Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada lansia dan apabila tidak dikendalikan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti stroke, penyakit jantung, gagal jantung, penyakit ginjal, dan gangguan penglihatan. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup lansia sehingga diperlukan pengetahuan yang baik mengenai hipertensi, faktor risiko, komplikasi, pencegahan, dan pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi di Desa Tarai Bangun wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan dilaksanakan pada Januari–Februari 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah 665 lansia usia 60–70 tahun. Besar sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 87 responden, dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup sebanyak 15 pertanyaan yang diadaptasi dari Hutasuhut (2023). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44 responden (50,6%) memiliki tingkat pengetahuan rendah, sedangkan 43 responden (49,4%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi di Desa Tarai Bangun sedikit lebih dominan pada kategori rendah. Diperlukan peningkatan edukasi kesehatan secara rutin dan berkesinambungan mengenai hipertensi, khususnya terkait komplikasi, pencegahan, dan pengendalian hipertensi.