Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALYSIS OF THE COMMUNITY-BASED EMPOWERMENT PROCESS IN MANGROVE ECOTOURISM MANAGEMENT IN TELUK SEMANTING TOURISM VILLAGE Faathihsia Ridda Aulya Kur'aeny; Mustangin; Wahdatan Nisa; Muhamad Alisalman
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 3 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i3.6256

Abstract

This study aims to analyze the process of community empowerment in the management of community-based mangrove ecotourism in Teluk Semanting Tourism Village, Berau Regency. This study uses a qualitative approach with a case study design, referring to seven stages of empowerment, namely: preparation, review, alternative program planning, performance of action plans, implementation, evaluation, and termination. Data was obtained through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study show that empowerment is carried out in stages and participatory, resulting in strengthening local institutions, increasing the capacity of MSMEs (micro, small and medium enterprises) processed marine and mangrove products, and growing ecological awareness of the community. The termination process also indicates an increase in community independence in managing ecotourism in a sustainable manner
Penguatan Keterampilan Wirausaha melalui Pelatihan Canva untuk Membentuk Branding Usaha untuk Pendidikan Kesetaraan PKBM Bunda Norhidayat Norhidayat; Aisyah Trees Sandy; Mustangin Mustangin; Fahrul Hidayat; Muhammad Ilham Akbar B; Husnawati Husnawati; Muhammad Rizki
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2690

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mitra PKBM Bunda Samarinda terkait penguatan kompetensi warga belajar dan tutor Pendidikan Kesetaraan dalam aspek branding usaha, khususnya pembuatan logo sebagai identitas visual yang penting dalam pemasaran produk. Selama ini, kegiatan kewirausahaan di PKBM lebih banyak berfokus pada pelatihan produksi dan belum mencakup kemampuan merancang identitas usaha yang sederhana, mudah dibuat, dan relevan dengan kebutuhan wirausaha pemula. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk memberikan pelatihan teknis pembuatan logo berbasis aplikasi Canva, sebuah alat desain digital yang praktis dan mudah diakses oleh pengguna pemula. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, implementasi, dan evaluasi yang mencakup penyusunan modul dan media pembelajaran, pemberian materi pendahuluan mengenai konsep dasar branding, demonstrasi penggunaan Canva, praktik pembuatan logo, serta pendampingan langsung kepada peserta selama proses desain. Kegiatan juga dilengkapi dengan pretest–posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta observasi performa untuk menilai kemampuan praktik mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya logo berdasarkan skor pretest dan posttest. Selain itu, berdasarkan observasi praktik diketahui bahwa peserta dapat menyelesaikan pembeuatan logo dengan canva sesuai dengan tahapan – tahapan yang telah dipaparkan sebelumnya.
Model Integrasi Pembelajaran Orang Dewasa dalam Pendidikan Kesetaraan: Studi pada PKBM Kedondong Muhammad Rizki; Norhidayat Norhidayat; Mustangin Mustangin; Ridwan Ridwan
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v7i2.6145

Abstract

This study aims to analyze the implementation of andragogy principles in the Learning of the Package C Equality Program at Community Learning Centers (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Kedondong/PKBM Kedondong). The method used in this study is a qualitative method in order to adjust to the purpose of this research, which is to examine more deeply how to apply the principle of andragogy in the Package C Equality Program at PKBM Kedondong. The techniques used in collecting data were interviews with informants of Package C Equality Education Tutors, residents studying Package C Equality Education, and PKBM Kedondong managers. Data analysis techniques use Data Reduction, Data Presentation, and Conclusion Drawn. Data validity checks are carried out using triangulation techniques and sources. The results of the study show that the implementation of the principle of andragogy in the Package C Equality Education Program at PKBM Kedondong has gone well and is in accordance with the characteristics of adult students. The principle of need-to-know is applied to know what adult learners need. Self-Concept is the active involvement of adult learners in the learning process. Experience as a Learning Resource is used as a discussion material during the learning process. Learning Readiness is applied to conduct mapping in order to find out the ability and how ready adult students are to learn. A Learning Orientation Centered on Real problems that adult learners are facing. And Internal Motivation is applied as a reference for educators to maintain the motivation and enthusiasm for learning of adult students.
Analisis Pemberdayaan Perempuan Berbasis Pendidikan Melalui Program Pada Kelompok Wanita Tani Seruni Meiliana Reva Aulia; Mustangin Mustangin; Husnawati Husnawati; Muhammad Ilham Akbar B
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v7i2.6293

Abstract

This study aims to describe the empowerment process of women farmers based on the use of home yards in improving family food security in RT. 07, Jawa Village through the Seruni Women Farmers Group (KWT) program fostered by CSR PT. Adimitra Baratama Nusantara. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, document studies with research informants including the CSR team of PT. Adimitra Baratama Nusantara, the Chairperson of the Seruni Women Farmers Group (KWT), and female farmer members. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. While the validity of the data uses triangulation of sources and techniques. The results of the study show that the empowerment process is carried out in three stages: (1) Awareness Stage, (2) Capacity Building Stage, and (3) Post-program Empowerment Stage. This study shows that the empowerment program for women farmers based on the use of home yards fostered by CSR PT. Adimitra Baratama Nusantara can be said to have succeeded in increasing the knowledge, skills, and independence of the community in supporting family food security to provide social and economic benefits for the community.
Model Pemberdayaan Perempuan Berbasis Pendidikan Nonformal Melalui Program Bank Sampah Bunda Di Desa Bangun Rejo Rabiatul Adawiyah; Mustangin Mustangin; Arif Sugianto; Muhammad Ilham Akbar
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 26 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/myqrsv80

Abstract

This study aims to examine the model of women's empowerment based on non-formal education through the Bunda Waste Bank Program in Bangun Rejo Village. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was carried out through observation, interviews, and document studies. Data analysis uses Miles and Huberman's interactive model which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawn, with data validity maintained through source triangulation and triangulation techniques. The results of the study show that the women's empowerment model in this program is studied using five stages, namely preparation, social mapping, planning, implementation, and evaluation. The main characteristic of the model lies in a participatory and contextual approach that allows women to be actively involved in the learning process and program management. This research shows that the Bunda Waste Bank Program can be an example of an adaptive, participatory, and sustainable community empowerment model.
Kesadaran Masyarakat Perkotaan dalam Memahami dan Mewujudkan Kesejahteraan Sosial: Perspektif Pedagogi Kritis Paulo Freire A. Ismail Lukman; Muhamad Alisalman; Mustangin; Irza Mahendra
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.96119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran masyarakat Kota Samarinda dalam memahami dan mewujudkan kesejahteraan sosial. Adapun teori yang digunakan adalah tahapan kesadaran (Consientizasi) Paulo Freire. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap kesadaran magis, masyarakat masih memahami bahwa kesejahteraan sosial sebagai sesuatu yang sulit dicapai karena masyarakat hanya memikirkan kebutuhan sehari-hari dan hanya melihat masalah sebagai hal yang inheren dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahapan kesadaran naif, masyarakat memahami bahwa kesejahteraan sosial adalah sesuatu yang dapat dicapai dengan fokus pada peran masing-masing dan menerima sistem yang sudah ada. Perubahan bergantung pada kemampuan individu. Pada tahap kesadaran kritis masyarakat memahami bahwa kesejahteraan sosial hanya dapat dicapai oleh masyarakat yang berpikir kritis melihat masalah sebagai sesuatu yang bersifat kompleks dan saling berkaitan, masyarakat melakukan upaya untuk berubah, dengan berwirausaha, berani mengambil risiko, dan berani melakukan kritikan terhadap sistem yang menghambat perkembangan. Pemerintah harus memberikan ruang dan memfasilitasi masyarakat non skill dan pengangguran sehingga dapat bekerja dan mencapai kesejahteraan sosial. Kata Kunci: analisis kesadaran, masyarakat perkotaan, kesejahteraan sosial, pedagogi kritis   Urban Community Consciousness in Understanding and Realizing Social Welfare: Paulo Freire's Critical Pedagogy Perspective   Abstract This study aims to analyze the awareness of the people of Samarinda City in understanding and realizing social welfare. The theory used is Paulo Freire's stages of consciousness (Conscientization). The research method used is a qualitative approach. Data collection techniques through interviews, observations, documentation studies and literature studies. Data analysis techniques use source triangulation. The results of the study show that at the magical consciousness stage, people still perceive social welfare as something difficult to achieve because they only think about daily needs and only see problems as inherent in everyday life. At the naive consciousness stage, people understand that social welfare is something that can be achieved by focusing on their respective roles and accepting the existing system. Change depends on individual abilities. At the critical consciousness stage, people understand that social welfare can only be achieved by people who think critically and see problems as something complex and interconnected, people make efforts to change, by becoming entrepreneurs, daring to take risks, and daring to criticize systems that hinder development. The government must provide space and facilitate unskilled and unemployed people so they can work and achieve social welfare.. Keywords: analysis of consciousness, urban society, social welfare,  critical pedagogy
Proyeksi Penduduk Tahun 2044 dan Tantangan Pencapaian SDGs Tujuan Ke-4 (Pendidikan Berkualitas) di Kabupaten Berau Tri Retno Hijriani; Aisyah Trees Sandy; Yulian Widya Saputra; Nurul Azmi; Mustangin Mustangin; Erick Prawiguna; Ahmad Hidayat; Laili Komariyah
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v7i1.6382

Abstract

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Berau tahun 2024 mencatat jumlah penduduk Kabupaten Berau  sebanyak 299.005 jiwa. Sensus Penduduk tahun 2020 mencatat penduduk Kabupaten Berau pada bulan September sebanyak 248.035 jiwa, berarti dalam 4 tahun mengalami pertambahan penduduk sebanyak 50.970 jiwa. Jumlah penduduk Kabupaten Berau terus mengalami peningkatan rata-rata setiap tahunnya, sekitar 12.742 jiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis proyeksi penduduk Kabupaten Berau hingga tahun 2044 dan tantangan pencapaian SDGs tujuan ke-4 (pendidikan berkualitas) . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik analisis data menggunakan rumus aritmatik (proyeksi penduduk) dengan mengasumsikan bahwa penambahan jumlah penduduk setiap tahun jumlahnya sama (konstan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi jumlah penduduk tahun 2044 Kabupaten Berau sejumlah 1.527.915 jiwa. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, jumlah penduduk usia sekolah juga akan meningkat dan akan berdampak pada meningkatnya permintaan terhadap layanan pendidikan di semua jenjang pendidikan, sehingga memerlukan perencanaan pendidikan yang matang, termasuk penyediaan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, dan pemerataan akses antarwilayah. Tantangan utama meliputi ketimpangan akses pendidikan, kualitas guru yang belum merata, dan faktor sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan pendidikan berbasis data kependudukan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pendidikan inklusif dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian SDGs tujuan ke-4 di Kabupaten Berau
GERAKAN ANTI PERGAULAN BEBAS REMAJA MELALUI PENYULUHAN DI KELURAHAN SEMPAJA SELATAN Sarifah Fadia; Nuryuliyanti Handayani; Cheria Salsabila; Risa Irvani Salsabila; Siti Aisyah Jasmin Lathifah; Dilla Ananda Putri; Afriah Tompagea; Elniati Elniati; Muhamad Alisalman; Mustangin Mustangin; Norhidayat Norhidayat
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v3i1.35

Abstract

Isu pergaulan bebas merupakan isu permasalahan yang terjadi pada remaja dan dapat memberikan dampak negatif pada pertumbuhan remaja. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan kepada remaja untuk terhindar dari adanya pergaulan bebas sebagai gerakan anti pergaulan bebas. Program ini dilaksanakan bagi remaja di Sempaja Selatan, Kota Samarinda. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan tentang anti pergaulan bebas melalui penyuluhan dengan peserta berjumlah 20 Orang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan dengan rentang waktu bulan Januari sampai Februari 2023, dimulai dari tahapan persiapan untuk perizinan pemangku kepentingan. Tahapan penyusunan bahan ajar untuk penyuluhan. Tahapan pelaksanaan sebagai tahapan inti dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dimulai dengan pembukaan. Kegiatan inti yaitu penyampaian materi dengan menggunakan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk umpan balik. Pada pengabdian kepada masyarakat ini peserta kegiatan antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat hal ini terlihat dari adanya keterlibatan aktif dalam diskusi. Dari kegiatan ini peserta memiliki pengetahuan tentang pergaulan bebas.
Gerakan Literasi Keuangan: Penyuluhan Pentingnya Menabung Sejak Dini bagi Anak Sekolah Dasar di SDN 021 Samarinda Ulu: Financial Literacy Movement: Educating Elementary School Students at SDN 021 Samarinda Ulu on the Importance of Saving from an Early Age Shilla Putri Arliyanti; Aji Triana Yasa; Ratna Fitri Astuti; Vitria Puri Rahayu; Mustangin Mustangin; Indah Permatasari; Ilham Abu
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.9965

Abstract

Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan untuk kebutuhannya. Pendidikan literasi keuangan menjadi penting bagi semua individu mulai dari usia dini. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan khusus untuk memberikan pengetahuan kepada anak usia sekolah dasar di SD Negeri 021 Samarinda Ulu dengan tujuan untuk gerakan literasi keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kepada peserta didik. Pada pelaksanaanya, kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan kegiatan. Tahap persiapan dilakukan dengan melaksanakan koordinasi dengan pimpinan sekolah. Selanjutnya tahapan pelaksanaan dilakukan dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan yang diawali dengan sambutan dan selanjutnya pemaparan materi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa pertemuan dengan metode ceramah di mana pertemuan pertama fokus untuk pemaparan materi terkait dengan jenis–jenis uang, pengertian uang, manfaat menabung, peranan uang, sedekah, tips dan trik menabung dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, pertemuan kedua fokus pada praktikpraktik menabung, dan pertemuan terakhir fokus untuk mengecek hasil tabungan yang diperoleh oleh peserta penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta didik terkait konsep dasar literasi keuangan, khususnya dalam membedakan kebutuhan dan keinginan serta pentingnya menabung sejak dini. Selain itu, peserta didik juga menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap pengelolaan uang, yang ditunjukkan melalui konsistensi dalam kegiatan menabung selama program berlangsung. Saran kegiatan ke depan adalah perlunya pelaksanaan program literasi keuangan secara berkelanjutan dengan metode yang lebih variatif dan interaktif, seperti penggunaan media pembelajaran berbasis permainan (gamifikasi) dan simulasi keuangan sederhana. Selain itu, keterlibatan orangtua dan guru juga perlu ditingkatkan agar pembiasaan literasi keuangan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Strategi Tutor dalam Memotivasi Belajar Warga Belajar pada Program Paket Kesetaraan Di PKBM Mandiri Bakti Divana Adelia Candra Pradita; Norhidayat Norhidayat; Mustangin Mustangin; Sri Wahyuni
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol. 10 No. 3 (2026): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v10i3.3245

Abstract

Equivalency education is one of several PKBM programs designed to serve as an alternative to formal education for individuals who have dropped out of school for various specific reasons. The purpose of this study is to determine the learning motivation of students in the equivalency program at PKBM Mandiri Bakti. The focus of the study is on improving teaching methods in Equivalency Programs A, B, and C. An issue identified during observations was that many students lacked interest or motivation to attend the weekly classes. This study is classified as descriptive research utilizing qualitative methods. After the researchers improved the quality of instruction, the tutors at PKBM Mandiri Bakti demonstrated greater proficiency in creative teaching methods. The tutors have incorporated technological advancements and engaging learning processes into their instruction to help maximize student motivation. Students at PKBM Mandiri Bakti exhibit high levels of enthusiasm and have high expectations for the future. This study found evidence that after tutors applied learning strategies, there was an increase in the motivation of students in community learning packages A, B, and C, and their understanding of the subject matter improved significantly. Supporting factors included the adequacy of facilities and infrastructure as well as the tutors’ competence in their respective fields. Meanwhile, the limiting factor was the students’ lack of literacy to explore the material they intended to learn.
Co-Authors A. Ismail Lukman Abdillah Gymnastiar Gaza Afriah Tompagea Ahmad Hidayat Aisyah Aisyah Aisyah Ramadhani Aisyah Trees Sandy Aisyah Trees Sandy Aji Triana Yasa Albert Richart Singal Albert Richart Singal Anisa Fauziah Aria Pratama Arif Sugianto Bella Dhea Tiara Bika Nisa Luthfiana Cheria Salsabila Dilla Ananda Putri Divana Adelia Candra Pradita Divana Adelia Candra Pradita Elniati Elniati Erick Prawiguna Faathihsia Ridda Aulya Kur'aeny Fahrul Hidayat Gledlys Ela Taruk Allo Hamdani Hamdani Hepy Tri Winarti Husnawati Ihlas Nur Fahman Ilham Abu Indah Permatasari Irza Mahendra Jumriah Agustina Khairunnisa Salsabila Ramadhani Laili Komariyah M Iqbal Meiliana Reva Aulia Melinda Melinda Miranda Wulandari Muhamad Alisalman Muhammad Alisalman Muhammad Fauzan Akbar Muhammad Ilham Akbar B Muhammad Ilham Akbar B Muhammad Rizki Muhammad Rizki Muhmmad Ayyub Miftakhul Khoir Mutia Maulida Natalia Inuq Ni Luh Suparni Asih Norhidayat Norhidayat Norhidayat Norhidayat Norhidayat Norhidayat Norhidayat Norhidayat Norhidayat Novalin Delvia Sari Nurul Aulia Achsana Nurul Azmi Nuryuliyanti Handayani Putri Aisyiya Rabiatul Adawiyah Ramadhan Dian Saputra Ratna Fitri Astuti Ratna Fitri Astuti Raysa Zamima Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Risa Irvani Salsabila Riska Dewi Yuli Rahmi Ritma Ratri Candra Dewi Rizka Tri Khairunnisa Rizky Hari Nugroho Rosyidah Rahmaniah Saraka Saraka Saraka Sarifah Fadia Selvi Nur Khalisa Shilla Putri Arliyanti Siti Aisyah Jasmin Lathifah Siti Lutfiah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suryaningsi Suryaningsi Syifa Aprita Sari Tito Amellya Pasha Tri Retno Hijriani Vitria Puri Rahayu Wahdatan Nisa Wahyu Kharisma Murdani Yulian Widya Saputra