Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PARIWISATA BERBASIS BUDAYA DALAM MENUNJANG PARIWISATA DI KAWASAN BANDUNG UTARA Rahmatika Desiana; Evi Novianti; Ute Lies Khadijah
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i1.31663

Abstract

Efektifitas komunikasi persuasif menjadi salah satu fokus yang akan dikaji pada riset ini, hal tersebut dapat berkontribusi dalam merancang strategi komunikasi persuasi yang efektif bagi Kawasan Bandung Utara. Untuk mengetahui hal tersebut, secara umum tujuan riset ini yaitu merancang strategi komunikasi persuasif yang diperlukan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan untuk Kawasan Bandung Utara. Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa sasaran yang akan dikaji terlebih dahulu yang mencakup gambaran umum kepariwisataan dan implementasi komunikasi persuasif di Kawasan Bandung Utara, serta efektifitas komunikasi persuasif yang telah dilakukan oleh para pengelola pariwisata di Kawasan Bandung Utara. Riset ini menggunakan metode campuran dengan teknik perolehan data primer melalui wawancara, survey kuesioner, dan obeservasi lapangan. Sementara data sekunder didapatkan melalui studi pustaka dan dokumen kebijakan terkait. Ruang lingkup wilayah penelitian ini meliputi Kawasan Bandung Utara (KBU) yang secara khusus ruang lingkup penelitian difokuskan pada empat kawasan lindung utama yang pemanfaatannya untuk wisata yang mencakup Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu (kawasan pelestarian alam). Hasil temuan pada laporan kemajuan ini adalah teridentifikasinya gambaran umum kepariwisataan di KBU dan juga studi kasus terkait penerapan komunikasi persuasif di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dan Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu. Di mana komunikasi persuasif yang telah diterapkan mengusung tema menjaga lingkungan dan sumber daya daya tarik wisata setempat dan tema menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan untuk kenyamanan berwisata dengan teknik penyampaian satu arah dan dua arah. Agar dapat dirancangnya strategi komunikasi persuasif yang efektif dan efisien.
PERAN LABEL PARIWISATA HALAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT Muhammad Endriski Agraenzopati Haryanegara; Muhamad Adibagus Ilham Akbar; Evi Novianti
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i1.29839

Abstract

Sektor pariwisata halal kini telah menjadi tren dalam perkembangan ekonomi global yang tidak hanya menawarkan adanya tempat ibadah pada suatu lokasi wisata. Sektor industri seperti restoran, dan hotel tersedia dengan nilai-nilai dan norma islam namun tetap bersifat universal. Lombok dinilai memiliki pengembangan industri parwisata halal yang sangat baik karena telah dikenal sebagai daerah yang lekat dengan nuansa islami. Selain itu Lombok juga menduduki peringkat pertama sebagai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) pada tahun 2018 dan 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data melaui buku, jurnal, dan internet untuk mengetahui peran label pariwisata halal sebagai standar dari wisata budaya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa tingkat kepuasan wisatawan pada pariwisata halal di Lombok masih perlu ditingkatkan dengan beberapa poin sebagai bahan pertimbangan daya tarik wisatawan.
Komunikasi Persuasif dan Penerapannya di Daya Tarik Wisata Tebing Keraton Evi Novianti; Cipta Endyana; Elnovani Lusiana; Shandra Rama Panji Wulung; Rahmatika Desiana
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 2, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v2i3.29694

Abstract

Kawasan pariwisata berbasis alam rentan terhadap terjadinya bencana. Tantangan utama untuk menjaga dampak negatif akibat kegiatan wisata yaitu mengajak wisatawan untuk menjaga dan memelihara lingkungan alam melalui media komunikasi yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pariwisata di Kampung Ciharegem dan mengidentifikasi media komunikasi persuasif yang ada di Tebing Keraton, Kampung Ciharagem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teknik perolehan data primer melalui wawancara dan obeservasi lapangan. Sementara data sekunder didapatkan melalui studi pustaka dan dokumen kebijakan terkait. Analisis isi dan deskriptif. Ruang lingkup wilayah penelitian ini meliputi Kampung Ciharegem yang terletak di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa media komunikasi persuasif dapat berkontribusi dalam merancang strategi komunikasi yang efektif bagi destinasi pariwisata yang berada di kawasan lindung. Terdapat dua media komunikasi persuasif utama yang terletak di Kampung Ciharegem, yaitu media fisik berupa spanduk, papan informasi, dan papan petunjuk arah, serta media daring melalui situs web dan media sosial. Pembaharuan konten media daring secara berkala dapat mambantu dan mengedukasi wisatawan yang akan berkunjung ke Tebing Keraton di Kampung Ciharegem
EKSISTENSI KESENIAN SASAPIAN BUHUN DESA CIHIDEUNG DI ERA GLOBALISASI Acep Rahmat; Evi Novianti; Ute Lies Siti Khadijah
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i2.33061

Abstract

Kesenian Sasapian merupakan salah seni pertunjukan yang berkembang dikawasan Jawa Barat, saat ini seni pertunjukan tersebut mulai menyebar dibeberapa daerah, salah satunya di Desa Cihideung Parongpong. Namun dalam perkembangannya, kesenian sasapian terus mengalami masa-masa fluktuasi karena zaman yang terus berkembang secara dinamis, sehingga kondisi ini akan berpengaruh terhadap eksistensi kesenian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi kesenian Sasapian Buhun di desa Cihideung Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat di era modern. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, teknik perolehan data primer melalui wawancara dan observasi di lapangan, sementara data sekunder diperoleh melalui melalui studi pustaka. Penelitian ini difokuskan pada deskripsi eksistensi Kesenian Sasapian Buhun di desa Cihideung, dengan keberadaan Kesenian Sasapian Buhun ini menjadi ciri khas yang unik dan dapat dijadikan ikon kesenian dari Kabupaten Bandung Barat yang sudah menyebar ke seluruh wilayah Jawa Barat pada umumnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan teknologi dan pembangunan berpengaruh akan keberadaan seni pertunjukan sasapian, teknologi mampu membantu dalam proses branding bagi para pelaku seni pertunjukan dalam pemasaran disetiap pergelaran sasapian berlangsung. Adanya inovasi dan kombinasi tersebut membuat kesenian sasapian akan terus berkembang seiring perubahan zaman.
POTENSI RUMAH ADAT EKS MTQ SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA KOTA JAMBI Sigit Trawoco; Evi Novianti
Tornare: Journal of Sustainable and Research Vol 3, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/tornare.v3i2.31674

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu cagar budaya yang harus dilestarikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah agar tetap terjaga sepanjang masa, dapat diamati dan dipelajari oleh generasi selanjutnya. Rumah adat juga memiliki daya tarik wisata tersendiri bagi pecinta keragaman budaya. Rumah adat adalah suatu bangunan yang mencirikan khas dari suatu daerah tertentu. Rumah adat eks MTQ kota Jambi memiliki ciri bangunan yang identik dengan budaya melayu. Rumah adat eks MTQ terdiri dari tujuh bangunan, yaitu rumah adat di anjungan Kabupaten Kerinci, anjungan Kota Jambi, anjungan Provinsi Jambi, anjungan Kabupaten Batanghari, anjungan Kabupaten Bungo Tebo, anjungan Kabupaten Merangin dan terakhir anjungan Kabupaten Tanjung Jabung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yakni suatu teknik yang menggambarkan dan menginterpretasikan arti data-data yang telah terkumpul dengan memberikan perhatian dan merekam sebanyak mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu, sehingga memperoleh gambaran umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya. Selain itu pengumpulan data penelitian ini juga diperkuat dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Rumah adat eks MTQ memiliki potensi yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata budaya bagi masyarakat Kota Jambi bahkan masyarakat luar daerah. Hal ini dapat menambah pengetahuan dan mengenalkan bagi pengunjung tentang kebudayaan yang ada di Provinsi Jambi, secara khusus rumah adat.
Planning Strategy on Natural and Cultural Tourist Attraction in Wana Village, East Lampung Regency Desmala Sari; Evi Novianti; Aulia Iskandarsyah
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5021

Abstract

Wana Village has a great deal of tourist attraction potential, including natural, cultural, historical, and culinary tourism and unique social life that includes more than one hundred classic traditional home architectures in the form of stilt houses typical of the Lampung tribe. In addition, there are ancient ceremonial customs, including the Melinting dance, which the village population frequently performs at various periods. In addition to ceremonies and arts, there are also traditional clothing and culinary specialties of Lampung Melinting that have attractiveness and cultural uniqueness that is still well maintained by the community so that they are still rich with the cultural values of the indigenous people of the Lampung tribe, making it a highly prospective area for tourist attraction development.This study seeks to identify the existing tourist attraction development strategies that enhance the growth of Wana's tourist attractions. This study employs a descriptive qualitative approach coupled with a SWOT analysis. The research site is in the East Lampung district village of Wana. The research findings indicate the significance of tourist attraction planning techniques that emphasize the planning of tourist attractions, accessibility, accommodation, amenities, and infrastructure supporting tourism activities..
Konstruksi Pengalaman Komunikasi dan Konsep Diri Perempuan Berambut Keriting dalam Perspektif Fenomenologi Haiva Nurani; Evi Novianti
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 1, April 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.834 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i1.11202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan berambut keriting memaknai rambutnya dan serta mengungkap pengalaman komunikasi antarpribadi dan konsep diri perempuan berambut keriting. Paradigma yang digunakan dalam penelitian adalah paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif dan tradisi studi fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari lima orang perempuan berambut keriting yang dipilih secara purposive. Kemudian pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada awalnya perempuan berambut keriting memiliki konsep rambut keriting yang negatif baik itu secara kelihatannya maupun secara dirasakannya. Namun seiring berkembangnya pengalaman yang dimiliki dan konsep diri, perempuan berambut keriting kini memaknai rambutnya secara positif sebagai berkat, identitas keunikan fisik dan seperti mahkota yang bisa menginspirasi orang lain. Pengalaman komunikasi perempuan berambut keriting meliputi pengalaman komunikasi yang menyenangkan dengan adanya penerimaan, pertemanan dan motivasi. Serta pengalaman komunikasi tidak menyenangkan berupa pelecehan verbal dan non verbal serta perlakuan diskriminatif. Pengalaman tersebut diterima dari interaksi dengan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan, masyarakat umum dan lawan jenis. Berbagai pengalaman komunikasi, interaksi dan pengetahuan tersebut secara retrospeksi dimaknai sehingga membentuk konsep diri perempuan berambut keriting yang awalnya negatif secara fisik, psikis dan sosial menjadi positif secara fisik, psikis dan sosial.Kata kunci:  Konsep diri, Perempuan berambut keriting, Pengalaman komunikasi
PEMANFAATAN RADIO KOMUNITAS DI MASYARAKAT NELAYAN DALAM MELESTARIKAN LINGKUNGAN PANTAI BERBASIS BUDAYA LOKAL kokom komariah; evi novianti; Priyo Subekti
Jurnal Visi Komunikasi Vol 13, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.482 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v13i1.362

Abstract

Abstrak, Penelitian ini berjudul Pemanfaatan Radio Komunitas di masyarakat nelayan dalammelestarikan lingkungan pantai berbasis budaya lokal. Tujuan penelitian ini untukmengetahui bagaimana pemanfaatan radio komunitas di masyarakat nelayan dalammelestarikan lingkungan pantai dan untuk mengetahui hambatan yang terjadi dalampemanfaatan radio komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptifdengan teknik analisis data yang akan digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa radio komunitas digunakan untuk pemberdayaan warga melaluipengenalan lingkungan untuk anak sekolah seperti bagaimana menjaga lingkungan pantai,melestarikan pantai, menjaga pantai dari sampah-sampah dan pengenalan ekosistem pantai.Selain itu, radio komunitas digunakan untuk informasi dan edukasi yang berfungsi sebagaisarana pemulihan trauma pasca bencana. Program yang berjalan sejauh ini tidak berbedadengan umumnya stasiun radio. Kegiatan lebih ditekankan pada edukasi dan informasikebencanaan, terutama di sekitar Jabar Selatan.
Aksesibilitas Bagi Wisatawan Penyandang Disabilitas di Museum KAA Bandung Fitri Fadhilah Sumiarsa; Kiky Yustikasari; Evi Novianti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 13 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.931 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6961462

Abstract

Tourism facilities and accessibility need to be reviewed in an effort to realize accessible tourism as a fulfillment of the right of persons with disabilities to travel. The KAA Museum is one of the famous tourist attractions in the city of Bandung. A key objective of this study is to determine what facilities and accessibility tourists with disabilities need. Next, identify the barriers to accessible tourism at the Museum. The research method used is descriptive qualitative with data analysis techniques with field observations and assisted by literature studies. Based on the results, the Museum of the Asian-African Conference fails to meet the criteria as an accessible tourism destination. Lack of government support and licensing are the main obstacles the museum faces.
Network Analysis Trough Scape and Flow Tourism Promotion in Bintan Regency Jaya Hermawan; Evi Novianti; Awaludin Nugraha; Uud Wahyudin; Dina Oktavia
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6764

Abstract

This study describes the concept of network through the dimensions of scape and flow. To build an analytical framework that describes the two dimensions of the network, a literature study from various sources is carried out that discusses the context of tourism promotion. This analytical framework is then elaborated through the results of in-depth interviews with twenty informants who represent the main tourism stakeholders in Bintan Regency. The informants, among others, represent elements of the government, the private sector, academia, and the community. To strengthen the analysis, especially related to the development of tourism promotion which can be directly or indirectly seen from the trend of key tourism indicators in Bintan Regency, a literature review from various books, journals, research references and online news sources from the internet is used. The Result Main finding, established networks seldom play significant role in tourism promotion as they are viewed as already settled. While tourism promotion strategy tends to inherently shows innovation, so it won’t be viewed as repetitive or redundant. This then affect engagement in post-Pandemic tourism, as shown with Bintan Regency case.
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha Acep Rahmat Ajeng Wulandari Alexader M.A Khan Alexander M. A. Khan Amelia Fernandha Anees Janee Ali Annisa Bintang Kusumawardhani Ari Agung Prastowo Arief Syaifudin Ary Sendjaja Suhandi Aulia Iskandarsyah Awaludin Nugraha Bidayatun Nuzul Yuni Astuti Cipta Endyana Dadang Purnama Desmala Sari Desmala Sari Diah Fatma Sjoraida Dina Oktavia Edwin Rizal Eldo Delamontano Elnovani Lusiana Firda Firdaus Abdi Firda Rahmayanti Fitri Fadhilah Sumiarsa Fitri Handayani Fitriyah - fitriyah Gusgus Gharaha Ramdhanie Haiva Nurani Hanny Hafiar Hendarmawan Imam Musthofa Indarwati Aminuddin Irene Putri Simamora Iriana Bakti Januarani Razak Jaya Hermawan Kasno Pamungkas Kiky Yustikasari Kokom Komariah Lazuardina, Annisa Mas Dadang Enjat Munajat Mohammad Sapari Dwi Hadian Muhamad Adibagus Ilham Akbar Muhammad Endriski Agraenzopati Haryanegara Muhammad Reynaldi Aulia Nurkhalila Fajrini Nurul Aldha Mauliddina Siregar Primanty, Annisa Priyo Subekti Putri Salma Suhardi Raden Rizki Muttaqien Rahman, Farid Asfari Rahmatika Desiana Rahmatika Desiana Raisya Wahyuning Maulida Ratna Ningsih Kuswara Regina Shintya Dewi J Retasari Dewi Rully Anwar Sarmoko Saridi Shalma Aulia Wulandari Sheila Nurhaliza Sigit Trawoco Sumiarsa, Fitri Susie Perbawasari Taqiy Gusdi Baitulloh Trie Damayanti Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Wawan Setiawan Wita P. Simatupang Wulung, Shandra Rama Panji Yulianandaris, Yulianandaris Yunus Winoto Yustikasari yustikasari yustikasari Zendra Haris Prasetya Zulkifli Harahap