Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Abdimas Dewantara

Pemberdayaan masyarakat di Padukuhan Gamol melalui penerapan literasi finansial sebagai bentuk implementasi SDGs desa Pertiwi, Indah Gita; Erviana, Vera Yuli; Putri, Ivani Kartika Cahyani; Zahra, Ma’ratu; Rahmawati, Annisa Cahya
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i1.16198

Abstract

Salah satu faktor yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap pembangunan ekonomi di masyarakat adalah kemampuan yang dimiliki oleh Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuan dari pengabdian ini adalah  untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang berfokus pada konteks pembangunan ekonomi, kualitas SDM yang sangat perlu untuk terus ditingkatkan, diantaranya dapat dilakukan dengan memperkuat pema-haman terkait dengan literasi finansial. Deswitadaya merupakan suatu program dari Unit Kegiatan Usaha Kecil Menengah yang dibentuk oleh masyarakat Padukuhan Gamol, Desa Balecatur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka meningkatkan kreatifitas dan keterampilan masyarakat sekitar dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Selaras dengan hal tersebut, dalam artikel ini akan dibahas mengenai proses pembentukan taman literasi pojok baca untuk meningkatkan kualitas literasi Masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut; (1) sosialisasi; (2) pendampingan; (3) gelar produk; (4) monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan dan perekonomian warga, dimana setelah melaksanakan Deswitadaya produk hasil usaha yang ada dapat di distribusikan di berbagai segmen pasar yang ada di Yogyakarta baik secara offline maupun online dengan tingkat keberhasilan 90%.   Community empowerment in Gamol hamlet through the application of financial literacy as a form of implementation of village SDGs   Abstract: One factor that has a huge influence on economic development in society is the capabilities of Human Resources (HR). The aim of this service is to improve community capabilities that focus on the context of economic development and the quality of human resources, which really needs to continue to be improved, which can be done by strengthening understanding related to financial literacy. Deswitadaya is a program from the Small and Medium Enterprise Activity Unit, which was formed by the Padukuhan Gamol community, Balecatur Village, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta in order to increase the creativity and skills of the surrounding community in utilizing existing natural resources. In line with this, this article will discuss the process of establishing a reading corner literacy park to improve the quality of community literacy. The method used in this activity is as follows: (1) socialization, (2) mentoring, (3) product title, and (4) monitoring and evaluation. The results of this activity can improve the skills and economy of residents, where after implementing Deswitadaya, existing business products can be distributed in various market segments in Yogyakarta, both offline and online, with a success rate of 90%.
Revolusi literasi anak: Serunya membaca nyaring melalui edugame di Sanggar Bimbingan Kulim, Kedah Malaysia Erviana, Vera Yuli; Suwartini, Iis; Rahmad, Khozaeni bin
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i1.16984

Abstract

Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek yaitu: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Permasalahan yang terjadi di SB Kulim bahwa keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut belum optimal. Masih terdapat siswa belum dapat membaca dengan baik. Hal tersebut tentu menjadi penghambat peningkatan kompetensi menulis. Anak yang tidak bisa membaca sudah pasti tidak bisa menulis. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi membaca berbasis edugame untuk mengoptimalkan kualitas dalam proses pembelajaran, meningkatkan budaya dan menarik minat anak-anak untuk gemar membaca di SB Kulim, dan terciptanya lomba literasi membaca antar anak-anak di SB Kulim. Metode pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan secara blended learning. Permasalahan di SB Kulim dapat diatas melalui sosialisasi mengenai konsep media berbasis edugame, pelatihan pemanfaatan media berbasis edugame untuk meningkatkan literasi membaca, pendampingan penerapan media berbasis edugame kepada anak-anak di SB Kulim Malaysia, dan lomba literasi membaca. Hasil pelatihan membaca nyaring berbasis edugame untuk meningkatkan literasi membaca anak di SB Kulim adalah dengan menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran di SB Kulim. Hal tersebut dibuktikan dengan pelatihan yang telah direncanakan berdurasi 400 menit dalam setiap pelasanakannya dan dilaksanakan selama 2 semeseter (gasal dan genap). Hasil pengabdian terdapat peningkatan keterampilan literasi membaca yang dilakukan melalui pelatihan media edugame yang ditunjukkan melalui pre test dan post test. Hal ini dibuktikan melalui berdasarkan rata-rata hasil skor pre tes adalah 65,08 sedangkan nilai rata-rata post test mengalami peningkatan sebesar 86,03 artinya ada perbedaan atau peningkatan rata-rata skor pre test dan post test yaitu sebesar 20,95 poin. Oleh karena itu, melalui pengabdian ini dapat dibuktikan bahwa produk education game dapat meningkatkan literasi membaca pada anak-anak.   Children's literacy revolution: The excitement of reading aloud through edugames at Sanggar Bimbingan Kulim, Kedah Malaysia   Abstract: Language skills include four aspects, namely listening, speaking, reading, and writing. The problem that occurs at SB Kulim is that the four aspects of language skills are not optimal. There are still students who cannot read well. This is certainly an obstacle to increasing writing competence. Children who can't read definitely can't write. This training aims to improve edugame-based reading literacy skills to optimize quality in the learning process, improve culture and attract children's interest in reading at SB Kulim, and create a reading literacy competition among children at SB Kulim. This community service method is carried out using blended learning. Problems at SB Kulim can be addressed through socialization regarding the concept of edugame-based media, training on the use of edugame-based media to increase reading literacy, assistance in implementing edugame-based media for children in SB Kulim Malaysia, and reading literacy competitions. The result of edugame-based reading-aloud training to improve children's reading literacy at SB Kulim is to show an increase in the quality of learning at SB Kulim. This is proven by the training, which has been planned to last 400 minutes in each implementation and is carried out for two semesters (odd and even). The results of the service include an increase in reading literacy skills carried out through edugame media training, which is demonstrated through pre-tests and post-tests. This is proven based on the average pre-test score being 65.08, while the average post-test score has increased by 86.03, meaning there is a difference or increase in the average pre-test and post-test scores, namely 20.95 points. Therefore, through this service, it can be proven that educational game products can increase reading literacy in children.
Pelatihan intergrated smart farming melalui sistem aquaponik di Kebun Dakwah Muhammadiyah Erviana, Vera Yuli; Sulisworo, Dwi; Robiin, Bambang
ABDIMAS DEWANTARA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v7i2.18157

Abstract

Pelatihan ini bertujuan peningkatan kesejahteraan mitra Kebun Dakwah Muhammadiyah dengan pengoptimalisasian smart farming melalui sistem aquaponic berbasis IoT. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini dikaukan secara luring yang bertempat di Kebun Dakwah Muhammadiyah  terletak pada Jl. Nitikan Baru No.88 A, Sorosutan, Kec.Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Permasalahan di Kebun Dakwah Muhammadiyah dapat diatasi melalui Sosialisasi, Pelatihan integrated smart farming untuk mitra, Penerapan Teknologi intergrated Smart Farming, serta Pendampingan dan Evaluasi. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini dibuktikan dengan adanya pelatihan dan penerapan integrated smart farming yang berupa aquaponic. Pelatihan dan penerapan ini menggunakan sayuran kangkung dan ikan lele. Sayuran kangkung dipilih dikarenakan sebagai salah satu tanaman yang banyak digemari oleh Masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan lele digunakan dipilih dikarenakan sebagai salah satu komoditas ikan air tawar yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia dan peminatnya selalu meningkat setiap tahunnya.  Hal ini juga dibuktikan dengan meningkatnya pemahaman mitra untuk mengembangkan atau budidaya sayuran dengan ikan dengan waktu yang bersamaan melalui hasil rata-rata hasil skor pre-tes 5,75 dan hasil rata-rata post-test sebesar 8,95. Hal tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 3,2 poin. Oleh karena itu, pelatihan ini dapat dibuktikan bahwa penerapan integrated smart farming dapat meningkatkan kemampuan mitra dalam pengoptimalisasian smart farming melalui sistem aquaponic berbasis IoT.   Training on integrated smart farming through aquaponic system aquaponics at the Muhammadiyah Da'wah Garden   Abstract: This training aims to improve the welfare of Muhammadiyah Da'wah Farm partners by optimizing smart farming through an IoT-based aquaponic system. The method used in this community service is conducted offline at the Muhammadiyah Da'wah Garden located at Jl. Nitikan Baru No.88 A, Sorosutan, Kec.Umbulharjo, Yogyakarta City, Yogyakarta Special Region. Problems at the Muhammadiyah Da'wah Farm can be overcome through socialization, integrated smart farming training for partners, application of integrated smart farming technology, and assistance and evaluation. The results of this Community Service are evidenced by the training and application of integrated smart farming in the form of aquaponic. This training and application uses kale vegetables and catfish. Kale vegetables were chosen because they are one of the plants that are widely favored by the Indonesian people and have high economic value. Catfish is used because it is one of the freshwater fish commodities that are in great demand by the people in Indonesia and its demand always increases every year. This is also evidenced by the increased understanding of partners to develop or cultivate vegetables with fish at the same time through the average results of the pre-test score of 5.75 and the average results of the post-test of 8.95. This shows an increase of 3.2 points. Therefore, this training can prove that the application of integrated smart farming can improve partners' ability to optimize smart farming through an IoT-based aquaponic system.