Articles
The Influence of the Mallogo Traditional Game on the Social Skills of Children Aged 5-6 Years in Amalia II Kindergarten, South Labuhanbatu Regency, 2022/2023 Academic Year
Nur Paujiah Harahap;
Anita Yus
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 2 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55927/ijar.v2i7.5139
The purpose of this study was to determine the effect of the traditional mallogo game on the social skills of children aged 5-6 years at Amalia II Kindergarten, Labuhan Batu Selatan Regency, in the 2022/2023 academic year. This research uses a quasi-experimental design in the form of The Equivalent Time Sample Design. The research population was all children aged 5-6 years in Kindergarten Amalia II in 2 classes. The sampling technique uses simple random sampling technique so that the sample is the Ar-Rahim class, which consists of 30 children. The variables of this study consist of the independent variable, namely the traditional mallogo game and the dependent variable, namely social skills. Data collection techniques using observation with observation sheet instruments. Data were analyzed using the t-test with a significant level of α=0.05 with a critical value of 0.161. The results showed that there was a significant effect of the traditional mallogo game on the social skills of children aged 5-6 years at Kindergarten Amalia II, South Labuhan Batu Regency. This is evidenced by the results of statistical calculations of the difference in the average data given the second treatment with data without being given the second treatment, where the results of tcount (13.808) > ttable (1.699) which means that Ha is accepted and Ho is rejected or means that the traditional mallogo game has a significant effect on social skills of children aged 5-6 years in Kindergarten Amalia II Labuhan Batu Selatan District for the 2022/2023 Academic Year.
WASTAFEL INOVATIF SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SANITASI PADA ANAK USIA DINI
Siti Zulfa Yuzni;
Anita Yus;
Rosnelli Rosnelli;
Nahesson H. Panjaitan;
Zulfikar Taqiuddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19716
Pengenalan kebersihan harus ditanamkan pada anak sejak usia dini. Proses pengenalan dan pemahaman akan arti kebersihan diri dan lingkungan memerlukan sarana atau media, sehingga anak dengan cepat dapat memahami dan mengaplikasikannya. Salah satu media yang dapat diperkenalkan kepada anak dalam proses pembelajaran sanitasi adalah wastafel inovatif. Peran dan fungsi wastafel ini sebagai tempat untuk mencuci tangan untuk anak. Tujuan yang akan dicapai adalah anak dapat mencuci tangan dengan baik dan benar. Setiap anak harus dapat melakukan kegiatan cuci tangan dengan sabun setelah anak melakukan kegiatan bermain untuk menghindari penyebaran penyakit. Bentuk wastafel inovatif didesain menarik dengan memperhatikan profil dan karakter anak. Bentuk dan warna merupakan hal yang dapat dieksplorasi sehingga anak tertarik untuk melakukan proses sanitasi pada dirinya. Penerapan konsep pembelajaran sanitasi dilakukan di sekolah PAUD-RA Bunda Asih. Pemilihan sekolah berdasarkan pada belum tersedianya media untuk mencuci tangan dalam bentuk wastafel, sehingga anak mengabaikan kebersihan diri karena terlepas dari pengawasan para guru. Kondisi ini menjadi kendala bagi guru untuk mengenalkan sanitasi hidup sehat secara baik dan benar. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan pengembangan desain sanitasi yang menarik kreatif dan inovasi yang merangsang kreatifitas dan kebiasaan anak untuk selalu menjaga kebersihan diri dan membiasakan mencuci tangan untuk kebersihan dirinya.
Keefektifan Modul Tematik Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Ade Hermansyah Pohan;
Biworo Frida Gurning;
Susanna Ginting;
Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/geci.v1i2.3167
Latar belakang: Modul ajar tematik dibuat berbasis masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kajian ini bermaksud memaparkan keefektifan modul tematik berbasis masalah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian: Kajian ini berupa kajian pengembangan yang diselaraskan pada prosedur Borg dan Gall yang dimodifikasi dengan data dikumpulkan melalui angket kemampuan berpikir kritis siswa yang kemudian dianalis memakai kuantitatif deskriptif dengn subyek pada kajian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Al-Ittihadiyah Teladan dengan jumlah 25. Kajian ini dilakukan dengan rancangan yang bermaksud menguji keefektifan modul ajar tematik berbasis masalah kepada siswa di kelas sebelum dan sesudah menggunakan modul tematik ini dengan memakai kelas kontrol dan eksperimen. Hasil penelitian: Hasilnya memaparkan modul ajar tematik memiliki tingkat keefektifan yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai rerata kelas eksperimen 87.76 dan kelas kontrol 77.86. Kesimpulan: Sehingga di konklusikan bahwa modul ajar tematik berbasis maslah efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar.
Peran Model Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Ade Hermansyah Pohan;
Susanna Ginting;
Suryana Rajagukguk;
Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/geci.v1i2.3168
Latar belakang: Kajian ini dilandasi atas permasalahan yang terjadi saat pembelajaran matematika di sekolah dasar berlangsung yaitu banyak siswa yang belum aktif sehingga hasil belajar siswa rendah dan belum memenuhi KKTP, hal itu dikarenakan model belajar yang digunakan guru belum membuat siswa antusias dalam belajar matematika. Sehingga diperlukan model belajar yang inovatif dan menekankan kreativitas serta keaktifan siswa di dalam kelas salah satunya adalah model Two Stay Two Stray. Metode penelitian: Kajian ini bermaksud memaparkan peran model two stay two stray terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD dan dilaksanakan di SD Negeri 060884 Medan dengan siswa kelas IV sebagai subyek kajian. Dimana pelajaran matematika di SD belum mencapai KKTP yang telah ditentukan, dikarenakan hal tersebut guru hasruslah membuat strategi yang baik saat mengajar agar KKTP yang telah ditentukan dapat tercapai dan siswa jauh lebih menyukai pembelajaran yang berlangsung. Kajian ini berupa kajian kualitatif yang menggunakan studi kepustakaan dengan data dikumpulkan dari rujukan semacam buku ataupun jurnal yang relevan. Hasil penelitian: Hasil dari kajian ini memaparkan model Two Stay Two Stray memberikan kemudahan guru dalam memaparkan materi dan membuat siswa lebih aktif saat belajar serta siswa mampu mengaplikasikan dan mengeksplor kognitif mereka sehingga hasil belajar matematika meningkat. Kesimpulan: Model two stay two stray memiliki peran yang krusial dalam meningkatkan hasil belajar siswa, sebab model ini mengharuskan siswa aktif berkomunikasi dalam kelompok agar mampu mengapikasikan dan mengeksplorasi kogntitif yang mereka punya yang mempengaruhi hasil belajar matematika
Analisis Media Belajar Digital di Generasi Alpha Era Society 5.0 Mendukung Kurikulum Merdeka
Rani Adillah;
Nurul Arfika;
Fince Putri Yeni Purba;
Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/geci.v1i2.3177
Latar belakang: Penelitian ini sangat penting karena memaparkan upaya dalam mengatasi munculnya era digital, sehingga proses pembelajaran di kelas harus ditingkatkan dan dikembangkan serta diperbaiki agar memenuhi kebutuhan siswa. Metode penelitian: Kajian ini bermaksud memberikan referensi yang informatif pada aspek media belajar digital yyang cocok untuk generasi alpha di era society 5.0 pada kurikulum merdeka. Selain itu, bertujuan merangsang kepuasan belajar siswa generasi alpha dan memastikan kebutuhan mereka tercapai. Kajian ini dibuat menggunakan studi kepustakaan, dengan data yang dikumpulkan dari analisis isi yang di dalamnya terdapat sumber-sumber relevan demi mendukung kajian ini. Hasil penelitian: Hasil penelitian memaparkan banyak sekali dukungan media belajar digital pada generasi alfa yang selaras dengan kebutuhan mereka seperti media animasi, video digital, podcast, augmented reality, virtual reality, permainan pembelajaran, modul elektronik interaktif dan powerpoint. Kesimpulan: Dalam pemilihan materi pembelajaran digital demi mendukung kurikulum merdeka juga diselaraskan pada gaya belajar siswa di kelas agar terciptanya suasana belajar yang mendukung siswa agar menghasilkan lulusan yang berkualitas baik.
Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak Melalui Gaya Belajar Kooperatif di Sekolah Dasar
Biworo Frida Gurning;
Wirda Hayatina Lubis;
Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/geci.v1i2.3178
Latar belakang: Metode pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kecerdasan emosional anak sekolah dasar dengan didukung banyak faktor lainnya. Pengembangan kecerdasan emosional anak dicapai melalui pembelajaran kooperatif dari metode pembelajaran berpusat pada siswa, kooperatif, diskusi kelompok, dan permainan. Metode penelitian: Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 058374 Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat dengan subyek siswa kelas III. Sumber topik ini adalah bentuk program dan materi pendidikan dengan sebagian data diperoleh dari wawancara mendalam yag terperinci yang dianalisis menggunakan metode lapangan dan analisis isi. Hasil penelitian: dalam pelaksanaannya peran guru sangatlah penting dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak. Selain itu, peran orang tua dalam setiap kegiatan pendidikan juga tidak kalah penting. Orang tua berperan sebagai mitra dalam menerapkan strategi pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak. Kesimpulan: model pembelajaran yang mendukung kerjasama dan pendidikan akan mampu mengembangkan kecerdasan emosional anak.
Peningkatan Hasil Belajar Tema 4 Subtema Pekerjaan di Sekitarku Melalui Model Kooperatif Tipe Group Investigation Pada Siswa Kelas IV SD
Fince Putri Yeni Purba;
Suryana Rajagukguk;
Nurul Arfika;
Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/geci.v1i2.3189
Latar belakang: Pendidikan menjadi penopang dalam menciptakan SDM yang bermutu. Idealnya negara dengan sistem pendidikan yang baik, biasanya menghasilkan SDM yang baik pula. Namun saat ini sistem pendidikan di sekolah tersebut kurang berjalan dengan baik sehingga berdampak pada hasil belajar siswa khususnya pada topik pembelajaran mata pelajaran ke 4 yaitu topik “Pekerjaan disekitarku” untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Menyikapi hal tersebut kajian ini berupaya memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model belajar Group Investigation. Metode penelitian: Kajian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui proses dan hasil belajar di kelas. Penelitian ini difokuskan pada siswa kelas IV SDN 060813 dengan jumlah 30 siswa. Hasil penelitian: Hasil kajian memaparkan model belajar Group Investigation memberikan peningkatan yang signifikan, terlihat dari rerata hasil belajar siklus I, dari 30 siswa sebanyak 16 siswa atau 58% capaian tuntas dan sisanya sebanyak 14 attau 42% capaian tidak tuntas. Sedangkan di siklus II dari 30 siswa sebanyak 26 siswa atau 87% capaian tuntas dan sisanya 4 siswa atau 13% capaian tidak tuntas. Kesimpulan: Model belajar Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar Topik 4 subtema "Pekerjaan di Sekitarku" kelas IV sekolah dasar, terlihat dari peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II
Pengaruh Model Belajar STAD Terhadap Hasil Belajar Tematik Bertema Panas dan Perpindahannya pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Rani Adillah;
Wirda Hayatina Lubis;
Anita Yus
Jurnal Generasi Ceria Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Artikel Riset Nopember 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/geci.v1i2.3190
Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi karena siswa kurang memahami materi khususnya pembelajaran tematik khususnya tema panas dan perpindahannya, serta guru kurang berinovasi dan masih menggunakan model pembelajaran konvesional yang mengakibatkan siswa cenderung merasa bosan dalam proses pembelajaran. Kajian ini bermaksud menguji model belajar STAD dapat berpengaruh pada hasil belajar tematik khususnya tema panas dan perpindahannya pada siswa kelas V SD. Metode penelitian: kajian ini merupakan kajian kuantitatif pendekatan eksperimen yang di desain dengan pra-eksperimenta, dengan datanya dikumpulkan dari observasi dan tes. Kajian dilakukan di SD Kartini Medan dengan jumlah murid yang menjadi subyek sebanyak 31 siswa. Hasil penelitian: Hasil kajian memaparkan model pembelajaran STAD memengaruhi hasil belajar tematik khususnya tema panas dan perpindahannya pada siswa kelas V sekolah dasar. Hal ini dibuktikan dari hasil rerata dan uji-t saat pretest dan post-test didapat koefisien thitung 12.450>ttabel 2.534, hal itu bermakna Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Model beljar STAD berpengaruh kuat terhadap hasil belajar tematik siswa materi panas dan perpindahannya pada siswa kelas V sekolah dasar dibuktikan dengan Thitung>Ttabel
PENGGUNAAN OBSERVASI VISUAL DIGITAL PADA INTERAKSI GURU DAN ANAK DALAM KELAS PAUD
Anita Yus;
Salim Salim
Jurnal Tematik Vol 11 No 1 (2021): JURNAL TEMATIK
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jt.v11i1.24820
The interactions in Indonesian early childhood classes are still traditionally done without using digital visuals. The impact is that the data obtained is difficult to be reexamined. Therefore, this paper focuses on how digital visual observation is applied in investigating the quality of teacher-child interactions, it is used to determine the context or individuals associated with interaction, the impact of teacher-child interactions on child development. Data was collected through observation on 6 teachers with the number of children was 15 children. The study found that visual data illustrates various features of teacher-child interaction. Digital video observation provides a holistic view on the process of interaction, dominance in teacher-child interactions, and the impact of interactions on children's development in documenting all features and processes of child development that cannot be captured through traditional observations. In particular, digital visual observation brings a new perspective and becomes an effective methodological tool for understanding teacher-child interactions.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar
Putri Mas Intan Silalahi;
Demmina Ginting;
Shofyani Salasa;
Indah Mutia;
Yusnadi Yusnadi;
Anita Yus
Jurnal Tematik Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Tematik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/jt.v14i2.69520
The aim of this study is to analyze the implementation of the Problem Based Learning (PBL) Model in Integrated Thematic Learning in Elementary Schools. The main focus of this study is to analyze the suitability of the syntax in the application of the problem-based learning model in integrated thematic learning in elementary schools. Thematic learning in elementary schools is designed to improve and enrich the quality of education in a more enjoyable and meaningful way for students. The problem-based learning model is a learning model that can encourage students to actively participate in solving problems through a series of scientific method activities, so that the knowledge gained can be meaningful. The method used is a qualitative approach with descriptive research type. Data sources were obtained through primary and secondary data, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research results indicate that the implementation of the PBL model has not been carried out well and effectively in Grade VI at Langkat State Elementary School. There were inconsistencies in the PBL model's syntax or steps at certain stages, such as the teacher not clearly communicating the learning objectives, insufficiently encouraging student engagement in problem-solving, and not providing reflection at the end of the lesson. Furthermore, the students were less enthusiastic and focused, resulting in the learning objectives not being optimally achieved.