Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Peran Komunitas untuk Merawat Keutuhan NKRI di Kalangan Remaja: Studi Kasus Desa Sei Sentosa Nurhayani; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi komunitas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya melalui keterlibatan para remaja dalam mencintai keberagaman budaya, ras, dan bahasa yang menjadi ciri khas identitas bangsa Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner. Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dan menitikberatkan pada analisis yang mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Berdasarkan data yang diperoleh, penulis menemukan bahwa sebagian besar generasi muda Indonesia saat ini mulai terpengaruh oleh budaya asing, khususnya budaya Korea, sehingga minat terhadap budaya lokal mengalami penurunan. Selain itu, nilai-nilai luhur seperti toleransi dan semangat gotong royong mulai memudar, dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Hal ini menyebabkan kecenderungan generasi muda lebih mengidolakan budaya luar dibandingkan budaya nasional. Salah satu solusi yang dapat ditempuh untuk memperkuat keutuhan NKRI adalah dengan mengoptimalkan peran komunitas remaja di tingkat desa. Komunitas ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan semangat bela negara melalui berbagai program yang mendukung persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan komitmen menjaga NKRI dapat ditanamkan secara lebih kuat pada generasi muda.
Penerapan Media Pembelajaran Audio Visual untuk Menanamkan Kesadaran Bela Negara pada Siswa di UPT SPF SDN 106153 Klambir 5 Kebun Asdini Indah Lestari; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i1.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan media pembelajaran audio visual PPKn muatan persatuan dalam keberagaman Kelas 2 Sekolah Dasar. Sekolah ini memiliki jumlah siswa sebesar 23 orang. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Metode penelitian kualitatif ialah jenis penelitian yang lebih bersifat metode deskriptif dan analisis yang lebih mendalam. Penulis menemukan bahwa penggunaan materi ajar dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik kelas tiga pada UPT SPF SDN 106153 Klambir 5 Kebun masih sangat minim. Proses pembelajaran lebih berorientasi di pendidikan tradisional dan masih berlangsung secara tertentu melalui media pembelajaran. Audio Visual adalah salah satu alat yang digunakan guru sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan pada siswa selama proses pembelajaran di kelas. Dengan bantuan alat ajar ini, guru dapat menanamkan Upaya bela negara kepada peserta didik serta semangat mengikuti pembelajaran PKN Dengan bantuan metode pembelajaran ini, penulis bertujuan untuk membarui kerangka berpikir pembelajaran dari kerangka berpikir mengajar menjadi kerangka berpikir belajar. Untuk itu, penulis memakai metode pembelajaran yang praktis diakses serta dapat mempertahankan perhatian siswa selama proses pembelajaran.
Kurangnya Sikap Cinta Tanah Air dan Bangsa pada Anak Sekolah Dasar Kajian terhadap Tantangan Pendidikan Karakter di Era Modern Muhammad kalkautsar; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai cinta tanah air dan bangsa pada anak usia sekolah dasar merupakan aspek penting dalam pendidikan karakter. Namun, fenomena menurunnya sikap nasionalisme di kalangan peserta didik sekolah dasar menjadi perhatian serius dalam konteks pembangunan bangsa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji faktor penyebab kurangnya sikap cinta tanah air di kalangan anak sekolah dasar, dampaknya terhadap pembentukan karakter, serta upaya strategis dalam menumbuhkannya kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan observasi fenomenologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaruh globalisasi, kurangnya keteladanan dari lingkungan sekitar, serta minimnya penguatan nilai kebangsaan dalam kurikulum menjadi faktor utama penyebab. Rekomendasi yang diberikan mencakup perlunya integrasi nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran tematik dan pemberdayaan peran guru serta orang tua dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Pendidikan Demokratis: Manifestasi Keteladanan Guru dalam Menghargai Pendapat Sebagai Katalisator Kesadaran Reflektif Siswa Icah Juriah; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan demokratis melalui keteladanan guru dalam menghargai pendapat siswa di Sekolah Dasar Haikal Medan. Dengan melibatkan 450 siswa dari 5 kelas berbeda (kelas 3-6), penelitian ini mengkaji bagaimana sikap guru dalam menghargai pendapat dapat menjadi katalisator kesadaran reflektif siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang secara konsisten menerapkan prinsip demokratis dalam pembelajaran berhasil meningkatkan kesadaran reflektif siswa, ditandai dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis, kepercayaan diri dalam mengungkapkan pendapat, dan kemampuan menghargai pendapat yang berbeda. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya keteladanan guru sebagai fondasi dalam membangun kultur pembelajaran demokratis yang bermakna.
Analisis Relevansi Pancasila Sebagai Ideologi Negara dalam Menjawab Tantangan Pergeseran Budaya Akibat Teknologi di Masa Kini Maysaroh; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi Pancasila sebagai ideologi negara dalam menjawab tantangan pergeseran budaya akibat kemajuan teknologi di masa kini, khususnya dalam konteks pendidikan sekolah dasar di Indonesia. Pergeseran budaya yang dimaksud meliputi perubahan pola pikir, perilaku, dan nilai-nilai sosial siswa yang terpapar oleh arus globalisasi, digitalisasi, serta konten-konten lintas budaya melalui media sosial dan teknologi informasi. Tantangan-tantangan yang muncul antara lain menurunnya kesadaran terhadap nilai-nilai luhur bangsa, krisis identitas budaya, melemahnya karakter dan moral generasi muda, serta meningkatnya sikap individualistik di kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis dokumen kebijakan pendidikan, dan wawancara terhadap praktisi pendidikan di tingkat dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tetap memiliki relevansi tinggi dalam membentuk karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan zaman. Nilai-nilai ini dapat diinternalisasikan melalui kurikulum, kegiatan pembelajaran tematik, serta budaya sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai landasan etis dan moral yang mampu menjadi penopang integritas budaya bangsa di era digital dan global. Oleh karena itu, penguatan pendidikan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan budaya di masa depan.
Implementasi Pendidikan Karakter Menghargai Keberagaman Suku dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Rijal Sianturi; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan karakter menghargai keberagaman suku dalam proses pembelajaran di Sekolah Dasar (SD). Keberagaman suku bangsa di Indonesia merupakan realitas sosial yang memerlukan penguatan karakter toleransi sejak dini. Sekolah dasar menjadi tempat strategis untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan pendidikan karakter. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan guru, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai menghargai keberagaman suku dalam mata pelajaran, kegiatan tematik, dan budaya sekolah dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya toleransi, kerja sama, dan rasa hormat terhadap perbedaan. Implementasi pendidikan karakter ini mendorong terbentuknya lingkungan pembelajaran yang inklusif, serta membangun pondasi kebhinekaan pada anak sejak dini.
Analisis Relevansi Pancasila Sebagai Ideologi Negara dalam Menjawab Tantangan Pergeseran Budaya Akibat Teknologi di Masa di Sekolah Dasar Vidiani Sembiring; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan demokrasi di sekolah dasar merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi kewarganegaraan sejak dini. Pendidikan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai seperti kebebasan berpendapat, penghargaan terhadap perbedaan, kesetaraan, serta keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan kolektif. Namun, dalam konteks era digital yang ditandai dengan arus informasi yang sangat cepat, luas, dan tidak selalu terverifikasi, proses pengajaran nilai-nilai demokrasi di sekolah dasar menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Anak-anak generasi digital atau digital natives sejak usia dini sudah terbiasa mengakses informasi dari berbagai sumber digital, terutama media sosial dan platform internet lainnya. Akibatnya, siswa menjadi lebih kritis terhadap informasi dan otoritas, namun belum dibekali dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Tantangan ini semakin diperparah dengan keterbatasan guru dalam memahami serta mengadaptasi metode pembelajaran demokrasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan karakteristik siswa saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan-tantangan utama dalam mengajarkan demokrasi kepada siswa sekolah dasar di era digital, serta menawarkan solusi dan strategi pembelajaran yang relevan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan telaah literatur terkini, artikel ini menemukan bahwa tantangan utama terletak pada: perubahan pola pikir dan karakter siswa yang lebih kritis dan otonom; banjir informasi digital yang menyebabkan kebingungan, misinformasi, dan bahkan apatisme; rendahnya literasi digital siswa; serta metode pembelajaran demokrasi yang masih konvensional dan tidak partisipatif. Sebagai solusi, artikel ini merekomendasikan pendekatan pembelajaran demokratis yang berbasis pada praktik nyata, integrasi media digital dalam kelas, pelatihan literasi digital sejak dini, serta peningkatan kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran berbasis demokrasi digital. Dengan pendekatan yang holistik dan adaptif, pendidikan demokrasi di sekolah dasar dapat lebih efektif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran demokratis yang kuat, kritis, dan bertanggung jawab.
Fenomena Kekerasan Anak di Sekolah Dalam Perspektif Norma Hukum Fauziah Ahmad Zain Nainggolan; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kekerasan terhadap anak di sekolah menjadi isu serius yang berdampak langsung terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk kekerasan yang dialami anak di lingkungan sekolah, faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan, serta dampak yang ditimbulkan terhadap korban. Selain itu, penelitian ini juga menggali upaya-upaya pencegahan dan penanganan kekerasan anak di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan yang dialami anak di sekolah tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga verbal dan psikologis. Faktor penyebab kekerasan meliputi latar belakang keluarga, lingkungan sosial, dan lemahnya sistem pengawasan di sekolah. Dampak dari kekerasan tersebut mencakup penurunan prestasi belajar, gangguan emosi, hingga trauma berkepanjangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan instansi terkait dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Implementasi Budaya Positif Sekolah Sebagai Penanaman Konstitusi Dasar di Sekolah Dasar Siti Putri Ardiyanti Pasaribu; Yakobus Ndona; Surya Dharma
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi budaya positif sekolah sebagai sarana penanaman nilai-nilai konstitusi dasar di tingkat sekolah dasar. Nilai-nilai konstitusional seperti keadilan, tanggung jawab, persamaan hak, dan gotong royong merupakan bagian integral dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang harus ditanamkan sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di UPT SPF SDN 106161 Laut Dendang, Kabupaten Deli Serdang. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai budaya positif di sekolah seperti penyambutan pagi, senam bersama, piket kelas, sarapan bersama, upacara bendera, penegakan disiplin, literasi kebangsaan, dan perayaan hari nasional telah berhasil menginternalisasi nilai-nilai konstitusi secara kontekstual dan bermakna. Budaya sekolah terbukti menjadi instrumen strategis dalam pembentukan karakter konstitusional siswa sejak usia dini.
Mengembangkan Budaya Anti-Korupsi dengan Meningkatkan Kesadaran Moral Siswa-Siswi Abilson Ginting; Hendra Rahayu; Nabelia Utami Manurung; Paskaria Simbolon; Reh Bungana Beru Perangin-angin; Yakobus Ndona
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1202

Abstract

Korupsi merupakan persoalan sistemik yang menghambat pembangunan nasional dan membahayakan tatanan kehidupan masyarakat. Upaya pencegahan korupsi sejak usia dini menjadi strategi penting dalam pembangunan karakter bangsa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menanamkan budaya anti-korupsi di sekolah dasar, khususnya melalui studi kasus di SD Swasta Santo Fransiskus Binjai. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn yang mengintegrasikan pendekatan berbasis nilai, metode kontekstual, serta model pembelajaran partisipatif mampu meningkatkan kesadaran etis dan perilaku antikorupsi siswa. Peran guru sebagai fasilitator dan teladan nilai sangat krusial, demikian pula dukungan dari orang tua dan masyarakat. Diperlukan sinergi antara seluruh komponen pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah yang mendukung penguatan integritas peserta didik secara berkelanjutan.