninggalan sejarah memberikan rasa ingin tau yang tinggi dan peserta didik mempunyai kebebasan mengeksplorasi Cagar Budaya Rumah Batu Olak Kemang. Selain itu melalui kunjugan Cagar Budaya Rumah Batu Olak Kemang Jambi Kota sebrang diharapkan  peserta didik dapat dengan bijak melestarikan, menjaga dan memanfaatkan warisan budaya  lokal Jambi
PERKEMBANGAN KOREAN CULTURE DI KOTA JAMBI MASA REFORMASI (2000-2021) Akil Al-Habro; Ali Nur Alvian; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i2.18581

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian Perkembangan Korean Culture di Kota Jambi ini adalah Bagaimana Perkembangan Korean Culture Di Kota Jambi Masa Reformasi (2000-2021)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perkembangan Korean Culture di Kota Jambi Masa Reformasi (2000-2021). Penelitian ini tergolong dalam penelitian Kualitatif dengan pendekatan histories. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang melalui beberapa tahap yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korean Culture telah suskes berkembang di jambi sejak dimulainya Korean Wave yang masuk ke Indonesia yang kemudia menyebar keseluruh Indonesia termasuk jambi. Masuknya budaya Korea di Kota Jambi dengan pengenalan K-Drama ke Indonesia. Korean Wave dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat Jambi, berhasil dengan K-Drama, memberi jalan terhadap berbagai produk-produk Korea lainnya seperti K-Pop, K-Food, K-Style, Bahasa Korea, Teknologi Korea.
PEMANFAATAN MUSEUM SIGINJAI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS JAMBI Rati Isrowiyah; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i2.18623

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian Pemanfaatan Museum Siginjai Sebagai Sumber Belajar Sejarah adalah “Bagaimana Pemanfaatan Museum Siginjai Sebagai Sumber Belajar Sejarah Bagi Universitas Jambi”. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Pemanfaatan Museum Siginjai Sebagai Sumber Belajar Sejarah Bagi Universitas Jambi. Penelitian ini tergolong dalam penelitian Kualitatif Deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang melalui beberapa tahap yaitu: tempat dan waktu penelitian, pendekatan dan jenis penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, uji validasi data, teknik analisis data dan prosedur penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Museum Siginjai merupakan salah satu sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah, dari museum dapat memberikan imajinasi posisif kepada peserta didik, mahasiswa dan masyarakat mengenai koleksi-koleksi yang ada dimuseum. Imajinasi yang timbul nantinya akan memberikan kesadaran baru kepada peserta didik dan mahasiswa bahkan dengan datang berkunjung ke museum akan memberikan sumber belajar baru khususnya untuk sejarah.
PERKEMBANGAN PERTAMBANGAN MINYAK BAJUBANG DI KABUPATEN BATANGHARI MASA KEDUDUKAN JEPANG Yuli Asmarita; Muhammad Haerullah Zikri; Reka Seprina
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 1 No. 2 (2022): Kajian Pendidikan Sejarah dan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v1i2.18758

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian Perkembangan Pertambangan Minyak Bajubang di Kabupaten Batanghari adalah bagaimana Perkembangan Pertambangan Minyak Bajubang di Kabupaten Batanghari Masa Kedudukan Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang Perkembangan Pertambangan Minyak Bajubang Di Kabupaten Batanghari Masa Kedudukan Jepang. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan perspektif sejarah dengan beberapa tahapan metode yaitu, heuristik, kritik sumber, intrepretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambangan minyak pada masa kedudukan Jepang di Bajubang Kabupaten Batanghari, mengalami perkembangan yang diginifikan terutama pada tahun 1943, hal ini terlihat bahwa produksi minyak mengalami peningkatan hingga mencapai 48 juta barrel. Dengan minimnya tenaga ahli minyak membuat Jepang mendirikan sekolah tempat pelatihan tenaga kerja yang kemudian melahirkan orang-orang yang ahli dibidangnya.