Claim Missing Document
Check
Articles

KOMBINASI KOTORAN BURUNG PUYUH, SUSU BUBUK AFKIR, DAN TAPIOKA TERFERMENTASI PADA MEDIA KULTIVASI CACING SUTERA (Tubifex sp) Rachmawati Rusydi; Nurfazilah; Salamah; Erniati; Munawwar Khalil
Journal of Fish Nutrition Vol. 1 No. 1 (2021): journal of fish nutrition
Publisher : Journal of Fish Nutrition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.63 KB) | DOI: 10.29303/jfn.v1i1.158

Abstract

Cacing sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang banyak digunakan pada kegiatan pembenihan ikan. Cacing sutera ini mampu memberikan nutrisi yang baik bagi pertumbuhan larva ikan dengan ukuran yang sesuai bukaan mulut larva dan bersifat atraktif. Namun, ketersediaan populasi cacing sutera sangatlah terbatas di alam dan membutuhkan pasokan cacing sutera dari kegiatan kultivasi cacing sutera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi kotoran burung puyuh (K), susu bubuk afkir (S) dan tapioka (T) terfermentasi pada media kultivasi cacing sutera. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap Non-Faktorial dengan 4 (empat) taraf perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan. Taraf perlakuan penelitian terdiri atas A (K = 100%), B (K=50%, S=35%, T=15%), C (K=50%, S=25%, T=25%), D (K=50%, S=15%, T=35%). Tahapan penelitian terdiri atas persiapan bibit cacing sutera, aktivasi EM4 dalam fermentasi kombinasi kotoran burung puyuh, susu bubuk afkir, dan tapioka, persiapan media kultivasi cacing sutera, penebaran benih cacing sutera dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi, biomassa dan kandungan nutrisi serta rasio C/N terbaik diperoleh pada perlakuan C dengan puncak populasi 406 individu/wadah, biomassa 33,21 g/wadah, nutrisi protein dan lemak sebesar 51,7 ± 0,42% dan 14,56 ± 0,028%, dan rasio C/N 12,5:1. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah kombinasi kotoran burung puyuh 50%, susu bubuk afkir 25%, dan tapioka terfermentasi 25% memberikan nutrisi yang paling baik untuk kultivasi cacing sutera.
PENAMBAHAN TEPUNG UMBI BIT (Beta vulgaris) DALAM PAKAN PELLET TERHADAP PERUBAHAN WARNA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) Munawwar Khalil; Muhammad Syafii; Muliani; Eva Ayuzar; Riri Ezraneti
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna merupakan salah satu alasan ikan hias diminati oleh masyarakat, warna pada ikan hias merupakan salah satu faktor yang mendukung dalam meningkatkan nilai jual ikan hias. Oleh karena itu, kualitas warna menjadi salah satu parameter yang harus diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perubahan warna, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan mas koki (Carassius auratus) setelah diberi pakan penambahan tepung bit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2018 di Laboratorium Teknologi Pembenihan dan Budidaya Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial 4 perlakuan 3 ulangan yaitu Perlakuan A : Tanpa penambahan tepung ubi bit (kontrol), perlakuan B : Penambahan tepung ubi bit 3%/100 gram pakan, perlakuan C : Penambahan tepung ubi bit 5%/100 gram pakan, perlakuan D : Penambahan tepung ubi bit 7%/100 gram pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung umbi bit ke dalam pakan pelet berpengaruh sangat nyata terhadap perubahan warna, berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan, dan tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan mas koki (Carassius auratus). Hasil terbaik terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 7%/100 tepung buah bit. Kualitas air selama penelitian untuk suhu berkisar antara 25-27 oC, pH 6,9-7,3, dan Oksigen terlarut (DO) 4,4 – 5,6 mg/L
Phenoxycarboxlic acid Toxicity Test on Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) Mortality Lisna Lisna; Mainisa; Erlangga Erlangga; Saiful Adhar; Munawwar Khalil
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v7i1.7754

Abstract

This study aims to examine the toxicity of phenoxy acid herbicides on vannamei shrimp mortality, by conducting preliminary tests, persistence tests, mortality tests, and water quality. The research design used the regression method and probit analysis with 6 treatments and 3 replications, namely A herbicide concentration of 0 ml/L, B herbicide concentration DMA-6, 0.025 ml/L water, C herbicide concentration DMA-6, 0.005 ml/L water, D DMA-6 herbicide concentration, 0.075 ml/L water, E DMA-6 herbicide concentration, 0.1 ml/L water and F DMA-6 herbicide concentration, 0.125 ml/L water. Pesticides do not affect temperature changes, dissolved oxygen (DO), Salinity, and pH. Clinical symptoms due to Pesticide exposure to vanamei shrimp are irregular movements, shells peeling off, and swimming close to aeration until they die. The LC50 value in the herbicide toxicity test was 0.124 mg/l at 24 hours, 0.099 mg/l at 48 hours, 0.073 mg/l at 72 hours, and 0.026 mg/l at 96 hours.
The Addition of Lamtoro Leaf Fermented (Leucaena leucocephala) in Artificial Feed Against the Growth of Milkfish (Chanos chanos) Harefa, Fendi Saputra; Khalil, Munawwar; Salamah, Salamah; Mainisa, Mainisa; Mahdaliana, Mahdaliana
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v7i2.8956

Abstract

Milkfish is a leading commodity for Indonesian mariculture which is quite promising, so milkfish productivity must be increased. The problematic factor in cultivating milkfish is feed. Lamtoro leaves (Leucaena leucocephala) are a potential biological resource and have high protein content as a raw material for making feed. However, lamtoro has a high fiber content which can be reduced by fermenting using bio intan tani and attractants to cover the aroma of lamtoro which fish do not like. This research aims to test the effect of adding fermented lamtoro leaves to artificial feed on the growth of milkfish. The research was carried out on March 22 - April 22 2022 at Kembang Tani Farm Lancang Barat, North Aceh, Aceh. The research used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications, Treatments A, B, C and D with concentrations of 0%, 15%, 20% and 25% respectively. Based on the F test analysis (ANOVA), the results gave a significant effect on feed response, weight gain, length increase, aroma with a Sig value < 0.05 and gave results that had no real effect on survival rate and feed conversion value with a Sig value > 0. 05.
Implementasi Pretreatment Ekstraksi Lipid untuk Produksi Biodiesel Nannochloropsis sp. yang Dikultivasi dalam Media Limbah Budidaya Vaname Rusydi, Rachmawati; Alfaini, Momika; Ayuzar, Eva; Hartami, Prama; Salamah, Salamah; Muliani, Muliani; Khalil, Munawwar; Febri, Suri Purnama
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v8i1.10831

Abstract

Nannochloropsis sp. is the green colored microalgae with its round shape of cell. This microalgae has lipids of 28,7% by dry weight, especially unsaturated fatty acids which can be transesterified to produce methyl ester and be a potential as biodiesel feedstock. The content of biodiesel Nannochloropsis sp. reaches 80% of dry weight and has the sama characteristics as vegetable oil. In the lipid extraction process many problems were found, one of which was the cell wall of Nannochloropsis sp. which prevents the lipid from being extracted. This research was carried out on 10 December 2022-28 February 2023 at the Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory aquaculture study program, faculty of agrigulture, Malikussaleh University, Chemical Technology Laboratory at Lhokseumawe State Polytechnic and at The Environmental Quality Testing Engineering Laboratory At Syiah Kuala University, Banda Aceh. This study used a laboratory experimental method using a Non-Factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications. Treatment A Control, treatment B Heating, treatment C Osmotic shock and treatment D Homogenizer. Based on statistical analysis of the F test (ANOVA) showed that the percentage of lipid from the application of pretreatment gave significantly different resulst to the percentage of lipid from the application of pretreatment. The highest lipid was found in treatment B which was 21,14% and the lowest lipid was in treatment C which was 12,51%. The highest lipid producer from the application of pretreatment is using the heating method. Biodiesel is obtained through a tranesterification process using methanol as a solvent and KOH catalyst.
Penggunaan Triptofan dalam Pakan untuk Menurunkan Kanibalisme Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Mainisa, Mainisa; Juliana, Juliana; Khalil, Munawwar; Mahdaliana, Mahdaliana; Salamah, Salamah
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v6i1.9561

Abstract

White snapper (Lates calcarifer) is one of the leading marineculture commodities in Indonesia, snapper has a relatively faster growth and has high economic value. One of the factors that cause failure in snapper cultivation in Indonesia is the high level of cannibalism in fish fry. The purpose of this study was the addition of tryptophan to feed whether it affected the level of cannibalism, growth and survival of white snapper. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) method consisting of 4 treatments and 3 replications. The treatments used were Treatment A (control), B (Tryptophan 1%/kg feed), C (Tryptophan 1.5 %/kg feed), D (Tryptophan 2%/kg feed. The lowest cannibalism of snapper was found in treatment B (Tryptophan 1%/kg of feed) with a cannibalism rate of 35.7% and a survival rate of 56.67%.
PENGARUH EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica) DALAM MENGOBATI INFEKSI BAKTERI Vibrio alginolyticus PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Rachmawati Rusydi; Siti Natasya; Eva Ayuzar; Munawwar Khalil; Saiful Adhar
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.305

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) memiliki banyak keunggulan, diantaranya relatif tahan terhadap penyakit, pertumbuhan relative cepat, dapat memanfaatkan ruang secara lebih efisien, serta lebih toleran terhadap perubahan lingkungan. Salah satu kendala yang ada di lingkungan pembudidaya udang vaname adalah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti Vibrio alginolyticus. Vibrio alginolyticu smerupakan bakteri laut gram negative berbentuk batang dan bersifat motil dapat menjadi bakteri pathogen penyebab penyakit bakterial yang sering menimbulkan masalah pada larva udang vaname yang disebut penyakit bakteri menyala. Pemberian bahan antibakteri alami menjadi alternatif pengobatan dari penggunaan antibiotik yang menimbulkan masalah lingkungan dan resistensi patogen. Daun mimba merupakan bahan alami potensial yang mengandung senyawa sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun mimba dalam mengobati infeksi bakteri Vibrio alginolyticus pada udang vaname. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021, yang bertempat di Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, BPBAP Ujung Batee. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. A: Tanpa pemberian ekstrak daun mimba (Kontrol). B: Perendaman dengan ekstrak daun mimba sebanyak 1%, C: Perendaman dengan ekstrak daun mimba sebanyak 2%, D: Perendaman dengan ekstrak daun mimba sebanyak 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun mimba memberikan pengaruh nyata terhadap lama waktu penyembuhandan tingkat kelangsungan hidup udang vaname. Rekomendasi konsentrasi terbaik dari ekstrak daun mimba dalam mengobati udang vaname adalah 3%.
Peningkatan Pemahaman Siswa SMA Negeri 1 Pantee Bidari dalam Memilih Program Studi Melalui Pendekatan Pengembangan Potensi Diri dan Karier Rahman, Arief; Salamah, Salamah; Mahdaliana, Mahdaliana; Hatta, Muhammad; Khalil, Munawwar; Riani, Riani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 9 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i9.1537

Abstract

Peran penting pendidikan dalam membentuk masa depan siswa menuntut adanya panduan yang tepat dalam memilih program studi yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi diri. Seringkali, keputusan dalam memilih program studi diambil tanpa pertimbangan yang matang, sehingga berdampak negatif pada perkembangan akademis dan karier di masa depan. Untuk menjawab persoalan ini, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) diadakan di SMA Negeri 1 Pantee Bidari dengan pendekatan pengembangan potensi diri dan perencanaan karier. Program ini melibatkan metode partisipatif berupa pemaparan materi, diskusi kelompok, analisis minat dan bakat, serta simulasi pemilihan program studi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam memilih program studi yang sesuai dengan potensi diri dan prospek karier di masa depan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, dengan 85% peserta mampu mengidentifikasi minat, bakat, dan potensi secara lebih baik, serta memiliki pandangan yang lebih jelas tentang pilihan karier yang akan diambil setelah kuliah. Program ini diharapkan menjadi model edukasi yang efektif untuk diterapkan di sekolah lain, guna membantu siswa membuat keputusan yang tepat dalam memilih program studi.
Implementation of Pretreatment in Lipid Extraction to Biodiesel Production from Nannochloropsis sp Cultivated in Vannamei Farming Wastewater Rusydi, Rachmawati; Alfaini, Momika; Ayuzar, Eva; Hartami, Prama; Salamah, Salamah; Muliani, Muliani; Khalil, Munawwar; Febri, Suri Purnama
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v8i1.10905

Abstract

Nannochloropsis sp. is the green colored microalgae with its round shape of cell. This microalgae has lipids of 28,7% by dry weight, especially unsaturated fatty acids which can be transesterified to produce methyl ester and be a potential as biodiesel feedstock. The content of biodiesel Nannochloropsis sp. reaches 80% of dry weight and has the sama characteristics as vegetable oil. In the lipid extraction process many problems were found, one of which was the cell wall of Nannochloropsis sp. which prevents the lipid from being extracted. This research was carried out on 10 December 2022-28 February 2023 at the Hatchery and Aquaculture Technology Laboratory aquaculture study program, faculty of agrigulture, Malikussaleh University, Chemical Technology Laboratory at Lhokseumawe State Polytechnic and at The Environmental Quality Testing Engineering Laboratory At Syiah Kuala University, Banda Aceh. This study used a laboratory experimental method using a Non-Factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications. Treatment A Control, treatment B Heating, treatment C Osmotic shock, and treatment D Homogenizer. Based on statistical analysis of the F test (ANOVA) showed that the percentage of lipid from the application of pretreatment gave significantly different resulst to the percentage of lipid from the application of pretreatment. The highest lipid was found in treatment B which was 21,14% and the lowest lipid was in treatment C which was 12,51%. The highest lipid producer from the application of pretreatment is using the heating method. Biodiesel is obtained through a tranesterification process using methanol as a solvent and KOH catalyst.
Model of nitrogen-phosphorus ratio and phytoplankton relationship in lake Laut Tawar, Indonesia Adhar, Saiful; Khalil, Munawwar; Erlangga, Erlangga; Muliani, Muliani; Rusydi, Rachmawati; Mainisa, Mainisa; Imanullah, Imanullah; Andika, Yudho
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.33935

Abstract

Phytoplankton blooms in the lake cause ecological, economic, health, energy, and aesthetic losses. It reduces water quality and biota diversity, creates toxins in the waters, and changes the structures and functions of the ecosystem. The essential nutrients for the growth of phytoplankton are nitrogen and phosphorus. Controlling phytoplankton growth can be managed by controlling the limiting nutrient input. This study aims to identify the limiting nutrient, analyze variations in TN:TP ratio spatially and temporally, and model TN:TP ratio and chlorophyll-a relationship. This study used secondary data from previous studies, namely TN, TP, and chlorophyll-a observed monthly in seven stations purposively during a year. Rainfall data was also obtained from the previous study. Limiting nutrients were determined by Redfield theory, and data were analyzed by Spearman correlation, One-way ANOVA, Kruskal-Wallis, and regression analysis. The results showed phosphorus was a limiting nutrient for phytoplankton growth in Lake Laut Tawar. TN:TP ratio and chlorophyll-a did not vary spatially, indicating the lake surface waters were evenly mixed. The parameters varied temporally, expressing the influence of hydroclimatological factors, especially rainfall. Rainfall increases nutrient input to the lake, but only rain below 200 mm/month causes an increase in the concentration of nutrients in the lake. The rainfall above 200 mm/month increases lake water volume significantly, thereby reducing nutrient concentrations. TN:TP ratio and chlorophyll-a related negatively and formed a non-linear relationship with an empirical model Chlorophyll-a = 2770.285 (TN/TP)-1.871. Eutrophication of Lake Laut Tawar should be anticipated by controlling the anthropogenic phosphorus input.Keywords:AnthropogenicChlorophyll-aEutrophication,Limiting nutrientRainfall