Claim Missing Document
Check
Articles

INVERTER PUSH-PULL RESONAN PARALEL BERBASIS IC SG3524 Syafi’i, Imam; Facta, Mochammad; Warsito, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.639 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.70-76

Abstract

Photovoltaic merupakan sumber energi terbarukan dengan beberapa keuntungan tetapi keluaran dari photovoltaic masih berupa sumber listrik DC sehingga penggunaannya terbatas. Maka dari itu diperlukan suatu alat yang bisa mengkonversi tegangan DC ke tegangan AC sehingga sumber photovoltaic bisa digunakan untuk menyuplai beban yang bervariasi dan dimanfaatkaan untuk menyuplai beban rumah tangga. Inverter push-pull merupakan salah satu jenis inverter yang paling sering digunakan karena hanya membutuhkan input tegangan DC kecil dengan keluaran tegangan AC yang sesuai dengan beban AC rumah tangga (220V). Penggunaan rangkaian resonan paralel untuk memperbaiki bentuk gelombang keluaran inverter karena menggunakan rangkaian kontrol IC SG3524 yang merupakan kontrol PWM analog. Penelitian ini menggunakan beban resistif dan beban dinamis untuk melihat pengaruh variasi duty cycle dan variasi frekuensi terhadap tegangan output, kecepatan putar motor, serta efisiensi dari inverter. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel ketika beban resistif 37,3 Ω dengan range dari 24%-62%. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel ketika beban resistif 333 Ω dengan range dari 26%-35%. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel beban dinamis berupa motor AC shaded pole dengan range dari 26%-43%. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel beban motor universal dengan range dari 27%-54%. Efisiensi inverter push-pull resonan paralel beban motor induksi run capacitor dengan range dari 25%-49%.
ANALISIS INVERTER DUAL RESONAN SEBAGAI CATU DAYA LAMPU LED Nugraha, Dionisius Vidi; Facta, Mochammad; Warsito, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.157 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.967-974

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi mengharapkan topologi rangkaian yang lebih sederhana, berdimensi lebih kecil dan dihasilkan dengan biaya produksi yang rendah, namun tidak mengesampingkan nilai efisiensi. Banyak penelitian menunjukkan dengan memanfaatkan frekuensi tinggi, nilai induktor (L) dan kapasitor (C) yang digunakan dapat dikurangi. Nilai L dan C yang semakin kecil, membuat topologi rangkaian bisa lebih sederhana secara ukuran dan biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh nilai tersebut bisa ditekan. Salah satu metode bisa digunakan adalah menggunakan metode resonan konverter. Metode ini memanfaatkan peristiwa resonansi pada rangkaian RLC. Impedansi yang minimal saat resonansi pada rangkaian RLC dapat meningkatkan efisiensi dan menguatkan tegangan keluaran konverter. Penelitian ini menggunakan topologi rangkaian dual resonan. Tujuan penggunaan rangkaian dual resonan agar bisa diperoleh penguatan tegangan yang lebih tinggi dan sebisa mungkin meminimalkan penggunaan nilai L dan C. Hasil pengujian menunjukkan ketika inverter dual resonan ini dioperasikan pada frekuensi resonansinya yakni 21kHz, duty cycle sebesar 50%  dengan tegangan masukan sebesar 12 Volt AC alat ini mampu menghasilkan tegangan keluaran mencapai 220 Volt AC. Lampu LED yang dicatu dengan tegangan 220 Volt ini mampu menghasilkan intensitas cahaya sebesar 33 lx dan besar  energi yang mampu dipancarkan mencapai 0,7 W/m2. Kata kunci: Penguat tegangan, inverter dual resonan, lampu LED,  Abstract In line with the development of technology, it is expected to produce a simpler circuit topology, with smaller dimensions, low cost production, and good efficiency. Many research are show if that the use of high frequency can reduce the value and dimension of inductor and capacitor inside the converter. The smaller inductor and capacitor value makes the converter topology simpler and it could minimize the production cost. One method that could be used is the application of  resonant converter method. It utilize the resonance process at RLC circuit. The low impedance at resonance could increase the converter efficiency and amplify the output voltage. This research applies topology of dual resonant. The purpose of the use of dual resonant circuits is to obtained the higher voltage gain and to minimize the value of L and C. The experimental result shows, that the dual resonant converter was succesfully to be operated as its resonance frequency, 21kHz, duty cycle 50% with the input voltage 12 Volt AC. At this condition the converter could produce the output voltage 220 Volt AC. LED lamp which supplied by this 220 Volt output could produce light intensy 33 lx and irradiance the energy  0,7 W/m2. Keywords : voltage amplifier, dual resonant inverter, LED lamp,
ANALISIS PENEMPATAN PENGATUR KECEPATAN MOTOR INDUKSI SATU FASA RUN-KAPASITOR DENGAN MENGGUNAKAN TRIAC SEBAGAI PENGUBAH TEGANGAN Prasetya, Wahyu; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.247 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.185-191

Abstract

Abstrak Motor induksi satu fasa run kapasitor merupakan motor yang sering diaplikasikan untuk keperluan industri maupun keperluan rumah tangga. Dalam penggunaanya seringkali memerlukan pengaturan kecepatan agar didapatkan kecepatan putar motor yang ideal dalam pengaplikasiannya. Untuk itu diperlukan pengaturan kecepatan motor yang tidak menyebabkan berbagai macam kerugian. Salah satu solusi pengaturan kecepatan tersebut adalah dengan Modul pengatur kecepatan menggunakan TRIAC sebagai pengatur tegangan, dan DIAC sebagai trigger. Agar mendapatkan pengaturan kecepatan motor induksi satu fasa yang ideal, perlu dilakukan variasi penempatan rangkaian modul pengatur kecepatan pada supply, kumparan utama, kumparan bantu, dan run kapasitor. Dalam penelitian ini dirancang modul pengatur kecepatan motor induksi 125 watt run kapasitor dengan TRIAC-DIAC. Percobaan dilakukan dengan melakukan variasi penempatan rangkaian modul dalam rangkaian internal motor induksi. Rangkaian I memiliki daerah pengaturan kecepatan dari tegangan 31,6 volt hingga 220,7 volt dengan kecepatan motor 45,3-2986 rpm, rangkaian II memiliki daerah pengaaturan kecepatan dari tegangan 81,1 volt hingga 220,7 volt,dengan kecepatan motor 2947-2976 rpm, rangkaian III dan IV memiliki daerah pengaturan yang sempit, dimana tegangan yang dapat diterapkan pada kedua rangkaian tersebut memiliki nilai minimal 217-220 volt hingga nilai maksimal mencapai 338-343 volt dengan kecepatan motor 2973-2979 rpm. Kata kunci: motor induksi satu fasa 125 watt run kapasitor,  TRIAC, DIAC Abstract Single phase capacitor-run induction motors are often applied for industrial and house hold purposes. It often required speed control in order to obtain the required motor speed. The  required motor speed control is expected not provide additional losses. One of the solution of single phase induction motor speed control is used speed control module using TRIAC as variable voltage control, and DIAC as a trigger. To obtain the ideal speed control of single phase induction motor, the placement of speed control module can be varied on the supply, main winding, auxiliary winding and run capacitor.  In this research designed module of speed control for single phase induction motor 125 watt run capacitor with TRIAC – DIAC. The experiment is done by doing a variation of the placement module circuit in the internally of induction motor circuit. Circuit I has speed control area from 31.6 volt up to 220.7 volt based on variable voltage with the speed of motor 45.3-2986 rpm, circuit II has speed control area from 81.1 volt up to 220.7 volt based on variable voltage with the speed of motor 2947-2976 rpm, circuit III and IV  have a narrow area of  speed control. Where the voltage that can be applied to both the circuit has a minimum of  voltage value 217-220 volt up to reaches maximum value 338-343 volt with the speed of motor 2973-2979 rpm. Keywords : single phase capacitor-run induction motor, TRIAC, DIAC
ELECTRIC FIELD CONTOURS IN NON-UNIFORM ELECTRODE SHAPE Umiati, Ngurah Ayu Ketut; Facta, Mochammad
BERKALA FISIKA Vol 23, No 4 (2020): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silent discharge is well known method to initiate plasma reaction because initial  discharge is easily triggered by implementing high voltage to the pair of coupled electrodes with a distance. However,  it  is  very  difficult  to  determine  the  exact  amount  of  the  voltage  that  initiates  the discharge.  There  are  many  factors  influence  the  condition  of  initial  discharge  such  as dimensions,  type  and  geometrical  shapes  of  electrode,  thickness  of  insulation,  and  type  of electric field inside the gap between the electrodes. To obtain lower initial discharge voltage, it is urgent to find the best electrode shape producing electric field contours in line with electron emission triggering. This work examines the behavior of electric field and the applied voltage surrounding  electrodes  by  investigating  the  mathematical  expression  for  given  voltage  and generated  electric  field.  The  mathematical  relationship  then  gives  a  basis  of  theoretical background for electric field contours of two shape electrodes. It is also well known that among many electrodes, the non-uniform geometrical shape is preferred to initiate electric field easily. In this study, a hole shape and a bulge type electrode are investigated.Keywords: silent discharge, electric field, differential equation, electrode shape 
PERHITUNGAN SALURAN TRANSMISI DAN PERALATAN LISTRIK GARDU INDUK 150 KV GULUK-GULUK PULAU MADURA PROVINSI JAWA TIMUR Bhagaskara, Rhama; Facta, Mochammad; Ginting, Denis
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.1.2.%p

Abstract

Tegangan jatuh adalah suatu kondisi dimana tegangan yang diterima kurang dari tegangan yang diterima. Hal inilah yang terjadi di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Apabila kenaikan beban sudah tidak dapat diatasi melalui pengaturan tapping trafo ataupun penggunaan capacitor bank, maka cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan membangun Gardu Induk baru untuk menopang kebutuhan beban pada daerah Guluk Guluk. Pada pembangunan gardu induk Guluk Guluk membutuhkan jaringan transmisi baru. Transmisi daya listrik yang baik adalah yang memiliki efisiensi yang tinggi, drop tegangan yang rendah dan memiliki nilai SIL yang tinggi. Dalam melakukan pembangunan GI 150 kV Guluk Guluk ini memerlukan jaringan transmisi 150 kV baru. Jaringan transmisi 150 kV ini meliputi saluran transmisi Pamekasan – Guluk Guluk, Sampang – Guluk Guluk dan Guluk Guluk – Sumenep. Jaringan transmisi 150 kV tersebut memerlukan konfigurasi jaringan, menara, konduktor dan beberapa peralatan listrik 150 kV lainnya. Oleh karena itu pada tugas akhir ini dilakukan perhitungan mengenai saluran transmisi dan peralatan listrik gardu induk 150 kV Guluk Guluk menggunakan bantuan software ETAP 12.6. Hasil dari simulasi tersebut menunjukan bahwa saluran transmisi dan peralatan listrik 150 kVyang dipasang PLN pada sistem kelistrikan madura telah sesuai.
DETERMINATION OF THICKNESS AND OPTICAL BAND GAP OF POLYANILINE NANOFIBERS Ketut Umiati, Ngurah Ayu; Setiawati, Evi; Facta, Mochammad
BERKALA FISIKA Vol 24, No 3 (2021): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study observed the thickness and optical band gap of polyaniline nanofiber (PNF). PNF in this study is synthesized by the interfacial polymerization method in Toluene Aniline 0.31 with the APS 4mmol dopant HCl solution with molarity between 1 M to 3 M. The synthesis results obtained were characterized by UV-Vis scanning spectrophotometer. The thickness and absorption coefficient (α) is observed by Swanepoel method and Beer–lambert’s relation, respectively. The optical band gap is observed from extrapolation versus  . The results of this study indicate that the molarity of dopants affect the thickness layer and optical band gap of the material.
Impedance Mathing Improvement of Half-Cut Broadband Printed Monopole Antenna with Microstrip Feeding Teguh Prakoso; Mochammad Facta; Razali Ngah; Tharek A. Rahman
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 3, No 5: October 2013
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.557 KB)

Abstract

The requirement of wireless access networks and user equipments to support coexistence of many communication standards and frequency bands poses challenge on antenna to be broadband and small. The application of half-cut technique to broadband printed monopole with microstrip feeding worsens the resulted antenna’s impedance. To improve the half-cut antenna impedance mathing, two methods were investigated in this paper: (1) monopole and ground extension, (2) the application of microstrip line transformer and ground extension. The first approach only produces limited improvement, whereas method #2 can enhance the return loss significantly. The application of the second approach potentially produces antenna pair that has low mutual coupling, good return loss, and small size. Considering its radiation pattern, the antenna is suitable for diversity and MIMO. Its application in broadband microwave-photonic access point need special arrangement due to radiation null at 5 GHz band at right side.DOI:http://dx.doi.org/10.11591/ijece.v3i5.3376
The Application of FPGA in PWM Controlled Resonant Converter for an Ozone Generator Mochammad Facta; Tole Sutikno; Zainal Salam
International Journal of Power Electronics and Drive Systems (IJPEDS) Vol 3, No 3: September 2013
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulse Width Modulation (PWM) is a very common technique used in many different applications. The Conventional method its generation is the heart of the inverter system. This paper present methodology to generate Sinusoidal PWM (SPWM) signal for three-phase inverter based on EP20K200EFC484-2x Altera Field Programmable Gate Array (FPGA). Designing a PWM inverter drive using FPGA has several advantages, such as: it's quick, very modifiable, and very suitable for prototyping. In this paper, the PWM signal is used control switching action conducted by MOSFET as part of power electronics devices in resonant power converter which has 24 volt DC input voltage. As the result, by using resonant oscillation controlled by FPGA the high sinusoidal voltage until 1.0 kV peak-to peak has been generated in the load side.DOI: http://dx.doi.org/10.11591/ijpeds.v3i3.4316
Progress in Artificial Intelligence Techniques: from Brain to Emotion Tole Sutikno; Mochammad Facta; G.R. Arab Markadeh
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 9, No 2: August 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v9i2.729

Abstract

Artificial Intelligence (AI) techniques, e.g. expert system (ES), fuzzy logic (FL), artificial neural network (ANN), genetic algorithm (GA), particle swarm optimization (PSO) and biologically inspired (BI) have recently been applied widely in power electronics and motor drives.Each AI method has its own uniqueness and characteristics. Recently, researchers have developed a computational model of emotional learning in mammalian brain, namely brain emotional learning based intelligent controller (BELBIC). The results indicate the ability of BELBIC to control unknown non-linear dynamic systems. Therefore, the BELBIC can be easily adopted for niche mechatronics and industrial applications.
Pengaruh Pengaturan Intensitas Cahaya yang Berbeda Terhadap Kelimpahan Dunaliella sp. dan Oksigen Terlarut dengan Simulator TRIAC dan Mikrokontroller AT89S52 Mochammad Facta; Muhammad Zainuri; Sudjadi Sudjadi; Sakti Pancar Emak
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.064 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.11.2.67-71

Abstract

Energi matahari dibutuhkan oleh phytoplankton dilaut dalam proses fotosintesis. Laju fotosintesis akan meningkat bila intensitas cahaya meningkat dan menurun bila intensitas cahaya berkurang, sehingga cahaya berperan sebagai faktor pembatas utama dalam fotosintesis atau produktvitas primer. Penelitian ini dilakukan untuk pembuatan dan pengujian pengaturan intensitas cahaya lampu buatan untuk proses fotosintesis fitoplankton Dunaliella sp. Cahaya lampu diatur intensitasnya mengikuti pola cahaya matahari dengan panjang gelombang 0.4μm- 0.7μm menggunakan rangkaian konverter AC-AC. Konverter AC-AC tersebut menggunakan rangkaian TRIAC yang pemicuannya dikontrol dengan mikrokontroler AT89S52. Hasil pengujian menunjukkan bahwadari perlakuan siklus on-off (A), siklus 3 jam (B) dan siklus matahari buatan (C), menunjukkan bahwa respon fotosintesis yang paling bagus dan efisien adalah perlakuan dengan siklus matahari buatan (C)Kata kunci : Intensitas cahaya buatan, fitoplankton Dunaliella sp., microcontroller, AC-AC converterSun light intensity plays an important role to photosynthesis process in the sea water. The photosynthesis rates will be high when the light intensity is high and it will be down when the light intensity decreases.Therefore light play significant role as the limiting factor in primary productivity of photosynthesis. The research purpose is to provide the artificial lighting lamp for phytoplankton. (Dunaliella sp.) photosynthesis process. The lighting lamp intensity is controlled in order to be similar with sunlight intensity pattern that has wavelength 0.4 mm 0.8mm by using AC - AC converter circuit. The AC-AC converter uses TRIAC triggered by AT89S52 microcontroller. The experimental result indicates that the artificial lighting controller can be used to support phytoplankton photosynthesis process. This is indicated by the dissolved oxygen (DO) and the density of phytoplankton which tend to follow the pattern of the given lighting intensity.Key words: artificial lighting, phytoplankton Dunaliella sp., microcontroller, AC-AC Converter
Co-Authors Abda Abda Abdul Syakur Abdurrahman, Fauzan Haidar Abrianto, Bagus Hari Adam Kusuma Wardana Adhi Warsito Adhitya Sukma Wijaya Aditya Mahendra Aggie Brenda Verdandez Agrial Sunahtul Putra Agung Warsito Agustinus Danu N, Agustinus Danu Airlangga Avryansyah Akbar, Airlangga Avryansyah Aivelia Mualifatul Risca Akhmad Fauzi Alga Bagas Setiawan Alief Makmuri Hartono Alvian Dwi Hendrawan Andi, Heri Andromeda, Trias Andy Frediansyah Anggiawan, Iqba Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggun Purnomo Anindita Singgih Pambudi, Anindita Singgih Ardian Trilaksono, Ardian Ardiansyah, Regas Aris Triwiyatno Arsadiando, Watra Atmojo, Kusumo Tri Ayu Adinda Putri, Ayu Adinda Bambang Nugrahadi P, Bambang Nugrahadi Bambang Winardi Bhagaskara, Rhama Bimatara, Tofan Biyan Suhardianto, Biyan Buntat, Zolkafle Buntat, Zolkafle Byan Bagas Pradana cahyadi cahyadi Cahyadi, Lukman Wira Corina, Vinda Zahrotul Daniswara Ardy Putra, Daniswara Ardy Dedy Brian Ericson, Dedy Brian Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Dionisius Vidi Nugraha Donny A.W. EDI SARWONO Eflita Yohana Eko Aptono Tri Yuwono Eko Setiawan Enda Wista Sinuraya Evi Setiawati Faisal Aji Syafriarso, Faisal Aji Fajar, Muhammad Rizky Fajar, Siddiq Al Fariz, Fiqih Anugerah Fauzan, Mochamad Irfani Fredi Prastiyo G.R. Arab Markadeh Galih Pinaryoga, Galih Gigih Mahartoto P Ginting, Denis Gultom, Berzelius Octa Natanael Guskha, Vitra Yudarma Haidar Ali Fathin Naufal Hendra Fadholi Adi Prabowo, Hendra Fadholi Hendril Satrian Purnama Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Ilmanda Hermawan, Hermawan Heru Pujiyatmoko Hia, Berkat Surya Putra Hikma Sisintito I Ketut Suada I., M. Lutfi Ibnu Salam, Ibnu Idreis Abdualgader Ilham Bayu Pratama Putra Ilham Prima Yudhanto Imam Syafi’i Irpan Logitra Purba Isnaeni Romadhon, Mohamad Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jayabadi, Dennis Satria Wahyu Johanes Nugroho Adhi Prakosa Joko Susilo Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Karo, Tio Vanny Br Koesputra, Mohammad Fadhil Kusuma, Muhamad Panji Lina Handayani Lutfi Lastiko Wibowo M Anantha B P M. Azamul Faiz Dinul Haq, M. Azamul Faiz Dinul M. Hasbi Hazmi B., M. Hasbi Mahadi Prasetyawan Marco Arief Juarsah, Marco Arief Maria Oktavia Fitriyani, Maria Oktavia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Moh. Izzul Azmi Mohamad Irfan Anshari, Mohamad Irfan Mohamad Isnaeni Romadhon Muhamad Hami Pradipta Muhammad Arief Nugroho Muhammad Fauzan Suryawijaya Muhammad Iklil, Muhammad Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Muhammad Zainuri Munawar Agus R Munawar Agus Riyadi Muttaqin, Syaoqi Ngurah Ayu Ketut Umiati Ngurah Ayu Ketut Umiati Ni’am, Muhammad Aulan Nugraha Luis Heriawan, Nugraha Luis Nugroho, Bayu Seno Adi Nuryono Satya Widodo Pambudidoyo, Hilman Pamungkas, Deny Fajar Pandita Margayu, Pandita Parmonangan, Samuel Pirdion Pradana, Byan Bagas Pradipta, Adya Pramudya Nur Perdana Prasdiatmaja, Riswandha Prasetya, Agysta Rama Prastiyonoaji, Arifna Dwi Priambodo, Andhika Rizki Prihananto, Pratama Ludfia Dendi Purba, Mesrika Purnama, Hendril Satrian Purnama, Hendril Satrian Putra, Azan Rahmadian Rahmana, Arsyad Sila Ramadhani, Ahmad Zaki Ranisa Ranisa, Ranisa Razali Ngah Reza Heryanto S, Reza Heryanto Ridlwan Zein W N Rismanto Arif Nugroho Ritonga, Seno Yudho Panggayuh Riza Arif Pratama Rizal Fajar Abdurrahman Rizki Nurilyas Ahmad Rizky Adi Nugraha Rizky Patra Jay, Rizky Patra Romadhon, Mohamad Isnaeni S., Sefanda Dwi Safarul Azmi Sakti Pancar Emak Salam, Zainal Salam, Zainal Sandra Aditya Kurniawan Satrio Wibowo Setiyo Nugroho Sidiq Budi Perkasa Siwi, Yordan Raka Slamet . Sudantoko, Eri Sudjadi Sudjadi ., Sudjadi Sudjadi Sudjadi Sulistomo, Pinandito Suryo Sardi Atmojo, Suryo Sardi Susatyo Handoko Susatyo Handoko Suslamet Suslamet Suyanti, Tri Yuli Syauqie Candra Buana, Syauqie Candra Tamin, Achmad Faizal Tan, Chee Wei Taruna Miftah Isnain, Taruna Miftah Tatas Ardhy Prihanto, Tatas Ardhy Taufik Ardian Ramadhana, Taufik Ardian Taufik Chemistryadha Wijaya Tawakal, Panji Tedjo Sukmadi Teguh Prakoso Tejo Sukmadi Tharek A. Rahman Tole Sutikno Tri Hutomo Tri Wahono Tri Wahono Trias Andromeda Turinno, Sarwo Wahono, Tri Wahyu Arief Nugroho Wahyu Prasetya, Wahyu Wahyu Sapto Aji Wibisono, Ariangga Bagas Widiyanto, Romualdy Windarta, Jaka Yoga Fajar Setiaji Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Dewantoro Herlambang Z., Ajub Ajulian Zainal Salam Zainal Salam Zainal Salam Zainal, Ahmad Rizky Zardi, Arief Rahman Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat