Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN KONVERTER DC-DC RESONANSI BEBAN SERI Hartono, Alief Makmuri; Facta, Mochammad; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.55 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.586-594

Abstract

Abstrak Dalam elektronika daya, peningkatan efisiensi dilakukan melalui perbaikan topologi maupun peningkatan komponen elektronika. Konverter DC-DC resonansi beban seri merupakan jenis topologi soft-switching yang dapat memberikan peningkatan efisiensi. Keuntungan konverter resonansi adalah kesederhanaan konfigurasi sirkuit, rugi-rugi pensaklaran rendah, dan skema kontrol mudah. Penelitian ini membahas perancangan konverter DC-DC resonansi beban seri tipe pensaklaran setengah jembatan. Pada topologi resonansi beban seri tersebut menyajikan tiga model operasi : model  operasi konduksi diskontinyu ( ωs < ½ ω0) , model operasi konduksi kontinyu (½ ω0 < ωs <ω0 ), dan model operasi konduksi kontinyu ( ωs < ωo ). Kinerja perangkat konverter ditinjau dari karakteristik operasi kondisi mantap konverter hasil pengukuran. Pengukuran nilai tegangan keluaran dilakukan dengan empat variasi harga Q, yaitu : Q = 1,39 , Q = 0,80 , Q = 0,55 , dan Q = 0,37. Pada konverter resonansi beban seri, pengaturan tegangan keluaran dilakukan dengan mengatur  frekuensi pensaklaran yang diterapkan. Dari hasil pengujian dan analisis pada topologi resonansi beban seri, konverter  bertindak sebagai penurun tegangan. Hasil pengukuran menunjukan tegangan keluaran maksimal yang dapat dicapai konverter sebesar 10,54 Volt DC dengan tegangan masukan 12 Volt DC, pada frekuensi pensaklaran 30 KHz. Rata-rata tegangan keluaran terbesar dicapai pada harga Q = 0,37. Kata kunci : resonansi, konverter, karakteristik operasi kondisi mantap, harga Q.  Abstract In power electronics, increasing efficiency can be enhanced by the topology and increase the usage of electronic components. Series Load Resonant DC-DC Converter is a soft-switching topology  known to increased efficiency. The advantages of resonant converter are simplicity of the circuit configuration, low switching losses, and easy control scheme.This study discuss about design of series load resonant DC-DC converter half bridge topology. In series load resonant topology present 3 models of operation : discontinuous conduction operation model  (ωs<½ ω0), continuous conduction operation model (½ ω0< ωs<ω0)  and continuous conduction operation model (ωs< ω0) . Hardware performance reviewed from the steady state operating characteristics of the measurement converter. The measurement result of the output voltage performed 4 variation of Q : Q = 1,39 , Q = 0,80 , Q = 0,55 , dan Q = 0,37. In the type of series load resonant converter, output voltage regulation perfomed by adjusting the switching frequency. From the result and analysis, converter only be able act as lowering voltage. The measurement result showed that maximum output voltage of converter is 10,54 Volt DC with input voltage 12 Volt DC, on switching frequency 30 KHz. The largest output is achieved in Q = 0,37. Key word : resonant, converter, steady state operating characteristics, value of Q
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE SEPIC YANG DIOPERASIKAN UNTUK PENCARIAN TITIK DAYA MAKSIMUM PANEL SURYA BERBASIS METODE PERTURBATION AND OBSERVATION (P&O) Zainal, Ahmad Rizky; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.705 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.60-67

Abstract

Panel surya biasanya dapat dihubungkan langsung dengan beban tanpa konverter. Hal ini mengakibatkan beban menerima tegangan yang tidak sesuai dengan tegangan kerja yang dibutuhkan. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan menggunakan konverter arus searah yang dapat menaikkan dan menurunkan level tegangan sesuai dengan kebutuhan beban sebagaimana terdapat pada Penelitian ini. Konverter arus searah pada MPPT berfungsi sebagai konverter untuk mengubah tegangan yang dibangkitkan panel surya ke level tegangan yang dibutuhkan beban dengan memodulasi duty cycle pada konverter. Sepic konverter adalah salah satu tipe dari konverter arus searah yang dapat menaikkan dan menurunkan tegangan dengan polaritas tegangan yang sama. Pada Penelitian ini dilakukan perancangan konverter arus searah tipe sepic yang dioperasikan untuk pencarian titik daya maksimum panel surya berbasis metode P&O. Pengujian sistem menunjukkan bahwa konverter arus searah tipe sepic yang dirancang mampu mencari titik daya maksimum ketika terjadi perubahan irradiasi. Daya maksimum yang dihasilkan oleh panel surya dengan MPPT adalah 4,6 watt untuk irradiasi 1060 W/m2, 3,9 watt untuk irradiasi 950 W/m2, 3,6 watt untuk irradiasi 850 W/m2, 2,6 watt untuk irradiasi 650 W/m2, dan 1,6 watt untuk irradiasi 400 W/m2.
KINERJA DC – DC CONVERTER DENGAN RANGKAIAN RESONANSI FREKUENSI TINGGI CLC Heriawan, Nugraha Luis; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.261 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.106-113

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi mengharapkan topologi rangkaian yang lebih sederhana, namun tidak mengesampingkan nilai efisiensi. Banyak penelitian menunjukkan dengan memanfaatkan frekuensi tinggi, nilai induktor (L) dan kapasitor (C) yang digunakan dapat dikurangi, sehingga volume induktor dan kapasitor dapat diperkecil.  Nilai L dan C yang semakin kecil, membuat topologi rangkaian bisa menjadi lebih sederhana secara ukuran dan biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh nilai tersebut juga bisa semakin ditekan. Salah satu metode bisa digunakan  untuk memperoleh topologi rangkaian yang lebih sederhana adalah menggunakan metode resonan konverter. Konverter resonansi beban dapat diklasifikasikan menjadi resonansi beban seri, dan resonansi beban paralel.  Penelitian ini menggunakan topologi DC – DC converter dengan rangkaian resonansi CLC, yakni menggabungkan rangkaian resonan beban seri dan beban paralel. Pengukuran nilai tegangan keluaran dilakukan dengan variasi frekuensi pensaklaran, variasi jenis induktor, dan jenis lilitan induktor. Dari hasil pengujian dan analisis  yang telah dilakukan pada topologi resonansi CLC, konverter hanya mampu bertindak sebagai penurun tegangan. Hasil pengukuran menunjukan bahwa tegangan keluaran maksimal yang dapat dicapai oleh konverter sebesar 9,07 Volt DC dengan tegangan masukan 12 Volt DC, pada frekuensi pensaklaran 70 KHz. Rata-rata tegangan keluaran terbesar dicapai pada variasi induktor L4 ( inti batang ferit 3 kawat ). Kata kunci: Penguat tegangan, resonansi CLC,variasi induktor.  Abstract The development of technologies expect simpler circuit topology, on the other hand it does not rule out the value of efficiency. Many studies showed by utilizing high frequency, the value of the inductor (L) and capacitor (C) can be reduced, so the volume of inductors and capacitors can be minimized. By getting smaller of L and C values, both cost and size of the circuit topology can be simpler. Futhermore,  those values can be suppressed as well. One method that can be used to obtain simpler circuit topology is using resonant converters. Load resonance converter topology can be classified : series resonance load, parallel resonance load. On this research use DC-DC converter with CLC resonance circuit, which combines the circuit of series and parallel resonance load. The output voltage is measured by switching frequency variation, variation in type of inductor, and type of the inductor coil. According to  the results of the testing and analysis performed on CLC resonanct topology, the converter is only capable to act as a voltage minimizer. The measurement results showed that the maximum output voltage can be achieved by the DC converter at 9.07 Volts with input voltage of 12 Volts DC, switching frequency at 70 KHz. The largest average of output voltage is on L4 (3 ferrite rod core wire). Keywords: amplifier voltage, CLC resonant , variations inductor.
PERHITUNGAN PEMBEBANAN PEMBANGKIT DI KOMPLEKS PLTU JABAR II SUKABUMI, JAWA BARAT DENGAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER DAN KURVA KAPABILITAS GENERATOR Ranisa, Ranisa; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.852 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.763-770

Abstract

Abstrak Dalam menjalankan bisnis utamanya sebagai salah satu bagian dari perusahaan listrik Negara, PT Indonesia Power mempunyai tanggung jawab atas ketersediaan listrik di Indonesia. PT indonesia Power berupaya menghasilkan tenaga listrik yang handal dan bermutu. PT Indonesia Power memiliki beberapa unit pembangkit yang salah satunya adalah PLTU JABAR II yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat. PLTU JABAR II merupakan unit pembangkit listrik tenaga uap dengan tiga unit generator pembangkit yang berkapasitas 3×350 MW. Tugas akhir ini memaparkan tentang pembagian ekonomis daya aktif pada setiap unit pembangkit  yang  berada  di PLTU JABAR II untuk  mencapai  kondisi  operasi  yang  optimal dan ekonomis serta perhitungan batas daya reaktif sesuai kurva kapabilitas milik generator. Perhitungan pembagian beban ekonomis pembangkit listrik menggunakan metode Lagrange Multiplier yang disimulasikan dengan perangkat lunak MATLAB 7.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat pembebanan 350 MW, Generator Unit 2 memiliki biaya pembangkitan paling murah dengan total biaya pembangkitan  sebesar  USD 10.807/jam dan saat dua dari tiga generator diaktifkan, kombinasi pengoperasian Unit 2 dan Unit 3 merupakan kombinasi pengoperasian generator paling murah dengan biaya saat pembangkitan daya 700 MW adalah sebesar USD 21.999/jam. Kurva kapabilitas hasil simulasi sudah sangat mendekati kurva kapabilitas asli milik Generator di PLTU JABAR II. Kata kunci: Pembangkit, Lagrange Multiplier, Optimasi, Kurva Kapabilitas Abstract In running the main business as one part of  National electrical  company, PT Indonesia Power has responsibility to fullfil electrical energy availability. PT Indonesia Power attemps to produce electrical energy which is reliable and quality-proved. PT Indonesia Power has several power plants, one of them is JABAR II coal fired power plant located in Sukabumi, West Java. JABAR II coal fired power plant is a steam power plant with three generating units that has capacity of 3×350MW. This final assignment explains distribution of active load each of generating unit to reach an optimal and economic operation, this assignment also explains about reactive power limits calculation based provided capability curve of Generator in PLTU JABAR II. The calculation of economic dispatch use Lagrange Multiplier method which is simulated in Matlab 7.6. The result of this final assignment shows that with 350 MW load, Generator Unit 2 is the generator with cheapest fuel cost at total of USD 10.807/hour and when two of three generators are activated, the combination  Unit 2 and Unit 3 are the cheapest generator combined operation that has total fuel cost of USD 21.999/hour at 700 MW generating load. The capability curve from simulation result is already very close to the original capability curve of Generator in PLTU JABAR II. Keywords: Power Plant, Lagrange Multiplier, Optimization, Capability Curve.
CATU DAYA ARUS SEARAH TERKONTROL JENIS BUCK CONVERTER UNTUK PEMISAH MAGNETIK DALAM KONVEYOR Margayu, Pandita; Nugroho, Agung; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.096 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.300-307

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga UAP (PLTU) merupakan pembangkit listrik tenaga termal yang menggunakan batubara sebagai salah satu bahan bakarnya[1]. Batubara ini dikirim dari pelabuhan sampai ke tungku pembakaran menggunakan konveyor[2].Selama proses pengiriman batubara menuju tungku api, seringkali batubara terkontaminasi dengan material logam[3]. Kontaminasi material logam ini dapat merusak peralatan operasi, dan mengurangi kemurnian batubara itu sendiri, sehingga efisiensi tungku pembakaran berkurang[3]. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan menggunakan metode pemisah magnetik (Magnetic Separator) secara elektromagnetik. Magnetic Separator ini berguna untuk memisahkan material logam dari kumpulan batubara.  Pemisahan magnetik secara elektromagnetik ini membutuhkan sumber daya (catu daya) searah atau DC. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan DC Chopper Buck Converter sebagai sumber daya pada Magnetic Separator. Perancangan ini dibuat dengan simulasi PSIM. Magnetic Separator telah berhasil memisahkan material logam dari kumpulan batubara. Tingkat keberhasilan pemisahan tersebut cukup tinggi yaitu 100%. Berdasarkan hasil pengukuran Buck Converter dengan frekuensi 20 kHz dan 30 kHz  pada beban kumparan Magnetic Separator menghasilkan efisiensi rata-rata 84,63% dan 84,85%.
PERANCANGAN SISTEM PENCARIAN TITIK DAYA MAKSIMUM PANEL SURYA DENGAN ALGORITMA PERTURB AND OBSERVE MENGGUNAKAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BOOST Fariz, Fiqih Anugerah; Setiawan, Iwan; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.967 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.838-845

Abstract

Penggunaan energi surya sebagai sumber energi listrik memiliki beberapa kelemahan, seperti daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya dipengaruhi oleh iradiasi sinar matahari, suhu lingkungan, dan sudut datang matahari. Hal ini menyebabkan daya yang dihasilkan akan mengalami fluktuasi. Maximum Power Point Tracking (MPPT) merupakan suatu metode untuk memaksimalkan daya keluaran yang dihasilkan oleh panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem MPPT menggunakan rangkaian boost converter dengan algoritma Perturb and Observe. Pengujian sistem MPPT dilakukan dengan memvariasi nilai iradiasi dan beban, kemudian menganalisis daya keluaran panel surya tersebut, serta membandingkan daya keluaran sistem yang menggunakan MPPT dan tidak menggunakan MPPT terhadap perubahan beban. Sistem pencarian titik daya maksimum panel surya menggunakan rangkaian boost converter dengan algoritma Perturb and Observe telah berhasil direalisasikan. Daya maksimum yang dihasilkan sistem MPPT dengan variasi beban 39 Ω, 50 Ω, dan 100 Ω pada iradiasi 1092 W/m2 dan suhu 29oC adalah 29,32 W, sedangkan pada iradiasi 752 W/m2 dan suhu 29oC adalah 24,56 W. Sistem MPPT dapat mempertahankan nilai daya pada titik maksimalnya saat terjadi perubahan beban, sedangkan pada sistem yang tidak menggunakan MPPT nilai daya yang dihasilkan akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan beban.
INVERTER JEMBATAN PENUH DENGAN RANGKAIAN RESONANSI PARALEL UNTUK FREKUENSI RENDAH BERBASIS IC SG3524 Koesputra, Mohammad Fadhil; Facta, Mochammad; Setiawan, Iwan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1355.955 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.100-107

Abstract

Photovoltaic merupakan sumber energi terbarukan yang banyak dikembangkan, akan tetapi keluaran dari photovoltaic masih berupa sumber listrik DC sehingga penggunaannya terbatas. Inverter full-bridge sebagai pengkonversi tegangan DC ke AC adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pada penelitian ini, rangkaian inverter full-bridge dikontrol melalui pembangkit sinyal PWM analog IC SG3524. Rangkaian resonan paralel kemudian dirancang dan digunakan untuk memperbaiki bentuk gelombang keluaran dan meningkatkan level tegangan keluaran inverter. Pengujian dilakukan dengan variasi beban dan variasi frekuensi untuk melihat respon inverter full-bridge resonan paralel terhadap perubahan frekuensi dan beban. Beban yang digunakan berupa lampu pijar 15W, lampu pijar 25W, dan motor induksi satu fasa capacitor run. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan output meningkat dari frekuensi 40 Hz ke 50 Hz sebelum kemudian mengalami penurunan dari frekuensi 50 Hz ke 60 Hz. Frekuensi juga berpengaruh terhadap kecepatan putar motor dimana semakin besar nilai frekuensi maka akan semakin besar pula kecepatan putaran motor. Hasil pengujian dengan variasi pembebanan juga menunjukkan bahwa semakin besar beban yang terhubung, maka nilai tegangan output akan semakin rendah.
KINERJA KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK CONVERTER DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN BERBASIS TL494 Cahyadi, Lukman Wira; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.636 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.161-167

Abstract

Kebutuhan konversi tegangan arus searah semakin banyak digunakan di bidang industri dalam skala besar maupun kecil. Salah satu cara untuk mengkonversi tegangan arus searah ke tegangan arus searah yang lebih rendah adalah dengan menggunakan rangkaian buck converter. Pada konverter arus searah tipe buck converter kondisi open loop control tidak mampu merespon terhadap perubahan beban. Hal ini mengakibatkan keluaran dari konverter arus searah tipe buck converter tidak stabil dan kurang efisien. Jadi untuk mengatasi kasus tersebut dibuat suatu sistem dengan pengendali close loop. Pada Tugas Akhir ini dirancang buck converter dengan umpan balik tegangan berbasis IC TL494 sebagai rangkaian pembangkit sinyal PWM. Umpan balik tegangan berfungsi untuk memonitor tegangan keluaran buck converter, yang akan diumpankan pada komparator yang ada di dalam IC TL494. Hasil pengujian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa tegangan keluaran buck converter dengan umpan balik tegangan cenderung konstan dengan adanya perubahan beban. Tegangan keluaran rata – rata buck converter dengan umpan balik tegangan sebesar  14,68 volt. Efisiensi rata – rata buck converter dengan umpan balik tegangan sebesar 92,45 %. Pada pengujian objek aki sebagai beban, respon tegangan keluaran buck converter dengan umpan balik tegangan mengikuti kondisi tegangan terminal aki.Hal ini karena aki merupakan catu daya arus searah murni.
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL OPERASI CCM DAN DCM PADA DC CHOPPER TIPE CUK P, Gigih Mahartoto; Warsito, Agung; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.35 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.110-118

Abstract

Abstrak Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan topologi rangkaian atau pengaruh pembebanan DC chopper pada kestabilan tegangan output. Namun hal yang mempengaruhi kestabilan tegangan output DC chopper bukan hanya terletak pada topologi maupun pembebanan DC chopper itu sendiri, melainkan juga pada mode operasi yang digunakan. Pada pengoperasiannya ada 2 macam mode operasi yaitu Continues Conduction Mode (CCM) dan Discontinues Conduction Mode (DCM).  Pada penelitian ini dibahas mengenai perbedaan respon modul DC chopper tipe cuk yang meliputi respon arus dan tegangan output serta efisiensi daya pada mode operasi CCM dan DCM. Berdasarkan pengujian modul DC chopper tipe cuk pada tugas akhir ini diketahui bahwa mode operasi CCM lebih unggul dari mode operasi DCM jika dilihat dari sisi output, galat tegangan output, galat arus output dan efisiensi daya. Galat tegangan terbesar terjadi pada mode operasi DCM dengan variasi beban resistif 200Ω dengan duty cycle sebesar 70% yaitu 116,61 Volt. Dengan variasi tegangan yang sama, riak arus terbesar juga terjadi pada mode operasi DCM yaitu sebesar 608 mA. Nilai efisiensi tertinggi ada pada pengujian mode operasi CCM pada variasi beban 60Ω dengan nilai duty cycle 70% yaitu 71,1%. Kata kunci : DC Chopper, cuk, CCM, DCM, PWM.  Abstract Research are conducted to find out the influence of circuit topology and the influence of DC chopper loading to output voltage stability. The aspects affect DC chopper output stability is not merely the topology or loading, but it is also influenced by mode of operation. There are 2 types of operation mode, in example Continuous Conduction Mode (CCM) and Discontinuous Conduction Mode (DCM). This research presents the difference of cuk-type DC chopper module response which consists of current stability, output voltage and the level of power efficiency of CCM and DCM mode of operation. Based on the test result of cuk-type DC chopper module, it is found that CCM mode operation is superior than DCM mode of in case of voltage stability, output voltage error, and power efficiency. The largest voltage error occurred in DCM operation mode is 116.61 Volts with 200Ω resistive load variations and 70%  of duty cycle. With  the same variation of voltage, the highest ripple current also occurs in DCM mode of operation at 608 mA. The highest efficiency value is obtained by CCM mode at 71,1% with 60Ω load and 70% duty cycle. Keyword : DC chopper, cuk, CCM, DCM, PWM
ANALISIS OVER GENERATION SHEDDING (OGS) PADA SUBSISTEM CIBINONG 150 KV DAN 70 KV Anshari, Mohamad Irfan; Facta, Mochammad; Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.805 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.589-596

Abstract

Abstrak Stabilitas sistem tenaga telah menjadi perhatian utama dalam sebuah sistem operasi. Perhatian itu muncul dari fakta bahwa pada kondisi mantap kecepatan rata-rata generator harus sama dan kondisi tersebut dinamakan operasi sinkron. Dalam penyaluran tenaga listrik, perubahan sudut rotor dan daya listrik dapat menyebabkan ketidakstabilan akibat perubahan beban yang tidak teratur, juga gangguan dinamis maupun gangguan transien. Ketidaksabilan dapat merusak peralatan yang dicatu dan penggerak mula. Tugas akhir ini mempelajari tentang pengaruh pelepasan pembangkit terhadap stabilitas sudut rotor di subsistem Cibinong, Jawa Barat. Tugas akhir ini juga menyelediki setting proteksi pada skema pelepasan pembangkit. Gangguan tiga fasa pada salah satu sirkuit transmisi disimulasikan dan studi kasus yang pertama mengamati pengaruh skema Over Generation Shedding (OGS) terhadap stabilitas sudut rotor. Studi kasus kedua mensimulasikan efek pelepasan beban dalam skema OGS terhadap stabilitas sudut rotor. Berdasarkan hasil perhitungan dan quasi eksperimen dari software simulasi, semakin besar generator yang lepas maka akan semakin jauh sudut rotor berayun. Sudut rotor dari masing-masing generator dapat kembali stabil setelah relay OGS bekerja pada keadaan pembangkitan berlebih akibat penurunan beban secara tiba-tiba, hal ini menyebabkan semakin banyaknya aliran daya ke sistem interkoneksi 500 kV Jawa Bali yang mengakibatkan saluran transmisi mendapat beban tambahan. Kata kunci: stabilitas transien, sudut rotor, relay OGS.  Abstract Stability of power systems always become major concern in operation system. It arises from the fact that steady state speed of all generators must remain the same anywhere in the system, and this condition is called synchronous operation. In the effort to distribute the electricity, a change in rotor angle and power may cause instability due to irregular change of loads, either in the form of dynamics or transient disturbance. Instability may damage supplied equipment and prime mover. This final assignment ivestigates the effect of generator shedding to rotor angle stability in Cibinong subsistem, West Java. It is also investigated the protection setting involved in generator shedding scheme. Three phase fault in one of transmission circuits was simulated and the first case to study the influence of Over Generation Shedding (OGS) scheme to rotor angle stability. The second case simulated the effect of load shedding in OGS to rotor angle stability. Based on results of calculation and quasi experimental by simulation software, if generator shedding is greater, then the angle of rotor swang in greater osilation. The angle of rotor of each generator can be stabilized as OGS was applied to work in excessive generation due to sudden light load so that most of power flow back to the major electric system in 500 kV Jawa Bali interconection system and transmision line gave additional burden. Keywords: transient stability, rotor angle, OGS.
Co-Authors A. Warsito A. Warsito Abdul Syakur Abdurrahman, Fauzan Haidar Abrianto, Bagus Hari Adam Kusuma Wardana Adhi Warsito Adhitya Sukma Wijaya Aditya Mahendra Aggie Brenda Verdandez Agrial Sunahtul Putra Agung Warsito Agustinus Danu N, Agustinus Danu Airlangga Avryansyah Akbar, Airlangga Avryansyah Aivelia Mualifatul Risca Akhmad Fauzi Alga Bagas Setiawan Alief Makmuri Hartono Alvian Dwi Hendrawan Andi, Heri Andromeda, Trias Anggiawan, Iqba Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggun Purnomo Anindita Singgih Pambudi, Anindita Singgih Aptono. T.Y Aptono. T.Y Ardian Trilaksono, Ardian Ardiansyah, Regas Aris Triwiyatno Arsadiando, Watra Atmojo, Kusumo Tri Ayu Adinda Putri, Ayu Adinda Bambang Nugrahadi P, Bambang Nugrahadi Bambang Winardi Bhagaskara, Rhama Bimatara, Tofan Biyan Suhardianto, Biyan Buntat, Zolkafle Buntat, Zolkafle cahyadi cahyadi Cahyadi, Lukman Wira Corina, Vinda Zahrotul Daniswara Ardy Putra, Daniswara Ardy Dedy Brian Ericson, Dedy Brian Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Dionisius Vidi Nugraha Donny A.W. EDI SARWONO Eflita Yohana Eko Aptono Tri Yuwono Eko Setiawan Enda Wista Sinuraya Evi Setiawati Faisal Aji Syafriarso, Faisal Aji Fajar, Muhammad Rizky Fajar, Siddiq Al Fariz, Fiqih Anugerah Fauzan, Mochamad Irfani Fredi Prastiyo Frediansyah, Andy G.R. Arab Markadeh Galih Pinaryoga, Galih Gigih Mahartoto P Ginting, Denis Gultom, Berzelius Octa Natanael Guskha, Vitra Yudarma Hendra Fadholi Adi Prabowo, Hendra Fadholi Hendril Satrian Purnama Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Ilmanda Hermawan, Hermawan Heru Pujiyatmoko Hia, Berkat Surya Putra Hikma Sisintito I Ketut Suada I., M. Lutfi Ibnu Salam, Ibnu Idreis Abdualgader Ilham Bayu Pratama Putra Ilham Prima Yudhanto Imam Syafi’i Irpan Logitra Purba Isnaeni Romadhon, Mohamad Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jayabadi, Dennis Satria Wahyu Johanes Nugroho Adhi Prakosa Joko Susilo Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Karo, Tio Vanny Br Koesputra, Mohammad Fadhil Kusuma, Muhamad Panji Lutfi Lastiko Wibowo M Anantha B P M. Azamul Faiz Dinul Haq, M. Azamul Faiz Dinul M. Hasbi Hazmi B., M. Hasbi Mahadi Prasetyawan Marco Arief Juarsah, Marco Arief Maria Oktavia Fitriyani, Maria Oktavia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Moh. Izzul Azmi Mohamad Irfan Anshari, Mohamad Irfan Mohamad Isnaeni Romadhon Muhamad Hami Pradipta Muhammad Arief Nugroho Muhammad Fauzan Suryawijaya Muhammad Iklil, Muhammad Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Muhammad Zainuri Munawar Agus R Munawar Agus Riyadi Muttaqin, Syaoqi Ngurah Ayu Ketut Umiati Ngurah Ayu Ketut Umiati Ni’am, Muhammad Aulan Nugraha Luis Heriawan, Nugraha Luis Nugroho, Agung Nugroho, Bayu Seno Adi Nuryono Satya Widodo Pambudidoyo, Hilman Pamungkas, Deny Fajar Pandita Margayu, Pandita Parmonangan, Samuel Pirdion Pradana, Byan Bagas Pradipta, Adya Pramudya Nur Perdana Prasdiatmaja, Riswandha Prasetya, Agysta Rama Prastiyonoaji, Arifna Dwi Priambodo, Andhika Rizki Prihananto, Pratama Ludfia Dendi Purba, Mesrika Purnama, Hendril Satrian Putra, Azan Rahmadian Radiktyo Nindyo Sumarno Rahmana, Arsyad Sila Ramadhani, Ahmad Zaki Ranisa Ranisa, Ranisa Razali Ngah Reza Heryanto S, Reza Heryanto Ridlwan Zein W N Rismanto Arif Nugroho Ritonga, Seno Yudho Panggayuh Riza Arif Pratama Rizal Fajar Abdurrahman Rizki Nurilyas Ahmad Rizky Adi Nugraha Rizky Patra Jay, Rizky Patra Romadhon, Mohamad Isnaeni S., Sefanda Dwi Safarul Azmi Sakti Pancar Emak Salam, Zainal Salam, Zainal Sandra Aditya Kurniawan Satrio Wibowo Setiyo Nugroho Siwi, Yordan Raka Slamet . Sudantoko, Eri Sudjadi Sudjadi ., Sudjadi Sudjadi Sudjadi Sulistomo, Pinandito Suryo Sardi Atmojo, Suryo Sardi Susatyo Handoko Susatyo Handoko Suslamet Suslamet Suyanti, Tri Yuli Syauqie Candra Buana, Syauqie Candra Tamin, Achmad Faizal Tan, Chee Wei Taruna Miftah Isnain, Taruna Miftah Tatas Ardhy Prihanto, Tatas Ardhy Taufik Ardian Ramadhana, Taufik Ardian Taufik Chemistryadha Wijaya Tawakal, Panji Tedjo Sukmadi Teguh Prakoso Tejo Sukmadi Tharek A. Rahman Tole Sutikno Tri Hutomo Tri Wahono Trias Andromeda Turinno, Sarwo Wahono, Tri Wahyu Arief Nugroho Wahyu Prasetya, Wahyu Wibisono, Ariangga Bagas Widiyanto, Romualdy Windarta, Jaka Yoga Fajar Setiaji Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Dewantoro Herlambang Z., Ajub Ajulian Zainal Salam Zainal Salam Zainal Salam Zainal, Ahmad Rizky Zardi, Arief Rahman Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat