Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN PENYEARAH SATU FASE TERKONTROL PENUH SEBAGAI CATU DAYA MOTOR ARUS SEARAH PADA PROTOTYPE OVERHEAD CRANEMODE HOISTING Wibisono, Ariangga Bagas; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.98 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.193-200

Abstract

Perkembangan industri dewasa ini meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Untuk memindahkan produk atau barang, diperlukan sebuah alat pemindah atau yang biasa disebut crane. Motor arus searah merupakan salah satu jenis motor yang digunakan sebagai penggerak crane. Pada saat ini, masih banyak pengaturan motor arus searah menggunakan kendali konvensional dengan proses penyearahan menggunakantransformator. Metode konvensional ini berupa tegangan yang tetap, sehingga tidak memiliki pilihan pengaturan tegangan dan keberadaan transformator membuat dimensinya besar dan harganya mahal. Dalam penelitian, penggunaan penyearah satu fase terkontrol penuh dengan IC TCA 785 sebagai pengatur sudut pemicu thyristor dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Konverter ini dirancang untuk menggerakkan motor CSD80A1-A sebagai bagian pada Prototype Overhead Crane mode hoisting. Penyearah satu fase terkontrol penuh bekerja dengan baik untuk memberikan suplai pada bebanR dan R-Lsertadapat menggerakan motor CSD80A1-A. Berdasarkan hasil percobaan,motor arus searah mampu menghasilkan kecepatan 41 rpm hingga 141 rpm dengan uji pembebanan 0 kg hingga 13 kg. Semakin besar sudut pemicuan yang diberikan oleh IC TCA 785, maka nilai tegangan dan arus keluaran akan semakin kecil. Nilai efisiensi dari penyearah satu fase terkontrol penuh ini mencapai 94%.
PERANCANGAN PEMBANGKITAN TEGANGAN TINGGI AC FREKUENSI TINGGI MENGGUNAKAN KUMPARAN TESLA DENGAN RANGKAIAN RESONANSI SERI Setiawan, Alga Bagas; Facta, Mochammad; Syakur, Abdul
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.328 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.174-180

Abstract

Abstrak Trafo tesla adalah satu alat yang bisa mengubah nilai tegangan suatu nilai kenilai yang biasanya lebih besar (step up) . Tegangan dan frekuensi kerja yang digunakan oleh trafo tesla tergolong tinggi. Tegangan keluaran kumparan tesla berbentuk pulsa dengan lebar pulsa bervariasi dari nano detik sampai ratusan mikro detik. Pada awal perkembangannya,  kumparan tesla menggunakan sela bola untuk membangkitkan pulsa tersebut. Dengan seiring perkembangan zaman, maka untuk membangkitkan pulsa yang mempunyai orde ratusan kilo hertz digunakanlah peralatan pensaklaran semikonduktor berupa mosfet. Pada penulisan penelitian ini trafo tesla dirancang dengan frekuensi resonan 114 kHz.  Untuk mengukuran tegangan keluaran kumparan tesla digunakan sela bola standar. Dan menganalisa perbedaan lilitan primer yang digunakan antara satu inti dan dua inti. Kata kunci : Kumparan tesla, Inverter, Lebar Pulsa, satu inti dan dua inti  Abstract Tesla transformer is a device that can change the value of a voltage value that is usually larger (step-up). Voltage and operating frequency used by tesla transformers is definitely high. The output voltage tesla coilshaped pulses with pulse widths varying from hundreds of nanoseconds to micro seconds. At the beginning of its development, using the tesla coil to generate pulses with a spark gap. With over the times, then to generate a pulse that has frequency from a few ten of kilohertz is used in the form of semiconductor switching devices, that is a mosfet. In this research tesla transformer is designed with a resonant frequency of 114 kHz. To measure tesla coil output voltage is used between a spark gap. And analyze the differences between the primary winding used one core and two cores. Keywords: tesla coil, Inverter, Pulse Width, one core and twocore
INVERTER JEMBATAN PENUH RESONAN LCC SEBAGAI CATU DAYA LAMPU HPL-N Iklil, Muhammad; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.857 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.219-228

Abstract

Abstrak Penggunaan Lampu HPL-N biasanya sebagai penerangan diluar ruangan dan industri. Lampu jenis ini menghasilkan cahaya tampak warna putih. Lampu jenis ini membutuhkan beberapa rangkaian dan komponen tambahan, seperti ballast, untuk membatasi arus yang melewati lampu. Ballast elektromagnetik beroperasi pada frekuensi 50-60 Hz. Intensitas penerangan lampu HPL-N tidak dapat diatur jika menggunakan ballast elektromagnetik. Oleh karena itu, sistem ballast elektromagnetik diganti inverter dengan resonan. Pada penelitian ini dibuat  inverter jembatan penuh dengan resonan LCC. Inverter tersebut menggunakan MOSFET yang dipicu oleh rangkaian kontrol IC TL494. Tegangan DC akan diubah menjadi tegangan AC frekuensi tinggi melalui inverter. Inverter yang dikombinasikan dengan rangkaian resonan LCC akan mensuplai beban berupa lampu HPL-N. Berdasarkan pengujian, rangkaian inverter jembatan penuh resonan LCC dapat menaikkan tegangan dari 60 Volt DC menjadi tegangan 123,7 Volt AC pada frekuesni resonan 104,2 kHz. Pengaturan intensitas penerangan lampu dilakukan dengan mengatur frekuensi. Pada frekuensi 104,2 kHz,109,6 kHz,89,6 kHz didapat intensitas penerangan 2510 lux, 1463 lux, 1886 lux dengan daya lampu 49,85 W, 31,46 W, 33,33 W. Efisiesni inverter didapat 47,37% pada frekuensi 104,2 kHz dan efisiensi total didapat 19,38% pada frekuensi 104,2 kHz. Kata kunci: ballast, inverter,resonan LCC  Abstract A HPL-N lamp usually used as an ilumination outside of a room and for industrial. This kind of lamp produces a white radiance. This lamp requires some circuit and additional component, such as ballast for limiting the current that is going through the lamp. Electromagnetic ballast operated at frequency of 50-60 Hz. Luminance of HPL-N lamp was not drive by electromagnetic ballast. Therefore, electromagnetic ballast changed with resonan inverter. This research was high frequency full bridge inverter with LCC resonant. Inverter used MOSFET which driven by IC TL494. DC voltage would be converted to high frequency AC voltage via inverter. Inverter was combined by LCC resonant would supply HPL-N lamp load. Based on the test result LCC resonant circuit with full bridge inverter  increased the voltage from 60 volt DC becomes the voltage 123,7 volt AC  in operation frequency at 104,2 kHz. Setting illumination was done with frequecy setting. The frequency 104,2 kHz, 109,6 kHz, 89,7 kHz be obtained illumination 2510 lux, 1463 lux, 1886 lux with lamp power 49,85 W, 31,46 W, 33,33 W. Inverter efficiency be obtained 47,37% at frequency 104,2 kHz and total efficiency be obtained 19,38% at frequency 104,2 kHz. Keyword: ballast, inverter, LCC resonant
PERANCANGAN MODUL SIMULATOR PENDETEKSI GANGGUAN ARUS URUTAN NEGATIF Putra, Ilham Bayu Pratama; Triwiyatno, Aris; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.312 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.119-125

Abstract

Abstrak Pada sistem tiga fasa yang tidak seimbang pada arus dan tegangannya memiliki komponen urutan positif, negatif dan nol. Adanya komponen urutan negatif ini memiliki efek buruk terutama pada mesin listrik yaitu dapat mengakibatkan pemanasan yang mempengaruhi kekuatan isolasi sehingga mengurangi umur dari mesin listrik. Dalam upaya untuk memproteksi sistem dari gangguan arus urutan negatif tersebut maka diperlukan sebuah relai yang mampu memproteksi sistem terhadap gangguan urutan negatif. Relai tersebut menggunakan mikrokontroler untuk mendeteksi gangguan dengan mengukur nilai arus yang diperoleh dari sensor arus pada setiap fasa. Kemudian mikrokontroler  menghitung besar gangguan arus urutan negatif. Jika nilai arus urutan negatif lebih besar dari nilai arus penyetelan maka mikrokontroler akan mengaktifkan relai sehingga sumber tegangan ke beban terputus. Proses untuk mengaktifkan relai menggunakan waktu delai. Karakteristik waktu delai yang digunakan IDMT dan definite time. Hasil akhir menunjukkan bahwa relai dapat bekerja untuk mendeteksi ganguan arus urutan negatif. Nilai gangguan arus urutan negatif terbesar terjadi pada gangguan hubung singkat dua fasa ke tanah sebesar 0,22 A dengan waktu pemutusan 630 ms (definite) dan 160 ms (IDMT). Nilai gangguan arus urutan negatif terkecil terjadi pada gangguan 2 fasa terbuka sebesar 0,05 A dengan waktu pemutusan sebesar 600 m (definite) dan 770 ms (IDMT). Kata Kunci : Arus Urutan Negatif, Mikrokontroler, Definite dan IDMT.  Abstract Unbalance three-phase system has positive, negative and zero sequence in the voltages and current. Negative sequence current has destructive effect expecially on clectric machine because it causes heating and reduce quality of insulastion and it will shorten the lifetime of machine. In effort to protect system from negatif sequence current, a relay is  needed  to protect system againts the fault of negative sequence current. The relay utilizes microcontroler to detect fault by measuring The current values are gotten from current sensors at each phase. Microcontroler calculates the value of negative sequence current. If the value of negative sequence current exceed the setting current, microcontroler will activate relai so that power supply to load is disconnected. Process is to activate relay using time delay. The characteristics of time delay  are IDMT and Definite time. The Result showed that relay was able to detect negative sequence current. The highest fault was two-phase short circuit at 0,22 A with tripping time was 630 ms (Definite) and 160 ms (IDMT). The lowest fault was one-phase open circuit at 0,05 A with tripping time was 600 ms (Definite) and 770 ms (IDMT). Keywords: Negative Sequence Current, Microcontroller, Definite and IDMT
PERANCANGAN DC CHOPPER TIPE BUCK-BOOST CONVERTER PENGUATAN UMPAN BALIK IC TL 494 Juarsah, Marco Arief; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.317 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.597-603

Abstract

Abstrak DC Chopper merupakan salah satu rangkaian elektronika daya yang digunakan sebagai regulator tegangan. DC Chopper terdiri dari beberapa konfigurasi dan konfigurasi yang paling sering digunakan yaitu DC Chopper tipe Buck, Boost, Buck-Boost, Cuk dan Sepic. Pada tugas akhir ini menggunnakan suplai daya DC yang dapat diatur besar keluarannya, maka digunakanlah DC Chopper. DC Chopper yang digunakan adalah Buck-Boost Converter. DC Chopper tipe Buck-Boost Converter adalah DC chopper yang keluarannya dapat dinaikkan maupun diturunkan. DC Chopper akan diaplikasikan sebagai suplai daya DC untuk Inverter, dimana DC chopper ini dilengkapi dengan penguatan umpan balik (feedback) saat terjadi jatuh tegangan ketika dibebani oleh inverter. penguatan umpan balik ini digunakan sebagai penguat error (error amplifier) pada keluaran DC Chopper sebagai suplai daya DC untuk Inverter, agar tegangan suplai DC untuk inverter tetap stabil. Berdasarkan hasil pengujian Buck-Boost Converter dengan duty cycle 10%-70% menghasilkan efisiensi rata-rata 74,89%. pada saat pengujian perbandingan penguatan umpan balik (feedback) dan tanpa penguatan umpan balik dengan duty cycle yang sama yaitu sebesar 67 %, frekuensi ripple tegangan saat penguatan feedback dan tanpa feedback masing-masing sebesar 105 mHz dan 1,059 Hz kata kunci: DC Chopper, Feedback, Inverter  Abstract DC Chopper is one series of power electronics that function is Voltage regulator. DC Chopper consist of some configuration and the configuration are Buck, Boost, Buck-Boost, Cuk and Sepic. On this final project use DC source can regulated, then we use a DC Chopper. DC Chopper used is Buck-Boost Converter. Output of  DC Chopper Buck-Boost Converter can increased and downgraded. DC Chopper Buc-Boost Converter applied for DC Source to Inverter, where this Dc chopper equipped with feedback reinforcement when voltage is drop while inverter as a load. This Feedback reinforcement used to error amplifier on output DC chopper as a DC source for Inverter, in order that DC Source Voltage for Inverter remain stable. Based on test results Buck-Boost Converter with Duty Cycle 10% - 70% generating efficiency average 74,89 %. When Comparative testing reinforcement feedback and without reinforcement feedback with the same duty cycle is equal to 67 %, Frequency ripple voltage when reinforcement feedback and without feedback respectively 105 mHz dan 1,059 Hz. Key word: DC Chopper, Feedback, Inverter
PENEMPATAN FILTER PASIF PARALEL UNTUK MEREDUKSI HARMONISA TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA Perdana, Pramudya Nur; Facta, Mochammad; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.47 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.938-945

Abstract

Abstrak Harmonisa merupakan salah satu fenomena kelistrikan yang dapat diketahui ketika gelombang tegangan dan arus tidak berbentuk sinusoidal murni. Salah satu cara untuk mengurangi kandungan harmonisa adalah dengan menggunakan filter pasif paralel. Namun penggunaan filter ini terkendala pada penentuan lokasinya yang tepat pada jaringan listrik agar kandungan harmonisa dapat ditekan seminimal mungkin. Tugas akhir ini mengusulkan penentuan lokasi filter pasif paralel secara optimal dengan menggunakan algoritma genetika. Pada penelitian ini, metode algoritma genetika diprogram dengan Software MATLAB 7.6.0 (R2008a). Jaringan yang akan diuji adalah jaringan distribusi IEEE 18 bus, 33 bus  dan jaringan PT Chandra Asri Petrochemical, tbk. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa peletakan filter paling optimum pada jaringan distribusi IEEE 18 bus adalah pada bus 5 dan bus 6, sehingga diperoleh nilai THD tegangan terbesar sebesar 0,8149 %. Pada jaringan distribusi IEEE 33 bus, lokasi filter 1 adalah pada bus 7 dan lokasi filter 2 adalah pada bus 13 dengan nilai THD tegangan terbesar sebesar 4,2756 %. Pada jaringan PT Chandra Asri Petrochemical, tbk, lokasi filter 1 adalah pada bus 4 dan lokasi filter 2 adalah pada bus 7 dengan nilai THD tegangan terbesar sebesar 16,2697 %. Kata kunci : Hamonisa, Filter Pasif Paralel, Algoritma Genetika.  Abstract Harmonics is an electrical phenomena which is known when voltage and current waveform aren’t pure sinusoidal. One way to reduce the absence of harmonics in power systems is the use of shunt passive filter. However, the use of typical filter faces difficulties to final the best location in power system lines to reduce harmonics up to minimum level. This final assignment proposes the optimal determination of shunt passive filter location based on genetic algorithm. In this work, genetic algorithm method is programmed by using MATLAB 7.6.0 (R2008a) software. The tested network are IEEE 18, 33 bus distribution system and PT Chandra Asri Petrochemical electrical system. From the experimental results, it’s found that the optimum filter location on 18 bus IEEE distribution system is on bus 5 and bus 6 with the biggest voltage THD among busses is 0,8149 %. On 33 bus IEEE distribution system, the  first filter location is on bus 7 and the second one is on bus 13 with the biggest voltage THD among busses is 4,2756 %. On PT Chandra Asri Petrochemical, the first filter location is on bus 4 and the second one is on bus 7 with the biggest voltage THD is 16,2697 %. Keyword : Harmonics, Shunt Passive Filter, Genetic Algorithm. 
ANALISIS KERJA INVERTER JEMBATAN PENUH DENGAN RANGKAIAN PASIF LC BEBAN PARALEL Isnain, Taruna Miftah; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.771 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.147-154

Abstract

Abstrak Rangkaian inverter adalah jenis konverter rangkaian elektronika daya. Fungsi rangkaian inverter adalah perubah tegangan dari DC ke AC. Dalam inverter konvensional, transformator di butuhkan untuk menaikkan tegangan mencapai nilai yang diperlukan. Namun, transformator memiliki beberapa kelemahan yaitu rugi tembaga, hysterisis, efek kulit dan arus eddy.Untuk mengatasi kekurangan transformator, tugas akhir ini mengusulkan penggunaan rangkaian LC beban paralel untuk mengganti fungsi transformator dan menaikkan tegangan. Untuk mewujudkan tujuan di atas maka dirancang catu daya  inverter jembatan penuh frekuensi tinggi dengan rangkaian LC beban paralel. Inverter jembatan penuh frekuensi tinggi menggunakan MOSFET yang dikendalikan oleh IC TL494. Tegangan AC disearahkan menggunakan rangkaian penyearah jembatan penuh. Hasil penyearahan yaitu tegangan DC diubah menjadi tegangan AC frekuensi tinggi melalui inverter. Inverter akan menyuplai rangkaian pasif LC beban paralel. Semakin tinggi tegangan yang didapatkan pada keluaran inverter dikarenakan faktor penguatan rangkaian LC beban paralel. Rangkaian membutuhkan beban resistif murni untuk mengamati kenaikan tegangan. Hasil pengujian menunjukkan inverter jembatan penuh  dioperasikan pada frekuensi resonansinya 35kHz, duty cycle 90%  dengan tegangan masukan  35,35 Volt DC alat ini mampu menghasilkan tegangan keluaran 186,3 Volt AC. Lampu LED yang dicatu dengan tegangan 186,3 Volt ini mampu menghasilkan intensitas penerangan 1969 Lux. Efisiensi  inverter dengan rangkaian  LC beban paralel  96,75%. Kata Kunci: transformator, rangkaian LC beban paralel, inverter jembatan penuh  Abstract Inverter circuit is one kind of converter in power electronics circuit. Function of inverter circuit is  voltage converter from DC to AC. In conventional inverter, transformer needed to increase voltage. However, transformer i.e. losses skin effect and eddy current. To overcome the lack of transformator, this final project use of parallel load LC  circuit to replace the transformer and step up voltage. To realize the purpose  then power supply is designed  full bridge inverter with parallel load LC circuit. High frequency full bridge inverter uses MOSFET controlled by IC TL494. The AC voltage from the grid is rectified by full bridge rectifier circuit. Result of rectifier i.e. dc voltage is  converted into  AC voltage. Inverter supplied parallel load LC circuit. Higher voltage at inverter output is obtainned due to amplification factor inside parallel load LC passive circuit. The circuit feeds resistive load to observe voltage gain.The result, that the full bridge inverter was succesfully operated at resonance frequency, 35kHz, duty cycle 90% with input voltage 35,35 Volt DC. At this condition the converter could produce 186,3 Volt AC. LED lamp which supplied by this 186,3 Volt produce light intensity 1969 lux. Efficiency inverter with parallel load LC  circuit is 96,75%. Keyword : transformator, parallel load LC passive circuit, full bridge inverter
MODUL PRAKTIKUM PENYINARAN SEBAGIAN DAN PENUH PADA PHOTOVOLTAIC JENIS MONOCRISTALLINE Prasetyawan, Mahadi; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.819 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.277-285

Abstract

Abstrak Photovoltaic merupakan piranti yang dapat merubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Namun cahaya matahari tidak dapat menyinari suatu tempat dibumi ini secara  terus-menerus, yang disebabkan karna rotasi dari bumi sehingga membuat arah datang cahaya matahari tidak menetap dan benda-benda gelap penghalang cahaya lainnya yang menyebabkan terjadinya bayangan, sehingga photovoltaic tidak mendapatkan cahaya secara maksimal. Lampu pijar merupakan sumber cahaya yang konstan. Lampu pijar dapat digunakan sebagai sumber cahaya buatan yang konstan. Pada penelitian ini, sumber cahaya dari matahari akan digantikan dengan cahaya lampu halogen 50 W 220 V yang di rangkai secara paralel dengan daya total 1000 W agar mendapatkan cahaya secara terus-menerus untuk mengetahui daya keluaran dari photovoltaic dengan  penyinaran sebagian dan penuh pada photovoltaic jenis monocristalline. Pada penelitian ini di buat sebuah modul penyinaran sebagian dan penuh pada photovoltaic jenis monocristalline yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk modul praktikum Dasar Konversi Energi di laboratorium Konversi Energi Listrik Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Dalam pengambilan data kurva I-V dan P-V diperlukan DC-DC chopper buck converter. Buck converter digunakan untuk mengkondisikan photovoltaic agar mengeluarkan nilai tegangan dan arus tertentu, kemudian data tegangan dan arus tersebut disusun dalam kurva I-V dan P-V. Kata Kunci: Photovoltaic, Lampu Halogen, Penyinaran  Abstract Photovoltaic is a tool that can turn solar energy into electrical energy. However, the sunlight cannot illuminate a place in earth continuously caused by earth rotation so that it makes the direction of sunlight coming unconstant and other sun-blocker dark objects which cause the shadow so that photovoltaic doesn’t gain the light maximally. Light bulb is the source of light that is constant. Light bulb can be used as a constant  source of artificial light. In this research, the light source of sun will be replaced with the light of 50 W 220 V halogen lamp which is arranged in parallel with 1000 W total power so that it gains the light continuously to find out the output power of photovoltaic by using half and full illumination on monocristalline photovoltaic. In this research, there will be made a half and full illumination modul on monocristalline photovoltaic which is later can be used for the modul of Basic Energy Conversion practice in Electrical Energy Conversion Laboratorium on Electrical Engineering major of Diponegoro University.   The data retrieval of I-V and P-V curve requires DC-DC chopper buck converter. Buck converter is used to condition the photovoltaic so that it release certain current and voltage value, then the data of current and voltage is arranged in P-V and I-V curves. Keyword: Photovoltaic, Halogen Lamp, Illumination
SOFT STARTING DAN PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA MENGGUNAKAN MICROMASTER 440 PADA APLIKASI PENGGERAK BLADE MESIN EKSTRAKSI BIJI KAPUK Haq, M. Azamul Faiz Dinul; Facta, Mochammad; Sukmadi, Tedjo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.688 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.80-88

Abstract

Abstrak Sistem kontrol untuk pengendali otomatis perangkat-perangkat mesin diindustri awalnya dirancang menggunakan kontaktor dan relai. Namun demikian sistem kontrol dengan rangkaian  tersebut menjadi kurang efektif karena untuk melakukan modifikasi sistem memerlukan biaya yang besar serta tingkat kerumitan kerja yang tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan pengoperasian PLC dengan tegangan catu daya arus searah 24 Volt. PLC berfungsi mengaktifkan VSD micromaster 440 untuk mengatur arah putaran dan kecepatan motor induksi. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, motor tidak berbeban, maka nilai arus, tegangan dan kecepatannya berubah mengikuti setting frekuensi sesuai dengan nilai yang ditetapkan dalam VSD. Dalam pengujian motor kondisi berbeban menghasilkan lonjakan arus ketika pengaturan kecepatan ditetapkan pada frekuensi 5 sampai 15 Hz. Hal ini diakibatkan karena torsi pembebanan yang besar saat mengolah biji kapuk. Dalam penelitian ini kecepatan pengolahan biji kapuk juga ditingkatkan dengan pemakaian puli sehingga kecepatan mesin naik 1,6 kali kecepatan motor penggerak. Pengujian fungsi pengereman dengan injeksi daya arus searah di VSD micromaster 440 menunjukan bahwa semakin besar arus pengereman maka waktu pengereman semakin cepat.  di VSD micromaster selanjutnya disetting prosentase arus 30% menghasilkan arus injeksi 0,3 (Ampere)  dan waktu pengereman  2,2 (detik). Saat setting prosentase arus 60%, pengereman menunjukan teori yang sama. Kata kunci : motor induksi tiga fasa, PLC, Variabel Speed Drive  Abstrract In the beginning of industry world, control system for automatic devices controller designed using contactor and relay. However, this control system tends to not effective in terms of system modification which needs big budget and high complicated works of devices. In this research, the design and PLC operation are done with the help of DC voltage power supply 24 Volt. PLC functions to activate a 440 micromaster VSD in order to manage the direction of its rotation and inductive motor velocity. According to the result test which using the unloaded motor, so that the current value, voltage and velocity change following the frequency setting and agree with the number which is given on the VSD. At the loaded motor test, it results a significant current once the velocity is set on the frequency of 5-15 Hz. These are caused by a numerous loaded torsion (torsi pembebanan yang besar) when processing the cotton plant. In this research, velocity of its processing device is enhanced by the use of (puli) as well. Hence, the velocity of machine raises 1,6 times of motor velocity. Moreover, the test of breaking function with DC injection in 440 micromaster VSD shows that the bigger breaking current, the faster breaking time. Furthermore, once VSD micromaster is set up on current precentage of 30%, it resulted 0,3 (Ampere) of injection current and 2,2 s of breaking time. When the current precentage raised up to 60%, the breaking time shows the same theory as mentioned before. Keywords: 3-phase inductive motor, PLC, Variable Speed Drive.
OPTIMISASI PENJADWALAN EKONOMIS PADA UNIT PEMBANGKIT PLTG DI PLTGU PT INDONESIA POWER TAMBAK LOROK MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIAL EVOLUTION ALGORITHM Tamin, Achmad Faizal; Karnoto, Karnoto; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.169 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.230-237

Abstract

Biaya pembangkitan merupakan biaya penyediaan energi listrik terbesar terutama pada biaya bahan bakar. Setiap unit generator memiliki karakteristik biaya pembangkitan tersendiri. Untuk mendapatkan pengoperasian pembangkit yang optimal maka diperlukan adanya penjadwalan operasi pembangkit. Differential Evolution Algorithm (DEA) diusulkan sebagai metode penjadwalan ekonomis pada PLTG di PLTGU Tambak Lorok. Metode DEA merupakan metode pencarian yang terinsiparasi oleh fenomena evolusi di alam dengan dasar argumen geometri. Untuk melihat perfoma dari simulasi metode DEA maka metode ini dibandingkan dengan metode Lagrange Mulptiplier sebagai validasi. Hasil simulasi optimisasi dengan metode DEA menunjukkan performa yang baik. Hasil simulasi identik dengan metode Lagrange Mulptiplier, sedangkan dalam keadaan operasi sistem dan keadaan diskret tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Berdasarkan simulasi dengan dua kondisi operasi yang berbeda menggunakan metode DEA, didapatkan bahwa pada operasi diskret didapat rata-rata penghematan sebesar 1916,260 $/jam. Pada operasi sistem didapat rata-rata penghematan sebesar 1914,408 $/jam.
Co-Authors A. Warsito A. Warsito Abdul Syakur Abdurrahman, Fauzan Haidar Abrianto, Bagus Hari Adam Kusuma Wardana Adhi Warsito Adhitya Sukma Wijaya Aditya Mahendra Aggie Brenda Verdandez Agrial Sunahtul Putra Agung Warsito Agustinus Danu N, Agustinus Danu Airlangga Avryansyah Akbar, Airlangga Avryansyah Aivelia Mualifatul Risca Akhmad Fauzi Alga Bagas Setiawan Alief Makmuri Hartono Alvian Dwi Hendrawan Andi, Heri Andromeda, Trias Anggiawan, Iqba Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggun Purnomo Anindita Singgih Pambudi, Anindita Singgih Aptono. T.Y Aptono. T.Y Ardian Trilaksono, Ardian Ardiansyah, Regas Aris Triwiyatno Arsadiando, Watra Atmojo, Kusumo Tri Ayu Adinda Putri, Ayu Adinda Bambang Nugrahadi P, Bambang Nugrahadi Bambang Winardi Bhagaskara, Rhama Bimatara, Tofan Biyan Suhardianto, Biyan Buntat, Zolkafle Buntat, Zolkafle cahyadi cahyadi Cahyadi, Lukman Wira Corina, Vinda Zahrotul Daniswara Ardy Putra, Daniswara Ardy Dedy Brian Ericson, Dedy Brian Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Denis Denis Dionisius Vidi Nugraha Donny A.W. EDI SARWONO Eflita Yohana Eko Aptono Tri Yuwono Eko Setiawan Enda Wista Sinuraya Evi Setiawati Faisal Aji Syafriarso, Faisal Aji Fajar, Muhammad Rizky Fajar, Siddiq Al Fariz, Fiqih Anugerah Fauzan, Mochamad Irfani Fredi Prastiyo Frediansyah, Andy G.R. Arab Markadeh Galih Pinaryoga, Galih Gigih Mahartoto P Ginting, Denis Gultom, Berzelius Octa Natanael Guskha, Vitra Yudarma Hendra Fadholi Adi Prabowo, Hendra Fadholi Hendril Satrian Purnama Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Ilmanda Hermawan, Hermawan Heru Pujiyatmoko Hia, Berkat Surya Putra Hikma Sisintito I Ketut Suada I., M. Lutfi Ibnu Salam, Ibnu Idreis Abdualgader Ilham Bayu Pratama Putra Ilham Prima Yudhanto Imam Syafi’i Irpan Logitra Purba Isnaeni Romadhon, Mohamad Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jayabadi, Dennis Satria Wahyu Johanes Nugroho Adhi Prakosa Joko Susilo Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto . Karo, Tio Vanny Br Koesputra, Mohammad Fadhil Kusuma, Muhamad Panji Lutfi Lastiko Wibowo M Anantha B P M. Azamul Faiz Dinul Haq, M. Azamul Faiz Dinul M. Hasbi Hazmi B., M. Hasbi Mahadi Prasetyawan Marco Arief Juarsah, Marco Arief Maria Oktavia Fitriyani, Maria Oktavia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Moh. Izzul Azmi Mohamad Irfan Anshari, Mohamad Irfan Mohamad Isnaeni Romadhon Muhamad Hami Pradipta Muhammad Arief Nugroho Muhammad Fauzan Suryawijaya Muhammad Iklil, Muhammad Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Muhammad Zainuri Munawar Agus R Munawar Agus Riyadi Muttaqin, Syaoqi Ngurah Ayu Ketut Umiati Ngurah Ayu Ketut Umiati Ni’am, Muhammad Aulan Nugraha Luis Heriawan, Nugraha Luis Nugroho, Agung Nugroho, Bayu Seno Adi Nuryono Satya Widodo Pambudidoyo, Hilman Pamungkas, Deny Fajar Pandita Margayu, Pandita Parmonangan, Samuel Pirdion Pradana, Byan Bagas Pradipta, Adya Pramudya Nur Perdana Prasdiatmaja, Riswandha Prasetya, Agysta Rama Prastiyonoaji, Arifna Dwi Priambodo, Andhika Rizki Prihananto, Pratama Ludfia Dendi Purba, Mesrika Purnama, Hendril Satrian Putra, Azan Rahmadian Radiktyo Nindyo Sumarno Rahmana, Arsyad Sila Ramadhani, Ahmad Zaki Ranisa Ranisa, Ranisa Razali Ngah Reza Heryanto S, Reza Heryanto Ridlwan Zein W N Rismanto Arif Nugroho Ritonga, Seno Yudho Panggayuh Riza Arif Pratama Rizal Fajar Abdurrahman Rizki Nurilyas Ahmad Rizky Adi Nugraha Rizky Patra Jay, Rizky Patra Romadhon, Mohamad Isnaeni S., Sefanda Dwi Safarul Azmi Sakti Pancar Emak Salam, Zainal Salam, Zainal Sandra Aditya Kurniawan Satrio Wibowo Setiyo Nugroho Siwi, Yordan Raka Slamet . Sudantoko, Eri Sudjadi Sudjadi ., Sudjadi Sudjadi Sudjadi Sulistomo, Pinandito Suryo Sardi Atmojo, Suryo Sardi Susatyo Handoko Susatyo Handoko Suslamet Suslamet Suyanti, Tri Yuli Syauqie Candra Buana, Syauqie Candra Tamin, Achmad Faizal Tan, Chee Wei Taruna Miftah Isnain, Taruna Miftah Tatas Ardhy Prihanto, Tatas Ardhy Taufik Ardian Ramadhana, Taufik Ardian Taufik Chemistryadha Wijaya Tawakal, Panji Tedjo Sukmadi Teguh Prakoso Tejo Sukmadi Tharek A. Rahman Tole Sutikno Tri Hutomo Tri Wahono Trias Andromeda Turinno, Sarwo Wahono, Tri Wahyu Arief Nugroho Wahyu Prasetya, Wahyu Wibisono, Ariangga Bagas Widiyanto, Romualdy Windarta, Jaka Yoga Fajar Setiaji Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Dewantoro Herlambang Z., Ajub Ajulian Zainal Salam Zainal Salam Zainal Salam Zainal, Ahmad Rizky Zardi, Arief Rahman Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat Zolkafle Buntat