Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Model of nitrogen-phosphorus ratio and phytoplankton relationship in lake Laut Tawar, Indonesia Adhar, Saiful; Khalil, Munawwar; Erlangga, Erlangga; Muliani, Muliani; Rusydi, Rachmawati; Mainisa, Mainisa; Imanullah, Imanullah; Andika, Yudho
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.33935

Abstract

Phytoplankton blooms in the lake cause ecological, economic, health, energy, and aesthetic losses. It reduces water quality and biota diversity, creates toxins in the waters, and changes the structures and functions of the ecosystem. The essential nutrients for the growth of phytoplankton are nitrogen and phosphorus. Controlling phytoplankton growth can be managed by controlling the limiting nutrient input. This study aims to identify the limiting nutrient, analyze variations in TN:TP ratio spatially and temporally, and model TN:TP ratio and chlorophyll-a relationship. This study used secondary data from previous studies, namely TN, TP, and chlorophyll-a observed monthly in seven stations purposively during a year. Rainfall data was also obtained from the previous study. Limiting nutrients were determined by Redfield theory, and data were analyzed by Spearman correlation, One-way ANOVA, Kruskal-Wallis, and regression analysis. The results showed phosphorus was a limiting nutrient for phytoplankton growth in Lake Laut Tawar. TN:TP ratio and chlorophyll-a did not vary spatially, indicating the lake surface waters were evenly mixed. The parameters varied temporally, expressing the influence of hydroclimatological factors, especially rainfall. Rainfall increases nutrient input to the lake, but only rain below 200 mm/month causes an increase in the concentration of nutrients in the lake. The rainfall above 200 mm/month increases lake water volume significantly, thereby reducing nutrient concentrations. TN:TP ratio and chlorophyll-a related negatively and formed a non-linear relationship with an empirical model Chlorophyll-a = 2770.285 (TN/TP)-1.871. Eutrophication of Lake Laut Tawar should be anticipated by controlling the anthropogenic phosphorus input.Keywords:AnthropogenicChlorophyll-aEutrophication,Limiting nutrientRainfall
Efektivitas pertumbuhan rumput laut (Eucheuma cottoni) dengan metode long line menggunakan hormon auxin di Perairan Pulau Banyak Aceh Singkil Mahdaliana, Mahdaliana; Salamah, Salamah; khalil, Munawwar; Akmal, Yusrizal
Jurnal Sains Pertanian Vol. 7 No. 1: February 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.432 KB) | DOI: 10.51179/jsp.v7i1.1780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pertumbuhan rumput laut (eucheuma cottoni) dengan metode long line menggunakan hormon auksin di perairan pulau banyak, aceh singkil.. Metode yang digunakan pada peneltian ini adalah metode Rancangan acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kelompok, yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (0,2 mg/l), perlakuan C (0,4 mg/l), Perlakuan D (0,6 mg/l), perlakuan E (0,8 mg/l). Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan panjang, produksi rumput laut dan pengukuran kualitas air. Hasil penelitian selama 30 hari menunjukan pemberian hormon auksin pada laju pertumbuhan rumput laut yaitu perlakuan C dengan dosis 0,4 mg/l dengan nilai 340 gram, laju pertumbuhan panjang yaitu perlakuan C dengan dosis 0,4 mg/l dengan nilai 14 cm, dan produksi rumput laut yaitu 1360 gram/m. Parameter perairan pada lokasi penelitian sangat baik untuk mendukung budidaya rumput laut. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian hormon auksin terhadap laju pertumbuhan rumput laut (Eucheuma cottoni) dengan metode long line. pemberian dosis yang berbeda telah didapatkan pada perlakuan yang terbaik yaitu perlakuan C dengan dosis 0,4 ml/l dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak, pertumbuhan panjang dan produksi rumput laut.
Teknik Pemeliharaan Induk Kakap Putih (Lates calcarifer) Di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP-UB) Kabupaten Aceh Besar Sembiring, Cindy Silvia BR; Rinaldi; Muktitama, Asih Makarti; Nugrahawati, Anis; Yanto, Nopri; Khalil, Munawwar
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.914

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dengan prospek budidaya yang luas karena kemampuan adaptasinya terhadap berbagai salinitas perairan. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Aceh Besar, pada Januari–Februari 2024, bertujuan untuk memahami teknik pemeliharaan induk ikan kakap putih yang baik dan benar. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan studi pustaka, serta dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa tahapan pemeliharaan induk meliputi persiapan wadah, seleksi induk, pemberian pakan, dan pengelolaan kualitas air. Wadah dibersihkan dengan larutan kaporit dan natrium tiosulfat, serta diisi ulang dengan air laut. Seleksi induk dilakukan berdasarkan bobot tubuh dan kematangan gonad, dengan kisaran bobot ideal induk jantan 2,5–3,5 kg dan betina 6–9 kg. Pakan yang diberikan berupa ikan rucah segar dengan tambahan vitamin C dan E untuk mendukung kualitas induk. Parameter kualitas air seperti suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut berada dalam kisaran optimal sesuai SNI 6145.4:2014. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan induk yang tepat dapat meningkatkan kualitas induk dan keberhasilan pemijahan ikan kakap putih.
Optimalisasi Blue Economy Berbasis IoT dalam Pengawasan Kualitas Air Tambak untuk Sustainability UMKM di Kabupaten Aceh Utara Nunsina; Eva Darnila; Munawwar Khalil; Mustaqim; Zahratul Fitri
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24783

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan UMKM sektor perikanan di Kabupaten Aceh Utara melalui penerapan konsep Blue Economy berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk pengawasan kualitas air tambak. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tidak tersedianya sarana untuk memantau kualitas air secara real-time sehingga berpotensi menurunkan hasil produksi. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, instalasi perangkat IoT, kalibrasi sensor, serta pendampingan penggunaan sistem. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penggunaan IoT mampu memberikan data kualitas air secara akurat dan cepat, sehingga petambak dapat mengambil langkah preventif maupun korektif tepat waktu. Hal ini berdampak pada peningkatan hasil panen, efisiensi penggunaan pakan dan air, serta pengurangan risiko kerugian. Program pengabdian kepada masyarakat ini mendukung tercapainya prinsip Blue Economy dan Sustainable Development Goals (SDGs) di sektor perikanan budidaya udang vaname di Aceh Utara.
Pemberdayaan Masyarakat di Gampong Paloh Lada untuk Optimalisasi Produksi Kepiting Bakau dan Ikan Berbasis Tingkat Tropik di Masa Pandemi Covid 19 Hartami, Prama; Nirzalin, Nirzalin; Khalil, Munawwar
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v1i1.6536

Abstract

Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat terutama kesulitan dalam hal memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membatasi aktivitas masyarakat keluar rumah. Pembatasan ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap yang kesehariannya harus berinteraksi dengan orang banyak untuk dapat menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan hariannya. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini ialah untuk memberikan kesempatan dan peluang usaha bagi masyarakat terdampak Pandemi Covid 19 dan bagi pemilik lahan program ini bertujuan sebagai sharing informasi baru dalam memaksimalkan lahan tambak yang ada dengan sistem Trophic Level Based Aquaculture. Tahap pelaksanaannya dengan memilih satu komoditas yang bernilai ekonomis tinggi dengan periode produksi yang cepat dan disertai dengan memelihara komoditas lain sebagai pendukung tetapi tidak saling mengganggu. Sehingga pada saat panen, pembudidaya dapat memproduksi lebih dari satu atau bahkan empat komoditas untuk dijual di pasar sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan. Adapun metode pendampingan ini bersifat learning by doing artinya semua yang terlibat dalam pendampingan mempraktekkan sistem budidaya tersebut secara bersama-sama di lapangan. Program ini akan dimulai dengan penetapan peserta yang akan dilakukan pendampingan, pemilihan lahan potensial yang dimiliki masyarakat petambak, pelatihan teknis budidaya dengan sistem Trophic Level Based Aquaculture, persiapan lahan, pemilihan komoditas unggulan, pemeliharaan komoditas hingga panen, pemasaran dan manajemen modal usaha untuk periode pemeliharaan selanjutnya. Hasil dari program pendampingan ini diharapkan bisa menjadi bench marking bagi calon pembudidaya dan pemilik lahan lainnya yang ada di sekitar lokasi kegiatan. Selain metode pelaksanaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memaksimalkan lahan budidaya yang sebelumnya dikelola secara tradisional menjadi lebih optimal serta ramah lingkungan guna mencapai target budidaya yang berkelanjutan. Hasil kegiatan pendampingan ini akan disebarluaskan melalui publikasi ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat, media online atau disajikan pada seminar nasional dan laporan pengabdian yang akan didaftarkan pada HKI.
Penambahan atraktan ekstrak bekicot, keong mas, dan siput air tawar dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan benih Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) Ismi, Nur; Khalil, Munawwar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 1: No. 1 (October, 2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i1.291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian atraktan ekstrak bekicot, keong mas, siput air tawar dan (kontrol) terhadap pertumbuhan benih ikan kerapu macan (E. fusscoguttatus). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan panjang tertinggi terdapat pada pemberian ekstrak keong mas (perlakuan B) yaitu sebesar 0,73 ± 0,15 cm dan terendah pada (perlakuan D) kontrol yaitu sebesar 0,48 ± 0,16 cm. Pertambahan bobot tubuh tertinggi terdapat pada pemberian ekstrak keong mas (perlakuan B) yaitu sebesar 1,10 ± 0,68 gram dan terendah pada (perlakuan D) kontrol yaitu sebesar 0,57 ± 0,30 gram. Hasil analisis statistik dengan uji F menunjukkan bahwa pengaruh pemberian ekstrak bekicot, keong mas, siput air tawar dan kontrol berbeda sangat nyata terhadap pertambahan panjang benih ikan kerapu macan dan berbeda sangat nyata terhadap pertambahan bobot benih ikan kerapu macan. Sedangkan hasil uji BNT yang diperoleh, setiap perlakuan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup. Kelangsungan hidup benih ikan kerapu macan selama penelitian mencapai 100 %, dimana tidak ditemukannya ikan yang mati selama penelitian. Kualitas air selama penelitian yaitu: suhu berkisar 27,0- 29,0 0C, salinitas 26,0-32,0 ppt, oksigen terlarut 4,9- 7,8 ppm dan pH berkisar 7,0- 8,2.The study aims to analys the effect of attractant of giant African land snail, golden snails and freshwater snails for the growth of grouper (Epinephalus fusscoguttatus) fingerling. The research design used the randomized block design (RAK) non- factorial with four treatments and three replications. The result showed that the highest length in fingerling was found in golden snails extract reatment (treatment B ), equal to 0.73 ± 0.15 cm and the lowest was found in the treatment D (control), equal to 0.48 ± 0.16 cm. The highest weight gain in fingerling was found in golden snails extract treatment (treatment B) which was equal to 1.10 ± 0.68 g, whereas the lowest was in the treatment number D (control), equal to 0.57 ± 0.30 g. Statistical analysis with F test showed that the effect of the attractant from giant african land snail, golden snails, freshwater snails and control were differ very significantly to the length and weight of the fingerling, while the LSD test showed that any treatment was effected on the growth, but not effected the survival rates of fingerling . The survival rate of fingerling was 100 %. Water quality during the research were 27,0- 29.0 0C for temperature, 26.0 to 32.0 ppt for salinity, 4,9- 7.8 ppm for dissolved oxygen and pH range were 7,0- 8.2.
Pemberian jenis pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih (Lates calcalifer, Bloch) Sahputra, Indra; Khalil, Munawwar; Zulfikar, Zulfikar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 2 (October, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i2.305

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan padatanggal 1 Juni - 1 Juli 2014 di Tambak Daerah Cot Kafiraton Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial dengan lima perlakukan dan tiga kali ulangan yaitu perlakuan A: pemberian pakan jenis udang dogol perlakuan B: pemberian pakan jenis benih ikan nila; perlakuan C: pemberian pakan jenis keong mas ; perlakuan D: pemberian pakan pellet komersial. Parameter uji dalam penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, kecepatan konsumsi pakan dan kualitas air. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif serta diuji dengan beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami yang berbeda memberi pengaruh yang sangat berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan konsumsi pakan pada ikan kakap putih dimana Fhitung >Ftable yaitu pada perlakuan A. Akan tetapi tidak memberi pengaruh yang sangat berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup ikan kakap putih. Nilai kualitas air selama penelitian yaitu baik dimana berada pada kisaran yang layak untuk kehidupan ikan kakap putih dengan pH 7,9-8,5, suhu berkisar 25-290C dan salinitas 23-26 ppt.The research was conducted on June 1 to July 1 2014 in Pond at Cot Kafiraton Seunuddon district, North Aceh. The experiment treatments was used on this study using a completely randomized design (CRD) non factorial with five treatments and three replicated which were A: feed types of dogol shrimp, B: feed  type of tilapia seed, treatment C: feed type of snails, treatment D: feed type commercial pellets. Parameters of this study was the survival rate, growth, feed consumption rate and water quality. Data were analyzed descriptively and tested by the least significant difference (LSD). The results was showed that different types of feed had very effect significantly different  on the growth and feed intake of sea bass (Fcal>Ftab). However, different fedd types did not give significantly different influence on the survival rate of sea bass. Water quality parameters were in suitable condition for sea bass habitats. The value of pH was 7,9-8,5, temperature 25-29 0C and salinity  23-26 ppt.
Karakteristik nutrisi dan stabilitas pakan kombinasi ampel (ampas tahu dan pelet) Rusydi, Rachmawati; Hartami, Prama; Khalil, Munawwar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 4: No. 1 (April, 2017)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v4i1.316

Abstract

Tingginya biaya produksi akibat dari mahalnya harga pakan berprotein tinggi menyebabkan eksplorasi bahan pakan alternatif yang bernutrisi, murah dan tersedia sepanjang tahun terus dilakukan. Penelusuran bahan alternatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein dari pakan komersil berprotein rendah yang murah. Metode penelitian terdiri atas tahap pembuatan pakan uji, analisis proksimat, dan uji ketahanan pakan di air. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah: (A) kombinasi ampas tahu 80% + pelet 20%, (B) kombinasi ampas tahu 60% + Pelet 40%, (C) kombinasi ampas tahu 40% + pelet 60%, (D) kombinasi ampas tahu 20% + pelet 80%, (E) kontrol (penggunaan pelet 100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan ampel dengan kombinasi ampas tahu 40% + pelet 60% memiliki karakteristik nutrisi paling baik terutama protein sebesar 28,92%. Karakteristik fisik pakan terbaik melalui uji ketahanan pakan di air ditunjukkan oleh pakan pelet.Increment of aquaculture production cost caused by expensive feed containing high protein has made exploration of feed stuffs having high nutrition, low cost, and annually available continuously to be done. Investigation of alternative stuffs was expected to increase protein content of cheap commercial feed containing low protein. The methods of this research consisted of producing experimental feed, proximate analysis, and feed stability test in the water. The treatments were (A) combination of tofu waste 80% + feed 20%, (B) combination of tofu waste 60% + feed 40%, (C) combination of tofu waste 40% + feed 60%, (D) combination of tofu waste 20% + feed 80%, (E) control (feed 100%). This research resulted the best nutrition characteristic obtained from combination of tofu waste 40% + feed 60% in which its protein was 28,92%. The best physical characteristic through feed stability test in the water was obtained from commercial feed (control).
Pengaruh formulasi yang berbeda pada pakan pelet terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) Defrizal, Defrizal; Khalil, Munawwar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 2 (October, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i2.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi yang berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dilaksanakan pada tanggal 22 Mei - 22 Juni 2014 di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Program Studi Budidaya Perairan, Reulet Aceh Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial dengan empat perlakukan dan tiga kali ulangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang berbeda pada pakan pelet memberi pengaruh yang sangat berbeda nyata terhadap konsumsi pakan harian, pertumbuhan berat maupun panjang, rasio konversi pakan, respon ikan terhadap pakan pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dimana Fhitung > Ftabel. Dari hasil uji BNT diperoleh bahwa konsumsi pakan harian, pertumbuhan, dan respon ikan terhadap pakan terbesar diperoleh pada perlakuan D, A, C dan B. Sedangkan nilai rasio konversi pakan tertinggi diperoleh pada perlakuan A, D, C dan B. Dari hasil penelitian juga diperoleh hasil bahwa pengaruh formulasi yang berbeda pada pakan pelet memberi angka kelulushidupan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) semua perlakuan yaitu 100%. Parameter kualitas air pada saat penelitian yaitu rata-rata suhu 26-28 0C dan pH 7,4-7,5. Nilai ini cocok dan layak untuk kehidupan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Diharapkan ada penelitian lanjutan mengenai pemberian pakan pelet yang diformulasikan dari bahan yang berbeda terhadap jenis ikan lainnya.This study aimed to determine the effect of different feed formulations on the growth of African catfish (Clarias gariepinus) which was held on May 22th - Juni 2014 at Laboratory of Aquaculture Hatchery and Technology Studies Program Aquaculture, Reulet North Aceh. The method used in this study was an experimental method using a completely randomized design (CRD) Non-factorial with four treatments and three replications The results showed that different formulations on feed a significantly different influence on daily feed consumption, weight and length growth, feed conversion ratio, the response of fish to feed on African catfish (Clarias gariepinus) where as Fvalue > F table. The biggest respons on daily feed intake growth added obtained from feed without addition of others alternatife. Then it was followed by feed A, C and B. While the highest feed conversion ratio values obtained in treatments A, D, C and B. From the results of the study also the result that the effect of different formulations on feed pellets give the fish survival rate of African catfish (Clarias gariepinus) all treatment that is 100%. Water quality parameters at the time of the study with an average temperature of 26-28 0C and pH 7.4 to 7.5. This value is suitable and feasible for the life of African catfish (Clarias gariepinus). It is expected that no further research on feeding pellets formulated from different materials to other fish species.
Analisa proksimat formulasi pakan pelet dengan penambahan bahan baku hewani yang berbeda Gunawan, Gunawan; Khalil, Munawwar
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 2: No. 1 (April, 2015)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v2i1.348

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu perlakuan A: formulasi pakan pelet dengan penambahan tepung ikan, dedak padi, dan tepung cacing tanah, perlakuan B: formulasi pakan pelet dengan penambahan Tepung ikan, dedak padi, dan tepung bekicot, perlakuan C: formulasi pakan pelet dengan penambahan tepung ikan, dedak padi, dan tepung keong mas dan perlakuan D: formulasi pakan pelet dengan penambahan tepung ikan dan dedak padi. Berdasarkan hasil penelitian ketiga bahan baku tersebut cocok ditambahkan ke dalam pakan pellet karena mengandung kadar protein yang tinggi sesuai untuk pertumbuhan ikan, protein yang paling tinggi terdapat pada perlakuan A (38,4%) dengan formulasi tepung ikan, dedak padi dan tepung cacing tanah, Kemudian diikuti perlakuan B (37,49%) dengan formulasi tepung ikan, dedak padi dan tepung bekicot, Selanjutnya perlakuan C (33,35%) formulasi tepung ikan, dedak padi dan tepung keong mas, dan terakhir perlakuan D (30,41%) formulasi pakan pelet dengan penambahan tepung ikan dan dedak padi.The method used in this study was experimental method using a completely randomized design (CRD) non factorial with four treatments and three replications namely treatment A: formulation of pellet with addition of fish meal, rice bran, and flour earthworms, treatment B: formulation of pellet with addition of fish meal, rice bran, and flour snail, treatment C: formulation of pellet with addition of fish meal, rice bran, and snails and treatment D: formulation of pellet with addition of fish meal and rice bran. Based on the results, three feedstuffs were suitable to be added into pellet feed because their high protein content for growth of fish. The highest protein content was gained at treatment A (38.4%) with formulation of fish meal, rice bran and flour earthworms, then it was followed by treatment B (37.49%) with formulation of fish meal, rice bran and flour snail, Further treatment C (33.35%) with formulation  of fish meal, rice bran and snails. While the lowest treatment was D (30.41% ) with formulation of fish meal and rice bran.