Articles
HUBUNGAN PERAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MELAKSANAKAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA DI KELURAHAN KALINYAMAT KULON KOTA TEGAL
Millatun Nafidah;
Susi Muryani;
Khodijah Khodijah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Imunisasi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit yang harus dipenuhi terutama pada masa bayi. Kebutuhan dasar akan anak secara alamiah harus dipenuhi oleh orang tua terutama ibu. Selain itu dukungan keluarga terutama suami juga berperan penting dalam memotivasi ibu untuk melaksanakan imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran suami dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar lengkap pada balita di Kelurahan Kalinyamat Kulon Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 11 bulan-5 tahun sebanyak 76 responden dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dengan uji statistik Chi Square menunjukkan hasil p=0,000<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran suami dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar di Kelurahan Kalinyamat Kulon Kota Tegal. Berdasarkan hasil penelitian ini, orang tua terutama suami disarankan untuk ikut berperan aktif dalam upaya pemeliharaan kesehatan anak melalui pemberian imunisasi dasar sesuai jadwal.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK SELAMA HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT MITRA SIAGA KABUPATEN TEGAL
Agus Budianto;
Khodijah Khodijah;
Dwi Budi Prastiani
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v10i2.165
Dukungan keluarga adalah bantuan yang diberikan baik dalam bentuk sikap, tindakan dan atau penerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit. Kepatuhan diet pasien penyakit ginjal kronik selama hemodialisa merupakan bentuk ketaatan pasien dalam melaksanakan program nutrisi sesuai anjuran dari pelayanan kesehatan selama melakukan haemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien dalam menjalankan diet penyakit ginjal kronik selama hemodialisa di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah pasien penyakit ginjal kronik yang mempunyai jadwal tetap selama menjalankan haemodialisa, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga baik sebanyak 63,9%, dan pasien penyakit ginjal kronis yang patuh menjalankan diet sebanyak 58,3%. Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square diperoleh p Value 0,030 dengan OD Rasio sebesar 6,375. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien penyakit ginjal kronik selama hemodialisa di Rumah Sakit Mitra Siaga Kabupaten Tegal.
PENGARUH FAMILY PSYCHOEDUCATION THERAPY TERHADAP BEBAN KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA
Rizka Wigati;
Firman Hidayat;
Khodijah Khodijah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v11i1.203
Keluarga dengan gangguan jiwa dapat dipastikan merasakan beban. Hal ini menjadi dasar pentingnya keluarga mendapatkan family psychoeducation therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh family psychoeducationtherapy terhadap beban keluargadengan gangguan jiwa di desa Slawi Wetan Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen menggunakan pendekatan pre and post test without control. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dan besar sampel yang diambil adalah 17 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner baku ZBI (Zarit Burden Interview). Hasil analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Test menunjukan P value 0,001 < 0,05 yang menandakan bahwa terdapat pengaruh family psychoeducation therapy terhadap beban keluarga dengan gangguan jiwa di Desa Slawi Wetan Kabupaten Tegal. Bagi pelayanan kesehatan hendaknya menjadikan family psychoeducation therapy sebagai kegiatan rutin yang diberikan kepada keluarga dengan gangguan jiwa.
Musik Karawitan Jawa Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Kelurahan Kagok Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal
Anisa Oktiawati;
Arif Rakhman;
Khodijah Khodijah
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v8i2.216
Latar Belakang: Peningkatan populasi lansia di Idonesia dapat enimbulkan berbagai permasalahan terkait aspek medis, psikologis, ekonomi, dan sosial. Seiring dengan permasalahan yang dialami lansia, juga berdampak terhadap penurunan kualitas hidup lansia. berbagai hal dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, salah satunya dengan menggunakan musik karawitan jawa sebagai alternatif teknik terapi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian musik karawitan jawa terhadap kualitas hidup lansia di Desa Kagok, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Metode: Merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan One group Pre-Post test Design. Penentuan sampel menggunakan analisis kategori berpasangan dengan jumlah sampel 16 lansia. Lansia diminta untuk mengisi kuesioner tentang kualitas hidup kemudian selama 3 hari berturut-turut diperdengarkan musik karawitan jawa kulut mangung selama 30 menit. Setelah 3 hari dilakukan pengisian kuesioner kembali. Analisis data menggunakan wilcoxon test karena data tidak terdistribusikan normal. Hasil: Menunnjukan perubahan skor kualitas hidup sebelum dan sesudah diberikan musik karawitan jawa yaitu dari 1,38 menjasi 2,00 dengan p value 0,002 (p value < 0,005). Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah di berikan perlakuan. Kesimpulan: Musik karawitan jawa mampu meningkatkan kualitas hidup lansia. Pemberian musik karawitan jawa dapat menjadi landasan pengembangan ilmu keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan gerontik yaitu sebagai intervensi mandiri dalam mengatasi masalah yang terjadi pada lansia.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MELAKUKAN SENAM LANSIA DI KELOMPOK LANJUT USIA PUSKESMAS TEGAL SELATAN
Khodijah Khodijah;
Yessy Pramita Widodo
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v11i2.241
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dan penyakit multifaktorial yang muncul oleh karena interaksi berbagai faktor, diantaranya faktor usia yang menyebabkan perubahan fisiologis. Hipertensi memerlukan penatalaksanaan yang intensif baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Salah satu tindakan nonfarmakologi yang dapat dilakukan yaitu senam lansia, yang pelaksanaannya membutuhkan dukungan keluarga. Adanya dukungan dari keluarga akan memberikan semangat bagi para lansia untuk patuh terhadap penatalaksanaan hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan senam lansia di kelompok lanjut usia Puskesmas Tegal Selatan. Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini 84 lansia hipertensi dengan jumlah sampel 46 yang diambil dengan cara purposive sampling. Hasil analisis chi square diperoleh p value 0,002 < 0,05, disimpulkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan lansia melakukan senam lansia. Disarankan agar petugas kesehatan lebih aktif dalam memberikan dukungan dan edukasi agar lansia semangat dalam mengikuti kegiatan senam lansia.
PENGARUH EDUKASI SADARI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG SADARI PADA SISWI DI SMA NEGERI 1 BREBES TAHUN 2020
Khaerun Nisa;
Khodijah Khodijah;
Deni Irawan
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jik.v12i2.335
Kemenkes RI tahun 2018 menyatakan bahwa kejadian kanker paling banyak di Indonesia adalah kanker payudara yang mencapai 42 orang per 100 ribu penduduk. Deteksi dini kanker payudara yang terlambat menyebabkan tingginya kejadian kanker payudara berada pada stadium lanjut yang dapat berakibat kematian. Terlambatnya deteksi dini kanker payudara dikarenakan kurangnya pengetahuan dan informasi. Pemberian edukasi kesehatan tentang SADARI penting dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah kejadian kanker payudara stadium lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi SADARI terhadap pengetahuan tentang SADARI pada siswi di SMA Negeri 1 Brebes. Jenis penelitian menggunakan pre-eksperimen, dengan rancangan one group pre-post test design without control. Sampel dalam penelitian ini siswi kelas XI yang diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 73 responden. Uji statistik wilcoxcon signed rank test menunjukkan hasil terdapat pengaruh edukasi SADARI terhadap pengetahuan tentang SADARI pada siswi di SMA Negeri 1 Brebes dengan nilai p value 0,000<0,005. Diharapkan siswi mampu mengimplementasikan pengetahuan dan menerapkan perilaku SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.
Pelatihan Penanganan Trauma Pada Kegawatdaruratan Bagi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal
Ikawati Setyaningrum;
Deni Irawan;
Dwi Budi Prastiani;
Khodijah Khodijah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 1 (2020): Februari
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/abp.v1i1.176
Anemia is a serious nutritional problem in Indonesia. According to Riskesdas in 2013, the prevalence of anemia in Indonesia was 21.7%, males 18.4% and women 23.9%. The proportion of anemia according to adolescence is at the age of 15-24 years which is 18.4%. Anemia can cause many negative effects on teenagers. Among them is a decrease in concentration of learning, stamina and work productivity. Iron absorption is not only influenced by nutrition but is also caused by the presence of substances that can inhibit the absorption of these nutrients. Other factors are lifestyle, socioeconomic, demographic, education, gender, age and region. Public health strategies to prevent and control anemia are very important to prevent future mortality and morbidity events. The aim of community service is to reduce the prevalence of anemia in adolescents through examinations, Fe tablets and counseling. The target activity is the students of An Nur Tegal Vocational School in Central Java Province with a total of 26 teenagers. Proactive teen activity results in examinations and counseling. The importance of detecting, examining risk factors that affect anemia in adolescents and counseling on prevention and treatment of anemia so that high-risk adolescents need to be considered for follow-up to controlling risk factors. Appropriate health education needs to be provided at home and school so that these risk factors can be eliminated at an early stage.
Pelatihan Care Giver Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bagi Perawat di Dinas Kesehatan Banyumas
Yessy Pramita Widodo;
Khodijah Khodijah;
Wisnu Widyantoro;
Arif Rakhman
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v1i2.215
Hambatan yang dialami oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan mempengaruhi kualitas hidupnya, sehingga menjadi perhatian khusus karena dampak yang diakibatkan tidak hanya pada klien tetapi juga berdampak pada keluarga dan masyarakat. Pelatihan care giver orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bagi perawat dilakukan agar dapat merawat dan mendukung kehidupan ODGJ dalam perawatan dan pengobatan di rumah. Masalah yang dibahas diantaranya yaitu kemampuan dalam penatalaksanaan Care Giver bagi perawat pada pasien dengan gangguan jiwa. Pada pelaksanaanya, peserta juga menanyakan tentang komunikasi serta interaksi pada pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ). Semua materi disampaikan dengan 2 metode, yaitu ceramah dan demonstrasi, yang kemudian dilanjutkan dengan praktik. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan ketrampilan peserta dalam melakukan penanganan, interaksi dan komunikasi pada pasien dengan gangguan jiwa. Bagi perawat dan dinas kesehatan Banyumas disarankan agar membuat rancangan kegiatan pelatihan secara berkala, dan bekerja sama dengan beberapa instansi terkait agar masalah kekambuhan pada ODGJ dapat diminimalisir. Kata Kunci: Pelatihan Care Giver, ODGJ
EDUKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN MEDIA BOOKLET DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI COVID 19 PADA SISWA DI MA AL IKHLAS JATINEGARA
ita nur itsna;
Anisa Oktiawati;
Risnanto Risnanto;
Khodijah Khodijah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v2i1.276
Infection a virus known as coronavirus has hit various countries in the world. Several types of coronavirus are known to cause respiratory tract infections in humans ranging from colds to more serious coughs. The spread of this virus is increasing very rapidly. This is because the virus can spread from person to person through droplets from the nose or mouth that come out when an infected person talks, sneezes, or coughs. One of the efforts to prevent Covid 19 infection is to adopt a clean and healthy lifestyle. The application of clean and healthy living habits in schools is also very important to ensure the health and safety of children while studying during the Covid 19 pandemic. One of the indicators of a Clean and Healthy Life Behavior is “Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)”. CTPS is one of the sanitation measures by cleaning hands and fingers using soap and water to make them clean. One of the media used in counseling is a booklet containing writing accompanied by pictures. The extension activity was attended by 26 people and began with the delivery of definitions, signs and symptoms, supporting examinations, prevention and treatment and then the practice of washing hands with soap and accompanied by the use of booklet media. The students listened carefully to the sequence of steps described by paying attention to the CTPS steps as listed in the given booklet. The use of booklet media helps in improving the skills of students and teachers and it is hoped that the implementation of CTPS will become a habit in everyday life. Keywords : Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Booklet, Covid 19
SKRINING KEGAWATDARURATAN KESEHATAN LANJUT USIA (LANSIA) DI DESA MEJASEM TIMUR RW 06 KECAMATAN KRAMAT KABUPATEN TEGAL
Yessy Pramita Widodo;
Khodijah Khodijah;
Ikawati Setyaningrum;
Dwi Budi Prastiani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v2i2.339
Peningkatan pelayanan kesehatan terhadap lanjut usia diperlukan untuk mewujudkan lansia yang sehat, berkualitas, dan produktif di masa tuanya. Keluhan kegawatdaruratan kesehatan yang dialami oleh lansia merupakan efek dari penyakit kronis seperti asam urat, hipertensi, diabetes mellitus, rematik dan penyakit lainnya, dan yang merupakan penyakit penyebab rawat jalan tertinggi pada tahun 2020 yang dialami lansia adalah hipertensi. Masalah yang dibahas diantaranya yaitu bagaimana kemampuan lansia dalam menjaga dan mempertahankan kesehatannya dan kader lansia mengajarkan senam hipertensi kepada lansia. Pada pelaksanaannya, lansia menanyakan tentang gaya hidup dan cara mempertahankan kesehatannya. Pelaksanaan dilakukan dengan metode cermah, demonstrasi dan praktik. Hasil pelatihan menunjukkan kesadaran akan menjaga dan mempertahankan kesehatannya kader lansia mengajarkan senam hipertensi dan lansia sangat berantusias untuk mengikuti kegiatan senam lansia. Bagi kader dapat berkerjasama dengan puskesmas dan dinas kesehatan agar dilakukan pelatihan kepada lansia agar lebih dapat memperhatikan masalah kesehatan pada lansia