Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Dampak Pola Musim dan Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kualitas Air Sungai Bedadung, Kabupaten Jember Elida Novita; Yogi Noviyana; Hendra Andiananta Pradana; Indarto; Rufiani Nadzirah
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2520

Abstract

Dinamika status kualitas air di sungai dipengaruhi oleh pola musim dan perubahan tata guna lahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak perubahan musim dan perubahan tata guna lahan terhadap kualitas air di Sungai Bedadung, Kabupaten Jember. Metode kuantitatif digunakan sebagai pendekatan pada penelitian ini dengan input data sekunder parameter kualitas air sungai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, selanjutnya dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan ditranformasikan kedalam nilai Indeks Kualitas Air (IKA). Data tersebut dianalisis untuk mengkorelasikan nilai kualitas air dengan perubahan musim dan perubahan tata guna lahan yang terjadi di sekitar Sungai Bedadung. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks pencemaran di Sungai Bedadung lebih tinggi ketika musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau akibat input akumulasi sumber pencemar yang terbawa oleh air hujan dan berdampak pada rendahnya nilai IKA. Nilai IP dan IKA mengalami perubahan dari kategori sedang pada Tahun 2018 menjadi kategori baik pada Tahun 2022. Perubahan nilai IP dan IKA ini dipengaruhi oleh tingginya nilai total fosfat dan nitrat yang berasal dari penggunaan lahan untuk aktivitas pertanian. Pengelolaan kualitas lingkungan perlu mempertimbangkan perubahan tata guna lahan mempengaruhi kualitas air pada Daerah Aliran Sungai. Kata kunci: Curah hujan, Kualitas Air, Penggunaan-Penutupan lahan
Quality Assessment and Comparative Analysis of Malinau Coffee Among Indonesian Specialty Coffees Adi Sutrisno; Etty Wahyuni; Dwi Santoso; Mohammad Wahyu Agang; Deny Titing; Erwan Kusnadi; Tjahjo Tri Hartono; Mas Davino Sayaza; Elida Novita; Rahmat Pramulya; Devi Maulida Rahmah
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 14, No 3 (2025): June 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i3.812-822

Abstract

Malinau Robusta coffee demonstrates untapped potential within the specialty coffee market. This study aims to evaluate the quality of Malinau coffee comprehensively and benchmark it against prominent specialty coffees such as Gayo, Toraja, and Kintamani. A descriptive quantitative method was employed to analyze critical parameters including caffeine content, moisture level, defect value, impurity level, grain size, and flavor profile. Coffee samples were gained from nine coffee-producing villages in Malinau Regency, involving 28 farmers covering 190 ha of coffee plantations. The results identified distinct strengths of Malinau coffee, notably its low moisture level (10.2%) and high caffeine content (1.94%) among the samples, offering a strong and intense flavor profile including chocolatey, a bitter aftertaste, and fruity undertones. Challenges for Malinau coffee includes high defect value (65.7/300 g) and impurity level (0.6%), which undermine its marketability in premium segments. To bring Malinau coffee up to par with other established specialty coffees, improvements in post harvest handling are needed, particularly sorting, quality control and consistent processes methods. By adopting innovative cultivation and processing, Malinau coffee holds strong potential as a competitor of specialty coffee, both for domestic and global markets while highlighting its unique regional identity. Keywords: Malinau coffee, North Kalimantan, Quality improvement, Robusta, Specialty coffee.
The Eco-Efficiency Level Analysis at Various Scales of Robusta Coffee Production of Argopuro Mountain, Jember, Indonesia, Based on Life Cycle Assessment. Purnomo, Bambang Herry; Novita, Elida; At-Ta’anny, Ummu; Bagus Suryaningrat, Ida
Pelita Perkebunan (a Coffee and Cocoa Research Journal) Vol. 41 No. 1 (2025)
Publisher : Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iccri.jur.pelitaperkebunan.v41i1.596

Abstract

Ground coffee is one of the high value added downstream coffee products that can be developed to increase the income of coffee processors. However, there are concerns about the increasing environmental impact of the downstream process into ground coffee, so it is necessary to evaluate the impact from environmental and economic aspects. The Argopuro robusta coffee processing business in Jember Regency is trying to be developed towards downstream products to increase the income of coffee farmers. Of course the negative impact on the environment must be considered. The aim of this research are first, to determine the environmental impacts that occur in the robusta ground coffee production process; second, to determine the level of eco-efficiency of the robusta ground coffee production process; and third, knowing how to compare the environmental impact and level of eco-efficiency at various scales of ground coffee production. The method used is life cycle assessment (LCA) with a scope from caring for coffee plants to delivering coffee products to consumers. The impact measured is for every one hectare of harvest. The research sample is a Argopuro robusta coffee processing unit that produces green beans and ground coffee. The higher the scale of ground coffee production, the higher the CO2 eq emissions. However, the added value is also getting higher. Eco-efficiency calculations show that if the coffee harvest (6 tons/ha) is converted all into ground coffee, it produces emissions of 1086 Kg CO2eq and a profit of 144.1 million with an eco-efficiency index value of 97.42 and is included in the classified as affordable and sustainable. This value does not differ if the ground coffee conversion scale is 20% or 50%. This indicates that the conversion of ground coffee to maximum scale in robusta coffee processing businesses is still considered environmentally sustainable.
An Evaluation of MODIS Global Evapotranspiration Product as Satellite-Based Evapotranspiration Data for Supporting Precision Agriculture in West Papua - Indonesia Faisol, Arif; Indarto, Indarto; Novita, Elida; Budiyono, Budiyono
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 26 No. 1: January 2021
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2021.v26i1.43-49

Abstract

Precision Agriculture has been a significant issue since the middle of the 1980s. Evapotranspiration is one of the main parameters in precision agriculture to analyze real water needs in the agriculture area and managing water resources. Traditionally evapotranspiration estimates by directly measured methods, i.e., lysimeter, pan-evaporation, eddy covariance, Bowen ratio, soil water, and climate data analysis. These methods are expensive techniques with low spatial representativeness. The utilization of remote sensing technology is expected to be an alternative solution for providing evapotranspiration data with a cost-effective and high spatial representative. This research aims to evaluate the MODIS global evapotranspiration as satellite-based evapotranspiration in estimating evapotranspiration in West Papua. Four (4) statistical parameters, i.e., mean error (ME), root means square error (RMSE), relative bias (RB), and mean bias factor (MBF), are using for evaluation. The research showed that MODIS global evapotranspiration was overestimated in estimating evapotranspiration in West Papua. However, MODIS global evapotranspiration has an acceptable accuracy in estimating evapotranspiration in West Papua indicated by ME = 0.66 mm/day, RMSE = 0.94 mm/day, RB = 0.27, and MBF = 0.81. Therefore, MODIS global evapotranspiration can be used as an alternative solution for providing evapotranspiration data in West Papua with a cost-effective.
Model Dinamik Produksi Kopi Berdasarkan Pemenuhan Total Kebutuhan Kopi Indonesia Faojiah, Rahma Septiany; Rahmah, Devi Maulida; Pramulya, Rahmat; Novita, Elida; Sutrisno, Adi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.2

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia karena berkontribusi terhadap PDB dan devisa negara. Di tengah peningkatan permintaan kopi secara global maupun domestik, produksi kopi di Indonesia kerap menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan rendahnya produktivitas. Tantangan tersebut berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan antara total kebutuhan kopi dan produksi kopi domestik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian pada industri kopi di Indonesia melalui analisis terhadap produksi kopi dan total kebutuhan kopi, yang mencakup akumulasi antara ekspor kopi dan konsumsi kopi domestik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meramalkan produksi kopi serta total kebutuhan kopi pada masa mendatang. Pendekatan yang digunakan adalah model sistem dinamik, yang dibangun melalui causal loop diagram dan simulasi stock and flow diagram pada perangkat lunak STELLA. Penelitian ini menghasilkan kerangka model yang dapat membantu pembuat kebijakan mengidentifikasi titik strategis dalam sistem produksi kopi, memprediksi dampak intervensi, serta merumuskan strategi adaptif guna menjaga stabilitas pasar. Validasi model dilakukan dengan uji MAPE, dengan hasil akurasi berada dalam rentang 1 – 12%, yang menunjukkan bahwa model memiliki akurasi prediksi yang baik dan layak digunakan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa hingga tahun 2034, produksi kopi domestik masih dapat memenuhi total kebutuhan kopi. Namun, mulai tahun 2035 hingga tahun 2037, produksi kopi domestik diperkirakan tidak lagi mencukupi. Pada tahun 2037, produksi kopi domestik diprediksi mencapai 894.831 ton, sementara total kebutuhan kopi mencapai 925.806 ton.
Pemanfaatan Slurry Biogas dari Penanganan Air Limbah Agroindustri Kopi sebagai Pupuk Cair Novita, Elida; Rizki, Khofifah Faulina; Pradana, Hendra Andiananta
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n2.10

Abstract

Air limbah pengolahan kopi dari metode olah basah mengandung bahan organik yang tinggi. Bioremediasi menjadi salah satu alternatif penanganan air limbah pengolahan kopi dengan beberapa jenis reaktor anaerobik  yang mampu mereduksi bahan organik berkonsentrasi tinggi dan dapat memproduksi biogas sebagai sumber energi dan memproduksi slurry. Slurry proses bioremediasi ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber input unsur hara tanah. Tujuan penelitian ini yaitu karakterisasi berdasarkan nilai C/N dan merekomendasikan aplikasi konsentrasi slurry dari reaktor biogas konvensional, Up-flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), dan Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR) sebagai pupuk cair guna mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. Metode penelitian meliputi karakterisasi slurry dari reaktor tiga jenis reaktor, pengamatan pertambahan jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter batang tanaman tomat dengan aplikasi variasi konsentrasi slurry 25%, 50%, dan 100%. Uji Anova dilakukan menggunakan taraf nyata 5% dilanjutkan dengan Uji DMRT untuk analisis post hoc. Nilai C/N slurry biogas dari CSTR yakni 1,47 dan lebih kaya unsur hara daripada dua reaktor lainnya. Variasi pupuk cair dari ketiga reaktor biogas konvensional, UASB, dan CSTR tidak berbeda nyata pada semua parameter pertumbuhan vegetatif tanaman tomat yang mencakup jumlah daun, tinggi tanaman, dan diameter batang. Pemberian konsentrasi pupuk cair slurry hanya berpengaruh pada diameter batang minggu ke-2 (14 hari setelah tanam) sampai dengan ke-4 (30 hari setelah tanam) dengan konsentrasi terbaik yaitu 100% (200 ml pupuk cair + 0 ml air) dengan persentase kenaikan sebesar 20,18 ± 1%. Pupuk cair dari biogas slurry dari pengolahan air limbah kopi dapat mendukung pertumbuhan tanaman tomat dan aplikasi zero waste pada agroindustri.
Kombinasi katalis FeSO4 dan H2O2 dalam penanganan air limbah agroindustri kopi menggunakan metode foto Fenton Novita, Elida; Sudirman, Nurfila Sari; Pradana, Hendra Andiananta; Afriliana, Asma; Harsono, Soni Sisbudi; Purnomo, Bambang Herry; Hartono, Tjahjo
AGROINTEK Vol 19, No 4 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i4.26362

Abstract

Wastewater production from the coffee agroindustry is generally brown. Melanoidin contents cause it and the high content of organic matter in coffee processing wastewater can impact water pollution. Turbid coffee processing wastewater can prevent sunlight from entering the water if it is channeled directly into water bodies without prior treatment. The research aims to improve the quality of coffee processing wastewater using the photo Fenton method, which combines catalyst reagents from H2O2 and FeSO4. The stages of the research consist of adjusting the pH of the process, combining H2O2 and FeSO4 dosages, irradiating using UV light, settling, and analyzing wastewater quality improvements with parameters i.e. Total Suspended Solid (TSS), turbidity, color, pH, and Chemicals Oxygen Demand (COD). The research results show that adding H2O2 and FeSO4 treatment in the Fenton photo can improve the quality of coffee processing wastewater. H2F1 treatment (H2O2 0.2 M and FeSO4 0.0015 M) is the best alternative for reducing TSS, turbidity, color, and COD parameters. The percentage reduction values for TSS, turbidity, color, and COD is sequentially 95.55; 98.40; 93.97; and 72.47 %. The combination of H2SO4 and FeSO4 catalysts can be used as an alternative tertiary method for coffee agro-industrial wastewater purification which is effective and efficient.
Evaluasi daur hidup pisang cavendish di Kabupaten Bondowoso: analisis potensi pemanasan global dan alternatif perbaikan Novita, Elida; Oktavian, Ziqrul; Andriyani, Idah; Lestari, Ning Puji
AGROINTEK Vol 19, No 4 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i4.26530

Abstract

Cavendish bananas (Musa acuminata Cavendish) have been cultivated in Bondowoso Regency to meet local market demands. Cultivating Cavendish bananas contributes to the potential for emission from global warming (GWP) and environmental quality conditions. This research objective to determine the emission impact and improvement recommendation of Cavendish Bananas production in the Bondowoso Regency as an environmentally friendly product. This research used the Life Cycle Assessment (LCA), which has steps such as goals and scope determining, life cycle inventory, and life cycle impact assessment and interpretations. The results of this research show that in one cycle of Cavendish banana cultivation, total GWP emissions of 95,544 kgCO2eq are generated. This impact is derived from pesticides, chemical fertilizers, diesel fuel consumption, electricity consumption, solid waste, and liquid waste. To minimize these impacts, alternatives such as compost fertilizer, fermented animal feed, processed food from banana hearts, banana chips, wastewater treatment, and the use of solar panels for electricity are needed. If implemented, these alternatives can reduce total GWP emissions by 76% or 72.537 kgCO2eq compared to conventional cultivation.
KAJIAN PERBAIKAN KUALITAS AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI MENGGUNAKAN METODE FITOREMEDIASI DENGAN TANAMAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) Novita, Elida; Wahyuningsih, Sri; Safrizal, Mohammad Rizki; Puspitasari, Amelia Ika; Pradana, Hendra Andiananta
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.659 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.45298

Abstract

Air limbah pengolahan kopi berpotensi mencemari lingkungan. Eceng gondok merupakan biofilter yang dapat mereduksi polutan pada air limbah. Tujuan penelitian adalah menganalisis variasi panjang eceng gondok terhadap kemampuan reduksi polutan pada air limbah pengolahan kopi menggunakan metode fitoremediasi dengan penambahan aerasi. Terdapat 4 perlakuan fitoremediasi pada pengolahan air limbah menggunakan tanaman eceng gondok yaitu panjang akar 30 cm tanpa aerasi dan panjang akar (10, 20, dan 30 cm) dengan aerasi. Evaluasi reduksi polutan pada air limbah pengolahan kopi diidentifikasi menggunakan analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoremediasi menggunakan eceng gondok dengan aerasi (panjang akar 30 cm) memiliki nilai efisiensi lebih tinggi dari pada tanpa aerasi pada pengolahan air limbah pengolahan kopi. Persentase nilai efisiensi penurunan polutan air limbah pengolahan kopi pada perlakukan panjang akar eceng gondok 30 cm dengan penambahan aerasi yang diindikasikan oleh parameter kekeruhan, BOD, COD, NH3-N, dan PO4-P yaitu sebesar 89,19%; 75,80%; 75,69%; 76,73%; dan 64,99%.
Pemanfaatan Lumpur Proses Biogas dari Bioremediasi Limbah Pengolahan Kopi dan Eceng Gondok untuk Produksi Kompos Novita, Elida; Tri Ayu Werdiningsih; Pradana, Hendra Andiananta
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 14 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v14i2.96268

Abstract

Bioremediasi limbah kopi menghasilkan dua jenis luaran yakni biogas sebagai sumber energi dan lumpur berpotensi dimanfaatkan sebagai kompos. Tujuan penelitian ini yakni mengidentifikasi nilai C/N dan merekomendasikan kompos terbaik dari lumpur hasil bioremediasi limbah kopi dan eceng gondok terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan desain penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lumpur hasil proses biogas yang diperoleh melalui bioremediasi limbah pengolahan kopi dan campuran eceng gondok sebagai bahan utama dalam proses produksi kompos. Sampel eksperimen meliputi beberapa variasi rasio campuran lumpur biogas, eceng gondok, dan bahan pendukung seperti dedak dan aktivator mikroorganisme. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan uji statistik ANOVA (Analysis of Variance). Penelitian menunjukkan bahwa lumpur hasil proses biogas dari bioremediasi limbah pengolahan kopi yang dicampur dengan eceng gondok dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku kompos. Rasio campuran tertentu menghasilkan kompos dengan kualitas terbaik, yaitu memiliki rasio C/N yang ideal (sekitar 10–15), pH netral, serta kandungan nitrogen dan bahan organik yang cukup tinggi. Kompos yang dihasilkan juga menunjukkan kematangan yang baik ditandai dengan warna gelap, bau tanah, dan tekstur remah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan limbah organik seperti lumpur biogas dari limbah kopi dan eceng gondok merupakan solusi efektif dalam mengatasi permasalahan limbah agroindustri serta mendukung pertanian organik. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat mendorong pengembangan teknologi pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, sekaligus meningkatkan kesadaran petani dan industri terhadap pentingnya pengolahan limbah ramah lingkungan.
Co-Authors . Indarto Adi Sutrisno Adi Sutrisno Afi Dhea Septian Afriliana, Asma Agang, Mohammad Wahyu Agnesa Arunggi Gaumanda Hermawan Amaliya, Risky Amelia Agustin Amelia Ika Puspitasari Anis Fathurrohman Arif Faisol Ariwan Joko Nusbantoro Arthanti Yulia Admaja At-Ta’anny, Ummu Bagus Suryaningrat, Ida Bambang Herry Purnomo Bambang Mahraenanto Bawon Rani Yudhika Anwar Bisri, Moch. Imron Mustofa Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Charisna Adinda Deni Agung Idayana Deny Titing Devi Maulida Rahmah Dian Purbasari Dian Purbasari Diana Nurhayati Dimas Ganda Permana Putra Dini Retno Widyaningsih Dwi Andriana Na'imatul Jannah Dwi AndrianaNa’imatul Jannah DWI SANTOSO Ega Daniati Entin Hidayah Erina Rezky A Erliza Noor Erwan Kusnadi Etty Wahyuni Fachry Abda El Rahman Faojiah, Rahma Septiany Hartono, Tjahjo Herry Purnomo Herry Purnomo, Bambang Humayro, Aisyah Ida Bagus Suryaningrat Idah Andriyani Indarto Indarto Indarto indarto indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Irfan Dwi Satya Ismaniar Rahmadaningtyas, Resta Dwi Jannah, Dwi Andriana Na'imatul Kamil, Nur Shodiqotul Khotijah Khotijah Kiki Paradiba Kusnadi, Erwan Leni Putrianggraini Lestari, Ning Puji Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Suciati M. Syahrul Munir Mubarok Mardhatillah Arum Annisa Mas Davino Sayaza Mastuki Andika Miftahul Nur Huda Minandasari, Fila Adilia Mochammad Imron Awalludin Mochtar Nova Mulyadi Moh Wawan sujarwo Moh. salman A. Hafidz Mohammad Amirudin Mohammad Wahyu Agang Muhammad Luthfi Mukhamad Edrin Irfani N. Nurhayati Nadila, Tiara Dwi Noven Pramitasari Nur Defitri Herlinda Nurbaskoro, Gigik Oktavian, Ziqrul Pradana, Hendra Andiananta Pradita Dewi Hidayah Pramulya, Rahmat Puspitasari, Amelia Ika Rahayu Ningtias Rahmadaningtyas, Resta Dwi Ismaniar Rahmat Pramulya Reo Nurdiansyah Ramadhan Rika Dwi Kurniaputeri Rini, Titien Setiyo Rizal Syarief Rizal Syarief Rizki, Khofifah Faulina Rizky Fathonah Imami Rodzika Diah Mauvi Romadona, Zakina RR. Ella Evrita Hestiandari Rubiyo Rubiyo Rufiani Nadzirah Rufiani Nadzirah Rusdianto, Andrew Setiawan Safrizal, Mohammad Rizki Salim, Moh. Bagus Santoso, Dwi Satria Priambada Dwija Satria Priambada Dwija Kusuma Savira, Ultania Yisca Sayaza, Mas Davino Sayyidatul Nahda Afifah Sembiring, Rinawati Shofa Tri Fatmawati Siti Nur Aenia Siti Nur Aziza Siti Nur Azizah Soni Sisbudi Harsono, Soni Sisbudi Sri Mulato Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Subdatul Widad Sudirman, Nurfila Sari Sujarwo, Mohamad Wawan Sukrisno Widyotomo Syamsiar, Syamsiar Tasliman, Tasliman Titing, Deny Tjahjo Tri Hartono Tri Ayu Werdiningsih Tris Lailatul Hasanah Uswatun Kasanah Wahono, Puji Wahyuni, Etty Wahyuningsih, Sri Yogi Noviyana Yuli Wibowo Yustinus Yustinus