p-Index From 2021 - 2026
8.518
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman JURNAL GALUNG TROPIKA JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI International Journal of Supply Chain Management YUME : Journal of Management Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis Jurnal Agercolere Jurnal IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Media Agribisnis Economics and Digital Business Review Albariq: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) MALLOMO: Journal of Community Service Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia Jurnal Sains Agribisnis JAMBURA: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN BISNIS Jurnal Manajemen Tarjih: Agribusiness Development Journal Mediagro Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Kompeten: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Amkop Management Accounting Review (AMAR) Socio-Economic and Humanistic Aspects for Township and Industry MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin JER International Journal of Business and Quality Research International Journal of Technology and Education Research International Journal of Economics, Business and Innovation Research Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Journal of Community Services on Multidisciplinary Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI GULA AREN PADA PETANI MITRA PT. SENTRA MULIA SEJAHTERA Majidah Amalia Trismawati; Ria Indriani; Ramlan Mustafa
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 10, NO 3, 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v10i3.38118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi gula aren pada petani mitra PT Sentra Mulia Sejahtera di Provinsi Gorontalo serta mengetahui skala usaha yang dijalankan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari 34 petani mitra yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yang dilinearkan dalam bentuk logaritma natural, disertai dengan pengujian asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan analisis skala usaha (returns to scale). Variabel independen yang dianalisis meliputi jumlah nira aren, penggunaan bahan bakar, dan tenaga kerja, sedangkan variabel dependen adalah produksi gula aren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, nira aren berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi gula aren, sedangkan bahan bakar dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh terhadap produksi gula aren. Analisis skala usaha menunjukkan bahwa usaha gula aren berada pada kondisi increasing return to scale, yang mengindikasikan bahwa peningkatan penggunaan faktor produksi masih berpotensi meningkatkan output secara lebih besar. Oleh karena itu, optimalisasi pemanfaatan nira aren dan efisiensi penggunaan faktor produksi perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha gula aren.
ANALISIS BIAYA PEMASARAN DAN PERSEPSI KONSUMEN GULA AREN (STUDI KASUS DI PT. SENTRA MULIA SEJAHTERA) DI DESA BIYONGA KECAMATAN LIMBOTO Nangsi Ilato; Ria Indriani; Agustinus Moonti
Agrinesia: Jurnal Ilmiah Agribisnis VOL 10, NO 3, 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/agr.v10i3.37553

Abstract

Bauran pemasaran adalah suatu strategi pemasaran yang memperkenalkan produk dan jasa kepada konsumen terkait permintaan sebuah produk yang diberikan suatu perusahaan yang dipasarkan. Produk-produk yang diciptakan oleh perusahaan harus produk yang unggul dan berkualitas dalam persaingan bisnis. Jika produk tersebut tidak memiliki keunggulan dan kualitas, maka bisnis dalam persaingan produk akan mengalami penurunan dalam penjualan. Tujuan penelitian 1) Untuk menganalisis bauran pemasaran gula aren dan pendapatan gula aren di PT. Sentra Mulia Sejahtera di Desa Biyonga Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. 2) Untuk menganalisis kepuasan konsumen gula aren di PT. Sentra Mulia Sejahtera, di Desa Biyonga Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode analisis data adalah metode studi kasus (case study), dengan mengambil kasus pada usaha industri gula aren di PT. Sentra Mulia Sejahtera di Desa Biyonga, Kecamatan Limboto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Sentra Mulia Sejahtera telah menerapkan bauran pemasaran (produk, harga, promosi, dan tempat) dengan baik sehingga mampu meningkatkan kepuasan konsumen. Dari sisi finansial, penerimaan bulanan sebesar Rp 46.800.000 dengan total biaya Rp22.065.000 menghasilkan laba bersih Rp19.293.300 setelah pajak. Hal ini membuktikan bahwa strategi bauran pemasaran berpengaruh positif terhadap pendapatan dan keberlanjutan usaha gula aren. 
Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional Di Desa Malambe Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara Purna dewinta Soga; Ria Indriani; Echan Adam
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v5i2.1830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Melihat besarnya tingkat pendapatan nelayan tradisional yang ada di Desa Malambe Kecamatan Ponelo Kepulauan (2) Menganalisis faktor-faktor (modal, hasil tangkat, dan jumlah trip per bulan) yang mempengaruhi pendapatan nelayan di daerah penelitian. Penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian deskrptif dengan teknik analisis data yaitu analisis biaya, pendapatan, penerimaan, dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil perhitungan terhadap besar pendapatan nelayan tradisional yang ada di Desa Malambe Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara yaitu dengan penerimaan kotor sebesar Rp. 380.140.000 dengan rata-rata tiap nelayan sebesar Rp. 7.919.583. Dengan pendapatan bersih sebesar Rp. 287.130.000 dengan rata-rata tiap nelayan sebesar Rp. 5.981.875. Nilai hasil uji T dan uji F menunjukan bahwa nilai signifikansi lebih kecil daripada 0,05 yakni uji t untuk masing-masing variabel yang diuji sebesar 0,00 dan uji f 0,00 yang berarti bahwa terdapat pengaruh antara variabel independent terhadap variael dependent.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Beras Di Provinsi Gorontalo Nofriyanto Halid; Ria Indriani; Karlena Arsyad
YUME : Journal of Management Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i1.11004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak harga beras, ketersediaan beras, dan produksi beras terhadap tingkat konsumsi beras di Provinsi Gorontalo selama periode 2022–2024. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan model time series. Data penelitian diperoleh dari sumber sekunder melalui Badan Pusat Statistik, Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, serta Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap konsumsi beras, dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 0,283. Hal ini mengindikasikan bahwa 28,3% variasi dalam konsumsi beras dapat dijelaskan oleh harga beras, ketersediaan beras, dan produksi beras, sedangkan 71,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal di luar model penelitian. Secara parsial, hanya variabel harga beras yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap konsumsi beras, sementara ketersediaan beras dan produksi beras tidak memberikan pengaruh signifikan secara individu. Berdasarkan temuan ini, pemerintah dianjurkan untuk memperkuat perencanaan ketahanan pangan yang berbasis demografi guna mengantisipasi pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Selain itu, distribusi beras perlu ditingkatkan untuk mencapai kemerataan yang lebih baik, harga beras harus dijaga stabilitasnya, serta masyarakat perlu diberikan edukasi terkait diversifikasi konsumsi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada beras sebagai sumber karbohidrat utama. Kata Kunci: konsumsi beras, harga beras, ketersediaan beras, produksi beras, SPSS
ANALISIS RANTAI PASOK BERAS DENGAN PENDEKATAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) DI TOKO TANI INDONESIA CENTER KOTA GORONTALO Rafiq Ramdan Syukur; Ria Indriani; Larasati Sukmadewi Wibowo
Jurnal Sains Agribisnis Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v4i2.1567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aliran produk, aliran uang, aliran informasi pada rantai pasok beras dan mengetahui Manajemen Rantai Pasok dengan penerapan Model SCOR. Pengumpulan data yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yaitu menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan untuk uji data yaitu menggunakan analisis manajemen Supply Chain Operation Reference (SCOR). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alur rantai pasok atau supply chain beras terdapat 3 komponen lembaga atau pelaku dalam rantai pasok yaitu pemasok (petani), karyawan TTIC dan konsumen, dimana dalam alur rantai pasok beras memiliki tiga aliran yaitu aliran produk, aliran uang, dan aliran informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rantai pasok beras di TTIC Kota Gorontalo sudah berjalan dengan baik. Indikatornya dapat dilihat dari eksistensi dan operasional TTIC Kota Gorontalo yang tidak ada keluhan dari konsumen di satu sisi dan operasional usaha toko yang tetap eksis.
Community Empowerment: Utilization of Corn Waste Into Biochar for Organic-Based Soil Regeneration in Gorontalo Mayasari Yamin; Supriyo Imran; Ria Indriani; Zulham Sirajuddin
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 5 No 2 (2025): Juni-November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v5i2.2038

Abstract

Biochar application has been evaluated for various types of soil including sand, sandy loam, and clay loam such as soil conditions in Gorontalo Province. This community service aims to provide information related to the benefits of corn cob waste and increase the knowledge and insight of the Ulapato B Village community regarding the manufacture of biochar as a soil conditioner. This community service consists of several activities, namely counseling, direct practice related to the manufacture of biochar, assistance to the community, and monitoring and evaluation. Based on the results of the counseling that has been carried out, it has been able to increase the knowledge and insight of the Ulapato B community regarding the manufacture of biochar using corn cob waste as a raw material. In addition, this activity also increases the community's understanding of the benefits of corn cob waste which they initially only considered as goods that had no ecological information value. Judging from the evaluation stage that was carried out, the responses of the community service participants were positive for each material presented. The material for the stages of making biochar from corn cobs produced the highest percentage, reaching 87.5% and the lowest for the material on Data interpretation related to land area, corn production and the amount of cob waste per year of corn production specifically for data in Gorontalo Province and Indonesia in general, with a percentage of only 15%. This means that community service participants are more interested in direct demonstrations compared to data-based materials.
Sustainability Analysis of Farmers' Social Capital Aspects of Clove Farming in Bone Bolango Regency, Gorontalo Province Mirda Lasena; Ria Indriani; Irwan Bempah
Amkop Management Accounting Review (AMAR) Vol. 6 No. 1 (2026): January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v6i1.3375

Abstract

Usahatani cengkeh di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, merupakan sumber penghidupan penting sekaligus penopang agribisnis rempah daerah. Namun keberlanjutan sistem ini tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi dan lingkungan, melainkan juga oleh modal sosial petani yang membentuk kegiatan budidaya dan relasi pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi modal sosial terhadap kegiatan petani cengkeh serta menilai status keberlanjutan usahatani secara multiaspek. Penelitian menggunakan desain kombinasi kuantitatif dan kualitatif di Kecamatan Bone pada Juli–September 2025. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan diskusi kelompok terarah dengan informan kunci petani dan pemangku kepentingan lokal, didukung data sekunder. Analisis kualitatif mengikuti langkah reduksi, penyajian, dan verifikasi, sedangkan status keberlanjutan dihitung menggunakan Multiaspect Sustainability Analysis pada tujuh aspek: lingkungan, sosial, ekonomi, jaringan, norma dan nilai, kepercayaan, serta kegiatan petani. Hasil menunjukkan aspek lingkungan berada pada kategori berkelanjutan, terutama ditopang praktik adaptasi dan mitigasi iklim serta pengelolaan kebun yang relatif selaras dengan kondisi agroekologi. Sebaliknya, aspek sosial, ekonomi, jaringan, norma dan nilai, kepercayaan, serta kegiatan petani masih berkelanjutan rendah atau rentan. Modal sosial internal petani kuat melalui ikatan kekerabatan, gotong royong, dan saling percaya antarpetani, sehingga menopang praktik budidaya tradisional. Namun lemahnya jejaring dan kepercayaan eksternal membatasi akses pada inovasi, pembiayaan, dan pasar, yang tercermin pada rendahnya keberlanjutan ekonomi dan jaringan. Faktor pengungkit utama meliputi peningkatan taraf hidup petani, penggunaan teknologi panen hemat tenaga, kontrak penjualan tetap, keterlibatan kolektif dalam pengelolaan sumber daya alam, transparansi harga pasar, dan penggemburan tanah. Studi ini menegaskan bahwa penguatan modal sosial menuju jejaring lintas lembaga dan pasar merupakan prasyarat perbaikan keberlanjutan sosial-ekonomi usahatani cengkeh. Temuan memberikan dasar prioritas intervensi kebijakan dan memperkaya pemahaman tentang peran modal sosial dalam keberlanjutan perkebunan cengkeh di tingkat lokal.
Analysis of the Calculation of Rice Staple Food Reserve Needs in Gorontalo Regency City Norma Luntayo; Ria Indriani; Asda Rauf
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.9820

Abstract

Rice is a strategic commodity that determines socio-economic stability as well as the main indicator of food security in Indonesia, especially in Gorontalo Province. Based on data for 2024, rice production in Gorontalo has decreased by 6.59%, which has a direct impact on the decline in the availability of rice for the population's consumption. This study aims to (1) analyze the appropriate method of calculating the needs of Rice Staple Food Reserves (CPPB) at the Gorontalo Regency/City level by considering local production, consumption, and risk factor data; and (2) analyze the factors that affect the needs of the CPPB to support the formulation of regional food security policies. The type of research used is quantitative descriptive using secondary data for an annual period from the Central Statistics Agency (BPS), the Agriculture Office, and the Gorontalo Provincial Food Security Office. The data analysis method was carried out through the mathematical formula approach C = (K x P) + R to calculate the ideal reserve volume, as well as multiple linear regression analysis to test the influence of independent variables partially (t-test) and simultaneously (F-test). The results of the study are expected to provide a visualization of real food reserve needs in each region and prove the significant contribution of production, consumption, and local risk factors to fluctuations in basic reserve needs. Strategic recommendations are directed at optimizing local government buffer stocks and food distribution management efficiency to anticipate food crises due to climate dynamics and other local risks
Analysis of Tomato Production and Marketing Efficiency for Farmers in Boalemo Regency Sri Ferlin Hakim; Ria Indriani; Asda Rauf
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.9840

Abstract

Tomatoes (Solanum lycopersicum L.) are one of the horticultural commodities that have high economic value and an important role in fulfilling community nutrition. The high demand for tomatoes, both for fresh consumption and as raw materials for the processing industry, makes this commodity have great potential for development. In Indonesia, tomato production is spread across various highland and lowland areas, one of which is in Paguyaman District, Boalemo Regency. This study aims to analyze the efficiency of tomato production and marketing in farmers in Boalemo Regency. The study uses a quantitative approach with Cobb-Douglas production function analysis, Stochastic Frontier Analysis (SFA), as well as marketing channel analysis, marketing margin, and farmer's share. The results of the study show that land area, seeds, fertilizers, labor, and pesticides affect tomato production. Most farmers have achieved a fairly good level of technical efficiency, but there are still opportunities to increase productivity. The dominant marketing channels are farmers-traders, collectors–consumers. The longer the marketing channel, the greater the marketing margin formed.
Co-Authors A. Nixia Tenriawaru Agustinus Moonti Ahmad Asse Ahmad Yasar Ramdan Amir Halid Amir Hamza Hadju Amita Djama Ana Runtuwene Andi Anirah Anis Dewi Kurniawati Asara Putri Nadiwa Asda Rauf Asda Rauf Ashar, Muhammad Astri Julistri Geabo Baehaqi Chusnul Islamiyati Jusuf Delvi Suleman Dina Novayanti Dwi Rahmawati Echan Adam Fara Zubedi Farlan Rauf Fitriyanti Pioke Harija K. Mahalipa Haris Singgili Hermanto Feybie Asona Iksal Sibaki Irmawati saul Irwan Bempah Ismet Hasan Julia Gobel Karlena Arsyad L Lusiana La Ode Sahara Lalu Kusumawardi Larasati Sukmadewi Wibowo Lasawali, Adhriansyah A Linta Aulia Lolita Adinintiyas Putri M. Zainul Kholil Mahludin H Baruwadi Mahludin H. Baruwadi Majidah Amalia Trismawati Maryam H Mukmin Mayasari Yamin, Mayasari Mila Rosita Mirda Lasena Moh Syahrul Saputra Popalo Mohammad Zubair Hippy Muh Aditya Wirfahyadi N. Tenriawaru Nangsi Ilato Nifta Loanga Nimade Viantika Nindy Agustia Nunge Nofriyanto Halid Norma Luntayo Nur Azizah Nur Rahmi Suud Nurinda Abas Nurul Fadly Purna dewinta Soga Putri Utami Asimin Rafiq Ramdan Syukur Rahim Darma Ramlan Mustafa Rifaldi Mopangga Rismawati S Riwan Saputri Itani Rizki Arsika Yunita Salindiri Halid Sari Wulan Selviawati Herman Sintia Abbas Siti Shafwah Ratna Utami Slamet Hasan Sri Fatmawati Isini Sri Ferlin Hakim Sri Widya Ranti Umar Sri Yenny Pateda Sri Zakaria St. Aisyah Supriyo Imran Tiyansi M Makale Trigheofani Hasan Ubadah Yanti Saleh Yuliana Bakari YUNUS MUSA Yuriko Boekoesoe Zein Anggowa Zulham Sirajuddin