Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI EDUKASI CUCI TANGAN DENGAN SEBELAS LANGKAH DI SD NEGERI SLAWI KULON 05 Arif Rakhman; Khodijah Khodijah; Wisnu Widyantoro; Yessy Pramita Widodo
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i1.385

Abstract

ABSTRAK Pencegahan resiko terjadinya Covid-19 pada anak dilakukan dengan memberikan edukasi tentang pencegahan penularan Covid-19. Edukasi pada anak dapat diberikan di lingkungan sekolah maupun di rumah, yaitu melalui pendampingan secara langsung tentang cuci tangan dengan sebelas langkah yang benar. Masalah yang dibahas diantaranya yaitu kemampuan anak sekolah dasar (SD) dalam melaksanakan cuci tangan sebelas langkah. Edukasi dilaksanakan kepada anak dan pada prosesnya anak menanyakan tentang cara mencuci tangan sebelas langkah yang benar. Materi edukasi disampaikan melaului dua metode, yaitu ceramah dan demonstrasi, kemudian dilanjutkan dengan praktik mencuci tangan. Hasil dari kegiatan ini menghasilkan anak yang antusias dalam melaksanakan cuci tangan sebelas langkah dan juga meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anak serta merubah perilaku anak sekolah dasar (SD) dalam mencegah penularan Covid-19.
PELATIHAN PENANGANAN SUMBATAN JALAN NAPAS PADA ANAK BAGI IBU PKK DESA RANCAWIRU KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL Deni Irawan; Ikawati Setyaningrum; Khodijah Khodijah; Yessy Pramita Widodo; Arif Rakhman
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v3i2.441

Abstract

Situasi kegawatdaruratan pada anak - anak yang sering terjadi berkaitan dengan tingginya aktifitas anak bermain. Kegawatdaruratan yang sering terjadi adalah aspirasi benda asing yang dapat mengancam nyawa bila tidak ditangani. Upaya pertolongan terhadap situasi kegawatdaruratan pada anak harus dipandang sebagai satu system yang terpadu, mulai dari pre hospital stage, hospital stage dan rehabilitation stage. Orang tua harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang pertolongan pertama pada anak yang mengalami sumbatan jalan nafas. Edukasi yang dapat dilaksanakan kepada orang tua adalah pelatihan penanganan aspirasi jalan napas pada anak dengan benar. Materi edukasi disampaikan melalui dua metode, yaitu ceramah dan demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mengenai penanganan aspirasi jalan napas. Dalam pelaksanaan edukasi ini menggunakan media manikin bayi yang digunakan untuk mempraktikan pertolongan pertama pada anak dengan sumbatan jalan nafas. Peserta edukasi yang terdiri dari ibu-ibu tampak sangat antusias mengikuti proses baik saat pelaksanaan ceramah maupun saat demonstrasi. Hasil dari kegiatan ini didapatkan ibu-ibu memiliki pengatahuan dan ketrampilan dalam pertolongan kegawatdaruratan sumbatan jalan napas antara lain mampu menilai kepatenan jalan nafas, mengetahui tanda-tanda sumbatan jalan napas, mampu melakukan penanganan sumbatan jalan napas.
PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DENGAN SUMBATAN JALAN NAFAS BAGI SISWA SMA NEGERI 1 PANGKAH KABUPATEN TEGAL Deni Irawan; Khodijah Khodijah; Yessy Pramita Widodo; Arif Rakhman; Ikawati Setyaningrum
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v4i1.494

Abstract

Penanganan kondisi kegawatdaruratan seperti korban kecelakaan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas medis saja, namun juga tanggung jawab masyarakat. Sistem penanganan gawat darurat mengatur terkait dengan penanganan kegawatan di lingkup pra rumah sakit yang melibatkan berbagai unsur seperti tenaga kesehatan, pelayanan ambulans, system komunikasi dan masyarakat umum. Mengenalkan pertolongan pertama pada kecelakaan dilingkup pra rumah sakit atau di tempat kejadian melalui pelatihan merupakan tugas dan kewajiban bersama. Pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan yang dapat diberikan meliputi penatalaksanaan sumbatan jalan nafas dan penanganan trauma (fraktur, dislokasi dan perdarahan). Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui berbagai metode antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab, demostrasi, dan praktik. Hasil pelatihan menunjukan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan masalah sumbatan jalan nafas, penanganan fraktur dan dislokasi serta penanganan perdarahan.
Peran Media dan Sumber Belajar dalam Meningkatkan Pemahaman Materi IPS pada Siswa SD Khodijah Khodijah; Muflihah Muflihah; Nur Aeni; Oman Farhurohman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, sosial, dan moral peserta didik di Sekolah Dasar. Pembelajaran IPS menekankan pemahaman terhadap fenomena sosial, hubungan antar manusia, serta nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, namun sering dianggap kurang menarik karena penyajiannya masih bersifat teoritis. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif melalui pemanfaatan media dan sumber belajar yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat IPS serta menganalisis peran media dan sumber belajar dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi IPS di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran seperti gambar, video, peta, dan teknologi digital interaktif mampu memperjelas konsep, meningkatkan motivasi, serta membantu siswa memahami materi secara konkret. Selain itu, sumber belajar yang mencakup lingkungan, manusia, alat, teknik, bahan, dan pesan juga berperan penting dalam mengaitkan teori IPS dengan kehidupan nyata. Dengan demikian, pemanfaatan media dan sumber belajar secara terpadu dapat meningkatkan minat, pemahaman, dan hasil belajar siswa, serta menjadikan pembelajaran IPS lebih menarik, bermakna, dan kontekstual.
Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Al-Ghazali Dan  Relevansinya Terhadap Pembinaan Karakter Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam Kontemporer Kayla Sheina Apdifa; Afdalyanti Afdalyanti; Khodijah Khodijah; Ar-Rumaisha Al-Atsariyyah; Dzikriyah Dzikriyah; Amalia Amalia
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang beriman, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Pemikiran Imam Al-Ghazali menawarkan konsep pendidikan akhlak yang menekankan penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pembiasaan kebiasaan baik (ta’dib), dan keteladanan guru (uswah hasanah), yang memiliki relevansi tinggi dengan pendidikan karakter dalam konteks Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis deskriptif, di mana data diperoleh dari kitab-kitab Al-Ghazali, literatur pendidikan Islam, jurnal ilmiah, serta sumber akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Al-Ghazali dapat diintegrasikan dalam praktik pendidikan modern melalui pembiasaan perilaku positif, penguatan spiritual, bimbingan moral, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter. Penerapan konsep ini berimplikasi pada pembentukan peserta didik yang seimbang antara aspek intelektual, moral, dan spiritual, mampu mengambil keputusan etis, serta siap menghadapi tantangan sosial dan global. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan akhlak Al-Ghazali tidak hanya relevan secara teoretis tetapi juga praktis, sehingga menjadi dasar yang kuat untuk strategi pembelajaran karakter di sekolah Islam modern.