Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran IPAS terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Sekolah Dasar (Media Peta Harta Karun di SD Islam Plus Tahfiz Darul Mujahidin NW Majidi) Muhammad Sururuddin; Mijahamuddin Alwi; Sariyanti Sariyanti; Dina Fadilah; Musabihatul Kudsiah
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.939

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar merupakan aspek krusial dalam mencetak generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pengembangan media pembelajaran berbasis permainan yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media peta harta karun pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa kelas IV SD Islam Plus Tahfiz Darul Mujahidin NW Majidi. Model penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas IV. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, angket validasi ahli media, angket validasi ahli materi, angket kepraktisan guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir tingkat tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan tes, lalu dianalisis dengan teknik validitas, kepraktisan, serta uji efektivitas menggunakan N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media peta harta karun valid berdasarkan penilaian ahli media (69,23%, kategori layak) dan ahli materi (90%, kategori sangat layak). Kepraktisan media sangat baik dengan respon guru sebesar 92%, serta respon siswa pada uji skala kecil sebesar 90,6% dan skala besar sebesar 91,2%. Efektivitas media ditunjukkan dengan N-Gain Score sebesar 0,7 (kategori tinggi) dan efektivitas tafsiran sebesar 74,21% (kategori cukup efektif). Dengan demikian, media peta harta karun terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SD. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan media berbasis permainan edukatif tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep IPAS, tetapi juga mengoptimalkan keterampilan berpikir kritis, evaluatif, dan kreatif siswa. Keterbatasan penelitian ini terletak pada uji coba yang hanya dilakukan di satu sekolah dengan jumlah sampel terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan media serupa pada mata pelajaran dan jenjang yang lebih luas.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android dalam Bentuk Quizizz pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SDN 1 Pijot Sofia Apriliana Safitri; Dina Fadilah; Mijahamuddin Alwi; Dina Apriliana
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.5.2.2025.978

Abstract

Permasalahan yang kerap terjadi didalam proses pembelajaran adalah kurangnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif yang dapat membangkitkan semangat belajar para peserta didik Ketika belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis android dalam bentuk quizizz, mengetahui validitas media pembelajaran dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis android dalam bentuk quizizz pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN 1 Pijot. Jenis penelitian menggunakan desain penelitian pengembangan ADDIE yaitu tahap analisis (analysis), tahap desain (design), tahap pengembangan (development), tahap implementasi (implementasion) dan tahap evaluasi (evaluation). Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas V dengan jumlah 21 peserta didik. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media dan angket respon peserta didik. Hasil uji validasi ahli materi dengan jumlah skor 69 dengan rentang nilai X ? 67,2 dengan kategori “sangat baik”. Hasil uji validasi ahli media dengan jumlah skor sebesar 42 dengan rentang nilai 36 ? X ? 48 (Baik) berada pada kategori “valid”. Hasil dari angket respon siswa yang dilakukan pada saat uji coba lapangan diperoleh skor rata-rata siswa sebesar 93,714 rentang nilai    83,94 (Sangat setuju). Hal ini menunjukkan bahwa respon siswa sangat baik terhadap penggunaan media pembelajaran android dalam bentuk quizizz dan layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas V SDN 1 Pijot Kec. Keruak.
Analysis of the Contributions of Essentialism and Existentialism Philosophy in the Implementation of Deep Learning in Science Learning Muhammad Syahruddin Amin; Dina Fadilah; Salsabila Ayu Maulani; Malini Malini; Nesa Puspita Ariyani; Hulpa Irmayani; Solidia Wardani
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 2 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i2.4394

Abstract

The implementation of deep learning cannot be separated from philosophical assumptions that define the nature of knowledge and the role of teachers. However, studies on the contribution of philosophy—particularly essentialism and existentialism—to the implementation of deep learning are still limited. This literature study aims to analyze the interrelationship between deep learning and two contrasting educational philosophies—essentialism and existentialism— while simultaneously mapping out the points of compatibility between them. The result of the study shows that essentialism provides a structural foundation in the form of mastery of core knowledge and academic discipline, which are prerequisites for deep understanding, while existentialism contributes a reflective dimension in the form of freedom, authenticity, and the search for meaning, which strengthens the internalization of knowledge into life values. These two substantive strengths provide a philosophical foundation that reinforces the application of deep learning, through two interconnected stages: first, the structured mastery of core knowledge, followed by an authentic reflection and self-actualization. These findings are expected to contribute conceptually to the development of deep learning that balances structure and freedom of learning in primary school education