Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Application of Artificial Intelligence (AI) In Vehicle Motion Mechanics Learning to Optimize Students' Critical Thinking and Problem-Solving Skills Amin Zuhdi Almunawar; Hasan Maksum; Muhammad Adri; Irma Yulia Basri
Journal of World Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i12.1611

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in vocational education opens up transformative opportunities to develop 21st-century skills, especially critical thinking and problem-solving, which are key competencies for prospective professionals in the automotive sector. This study examines the effectiveness of using AI (Claude and Pollo AI) through the Project-Based Learning (PjBL) model in improving the critical thinking and problem-solving skills of automotive engineering students in the Vehicle Motion Mechanics course. The study, using a pre-experimental intact group comparison design, involved 37 third-semester students, consisting of an experimental group () and a control group (). The experimental group learned using AI-based PjBL, while the control group received conventional Discovery Learning. Data were collected through validated analytical rubrics and analyzed using an independent samples t-test and effect size. The results showed that the experimental group obtained a much higher critical thinking score (M = 82.45; SD = 6.23) compared to the control group (M = 71.33; SD = 7.89), . Similar improvements were also found in problem-solving skills (M = 84.12; SD = 5.87 vs. M = 69.78; SD = 8.45), , which indicates a strong practical impact. These findings confirm that the integration of AI through PjBL effectively strengthens critical thinking and problem-solving skills in automotive vocational education, while providing empirical evidence to drive technology-based engineering learning transformation.
Deep learning implementation in mentawai vocational schools: pedagogical readiness, educational technology utilization, and institutional support Heri Noviko; Muhammad Adri; M. Giatman; Hendra Hidayat
Journal of Educational and Learning Studies Vol 9, No 1 (2026): Journal of Educational and Learning Studies
Publisher : Global Econedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/02762

Abstract

This study examined the contributions of teachers’ pedagogical readiness and educational technology utilization to deep learning implementation through institutional support in public vocational schools in the Mentawai Islands Regency. An explanatory cross-sectional survey targeted all 70 teachers, with 65 complete responses analyzed using PLS-SEM. Pedagogical readiness contributed significantly to deep learning implementation (β = 0.330, p = 0.034) and institutional support (β = 0.456, p = 0.007). Educational technology utilization did not contribute significantly to deep learning implementation or institutional support. Institutional support also showed no significant direct contribution to deep learning implementation and did not mediate the relationships involving pedagogical readiness or educational technology utilization. These findings identify pedagogical readiness as the most consistent factor in the model. Strengthening teachers’ pedagogical competence, aligning technology use with instructional objectives, and translating institutional support into concrete instructional assistance are important for improving deep learning practices in geographically remote vocational schools.
Rancang Bangun Aplikasi Classroom Management System Berbasis Web di SMP Pembangunan Laboratorium UNP Afdal Riandy; Muhammad Adri; Dedy Irfan; Khairi Budayawan
Journal Artificial: Informatika dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/artificial.1214

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan akan sistem pengelolaan kelas yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi guna mendukung proses pembelajaran digital, meningkatkan interaksi guru–siswa, serta mengoptimalkan administrasi akademik secara modern dan sistematis. Supervisi pembelajaran, refleksi guru, evaluasi siswa, dan umpan balik pimpinan sekolah merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pembelajaran yang berkelanjutan. SMP Pembangunan Laboratorium UNP masih melaksanakan proses tersebut secara manual, terpisah, dan belum terintegrasi, sehingga dokumentasi sulit ditelusuri dan tindak lanjut belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun aplikasi Classroom Management System (CMS) berbasis web yang mengintegrasikan keempat komponen tersebut dalam satu platform. Pengembangan sistem menggunakan model Waterfall melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pengumpulan data pada tahap analisis kebutuhan dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun menyediakan akses berbasis peran bagi admin, kepala sekolah, wakil kurikulum, guru, dan siswa untuk mengelola data akademik, pertemuan, refleksi pembelajaran, evaluasi siswa, laporan supervisi, dan komentar tindak lanjut. Berdasarkan dokumen pengujian white-box, pengujian mencakup 72 fungsi dengan 116 jalur independen. Seluruh skenario uji dinyatakan berhasil, sedangkan nilai kompleksitas siklomatis berada pada rentang 1-4 sehingga struktur program tergolong mudah dipelihara. Dengan demikian, CMS yang dikembangkan layak digunakan pada aspek fungsional karena mampu mendukung manajemen pembelajaran yang lebih sistematis, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi supervisi, refleksi, evaluasi siswa, dan umpan balik dalam satu sistem web dapat menjadi solusi praktis untuk memperkuat pengendalian mutu pembelajaran di sekolah.
The Contribution Of Creative Entrepreneurial Learning Outcomes, Emotional Intelligence, And The Implementation Of Tefa On The Entrepreneurial Interest Of Class XII Rifka Jalal; Rijal Abdullah; Muhammad Adri; Risfendra Risfendra
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10 (2025): Special Issue
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i1.7225

Abstract

This study aims to examine the relationship between Productive Creative Entrepreneurship learning outcomes, emotional intelligence, and the implementation of the Teaching Factory on students’ entrepreneurial interest. The background of this research is based on the need to strengthen entrepreneurial spirit among vocational students to prepare them as job creators in an increasingly competitive labor market. Entrepreneurial interest is seen as a critical factor that determines students’ motivation and readiness to start a business after graduation. This research used a quantitative correlational approach involving 105 students of class twelve at SMKN 2 Gunung Talang. Data were collected through questionnaires and documentation, then analyzed using multiple linear regression techniques. The sampling technique used was proportional stratified total sampling 75 Students. The results showed a significant positive relationship between learning outcomes in Productive Creative Entrepreneurship and entrepreneurial interest (t = 2.418, p < 0.05), emotional intelligence and entrepreneurial interest (t = 6.309, p < 0.05), and Teaching Factory implementation and entrepreneurial interest (t = 4.420, p < 0.05). Furthermore, the joint analysis revealed that all three variables simultaneously had a significant influence on entrepreneurial interest (F = 21.897, p < 0.05). In conclusion, the study indicates that improving learning outcomes, emotional intelligence, and practical experience through Teaching Factory are crucial factors in fostering students’ interest in entrepreneurship. These findings suggest that a comprehensive educational approach integrating cognitive, emotional, and practical aspects is essential to prepare students to become successful young entrepreneurs.
Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar Muhammad Adri; Assyifa Zakirah; Anugrah Maulana; Intan Ramadani; Andrian Abdul Aziz; Syahnia Amanda; Halimahtusyadiah Liszar Awalni; Ananda Putri Uswatun Khasanah; Fachri Prinanda Yusman; Asro Muhammad Sidra; Muhammad Dzakiy; Muhammad Ikhwan Sufendi; Dela Ramadani; Dini Khairati; Nurul Rizqiyah; Widya Rahmatul Azizah; Suci Ramanda Anisya Safira; Nailatul Fadhila; Salsa Billa; Fitri Okta Vionisyah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4225

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan aktivitas yang dijalankan oleh mahasiswa sebagai wujud dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian langsung kepada masyarakat, dengan tujuan meningkatkan potensi lokal secara aktif dan berkelanjutan. Nagari Tanjung memiliki berbagai potensi dalam bidang pariwisata, ekonomi kreatif, serta sosial budaya yang belum dimaksimalkan, sehingga diperlukan suatu program pemberdayaan yang bersifat terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan serta dampak dari program KKN dalam memperkuat potensi lokal di Nagari Tanjung. Metode yang diterapkan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi observasi di lapangan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta kerjasama dengan perangkat nagari dan masyarakat. Program utama terdiri dari identifikasi potensi pariwisata, pelatihan membuat kerajinan dari kain bekas dan pemasaran secara digital, pembinaan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, serta promosi kelompok tari tradisional. Program tambahan melibatkan kegiatan seperti posyandu, bimbingan belajar, kampanye menolak perundungan, kerja bakti, dan partisipasi dalam acara keagamaan. dampak dari pelaksanaan aktivitas tersebut mengalami peningkatan dalam keterlibatan masyarakat, keterampilan di sektor ekonomi kreatif, kesadaran akan lingkungan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya setempat. Dengan demikian, program KKN ini berperan penting dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi daerah secara berkesinambungan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan kajian yang lebih mendalam terkait keberlanjutan program pemberdayaan, pengukuran dampak jangka panjang, serta integrasi teknologi digital yang lebih luas dalam pengembangan potensi lokal.
Development and Evaluation of an AI-Integrated Project-Based Learning Model for Technical and Vocational Education Abdul Habib Arrasyidi Desky; Muhammad Anwar; Wakhinuddin Simatupang; Refdinal Refdinal; Dedy Irfan; Muhammad Adri
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Hurriah: Journal of Educational Evaluation and Research
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kemanusiaan Hurriah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56806/jh.v7i2.452

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) technologies presents significant opportunities for transforming pedagogical approaches in Technical and Vocational Education and Training (TVET). This study describes the systematic development and empirical evaluation of an AI-Integrated Project-Based Learning (AI-PjBL) model designed to enhance technical competency, problem-solving skills, and digital literacy among vocational students. Using an educational design research methodology, the model was developed through iterative cycles of design, implementation, and evaluation. Participants consisted of 120 vocational students across two cohorts. Data were collected through competency assessments, student engagement surveys, and teacher observation rubrics. Results indicate statistically significant improvements in technical skill acquisition (p < 0.01), higher-order thinking, and collaborative performance compared to conventional instruction. The findings suggest that the AI-PjBL model offers a viable and scalable framework for modernising TVET curricula and preparing students for Industry 4.0 demands.