Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Makna Referensial dan Non-referensial pada Pamflet dan Spanduk di Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun 2022 Cahyani, Nafa Dwi; Faizah, Umi; Setyorini, Nurul
SURYA BAHTERA Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun pamflet dan spanduk media komunikasi yang umum digunakan di Universitas Muhammadiyah Purworejo, belum ada penelitian yang secara khusus menganalisis makna referensial dan non-referensial yang terkandung didalamnya. Penelitian sebelumnya lebih fokus pada analisis teks dalam bentuk tulisan formal seperti jurnal atau buku, sedangkan penggunaan bahasa dalam pamflet dan spanduk belum mendapatkan perhatian yang lebih. Oleh karena itu, masih dapat kekurangan pengetahuan bagaimana pamflet dan spanduk di Universitas Muhammadiyah Purworejo tersebut menggunakan makna referensial dan non-referensial untuk menyampaikan pesan terhadap khalayak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan rekam atau dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan metode agih dengan tujuan menjelaskan dan memaknai kata-kata yang terdapat dalam pamflet dan spanduk. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan jenis makna referensial dan non-referensial pada pamflet dan spanduk di Universitas Muhammadiyah Purworejo. Berdasarkan analisis dapat diketahui secara umum pamflet dan spanduk di Universitas Muhammadiyah Purworejo memiliki banyak makna salah satunya makna referensial dan makna non-referensial. Makna referensial pada pamflet dan spanduk berbentuk kelas kata nomina benda sehingga memiliki referensi atau acuan. Makna non-referensial dalam pamflet dan spanduk berupa konjungsi atau kata penghubung yang tidak memiliki referen atau acuan, tetapi memiliki fungsi. Penelitian berkontribusi untuk menyampaikan dan memaknai pamflet dan spanduk di Universitas Muhammadiyah Purworejo tahun 2022 sehingga dapat dipahami dengan baik oleh khalayak umum.
ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL ISLAH CINTA KARYA DINI FITRIA DAN RENCANA PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS XII SMA Afifah, Janna; Bagiya, Bagiya; Faizah, Umi
SURYA BAHTERA Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menanamkan dan membentuk kepribadian seseorang dapat diajarkan melalui karya sastra seperti novel. Novel memiliki muatan pesan yang penuh akan nilai-nilai dan melalui perjalanan tokohnya dapat digunakan untuk menanamkan dan membentuk kepribadian seseorang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kepribadian dapat dibentuk melalui karya seperti novel, cerbung serta, film. Dengan begitu objek penelitiannya terlalu luas melebar pada kepribadian para pelaku atau pemerannya. Selain itu, dalam penelitian lain, tidak menyajikan rencana pembelajarannya di instansi pendidikan seperti sekolah. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, peneliti menganalisis kepribadian tokoh utama novel Islah Cinta karya Dini Fitria yang terdiri dari id, ego dan super ego. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik dalam novel Islah Cinta; (2) aspek kepribadian tokoh utama novel Islah Cinta; dan (3) rencana pembelajaran novel Islah Cinta di Kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah aspek kepribadian tokoh utama novel Islah Cinta karya Dini Fitria. Sumber datanya adalah novel Islah Cinta karya Dini Fitria dan ini berupa kalimat-kalimat yang ada dalam novel Islah Cinta karya Dini Fitria. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka serta teknik simak dan catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dibantu dengan buku pencatat data. Analisis data dilakukan dengan metode analisys content atau analisis isi. Analisis isi adalah suatu teknik untuk membuat inferesi (simpulan) dengan mengidentifikasi karakteristik khusus secara objektif dan sistematis. Teknik penyajian hasil analisis dilakukan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: unsur intrinsik dalam novel Islah Cinta, meliputi: tema, tokoh dan penokohan, alur, sudut pandang, dan amanat. aspek kpribadian tokoh utama novel Islah Cinta mencakup 3 jenis, yaitu: Id (Das Es), Ego (Das Ich), dan Superego (Das Ueber Ich). Selanjutnya, hasil penelitian ini diterapkan dalam rencana pembelajaran sastra di kelas X SMA dengan dengan metode pembelajaran Discovery Learning, tepatnya Kompetensi Dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PUISI BUHUNG RAPPOA, PADA SELEMBAR SARUNG HITAM, DAN PALAJAU KARYA MARIATI ATKAH DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA KELAS X Lestari, Mega Kusuma; Faizah, Umi; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau merupakan salah satu karya sastra yang menarik dari Mariati Atkah. Puisi ini memiliki kompleksitas simbolik dan makna yang menantang untuk dipahami. Untuk menganalisis puisi ini, penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau karya Mariati Atkah. Puisi ini memiliki banyak denotasi, konotasi, dan mitos yang memerlukan pemahaman mendalam untuk mengungkapkan maknanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna dan pesan dalam puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi hasil analisis semiotika ini sebagai materi pembelajaran sastra SMA di kelas X. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang melibatkan identifikasi tanda-tanda dan simbol-simbol dalam teks puisi. Analisis dilakukan dengan memperhatikan tanda-tanda indeksikal, ikonikal, dan simbolis yang muncul dalam teks. Hasil analisis semiotika Roland Barthes pada puisi Buhung Rapoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau mengungkapkan lapisan-lapisan makna yang tersembunyi dalam teks. Puisi ini mengandung pesan-pesan tentang identitas, budaya, dan pengalaman pribadi penulis. Analisis ini juga membantu menggali makna yang mungkin tidak terlihat pada pandangan pertama. Dengan menerapkan pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini berhasil mengungkap makna-makna dalam puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau karya Mariati Atkah. Hasil analisis ini dapat menjadi sumber belajar yang berharga dalam pembelajaran sastra di SMA kelas X, membantu siswa memahami lebih dalam konsep semiotika dan menganalisis karya sastra dengan lebih mendalam. Relevansi analisis semiotika dalam pembelajaran sastra dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang makna dalam karya sastra dan menghargai kerumitan dalam bahasa figuratif dan simbolisme sastra.
ANALISIS KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL KADO TERBAIK KARYA J.S. KHAIREN DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Faturahman, Irfan; Faizah, Umi; Santoso, Suryo Daru
SURYA BAHTERA Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai fenomena dan permasalahan sosial di masyarakat mendorong pengarang untuk menciptakan karya sastra yang mengandung kritik sosial. Salah satu karya sastra yang mengandung kritik sosial adalah novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kritik sosial novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen; dan (2) rencana pembelajarannya di kelas XII SMA. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Dari penelitian ini sapat disimpulkan bahwa: (1) kritik sosial novel mencakup lima permasalahan meliputi: (a) kritik sosial masalah kejahatan: eksploitasi anak, perdagangan organ manusia, perampokan, penampungan berkedok panti asuhan, korupsi dan pungutan liar, dan narkotika (b) kritik sosial masalah kemiskinan meliputi: kemiskinan aspek keuangan dan kemiskinan aspek pengetahuan, (c) kritik sosial masalah disorganisasi keluarga: meninggalnya sosok pemimpin keluarga, rusaknya moral orang tua, dan terlalu mementingkan pekerjaan dibandingkan orang tua, (d) kritik terhadap norma-norma masyarakat: delikuensi anak dan penggunaan teknologi yang tidak tepat; (3) rencana pembelajaran novel di kelas XII dilakukan dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) yang terdiri atas empat pertemuan. Pertemuan pertama difokuskan pada pemberian materi kepada peserta didik. Pertemuan kedua difokuskan pada membaca dan menganalisis novel. Pertemuan ketiga berupa presentasi dan diskusi. Pertemuan keempat adalah penilaian harian.
ANALISIS KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA FILM LAYLA MAJNUN SUTRADARA MONTY TIWA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MODUL AJAR KELAS XI SMA Cahyani, Dwika Wuri; Faizah, Umi; Setyorini, Nurul
SURYA BAHTERA Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film bukan sekedar hiburan tetapi penggambaran kehidupan di masyarakat yang mengandung konflik secara internal atau konflik batin. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa konflik batin yang terdapat pada karya sastra adalah id, ego, dan superego, tetapi belum diketahui dengan kebutuhan tersebut. Hal ini yang mendasari peneliti untuk menganalisis konflik batin pada film Layla Majnun sutradara Monty Tiwa dan relevansi modul ajar di kelas XI SMA. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek konflik batin tokoh utama pada film Layla Majnun sutradara Monty Tiwa dan relevansi modul ajar di kelas XI SMA. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif. Objek yang digunakan oleh penulis ialah analisis konflik batin tokoh utama film Layla Majnun sutradara Monty Tiwa dengan relevansi modul ajar kelas XI SMA. Sumber data berasal dari kutipan-kutipan pada film Layla Majnun sutradara Monty Tiwa dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dengan langkah meliputi: menonton film dan mencatat kutipan pada dialog menjadi dokumen. Instrumen penelitian adalah orang atau human instrument yaitu peneliti itu sendiri dibantu dengan kartu pencatat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik penyajian hasil analisis informal berupa kata-kata. Hasil penelitian ini berupa (a) analisis konflik batin tokoh utama menggunakan pendekatan teori psikoanalisis berupa Id, Ego, dan Superego dan (b) relevansi modul ajar kelas XI di SMA. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan tambahan terkait analisis konflik batin menggunakan media film dan relevansi modul ajar pembelajaran drama sehingga dapat dipahami ketika menganalisis drama.
ANALISIS KESALAHAN KEBAHASAAN TEKS ARGUMENTASI KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH PURWODADI DAN RELEVANSINYA PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN MODUL AJAR TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Taufik, Prima; Faizah, Umi; Setyorini, Nurul
SURYA BAHTERA Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan kebahasaan merupakan kaidah linguistik yang menarik diteliti. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kesalahan kebahasaan teks argumentasi terdiri dari kesalahan fonologi, morfologi, dan sintaksis. Namun, berdasarkan beberapa penelitian tersebut, hasil analisisnya belum spesifik. Oleh karena itu, untuk mengisi kesenjangan tersebut, penelitian ini membahas analisis kesalahan teks argumentasi kelas XI SMK Muhammadiyah Purwodadi. Penelitian ini ertujuan mendeskripsikan: (1) kesalahan fonologi dalam teks argumentasi, (2) kesalahan morfologi dalam teks argumentasi, (3) kesalahan sintaksis dalam teks argumentasi, dan (4) relevansinya pembelajaran menulis dengan modul ajar. Fokus penelitian pada kesalahan kebahasaan teks argumentasi kelas XI SMK Muhammadiyah Purwodadi meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, dan relevansi pembelajaran menulis dengan modul ajar. Dalam pengumpulan data digunakan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini adalah teknik agih dan penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan: (1) Kesalahan fonologi terdiri dari kesalahan huruf kapital pada awal kalimat berjumlah 13 dan kesalahan huruf kapital pada nama geografi berjumlah 2, (2) Kesalahan morfologi terdiri dari kesalahan afiksasi jumlah 13 dan kesalahan reduplikasi berjumlah 2, (3) Kesalahan sintaksis terdiri dari kesalahan kalimat tanpa subjek berjumlah 3 dan kesalahan konjungsi yang berlebihan berjumlah 2, (4) Relevansi pembelajaran menulis dengan modul ajar dengan analisis kesalahan kebahasaan teks argumentasi kelas XI SMK Muhammadiyah Purwodadi dapat dikaitkan Capaian Pembelajaran (CP) elemen menulis yaitu,10.1 Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, dan pengetahuan metakognisi untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Tujuan Pembelajaran (TP) adalah 1.1 membuat/merancang teks argumentasi dengan memperhatikan unsur pembentuknya berdasarkan fenomena yang sedang trending di media cetak atau media sosial.
Nilai Profetik Novel Guru Aini sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila Faizah, Umi; Turiyanti; Bagiya; Kadaryati
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1390

Abstract

Fenomena siswa saat ini yang gemar pada gaya hidup hedonistik, kapitalistik, dan materialistik merupakan serangan dalam penanaman pendidikan karakter. Nilai profetik dalam novel dapat dijadikan solusi sebagai bahan ajar agar peserta didik dapat menjadi manusia yang memiliki etika yang baik serta beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., yang merupakan bagian dari penguatan profil pelajar pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai profetik dalam novel; (2) relevansi novel Guru Aini karya Andrea Hirata sebagai bahan ajar dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan teknik baca catat. Teknik penyajian data dilakukan menggunakan teknik informal. Nilai profetik dalam novel meliputi humanisasi berupa sikap peduli terhadap sesama, tolong-menolong, rela berkorban, mengucapkan salam, dan kasih sayang, liberasi berupa sikap jujur, bekerja keras, rajin belajar, bertanggung jawab, dan pantang menyerah, serta transendensi berupa sikap bersyukur, beribadah, dan berdoa; (2) relevansi novel Guru Aini sebagai bahan ajar terdapat pada kurikulum merdeka fase F, yaitu pada materi teks novel dengan mengacu pada KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel.
Representasi Citra Maskulinitas dalam Bunga Rampai Cerita Rakyat Nusantara karya Ismadi dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Teks Hikayat di Kelas X SMA Purwanto, Joko; Sholeh, Khabib; Khonifa, Umni; Faizah, Umi; Basuki, Basuki
Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jppp.v5i3.20230

Abstract

Banyak warisan yang telah ditinggalkan oleh nenek moyang masyarakat Indonesia yang sampai saat ini masih tetap Lestari. Satu di antaranya adalah cerita rakyat. Melalui cerita rakyat disampaikanlah sekian banyak filosofi dan pembelajaran mengenai kehidupan. Mulai dari bagaimana saling menghargai antarsesama, bagaimana menjaga alam sekitar, dan bagaimana cara memposisikan diri, bersikap dan bertindak sebagai seorang pribadi, termasuk sebagai sosok laki-laki. Oleh sebab itulah, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) representasi citra maskulinitas dalam Bunga Rampai Cerita Rakyat Nusantara karya Ismadi, (2) relevansi citra maskulinitas dalam Bunga Rampai Cerita Rakyat Nusantara karya Ismadi sebagai bahan ajar teks hikayat di kelas X SMA. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teori representasi Suart Hall menjadi landasan teori penelitian yang didukung oleh tujuh konsep maskulinitas yang dicetuskan oleh Janet Saltzman Chafetz. Data penelitian berupa kutipan-kutipan pada buku Bunga Rampai Cerita Rakyat Nusantara karya Ismadi yang memuat bentuk atau wujud maskulinitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka dan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah dengan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan enam dari tujuh konsep maskulinitas Chafetz yang ditemukan dalam objek penelitian yang berupa: (1) penampilan fisik: diwujudkan dalam fisik yang gagah, tampan, tangguh, serta bertubuh tinggi dan tegap; (2) fungsional: diwujudkan dalam posisi laki-laki sebagai pencari nafkah dan tulang punggung keluarga; (3) emosional: berupa pengendalian ekspresi dan sikap tabah, (4) intelektual: berupa pemikiran logis, cerdas, dan rasional, (5) interpersonal: berupa tanggungjawab dan kepemimpinan, serta (6) karakter personal lainnya: berupa berjiwa petualang, ambisius, tidak mau mengalah, dan pelindung. Sementara itu, terkait relevansinya sebagai bahan ajar didapatkan tiga bentuk relevansi, yakni: (1) relevansi kontekstual, (2) relevansi konstruktivisme, dan (3) relevansi kepribadian.
EVALUASI KINERJA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DAN PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Faizah, Umi
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2019): Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.v2i2.5151

Abstract

Evaluation is a component of education that must be carried out systematically and planned as a measure of the success of the education and learning process. The author limits the discussion of evaluation of Islamic education in this article to 2 aspects, namely aspects of teacher performance and the learning process. The main problems that are often discussed related to aspects of teacher performance are the problems of teacher qualifications and competencies and the implementation of learning. While the problems faced in the learning process generally occur because of the low skill of mastering the latest technology also becomes a serious problem in the fast-paced information age. If the government previously determined four basic competencies that must be mastered by teachers in addition to a minimum educational qualification of S1 or D4, it is necessary to seriously study the offer of one new competency that must be possessed by teachers and education personnel, namely Technology Mastery Competence.     Keywords: evaluation, teacher performance, learning process
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASHCARD PADA TEMA PEDULI LINGKUNGAN SOSIAL RA MUSLIMAT NU BUKO DEMAK Anis Rahmawati; Umi Faizah
QURROTI Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER, QURROTI: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media is very important to use because the learning media can convey or distribute messages from a source in a planned manner so that a conducive learning environment, where the recipient can make the learning process efficiently and effectively. This development research aims to Know the development procedure of learning media flashcard, know the feasibility of flashcard learning media developed. The type of this research is development research using ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. This study produces flashcard media as a learning resource that can facilitate learners in order to play an active role, and make it easy for learners in understanding the theme 4 care about the social environment. The results showed that flashcard learning media is feasible to be tested without revision based on final validation results that have been done by media experts who claimed to be tested with a 90% validity level and material experts stated that it is feasible to be tested with a 94% level of validity. Based on the results of practicality that has been done with the test in the classroom and interview results obtained the result that the flashcard media developed to attract the attention of learners so that they can understand the learning materials on the theme of social care environment class III RA Muslimat buko Wedung.