Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KEDALAMAN GERUSAN LOKAL PADA PILAR JEMBATAN SIMPANG SURABAYA KRUENG ACEH, BANDA ACEH Eldina Fatimah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, September 2013
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang Surabaya Bridge positioned at coordinates 5033'38” LU and 95019'4,1'' BT is located at Kuta Alam sub-district of Banda AcehMunicipality. The bridge was built across the river Krueng Aceh with ± 100 meters long with pillars to support the bridge. Pillars were in the river, resulting in narrowing the river cross section that led to disturbing river flow. Changes in flow velocity caused a scour around the pillars, so it is necessary to study local scour depth on the pillars. There are two types of pillars that existed. One type is located at the upstream side with Cylinder Group-shaped pillars (circular combination type) having the width of one meter and four meters long, while at the downstream part, the pillar type is round pillar-shaped nose with the width and length of one meter and three meters respectively. The aim of this research is to determine the scouring effect on the pillars based on data taken in 2008 and data from current measurement. While theactual local scour depth around the pillars were measured using instrument Qliner where the river was divided into two meters wide per section.Measurement data then is shown in the form of contour and cross section. From field measurement, it is found that the scouring depth at the upstream of the pillar is 0.88m whereas sedimentation occurred at the downstream part of the pillar. By using the measurement data on 2008 and compared with the meassured data, it is found that the Simpang Surabaya pillars were scoured noticeably and need to be protected. From the calculation, the pillars should be protected using riprap with a diameter of 0.945 meters.
ESTIMASI EMISI KARBON DARI SAMPAH PERMUKIMAN DENGAN METODE IPCC DI KECAMATAN ULEE KARENG, BANDA ACEH Dedi Sofriadi; Suhendrayatna Suhendrayatna; Eldina Fatimah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Hoarding rubbish experience will decompose to produce methane gas (CH4) and carbon dioxide (CO2) which is one of the greenhouse gases that lead to global warming. This study was conducted to assess the management of household waste by estimating and comparing the amount of carbon (CH4) and (CO2) generated by household waste in the sub-district of Ulee Kareng the existing condition, and 3R. The composition and calculation of the amount of household waste in the sub-district of Ulee Kareng performed according to the method SNI 19-3964-1994. Results of IPCC data were processed using a method to estimate the amount of carbon produced. Results and research shows that household waste generation mean for the sub-District of Ulee Kareng is 0.27 kg/person.day or 1.63 L/person.day. The waste composition is wet waste (food scraps and garden waste) by 44%, 13.36% wood trash, waste paper and cardboard 11.59%. Carbon emissions on the existing condition of 143.43 MTS/year, and carbon emissions by 3R found MTCE 38.12/ year. Recommendations can be given for waste management in reducing the amount of emissions released in the sub-district of Ulee Kareng is the 3R efforts through recycling and composting.Abstrak : Sampah yang ditimbun akan terurai menghasilkan gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) yang merupakan salah satu gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global. Penelitian ini dilakukan untuk menilai pengelolaan limbah rumah tangga dengan memperkirakan dan membandingkan jumlah karbon (CH4) dan (CO2) yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga di kecamatan Ulee Kareng pada saat ini, dan 3R. Komposisi dan perhitungan jumlah sampah rumah tangga di kecamatan Ulee Kareng dilakukan sesuai metode SNI 19-3964-1994. Hasil data IPCC diolah dengan menggunakan metode untuk memperkirakan jumlah karbon yang dihasilkan. Hasil dan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pembangkitan sampah rumah tangga untuk kecamatan Ulee Kareng adalah 0,27 kg / orang.day atau 1,63 L / orang/hari. Komposisi limbahnya adalah limbah basah (sisa makanan dan limbah kebun) sebesar 44%, sampah kayu 13,36%, kertas bekas dan kardus 11,59%. Emisi karbon pada saat ini 143,43 MTS / tahun, dan emisi karbon sebesar 3R di dapat MTCE 38.12 / tahun. Rekomendasi yang bisa diberikan untuk pengelolaan limbah dalam mengurangi jumlah emisi yang dilepas di subdistrik Ulee Kareng adalah upaya 3R melalui daur ulang dan pengomposan.
KALIBRASI METODE USLE DALAM ESTIMASI EROSI AKIBAT KEHADIRAN ALUR (RILL) PADA SUATU LAHAN YANG DITANAMI RUMPUT GAJAH (PENISETUM PURPUREUM) Maimun Rizalihadi; Eldina Fatimah; Lia Nazia
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Land and water is one of the major natural resource which has an important role for human life. Exploitation of Land use in catchment areas that do not correspond to its carrying capacity or ignore the rules of conservation of soil and water will cause the damage of the land. One of these is degradation due to erosion processes. Erosion can lead to loss of topsoil (top soil) and nutrient elements essential for plant growth. Continuous erosion will also lead to increased sediment transport in rivers or reservoirs that disrupt the capacity of land and water balance of river or reservoir.  At present, land erosion is estimated using USLE method. This method is only limited to the erosion in the form of sheet erosion. The purpose of this study is to determine the influence of rill density on the rate of soil erosion. The research was conducted at the Laboratory of Hidrotechnics, Faculty of Engineering, University of Syiah Kuala,  using test plots of 150 cm length, 80 cm width and 20 cm height planted with elephant grass (Penisetum purpureum). The intensity of the artificial rain was made using a rainfall simulator. Soil erosion is measured at each treatment slope (0o, 10o and 20o), the intensity of rainfall (37.5, 50 and 62.5 mm per 5 minute durations) and rill density (0; 1; 2; and 3 m/m2). The results indicate that increasing rill density can increase the soil erosion compare to USLE method. Therefore, it is necessary to enter the rill density coefficient in the equation when estimating erosion using USLE equation.Keywords : soil erosion, sheet erosion, rill density, USLE, MUSLE, Penisetum purpureum, Rainfall Simulator.Abstrak: Salah satu sumberdaya alam  yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia adalah tanah dan air. Penggunaan lahan di daerah tangkapan yang tidak sesuai dengan daya dukungnya atau mengabaikan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air akan menyebabkan kerusakan dari lahan tersebut. Salah satu akibat yang ditimbulkan adalah degradasi lahan akibat proses erosi oleh air. Erosi dapat menyebabkan hilangnya tanah lapisan atas (top soil) dan unsur-unsur hara yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Erosi secara kontinyu juga akan menyebabkan peningkatan angkutan sedimen pada sungai atau waduk sehingga mengganggu daya dukung tanah dan keseimbangan air disungai atau waduk. Selama ini untuk memperkirakan erosi lahan digunakan metode USLE. Metoda ini hanya terbatas pada erosi dalam bentuk lembar (sheet erosion). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kehadiran alur (rill) terhadap laju erosi lahan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hidroteknik, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala dengan menggunakan plot uji dengan ukuran: panjang 150 cm x lebar 80 cm x tinggi 20 cm yang ditanami rumput gajah (Penisetum purpureum). Intensitas hujan buatan dibuat dengan menggunakan alat rainfall simulator. Erosi lahan diukur pada setiap perlakuan kemiringan lahan (00, 10o dan 20o), intensitas hujan (37,5; 50; dan 62,5 mm dengan durasi hujan selama 5 menit) dan kerapatan alur (0; 1; 2; dan 3 m/m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi lahan mengalami peningkatan dengan meningkatnya kerapatan alur jika dibandingkan dengan estimasi USLE. Untuk itu, maka diperlukan untuk memasukkan koefisien kerapatan alur pada saat mengestimasi erosi dengan persamaan USLE.Kata kunci : erosi lahan, sheet erossion, rill, USLE, Penisetum purpureum, Rainfall Simulator.
Analisis Kavitasi dan Aliran Getar Pada Model Fisik Saluran Peluncur Bendungan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya nisa, hayatun; Fauzi, Muhammad; Fatimah, Eldina
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i3.20255

Abstract

Bendungan Krueng Sabee direncakan dibangun di Kabupaten Aceh Jaya. Untuk mencapai desain yang optimal, dilakukan pemodelan bangunan pelimpah sebagai peninjauan unjuk kerja bangunan yang telah direncanakan. Model fisik adalah peniruan bangunan prototip ke suatu model miniatur dengan skala tertentu. Bagian dari bangunan pelimpah yang penting untuk dianalisis keamanannya adalah saluran peluncur. Saluran peluncur membawa aliran dari ujung hilir saluran transisi sampai peredam energi. Kecepatan aliran yang tinggi dan tekanan yang rendah pada saluran peluncur dapat menimbulkan kavitasi dan aliran getar. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada saluran. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengkaji keamanan saluran peluncur terhadap kavitasi dan aliran getar. Metode analisis kavitasi dilakukan dengan meninjau indeks kavitasi dan klasifikasi tingkat kerusakan yang terjadi dari level 1 sampai 5sedangkan aliran getar menggunakan grafik hubungan bilangan Vendernikov dan Montuori terhadap daerah dengan aliran getar dan tanpa aliran getar. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah profil aliran, tinggi kecepatan, dantinggi tekan yang terjadi pada saluran peluncur model fisik Bendungan Krueng Sabee dengan skala model 1:30. Debit outflow yang dialirkan adalah debit dengan periode ulang Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100thdan Q1000th. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kavitasi pada saluran peluncur Bendungan Krueng Sabee berada pada tingkat 1 dengan nilai indeks terkecil pada debit Q1000thsebesar 1,88. Sedangkan analisis terhadap aliran getar menunjukkan bahwa saluran peluncur berada pada zona aman terhadap aliran getar. Sehingga saluran peluncur yang direncakan tidak perlu dilakukan perubahan desain untuk menghindari kavitasi dan aliran getar
Penanganan Degradasi Dasar Sungai Krueng Jantho dengan Perencanaan Groundsill Bravikawati, Marini; fatimah, eldina; Ziana, Ziana
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 2 (2021): Volume 3, Nomor 2, Agustus 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i2.17983

Abstract

Sungai Krueng Jantho mempunyai peranan penting dalam pemanfaatan sumber daya air, konservasi DAS, dan pengendalian daya rusak air. Pengerukan material sungai telah berdampak pada rusaknya faktor ekologi sungai Krueng Jantho, khususnya degradasi dasar sungai yang dapat memicu runtuhnya tebing sungai dan pilar jembatan. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji dan merencanakan bangunan pengaturan sungai Krueng Jantho. Lokasi yang ditinjau terletak di Desa Alue Gintung Kecamatan Seulimuem Kabupaten Aceh Besar . Data dan peta yang dikumpulkan adalah peta daerah aliran sungai, data debit sungai dari pos pengukuran muka air (AWLR) Krueng Aceh, dan data topografi serta penampang sungai. Metode perhitungan pembangkitan data debit digunakan metode Markov Chain, analisis debit banjir rencana menggunakan metode distribusi Log Pearson tipe III, dan perencanaan bangunan groundsill untuk pengaturan dan pengamanan dasar sungai. Bangunan groundsill untuk debit 25 tahunan direncanakan dengan lebar groundsill 80,00 m, tinggi groundsill 1,00 m  dan tebal mercu groundsill 4,00 m.
KAJIAN KAVITASI DAN ALIRAN GETAR PADA SALURAN PELUNCUR MODEL FISIK BENDUNGAN KRUENG KLUET KABUPATEN ACEH SELATAN Kamal, Shafa Safira; Fatimah, Eldina; Fauzi, Muhammad
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 April 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i1.20254

Abstract

Saluran peluncur merupakan salah satu bagian dari bendungan yang rentan terhadap bahaya hidrolis seperti kavitasi. Kavitasi dapat membahayakan lantai dasar saluran peluncur akibat gerusan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai kavitasi dan aliran getar untuk meninjau kerusakan pada bendungan. Debit pengaliran yang digunakan pada penelitian ini ialah debit Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th dan Q1000th. Oleh karena itu, untuk meminimalisir bahaya tesebut diperlukan uji model fisik guna meminimalisir biaya pada saat pembangunan konstruksi Bendungan Krueng Kluet di lapangan. Metode penelitian yang digunakan ialah studi model fisik dengan skala tak distorsi 1:60. Metode analisis yang digunakan untuk kavitasi yaitu dengan menghitung indeks kavitasi lalu menggolongkan ke dalam tingkat kerusakan yang terjadi. Parameter yang diukur dalam penelitian ini berupa pengukuran profil aliran, pengukuran kecepatan aliran, dan pengukuran tinggi tekan. Hasil analisis kavitasi menunjukkan bahwa section 1 pada semua debit pengaliran tidak terjadi kerusakan akibat kavitasi dengan nilai indeks kavitasi lebih tinggi dibandingkan dengan section lainnya. Nilai indeks kavitasi maksimum terjadi pada debit Q50 section 1 dengan nilai sebesar 2,485 dan nilai indeks kavitasi minimum terjadi pada Q100 dengan nilai sebesar 0,275. Hasil analisis aliran getar menunjukkan bahwa semua titik perhitungan berada pada daerah tanpa aliran getar sehingga saluran peluncur model fisik Bendungan Krueng Kluet aman terhadap aliran getar. 
Penelusuran Banjir Outflow Pelimpah Bendungan Rukoh Terhadap Kapasitas Sungai Krueng Rukoh Khaliq, Gebie Firman; Fauzi, Amir; Fatimah, Eldina
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 September 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i3.21001

Abstract

Titeue merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Pidie yang sering mengalami banjir. Untuk mengatasi permasalahan banjir yang terjadi pemerintah melakukan pembangunan Bendungan Rukoh yang mana pembangunan Bendungan Rukoh ini sedang berlangsung. Bendungan Rukoh terletak pada aliran Sungai Krueng Rukoh dan berada di Desa Alue, Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. DAS Bendungan Rukoh memiliki luas sebesar 19,63 km2 dan panjang sungai utama 6,87 km. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hidrograf outflow (debit puncak banjir yang keluar melewati spillway Bendungan Rukoh) berdasarkan inflow di hulu DAS dan menghitung kapasitas maksimum sungai yang dibutuhkan untuk menampung outflow. Perbandingan antara debit outflow dan debit maksimum sungai menjadi penentu terjadinya banjir. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa kapasitas spillway sebesar 285,10 m3/det lebih besar daripada debit banjir periode ulang 25 tahun sebesar 108,93 m3/det. Oleh karena itu, penampang saluran spillway aman terhadap debit banjir. Berdasarkan analisis kapasitas sungai menggunakan software HEC-RAS diperoleh suatu hasil bahwa tidak ditemukan luapan debit outflow pada sungai Krueng Rukoh.  Kata kunci : Bendungan Rukoh, Sungai Krueng Rukoh, hidrograf outflow, kapasitas sungai, HEC-RAS.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL PELABUHAN MALAHAYATI DALAM MENDUKUNG TOL LAUT INDONESIA Taharuddin, Taharuddin; Fatimah, Eldina; Masimin, Masimin
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1223.467 KB) | DOI: 10.70799/jumma.v2i1.20

Abstract

Pelabuhan Malahayati merupakan salah satu pelabuhan yang tertua di Aceh. PT. Pelindo I mengambil alih pelabuhan ini pada tahun 1970. Pelabuhan ini masuk dalam kriteria pelabuhan umum yang diusahakan. Pada tahun 1980 pelabuhan tersebut digunakan sebagai pelabuhan transit ke Pulau Sabang. Pelabuhan Malahayati resmi menjadi pelabuhan peti kemas pada tanggal lima Agustus tahun 2016. Berdasarkan hasil observasi dan tanya jawab dilapangan, ditemukan masih terdapat kekurangan dari segi utility fasilitas, masalah keterlambatan pelayanan, dan masalah pendukung lainnya yang harus di benahi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja operasional dan kinerja Pengelolaan pelayanan kelembagaan pelabuhan Malahayati. Berdasarkan hasil perhitungan kinerja operasional pelayanan pelabuhan Malahayati 2016 sampai 2018 diperoleh Berth Occupancy Ratio (20%,19%,17,3%), Yard Occupancy Ratio (42%; 44%; dan 29% ) sedangkan Shed Occupancy Ratio (19,2%; 19%; dan 2% ) serta Berth Troughput (79; 65; dan 65 ton/m3 / tahun). Mengacu pada Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Laut, maka kinerja pelabuhan Malahayati masih tergolong baik. Sementara untuk perhitungan kinerja pengelolaan kelembagaan pelabuhan Malahayati dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) diperoleh hasil sebesar 76,73% persentase ini menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan kelembagaan pelabuhan Malahayati masig tergolong memuaskan berdasarkan tabel kriteria kepuasan pengguna jasa.
Kajian Risiko IBPRP dalam Perencanaan Pekerjaan Pengerukan Pemeliharaan Kolam Pelabuhan Ulee Lheue Ibdayanti, Dinda Rizka; Mubarak, Mubarak; Fatimah, Eldina; Sari Mastura, Cut Annisa Widya; Aulia Kesuma, Putra; Humayra, Siti; Shabrina Hilal, Iin
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i2.45377

Abstract

The maintenance dredging work at Ulee Lheue Port aims to maintain optimal water depth for navigation activities. However, this activity involves various risks that must be systematically identified and managed. This study employs the IBPRP (Hazard Identification, Risk Assessment, and Opportunities) method to analyze potential risks in the dredging process.The analysis results indicate four major risks, consisting of two medium-level risks and two high-level risks, with no low-level risks identified. The high-level risks have the potential to significantly impact the stability of the port basin and worker safety. To mitigate these risks, strategies adhering to occupational safety standards and environmental protection measures are implemented, such as the adoption of safer dredging technologies, strict operational supervision, and workforce training.By implementing appropriate risk identification and mitigation measures, the dredging process can be carried out more safely, efficiently, and sustainably. This study is expected to serve as a reference for port management in designing more optimal and risk-based dredging strategies
Analisis Debit Banjir Pada Sungai Aih Tripe Desa Kendawi Kabupaten Gayo Lues Aprila, Mellita; Azmeri, Azmeri; Fatimah, Eldina
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.3834

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah yang dibatasi oleh pengunungan dimana airnya mengalir menuju sungai utama. Karakteristik morfologi sungai Aih Tripe merupakan sungai bermeander dimana berbagai bentuk endapan sedimen dan erosi tebing telah terjadi disepanjang sungai. Akibat pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, telah memberikan dampak signifikan pada DAS dan pada sungai-sungai yang berada didalamnya. Sungai Aih Tripe yang terletak di Desa Kendawi Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo terjadi angkutan sedimen yang mengakibatkan degradasi tepatnya pada bagian tengah sungai. Selain itu, pada lokasi ini terjadi longsor dan menyebabkan badan jalan amblas ke sungai karena adanya aliran air yang keluar dari tebing sungai pada saat kondisi curah hujan yang tinggi. Oleh karena itu perlu menganalisis debit banjir rencana pada sungai Aih Tripe Desa Kendawi Kabupaten Gayo Lues Tersebut. Metode penelitian ini yaitu mengolah data curah hujan yang diperoleh dari Stasiun Blower Blangkejeren dengan rentang waktu selama 10 tahun yaitu dari tahun 1993 sampai tahun 2002. Data curah hujan tersebut dilakukan analisis frekuensi Log Pearson III. Dari hasil perhitungan diperoleh debit banjir periode ulang 20 tahun yaitu sebesar 239,114 m3/det dan periode ulang 100 tahun yaitu sebesar 301,611 m3/det dihitung dengan metode Haspers.
Co-Authors 'Aini, Qurratul . Azmeri, . Abdullah Abdullah Achmad, Ashfa Agus Halim, Agus Ahmad Zikra Jumhasla Putra Alfian Alfian Alfiansyah Yulianur Alfiansyah Yulianur BC Amir Fauzi Amir Fauzi Amir Hamzah Isa Amir Hamzah Isa Andika, Fauzi Andre, Sofyan Aprila, Mellita Arie Julianda Arifullah, Arifullah Asrina, Naja Aulia Kesuma, Putra Azmeri Azmeri Benazir, Benazir Clara, Bella Fitrah Dedi Sofriadi Devi Sundary Dian Safiana Erwin Ferdinansyah Faisal Faisal Fauzi Andika Fauzia, Arisna Fauziah Fauziah Ferdinansyah, Erwin Furumoto, Yoshinori Haiqal Haiqal hayatun nisa Henny Herawati Humayra, Siti I.E. Sulastri Sihotang Ibdayanti, Dinda Rizka Ibnu Rusydy Ibrahim Ibrahim Iin Shabrina Hilal Indra . Isa, Amir Hamzah Jamaluddin, Khaizal Kamal, Shafa Safira Khaizal Jamaluddin Khaliq, Gebie Firman Kiswanto Kiswanto Lia Nazia Liza Zulaini Maimun Rizalihadi Maimun Rizalihadi Maimun Saputra Maimun Saputra Marini Bravikawati Masimin Masimin Masimin Masimin Masimin Masimin Masimin Masimin Muammer Diandra Mubarak Mubarak Muhammad Fauzi Muhammad Fauzi Muhammad Fauzi Muhammad Isya Muhammad Nasir Muhammad Sahriat Tanjung Muksin Umar Munirwansyah Munirwansyah Munzirwan Habibi N. Nazaruddin Nasaiy, Qurratul 'Aini Benti Nazar, Teuku Mochamad Nina Shaskia Nisa, Hayatun Nur Mutia Nurwijayanti Oktaparizi, Rio Pratama, Nadri Putra, Teuku Devansyah Qurratul Aini Radityo, Tithan Rahmawati Rahmawati Rahmi Nia Ivana Rauzana, Anita Rio Oktaparizi Rizcha Tasliya Sahwilliza Sahwilliza Said Khairullah Sari Mastura, Cut Annisa Widya Sari Rezeki shafa safira kamal Suhendrayatna Suhendrayatna Suhendrayatna Suhendrayatna Suhendrayatna Suhendrayatna Sukandar Sukandar Sukandar Sukandar Sundary, Devi Suryati Suryati Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syafrizal Syahna, Diyatura Syamsidik Syamsidik Syamsidik, Syamsidik Taharuddin Taharuddin Tarmizi Tarmizi Teuku Devansyah Putra Teuku Mochamad Nazar Tithan Radityo Uswatun Hasanah Wien Linge Yoshinori Furumoto Yusbindar Yusbindar Zein, Ikramullah Ziana Ziana Ziana, Ziana Zulaini, Liza