Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KARAKTERISTIK YOGURT YANG TERBUAT DARI BERBAGAI JENIS SUSU DENGAN PENAMBAHAN KULTUR CAMPURAN Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophillus Fatmawati, Umi; Prasetyo, Faisal I.; T.A, Mega Supia; Utami, Ardiyanti Nur
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2013): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v6i2.2644

Abstract

ABSTRACT-Yoghurt is one of fermented milk product with the addition of lactic acid microbes such as Lactobacillus bulgaricus and Streptococcusthermophillus. The aim of this experiment is determining the characteristics of yogurt made from five different dairy ingredients, each of them are added with a mixture of bacteria Lactobacillus bulgaricus and Streptococcusthermophillus. The dairy ingredients used are: fresh cow's milk, skim milk, UHT milk, soy bean milk, and goat's milk. Starter was given with mixing two species of lactic acid bacteria with the ratio 1:1 and the provision of starter concentration is 5% (v / v). The parameters’ have been observed for lactic acid levels, pH and total number of microbes carried out during 14 days of storage. To examine the effect of different kinds of milk and storage time toward the changes in lactic acid level, pH and total number of microbes, we analyzed with ANAVA by two factorial test and if there are any significant effect, it followed by DMRT test. The results obtained from yogurt product quality were yoghurt made from UHT milk was the best quality because it has the lowest average pH of 4,67, the highest lactic acid content of 1,2 % and most stable total microbial 3,05 x108 cells / ml during the preservation time.
Kontribusi Implementasi Model Pembelajaran SIL (Science Integrated Learning) Berbantuan Film Animasi Terhadap Tiap Aspek Keterampilan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Sistem Sirkulasi Aeni, Alfiana Nur; Fatmawati, Umi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 19, No 1 (2022): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : (4) perbedaan pengaruh model pembelajaran SIL berbantuan film animasi dengan model pembelajaran SIL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa (5) perbedaan pengaruh model pembelajaran SIL berbantuan film animasi dengan model pembelajaran SIL terhadap motivasi belajar siswa, (6) bagaimana pengaruh model pembelajaran SIL berbantuan film animasi terhadap masing-masing aspek keterampilan berpikir kritis dan (7) bagaimana pengaruh model pembelajaran SIL berbantuan film animasi terhadap masing-masing aspek motivasi belajar siswa. Jenis penelitian adalah Quasi Eksperimental Research dengan desain penelitian Nonequivalen Control Group Design. Pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling, pengambilan data keterampilan berpikir kritis menggunakan instrumen soal tes keterampilan berpikir kritis dan angket untuk mengukur motivasi belajar. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Manova untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran SIL berbantuan film animasi terhadap keterampilan berpikir kritis, motivasi belajar siswa secara terpisah dan simultan. Kemudian dilakukan uji lanjut Post-hoc Tukey untuk menguji perbedaan signifikansi pengaruh dan uji Regresi untuk mengetahui sejauh mana bagaimana pengaruh terhadap tiap aspek keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa dari tinggi ke rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (4) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran SIL berbantuan film animasi dengan model pembelajaran SIL terhadap keterampilan berpikir kritis siswa berdasarkan analisi hasil uji lanjut Post Hoc Tukey dengan nilai sig.< 0,05 (2-tailed) 0.031, 0.018 dan 0.000, (5) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran SIL berbantuan film animasi dengan model pembelajaran SIL terhadap motivasi belajar siswa berdasarkan analisis hasil uji Post Hoc Tukey dengan nilai sig.< 0,05 (2-tailed) 0.007, 0.001 dan 0.000, (6) terdapat tingkatan pengaruh model pembelajaran SIL berbantuan film animasi pada masing-masing aspek keterampilan berpikir kritis berdasarkan analisis hasil uji Regresi yaitu aspek Analisis (31,72%), Evaluasi (18,68%), Inferensi (17,08%), Eksplanasi (10,62%), Pengaturan (8,83%), dan Interpretasi (6,65%), (7) terdapat tingkatan pengaruh model pembelajaran SIL berbantuan film animasi pada masing-masing aspek motivasi belajar berdasarkan analisis hasil uji Regresi yaitu Intensity (32,43%), Persistence (27,44%), Direction (10,34%). Dengan demikian, dapat dibuktikan bahwa model pembelajaran Science Integrated Learning (SIL) berbantuan film animasi berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa secara terpisah, simultan, maupun pada setiap aspeknya. Model pembelajaran Science Integrated Learning (SIL) berbantuan film animasi juga memiliki pengaruh yang lebih tinggi terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa daripada model pembelajaran SIL saja dan model pembelajaran konvensional.