Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PEMBIASAAN NILAI-NILAI POSITIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Paskaria Simbolon; Yakobus Ndona; Daulat Saragi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33389

Abstract

This study aims to illustrate how students' religious character can be formed through positive behavioral habits in elementary schools. The approach used was qualitative with descriptive methods. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and document analysis. The research findings indicate that positive routines such as making prayer a habit before and after learning, instilling honesty, mutual respect, and concern for others, have a significant influence on building students' religious character. Schools play a crucial role as formal educational institutions in instilling religious values ​​through daily activities integrated into the teaching and learning process and social interactions among school members.
MENANAMKAN NILAI GOTONG ROYONG SEJAK DINI: STUDI KASUS DI SDN 101765 BANDAR SETIA Rizky Wahida Arni Malau; Yakobus Ndona; Daulat Saragi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the process of instilling the value of mutual cooperation in students of SDN 101765 Bandar Setia, considering that the spirit of togetherness among elementary school children currently tends to weaken due to the influence of technological developments, especially the use of gadgets. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation, involving the principal, teachers, students, and supporting documents from the school. The results of the study revealed that the habituation method is the main step in building the character of mutual cooperation through various activities, such as class duty, group work, community service activities, and clean Friday. Therefore, the implementation of habituation needs to be continuously improved so that students are accustomed to having an attitude of mutual help and responsibility, with full support from all related parties.
PENERAPAN NILAI DALAM PENDIDIKAN UNTUK MENCETAK GENERASI BERKARAKTER Masniar; Yakobus Ndona; Daulat Saragi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33642

Abstract

Kemerosotan karakter anak di tingkat sekolah dasar menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan, terutama di tengah maraknya kasus perundungan, kekerasan antar siswa, dan penyalahgunaan teknologi. Kondisi ini menunjukkan perlunya strategi pendidikan karakter yang kuat dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang dianggap efektif adalah pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan karakter di sekolah dasar, mengkaji nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pendidikan karakter, serta mengidentifikasi strategi implementasinya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, yaitu menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, termasuk jurnal, buku, dan dokumen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di sekolah dasar berfungsi membentuk siswa menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermoral, bertanggung jawab, dan berintegritas. Nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan, sangat relevan untuk diinternalisasikan sejak dini. Strategi implementasi yang efektif mencakup integrasi nilai ke dalam mata pelajaran, pembiasaan sikap melalui kegiatan sehari-hari dan ekstrakurikuler, serta keteladanan guru dan budaya sekolah. Kesimpulannya, pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh secara moral, nasionalis, dan mampu menjaga jati diri bangsa di tengah tantangan global.
PERAN GURU PKN DALAM MENGINTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER DEMOKRASI PADA SISWA DI SDN 14 RIANIATE Sadrah Mesak Manik; Yakobus Ndona; Daulat Saragi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34676

Abstract

This study aims to estimate the value of democratic character building in elementary school students through a qualitative descriptive approach with the research object at SDN 14 Rianiate. Data were collected through observation, interviews, and documentation to explore the role of education in shaping a generation committed to national values, possessing a spirit of nationalism, and being able to appreciate differences and prioritize common interests. The results of the study indicate that the development of democratic character can be realized through a holistic Pancasila learning strategy, active teacher involvement, and real activities such as democracy day that train students to get used to deliberation in making joint decisions and foster an attitude of tolerance and awareness of togetherness.
Memahami Sila Persatuan dalam Konteks Keberagaman di Indonesia Talita Sembiring; Yakobus Ndona
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.134

Abstract

This research entitled Understanding the Precept of Unity in the Context of Diversity in Indonesia examines the understanding and implementation of the third precept of Pancasila, namely “Indonesian Unity,” in the context of diversity in Indonesia. This precept emphasizes the importance of national unity amidst the diversity of ethnicity, religion, race, and class. This research uses the library research method by collecting data by understanding and examining theories obtained from various literatures related to the research. The results of this study emphasize that the precepts of Indonesian Unity invite to appreciate and accept differences as the wealth of the nation, not as a threat, with the aim of realizing a peaceful, just and prosperous Indonesia.
Konteks Histori Yang Menyebabkan Lahirnya Rumusan Sila Pertama Pancasila Dewi Romantika Tinambunan; Yakobus Ndona
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v2i4.135

Abstract

Pancasila, as the basis of the Republic of Indonesia, has an interesting historical background to research. This research aims to analyze the reasons behind the birth of the formulation of the first principle of Pancasila "Belief in One Almighty God". The method used in this research is a qualitative method with a historical approach.
Pengaruh Brainstorming Pada Model Discovery Learning Dalam Kurikulum Merdeka Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan Nababan, Cindy; Yakobus Ndona; Halking; Sri Yunita; Sampitmo Habeahan
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4751

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brainstorming pada model discovery learning dalam Kurikulum Merdeka terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan. Latar belakang penelitian berawal dari rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang terlihat dari hasil tes awal sebelum pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest pada satu kelompok. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-5. Instrumen yang digunakan berupa angket dan tes kemampuan berpikir kritis yang diberikan pada dua tahap, yaitu sebelum pembelajaran (pretest) dan sesudah pembelajaran (posttest). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 56,72 yang tergolong kategori cukup. Setelah penerapan brainstorming dalam discovery learning, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 79,78, sehingga terjadi kenaikan 23,06 poin. Hal ini membuktikan bahwa brainstorming berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain aspek akademis, teknik ini juga memberi dampak non-akademis, seperti meningkatkan rasa percaya diri, melatih keterampilan komunikasi, serta memperkuat kerja sama antar siswa. Dengan demikian, penerapan brainstorming melalui discovery learning dalam Kurikulum Merdeka terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan. Kata Kunci: Berpikir Kritis, Brainstorming, Kurikulum Merdeka, Pre-test Post-test, Pre-eksperimen.
Strategi Guru Dalam Mengimplementasikan Technological Pedagogical And Content Knowledge (Tpack) Pada Pembelajaran di SMA Swasta Pab 5 Klumpang Rusnita, Ayu Novidaniati; Fazli Rachman; Yakobus Ndona; Surya Dharma; Sampitmo Habeahan
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengimplementasikan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) pada proses pembelajaran di SMA Swasta PAB 5 Klumpang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan konten secara seimbang dalam kegiatan pembelajaran. Strategi yang digunakan mencakup integrasi teknologi dan pedagogi melalui penggunaan media digital interaktif, integrasi teknologi dan konten dengan memanfaatkan sumber belajar daring, serta integrasi pedagogi dan konten melalui penerapan metode Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL). Implementasi TPACK memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik. Namun, penelitian juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana teknologi, perbedaan kemampuan guru dalam penguasaan teknologi, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi guru berbasis TPACK berkontribusi penting terhadap pengembangan kualitas pembelajaran di era digital.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Menumbuhkan Karakter Disiplin Pada Siswa Smp Negeri 2 Medan Tarigan, Fandy Franata; Yakobus Ndona; Halking; Surya Dharma; Sri Yunita
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam menumbuhkan karakter disiplin pada siswa SMP Negeri 2 Medan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena menurunnya kedisiplinan siswa yang ditandai dengan pelanggaran tata tertib sekolah seperti keterlambatan, ketidakpatuhan terhadap aturan berpakaian, dan rendahnya tanggung jawab terhadap tugas belajar. Melalui kebijakan Kurikulum Merdeka, Profil Pelajar Pancasila diharapkan mampu menjadi pedoman dalam membentuk pelajar yang berkarakter kuat, mandiri, dan disiplin sesuai nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru PPKn, koordinator Profil Pelajar Pancasila, dan guru Bimbingan Konseling (BK). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 2 Medan telah berjalan efektif dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa melalui pembiasaan, keteladanan, serta penerapan nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aktivitas sekolah. Program seperti apel pagi, upacara bendera, kegiatan keagamaan, dan Profil Pelajar Pancasila menjadi sarana pembinaan kedisiplinan yang membentuk tanggung jawab, kemandirian, dan kesadaran moral siswa. Transformasi budaya sekolah juga terlihat dari meningkatnya kesadaran siswa untuk datang tepat waktu, menjaga kebersihan, dan menaati tata tertib sekolah. Namun, masih diperlukan konsistensi dan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa.
Peningkatan Solidaritas Dan Kesejahteraan Bersama Dalam Sila Ke-5 Pancasila Mima Defliyanti Saragih; Yakobus Ndona
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 2 No. 2 (2024): Juni: GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v2i2.3249

Abstract

Increasing solidarity and shared prosperity in the 5th Principle of Pancasila refers to efforts to strengthen relations of togetherness and improve conditions of prosperity for the entire community. Solidarity emphasizes the importance of cooperation and mutual cooperation between individuals in society, while welfare includes aspects of social justice and equal opportunity and access to resources. This article aims to analyze creating a society that is united, mutually supportive and socially just. The method used in this research is a literature study by collecting data from various trusted sources. The results of this discussion show that by strengthening solidarity, society will be more united in togetherness and support each other, while prosperity will create conditions where every individual feels safe, comfortable and has equal opportunities to develop.