Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN DAN PENYULUHAN TEKNIK PENGENDALIAN GULMA PADA PERKEBUNAN SAWIT RAKYAT DESA SIBEROBAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Desta Andriani; Seprido; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Chairil Ezward; A. Haitami; Wahyudi; Gusti Marlina
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3955

Abstract

Tanaman kelapa sawit ( Eleis guineesis jacq ) merupakan tanaman perkebunan yang memiliki arti penting bagi pembangunan nasional,selain mampu menyediakan lapangan kerja, hasil dari tanaman ini juga merupakan sumber devisa Negara. Kendala yang dihadapi para petani adalah perawatan yang masih kurang optimal diantaranya dalam hal pengendalian gulma pada tanaman belum menghasilkan. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan yang diawali dengan identifikasi permasalahan dengan melakukan survey dan diskusi dengan pengumpulan materi kegiatan penyuluhan yang berkenaan dengan pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit; penyebaran pretest kuesioner materi pelatihan disampaikan dalam konsep ceramah; dan diskusi serta dilakukan kegiatan pelatihan pengendalian Gulma serta pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi kegiatan. Peserta secara keseluruhan berpastisipasi secara aktif dalam mengikuti pelaksanaan kegiatan mulai dari penyajian materi, diskusi, pengisian kuisioner, dan praktek. 100% peserta hadir dalam kegiatan ini, memahami materi yang disampaikan, dan setuju dengan daur ulang sampah anorganik. Pelatihan dan penyuluhan teknik pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit di desa siberobah dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tadi perkebunan terlihat pada hasil evaluasi kegiatan PkM bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan peserta.
Analisis Serapan Hara N, P, dan K pada Tiga Varietas Cabai Merah (Capsicum annuum L.) dengan Variasi Tingkat EC Menggunakan Sistem Irigasi Kapiler Perwira, Wanda; Haitami, A.; Ezward, Chairil; Hadi, Nariman; Moelyohadi, Yopie
Jurnal Agro Indragiri Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v10i2.4392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tingkat Electrical Conductivity (EC) terhadap serapan hara N, P, dan K pada tiga varietas cabai merah (Capsicum annuum L.) menggunakan sistem irigasi kapiler. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana petak utama adalah tingkat EC (2,0; 2,5; dan 3,0 dS/m) dan anak petak adalah tiga varietas cabai merah (Lado F1, Kawat, dan Laris). Sistem irigasi kapiler dirancang menggunakan prinsip negative pressure differential irrigation (NPDI) dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang (3:1). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara varietas dan tingkat EC terhadap bobot kering tanaman, dengan varietas Lado F1 menunjukkan respons terbaik. Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah dan kerapatan stomata, dimana Lado F1 memiliki nilai tertinggi (6,77 mm dan 34,57 mm²), diikuti Kawat (5,56 mm dan 28,34 mm²), dan Laris terendah (3,77 mm dan 19,26 mm²). Peningkatan EC dari 1,5 ke 2,5 dS/m meningkatkan kadar dan serapan hara N, P, dan K pada semua varietas, dengan varietas Laris menunjukkan efisiensi serapan hara terbaik. Produktivitas cabai merah tidak dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat EC (P-value = 0,923), namun sangat dipengaruhi oleh varietas (P-value = 0,000), dengan varietas Laris mencapai produktivitas tertinggi (15,84 ton/ha), diikuti Lado F1 (15,18 ton/ha), dan Kawat terendah (13,35 ton/ha). Sistem irigasi kapiler terbukti efektif dalam menyediakan nutrisi yang optimal pada rentang EC 2,0-3,0 dS/m, dengan EC optimum 2,0-2,5 dS/m untuk memaksimalkan serapan hara dan produktivitas cabai merah.
PELATIHAN BUDIDAYA HIDROPONIK BAGI SISWA MENENGAH ATAS/ SEDERAJAT DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Haitami, A; Seprido, Seprido; Andriani, Desta; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Ezward, Chairil; Marlina, Gusti; Wahyudi, Wahyudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.919-926

Abstract

Budidaya secara hidroponik dapat menanggulangi masalah keterbatasan berkurangnya lahan pertanian Edukasi terkait pemanfaatan tanaman hidroponik dinilai penting untuk disosialisasikan agar masyarakat dapat mengenal lebih mendalam dan memiliki motivasi dalam budidaya teknik hidroponik di lingkungan masing-masing. Siswa sebagai generasi penerus bangsa, dalam interaksi sosial memiliki peranan istimewa sebagai penyambung ilmu pengetahuan. Didukung dengan berlakunya kurikulum Merdeka belajar pada siswa menengah atas bahwa siswa harus memiliki keterampilan ekstraseluler salah satunya di bidang pertanian. Berdasarkan kondisi permasalahan diatas, tim PKM Program Studi Agroteknologi Universitas Islam Kuantan Singingi menawarkan program Pelatihan Budidaya hidroponik bagi siswa sekolah Menengah Atas kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Untuk melihat peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta maka sebelum dan sesudah kegiatan PKM disebarkan quisioner. Hasil Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan budidaya hidroponik terhadap siswa SMA/sederajat  sangat antusias diikuti oleh peserta.  Dengan adanya penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta akan budidaya secara hidroponik, system budidaya hidroponik secara kapiler memiliki peluang untuk di kembangkan disekolah bahkan di masyarakat. Terjadi peningkatan sekitar 50 % pengetahuan peserta akan budidaya secara hidroponik, system budidaya hidroponik secara kapiler. Salah satu sekolah peserta pelatihan yaitu MA BAHLUL ULUM kabupatem kuatan singingi sudah penerapan hidroponik system kapiler pada tanaman cabai.
Responses of shallot to ameliorant and actinobacteria applications in water-saturated system on tidal land Haitami, A.; Ghulamahdi, Munif; Sopandie, Didy; Susila, Anas Dinurrohman; Lestari, Yulin
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24831/jai.v52i1.50768

Abstract

Tidal areas are believed as future land for many commodities in Indonesia. Here, shallot growing was evaluated on tidal land supplemented with soil conditioners. The research aimed to evaluate the adaptive response of shallot varieties for growing on tidal land with a water-saturated system indicating Fe and Al stress by applying soil ameliorant and actinobacterial. The study used a completely randomized factorial design with three replications. The first factor was shallot variety (Bima Brebes, Batu Ijo, and SS Sakato) and the second factor was soil conditioners (no ameliorant, actinobacteria, ameliorant+actinobacteria, and actinobacteria+ameliorant+dolomite). Bima Brebes and Batu Ijo cultivars had the highest growth percentage, age at shoot emergence, plant height, and number of leaves, while the SS Sakato variety had the slowest growth. Shallot production variable had a significant interaction with soil conditioners. Bima Brebes variety demonstrated high suitability for a water-saturated system in tidal land, and actinobacteria+ameliorant+dolomite was a more promising conditioner than other treatments. Keywords: pyrite, saturated soil culture, tidal swamps, growth, yield, marginal land.
Respons Beberapa Varietas Cabai Merah terhadap Variasi Tingkat EC pada Sistem Irigasi Kapiler Haitami, A; Putra, Hadi; Wahyudi, Wahyudi; Hadi, Nariman; Supriatini, Supriatini; Moelyohadi, Yopie
Jurnal Agro Indragiri Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v11i1.5049

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji respons beberapa varietas cabai merah terhadap variasi tingkat Electrical Conductivity (EC) pada sistem irigasi kapiler. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan petak utama berupa tiga tingkat EC (2,0; 2,5; dan 3,0 mS/cm) dan anak petak terdiri dari tiga varietas cabai merah (Lado F1, Kawat, dan Laris). Sistem irigasi kapiler dirancang menggunakan prinsip negative pressure differential irrigation (NPDI) dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang sapi (3:1). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, dan total berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat EC berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 4 MST dan jumlah cabang, dimana EC 2,0-2,5 mS/cm menghasilkan pertumbuhan lebih baik dibandingkan EC 3,0 mS/cm. Perbedaan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman (2-5 MST), diameter batang (5-7 MST), dan total berat buah. Varietas Lado F1 menunjukkan pertumbuhan vegetatif terbaik, sementara varietas Laris menghasilkan produktivitas buah tertinggi (0,66 kg). Interaksi EC dan varietas hanya signifikan pada tinggi tanaman 4 MST. Sistem irigasi kapiler dengan EC 2,0-2,5 mS/cm efektif mendukung pertumbuhan dan produktivitas cabai merah dengan pemilihan varietas yang sesuai.
Optimasi Asam Humat Gambut dan Dosis Pemupukan untuk Peningkatan Produktivitas Bawang Merah di Lahan Pasang Surut A. Haitami; Wahyudi Wahyudi; Nariman Hadi
Vegetalika Vol 15, No 2 (2026): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.111489

Abstract

Tidal areas have significant potential for shallot cultivation, but are hampered by soil acidity and low nutrient availability. This study aimed to determine the effect of peat humic acid and NPK fertilizer on shallot growth and productivity in tidal areas. This study used a Split-Plot factorial design with two factors: The main plot is the dose of peat humic acid consisting of 4 treatment levels, namely without peat humic acid (control), 0,08 g/plant, 0,16 g/plant, and 0,32 g/plant, while the subplot is the fertilizer dose consisting of 4 treatment levels, namely without fertilization (control), 75 kg Urea ha⁻¹ + 75 kg ZA ha⁻¹ + 125 kg SP-36 ha⁻¹ + 75 kg KCl ha⁻¹, 100 kg Urea ha⁻¹ + 100 kg ZA ha⁻¹ + 175 kg SP-36 ha⁻¹ + 100 kg KCl ha⁻¹, and 125 kg Urea ha⁻¹ + 125 kg ZA ha⁻¹ + 225 kg SP-36 ha⁻¹ + 125 kg KCl ha⁻¹. The parameters observed included plant height, number of tubers, fresh tuber weight, dry tuber weight, number of tillers, and productivity. The results showed that peat humic acid and NPK fertilization each had a very significant effect on all growth parameters and yield, but no significant interaction was found between the two factors. The best results were obtained in the combination treatment of peat humic acid 3 g/plant and NPK fertilizer 75% of the recommended dose, which resulted in a plant height of 34,05 cm, 9 tubers per plant, fresh tuber weight of 71 g, dry tuber weight of 60 g, 5,10 tillers per plant, and a productivity of 10 tons/ha. Soil analysis showed a neutral pH of 7,53, a very high organic C content of 26,19 mg/L, and adequate macronutrient content. These results indicate that the application of peat humic acid 3 g/plant combined with 75% of the recommended dose of NPK fertilizer is the optimal combination for shallot cultivation in tidal land, achieving a productivity increase of 97,69% compared to the control without treatment.
PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA SIBEROBAH KECAMATAN GUNUNG TOAR Wahyudi Wahyudi; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Deno Okalia; Chairil Ezward; A Haitami; Seprido Seprido; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina; Desta Andriani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1835

Abstract

Dalam perekonomian makroekonomi Indonesia, industri minyak sawit memiliki peran strategis, antara lain penghasil devisa terbesar, lokomotif perekonomian nasional. Salah satu kendala yang dihadapi para petani kelapa sawit di Desa Siberoba adalah perawatan yang kurang optimal termasuk didalampemupukan tanaman belum menghasilkan.Petani yang memiliki ilmu pengetahuan yang kurang memadai dalam perawatan tanaman kelapa sawit, seringkali tidak melakukan pertimbangan konsistensi dalam teknis perawatan.Keadaan ini menimbulkan berbagai mudarat yang pada akhirnya merugikan petani yang pada akhirnya berdampak kepada pendapatan petani.Adapun metode pengabdian yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang teknik pemupukan tanaman belum menghasilkan.Mulai dari persiapan pemupukan sampai tanaman bisa siap dipupuk.Berdasarkan data penyebaran kuesioner dari dua variabel yang dinilai yaitu kemampuan komunikasi dari tim pengabdian dan pengetahuan petani. Penilaian yang tertinggi pada variabel kemampuan komunikasi tim pengabdian terdapat pada jawaban 4 (mampu) yaitu 76%, sedangkan untuk variabel pengetahuan petani jawaban yang paling tinggi terdapat pada jawaban 4 (dapat menjawab 3 jawaban) yaitu 40%.
PEMANFAATAN PUPUK KOMPOS JAGUNG MANIS DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) PADA TANAH ULTISOL A Haitami; Wahyudi Wahyudi
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 1 No. 1 January 2019
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v1i1.55

Abstract

ABSTRACT The aim of this research was to study influence utilization of composted corn straw fertilizer in improving the production of plant corn (Zea mays L.) on an ultisol soil. The research was conducted at Koto kari Kuantan Singingi of Riau, from Mei to July 2017. It used a Randomized Bolock Design Consisting of 5 levels of treatment and 3 groups so that there are 15 experimental units. The treatment given is: A = No Treatment (control), B = Compost of Corn Straw 10 tons / ha + 100% inorganic fertilizer, C = Corn straw Compost 20 tons / ha + 100% inorganic fertilizer, D = Corn straw Compost 30 tons / Ha + 100% inorganic fertilizer, E = 100% Inorganic Fertilizer. The observed parameters were Plant height (cm), Age of female flower (HST), Harvest Age (HST), Heavy corn weight (gram), and Weight of corn without gram (gram). Data of observation result of each treatment were analyzed statistically and performed by Brightness Honest test (BNJ) at 5% level. Composting of corn straw compost has significant effect on all parameters of observation, where the best treatment is the application of 30 tons / ha of 100 ml of corn straw compost / 100 inorganic fertilizer.
Behavior of Heterotrigona itama in Hydroponic Melon (Cucumis melo L.) Planting in Greenhouse with Insecticide Spraying Seprido; Desta Andriani; Chairil Ezward; A. Haitami; Nariman Hadi
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Mei (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i2.4116

Abstract

Sustaining and improving melon production is essential to fulfill the increasing demand for melon fruit in Indonesia. In order to maintain this level of production, it is necessary to utilize insecticides to manage the pests that pose a threat to melon crops. This research aims to assess the impact of insecticide application on the pollination activity of Heterotrigona itama, a vital pollinating insect for melon plants. This research aimed to investigate the effect of Heterotrigona itama activity on melon plants in a greenhouse treated with insecticides. The study was carried out utilizing a survey-based methodology. Data was collected on several aspects of Heterotrigona items' behavior before and after applying insecticides. The research findings demonstrated that using insecticides on melon crops within a controlled environment decreased the frequency of visits from Heterotrigona itama to the melon flowers. Additionally, it was observed that the application of insecticides resulted in the mortality of Heterotrigona itama within the initial six days following the insecticide spraying. On the second day, the maximum number of individuals present was 14. The analysis of Heterotrigona itama honey revealed that the detected levels of pesticide residues were lower than the benchmark dose response (BMR) threshold.
Analysis of C-Organic, Nitrogen, and C/N Ratio Contents in Oil Palm Plantations Soil Owned by the People of Pulau Binjai Village, Kuantan Mudik District, Kuantan Singingi Regency, Riau Province Chairil Ezward; Tri Nopsagiarti; A. Haitami; Elfi Indrawanis; Gusti Marlina; Haris Susanto; Infitria; Nikmatul Farisya Imanda
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 7 No. 3 September 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v7i3.4772

Abstract

Land conversion from rubber plantations to oil palm plantations is increasingly common in Indonesia, including in Pulau Binjai Village, Kuantan Mudik District, Kuantan Singingi Regency, Riau Province. Land preparation for oil palm plantations can affect soil fertility, particularly nutrient content. This study aims to evaluate the nutrient content in one-year-old oil palm plantations. The methods used in this study included surveys and laboratory analyses. Soil sampling was conducted at 10 locations using purposive random sampling at a depth of 20 cm, with 5 locations sampled using the grid method and 5 using the disc method. Each sample location consisted of 5 subsamples, which were then composited. The results showed that the soil pH in the grid ranged from 5.96 to 6.48 (acidic category), while in the disc it ranged from 6.2 to 6.88 (acidic to neutral category). The organic carbon content in the grid ranged from 2.61 to 3.74 (medium to high category), and in the plate from 2.82 to 4.28 (medium to high category). The total nitrogen content in the grid ranged from 0.20 to 0.25 (low to medium category), while in the plate it ranged from 0.21 to 0.29 (medium category). The C/N ratio in the grid ranged from 11.16 to 17.00 (medium to high category), and in the plate from 10.44 to 14.75 (low to medium category). The key findings of this research include the identification of organic carbon and nitrogen content in the soil, which enables recommendations for the application of organic and nitrogen fertilizers in the study area.