Claim Missing Document
Check
Articles

FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SUHRAWARDI DITINJAU DARI ASPEK KURIKULUM MERDEKA Subakti, Hani; Khojir, Khojir; Soe’oed, Rahmat
AZKIYA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i1.1430

Abstract

Suhrawardi yang seorang filosof Persia abad ke-12 dikenal sebagai pendiri aliran filsafat Ishraqi atau "Iluminasi", memadukan unsur-unsur mistisisme dengan logika dan rasionalitas. Suhrawardi mengembangkan teori pengetahuan yang berakar pada 'pengetahuan intuitif' atau pengetahuan batin, yang ia anggap sebagai sumber pengetahuan yang paling murni dan akurat. Dalam konteks pendidikan, Suhrawardi menekankan pentingnya pengembangan kebijaksanaan batin atau intuisi, di samping pengetahuan rasional dan empiris. Baginya, pendidikan sejati tidak hanya melibatkan pengumpulan informasi atau data, tetapi juga pengembangan kepekaan spiritual dan intuitif. Ini mencakup aspek-aspek seperti kontemplasi, meditasi, dan kepekaan terhadap dimensi yang lebih dalam dari realitas.Suhrawardi juga memandang pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan etika. Ia percaya bahwa pengetahuan sejati harus membawa individu ke arah kebaikan moral dan pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran universal. Secara keseluruhan, filsafat pendidikan Suhrawardi menawarkan perspektif yang unik dan mendalam, menggabungkan pencarian ilmu pengetahuan dengan perkembangan spiritual dan moral individu. Pendekatannya mencerminkan upaya menghubungkan dunia material dengan realitas spiritual yang lebih tinggi. Suhrawardi tentu tidak secara langsung berbicara tentang "Kurikulum Merdeka" yang merupakan konsep modern. Namun, prinsip-prinsip pendidikan dapat diterjemahkan dan diadaptasi ke dalam konteks kurikulum yang lebih merdeka atau independen dalam pendidikan kontemporer. Pengembangan kecerdasan holistik: menekankan pada pengembangan intelektual yang seimbang dengan kecerdasan spiritual. Pentingnya pengetahuan intuitif dan kontemplatif: menghargai pengetahuan yang didapatkan melalui intuisi dan kontemplasi. Integrasi ilmu pengetahuan dan etika: percaya bahwa ilmu pengetahuan harus diintegrasikan dengan nilai-nilai etis. Pendidikan yang menekankan pencarian kebenaran: mencari kebenaran melalui pendekatan yang menggabungkan filsafat, misticisme, dan logika. Pembelajaran berbasis pengalaman: berdasarkan penekanan pada pengetahuan batin dan intuitif, kurikulum merdeka dapat mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman, di mana siswa belajar melalui kegiatan praktis, proyek, dan eksplorasi langsung. Fleksibilitas dan pilihan siswa: menghormati keunikan setiap individu, kurikulum merdeka dapat memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi area minat mereka sendiri, sesuai dengan prinsip Suhrawardi tentang pencarian kebijaksanaan individual
Pelatihan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Bagi Guru di Kabupaten Mahakam Ulu Subakti, Hani
ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa Vol. 2 No. 3 (2024): ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurnaladm.v2i3.961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi para guru di Kabupaten Mahakam Ulu. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, penguatan profil pelajar Pancasila yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa menjadi sangat penting. Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis projek. Kegiatan ini melibatkan sesi teori, workshop, diskusi kelompok, dan praktik langsung untuk memastikan pemahaman yang komprehensif. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi untuk menilai efektivitas pelatihan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, serta peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas, sangat penting untuk keberhasilan implementasi projek-projek ini. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil mencapai tujuan yang diharapkan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mahakam Ulu.
Pengembangan Menulis Cerita Pendek Kearifan Lokal Menggunakan Model Mind Mapping Siswa SD Kota Samarinda Hani Subakti
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 21 No. 2 (2020): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v21i2.1105

Abstract

Penelitian pengembangan menulis cerita pendek dengan model mind mapping kearifan lokal siswa sekolah dasar Kota Samarinda menarik untuk diteliti. Hal ini berdasarkan atas observasi lapangan yang menemukan kurangnya pemahaman siswa terhadap penulisan cerita pendek kearifan lokal. Siswa masih mengalami kesulitan dalam menemukan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerita pendek kearifan lokal itu sendiri. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (research and development). Analisis data yang diperoleh dari pengembangan menulis cerita pendek kearifan lokal menggunakan model mind mapping siswa sekolah dasar Kota Samarinda, dapat disimpulkan memiliki kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Untuk nilai kevalidan diperoleh dari validator ahli sastra dan validator ahli pembelajaran bahasa Indonesia dengan kriteria sangat baik. Data kepraktisan diperoleh berdasarkan atas penilaian rekan sejawat yang mendapatkan kriteria sangat baik. Sementara itu, untuk keefektifan dapat dilihat dari hasil uji kelompok kecil dan uji kelompok besar yang dilakukan dalam bentuk pretest dan postest. Hasil pretest kelompok kecil menunjukan bahwa nilai masih di bawah rata-rata. Namun saat dilakukan uji kelompok besar pada postest nilai berada di atas rata-rata. Sehingga dapat disimpulkan dari aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan pengembangan menulis cerita pendek menggunakan mind mapping siswa sekolah dasar di Kota Samarinda ini dapat digunakan dan diterapkan di dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Analisis Penerapan Pembelajaran Karakter pada Siswa Berbasis Mindset Change di Kota Samarinda Subakti, Hani
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 3 No. 1 (2025): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v3i1.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran karakter pada siswa di Kota Samarinda, dengan fokus pada perubahan mindset sebagai dasar dari pengembangan karakter. Mindset yang positif diyakini dapat mendorong siswa untuk memiliki sikap, perilaku, dan kebiasaan yang mendukung penguatan karakter secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan dibeberapa sekolah di Kota Samarinda dengan mengamati proses pengajaran yang mengintegrasikan perubahan pola pikir dan penguatan karakter melalui pendekatan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis mindset change membawa dampak positif terhadap karakter siswa, meskipun masih terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti kesiapan pendidik dan kurangnya fasilitas pendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi untuk meningkatkan penerapan pembelajaran karakter berbasis mindset change di sekolah-sekolah.
PEMBINAAN KEBUGARAN FISIK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BAGI SISWA DI SDN 003 LOA JANAN ILIR KOTA SAMARINDA Alif Tunru, Andi; Arifin, Nurdin; Subakti, Hani; Handayani, Lisa; Muhlis, Muhlis; Yuni Sahruni, Ade; Ramli, Musdalifah; Hidayat, Rachmat; Ilahi, Rahmat
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i4.3497

Abstract

Physical fitness is a crucial aspect in supporting the health, well-being, and academic achievement of students in schools. This issue is particularly relevant at SDN 003 Loa Janan Ilir, Samarinda City, especially following the pandemic period which caused a significant decline in students' physical activity. The problem statement and objective of this community service project are to explore how to develop the physical fitness of students at SDN 003 Loa Janan Ilir, Samarinda City, through the implementation of traditional game-based models. Differences in daily activities result in varying levels of students' physical fitness. Based on the calculation and analysis of research data, the following conclusions were drawn: 1) The physical fitness level of students at SDN 003 Loa Janan Ilir, Samarinda City, improved compared to the pre-test results, although still classified as moderate and low. 2) The implementation of physical fitness training based on traditional games successfully created a fun and interactive learning environment for the students. Traditional games were chosen because they are easily accessible, inexpensive, and engage all aspects of students' motor skills comprehensively. With this approach, students not only exercise but also learn through play. 3) The development of physical education teachers’ competencies at SDN 003 Loa Janan Ilir also showed progress. 4) Through training and mentoring provided, physical education teachers were able to master traditional game-based teaching methods more effectively and confidently. This community service activity at SDN 003 Loa Janan Ilir successfully introduced an innovative approach by applying traditional games as a medium for fostering students' physical fitness.
Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Sekolah Penggerak Jenjang Sekolah Dasar Di Kota Samarinda Subakti, Hani
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1535

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah langkah penting dalam reformasi pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih bagi sekolah dan peserta didik dalam menentukan cara belajar. Dalam implementasinya, Kurikulum Merdeka di Kota Samarinda diperkenalkan melalui program Sekolah Penggerak yang melibatkan sekolah-sekolah dasar untuk menjadi pionir perubahan. Adapun pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses sosialisasi Kurikulum Merdeka di tingkat Sekolah Dasar di Kota Samarinda, termasuk tantangan yang dihadapi oleh para guru dan kepala sekolah, serta pihak terkait lainnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan guru, serta observasi kegiatan sosialisasi pada SD Negeri 021 Sungai Kunjang, Kota Samarinda yang terlibat langsung dalam program Sekolah Penggerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi berjalan dengan baik meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya waktu pelatihan dan pemahaman yang bervariasi dikalangan pendidik. Namun, secara umum, adanya kesadaran dan komitmen tinggi dari para pendidik menunjukkan potensi keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di masa depan. Penelitian ini tentunta sangat diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai efektivitas dan tantangan dalam sosialisasi kurikulum baru ini agar menjadi tolok ukur kemajuan pendidikan dikemudian hari.
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SUHRAWARDI DITINJAU DARI ASPEK KURIKULUM MERDEKA Subakti, Hani; Khojir, Khojir; Soe’oed, Rahmat
AZKIYA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i1.1430

Abstract

Suhrawardi yang seorang filosof Persia abad ke-12 dikenal sebagai pendiri aliran filsafat Ishraqi atau "Iluminasi", memadukan unsur-unsur mistisisme dengan logika dan rasionalitas. Suhrawardi mengembangkan teori pengetahuan yang berakar pada 'pengetahuan intuitif' atau pengetahuan batin, yang ia anggap sebagai sumber pengetahuan yang paling murni dan akurat. Dalam konteks pendidikan, Suhrawardi menekankan pentingnya pengembangan kebijaksanaan batin atau intuisi, di samping pengetahuan rasional dan empiris. Baginya, pendidikan sejati tidak hanya melibatkan pengumpulan informasi atau data, tetapi juga pengembangan kepekaan spiritual dan intuitif. Ini mencakup aspek-aspek seperti kontemplasi, meditasi, dan kepekaan terhadap dimensi yang lebih dalam dari realitas.Suhrawardi juga memandang pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan etika. Ia percaya bahwa pengetahuan sejati harus membawa individu ke arah kebaikan moral dan pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran universal. Secara keseluruhan, filsafat pendidikan Suhrawardi menawarkan perspektif yang unik dan mendalam, menggabungkan pencarian ilmu pengetahuan dengan perkembangan spiritual dan moral individu. Pendekatannya mencerminkan upaya menghubungkan dunia material dengan realitas spiritual yang lebih tinggi. Suhrawardi tentu tidak secara langsung berbicara tentang "Kurikulum Merdeka" yang merupakan konsep modern. Namun, prinsip-prinsip pendidikan dapat diterjemahkan dan diadaptasi ke dalam konteks kurikulum yang lebih merdeka atau independen dalam pendidikan kontemporer. Pengembangan kecerdasan holistik: menekankan pada pengembangan intelektual yang seimbang dengan kecerdasan spiritual. Pentingnya pengetahuan intuitif dan kontemplatif: menghargai pengetahuan yang didapatkan melalui intuisi dan kontemplasi. Integrasi ilmu pengetahuan dan etika: percaya bahwa ilmu pengetahuan harus diintegrasikan dengan nilai-nilai etis. Pendidikan yang menekankan pencarian kebenaran: mencari kebenaran melalui pendekatan yang menggabungkan filsafat, misticisme, dan logika. Pembelajaran berbasis pengalaman: berdasarkan penekanan pada pengetahuan batin dan intuitif, kurikulum merdeka dapat mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman, di mana siswa belajar melalui kegiatan praktis, proyek, dan eksplorasi langsung. Fleksibilitas dan pilihan siswa: menghormati keunikan setiap individu, kurikulum merdeka dapat memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi area minat mereka sendiri, sesuai dengan prinsip Suhrawardi tentang pencarian kebijaksanaan individual
Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change melalui Pembelajaran Kurikulum Merdeka Subakti, Hani
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v3i1.617

Abstract

Sosialisasi penguatan karakter berbasis mindset change melalui pembelajaran Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada para pendidik mengenai pentingnya perubahan pola pikir dalam membentuk karakter siswa. Kegiatan ini dilakukan pada 13 hingga 16 November 2024 di Kota Samarinda dengan melibatkan para guru dari berbagai sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Sosialisasi ini berfokus pada pembentukan karakter melalui perubahan mindset yang bertujuan untuk membentuk siswa yang adaptif, mandiri, dan berintegritas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapan para guru dalam mengimplementasikan konsep-konsep perubahan mindset yang ada dalam Kurikulum Merdeka. Diharapkan, para peserta dapat menerapkan metode ini di kelas untuk mendukung pembentukan karakter siswa yang lebih baik.
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SUHRAWARDI DITINJAU DARI ASPEK KURIKULUM MERDEKA Subakti, Hani; Khojir, Khojir; Soe’oed, Rahmat
AZKIYA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/azkiya.v6i1.1430

Abstract

Suhrawardi yang seorang filosof Persia abad ke-12 dikenal sebagai pendiri aliran filsafat Ishraqi atau "Iluminasi", memadukan unsur-unsur mistisisme dengan logika dan rasionalitas. Suhrawardi mengembangkan teori pengetahuan yang berakar pada 'pengetahuan intuitif' atau pengetahuan batin, yang ia anggap sebagai sumber pengetahuan yang paling murni dan akurat. Dalam konteks pendidikan, Suhrawardi menekankan pentingnya pengembangan kebijaksanaan batin atau intuisi, di samping pengetahuan rasional dan empiris. Baginya, pendidikan sejati tidak hanya melibatkan pengumpulan informasi atau data, tetapi juga pengembangan kepekaan spiritual dan intuitif. Ini mencakup aspek-aspek seperti kontemplasi, meditasi, dan kepekaan terhadap dimensi yang lebih dalam dari realitas.Suhrawardi juga memandang pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan etika. Ia percaya bahwa pengetahuan sejati harus membawa individu ke arah kebaikan moral dan pemahaman yang lebih dalam tentang kebenaran universal. Secara keseluruhan, filsafat pendidikan Suhrawardi menawarkan perspektif yang unik dan mendalam, menggabungkan pencarian ilmu pengetahuan dengan perkembangan spiritual dan moral individu. Pendekatannya mencerminkan upaya menghubungkan dunia material dengan realitas spiritual yang lebih tinggi. Suhrawardi tentu tidak secara langsung berbicara tentang "Kurikulum Merdeka" yang merupakan konsep modern. Namun, prinsip-prinsip pendidikan dapat diterjemahkan dan diadaptasi ke dalam konteks kurikulum yang lebih merdeka atau independen dalam pendidikan kontemporer. Pengembangan kecerdasan holistik: menekankan pada pengembangan intelektual yang seimbang dengan kecerdasan spiritual. Pentingnya pengetahuan intuitif dan kontemplatif: menghargai pengetahuan yang didapatkan melalui intuisi dan kontemplasi. Integrasi ilmu pengetahuan dan etika: percaya bahwa ilmu pengetahuan harus diintegrasikan dengan nilai-nilai etis. Pendidikan yang menekankan pencarian kebenaran: mencari kebenaran melalui pendekatan yang menggabungkan filsafat, misticisme, dan logika. Pembelajaran berbasis pengalaman: berdasarkan penekanan pada pengetahuan batin dan intuitif, kurikulum merdeka dapat mengutamakan pembelajaran berbasis pengalaman, di mana siswa belajar melalui kegiatan praktis, proyek, dan eksplorasi langsung. Fleksibilitas dan pilihan siswa: menghormati keunikan setiap individu, kurikulum merdeka dapat memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi area minat mereka sendiri, sesuai dengan prinsip Suhrawardi tentang pencarian kebijaksanaan individual
Evidence of positive influence: soft skills competence and organizational culture on innovative work behavior Kholifah, Nur; Nurtanto, Muhammad; Kassymova, Gulzhaina K.; Subakti, Hani; Hamid, Mustofa Abi
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 4: November 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i4.21018

Abstract

This study investigates the innovative work behavior (IWB) of marine lecturers, considering work motivation (WM), organizational culture (OC), and soft skill competence (SSC). Data from 145 respondents representing ten higher education polytechnics in Indonesia were analyzed using partial least squares-structural equation modeling (PLS-SEM). Respondents answered 54 Likert-scale questions, revealing that SSC significantly shapes IWB (estimated value: 0.504), primarily through problem-solving ability. However, WM showed no significant impact on IWB, possibly due to non-influential dimensions like science, technology, environment, and society. Incorporating technological developments as moderating variables could enhance this relationship. Notably, SSC and OC exhibit crucial relationships with IWB, highlighting their importance over WM. These findings shed light on the complex dynamics influencing IWB among marine lecturers, emphasizing the significance of SSC and OC in fostering innovation in the maritime education sector.