p-Index From 2021 - 2026
8.068
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ecotrophic, Journal of Environmental Science Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Ilmu Lingkungan Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Jurnal AGROTEKNOLOGI JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Journal of Tropical Soils Jurnal Keteknikan Pertanian Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Teknosains Geoplanning : Journal of Geomatics and Planning Agrointek Pelita Perkebunan Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Teknologi Pertanian Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) agriTECH UNEJ e-Proceeding Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Jurnal Agribisnis Terpadu Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Purifikasi Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Jurnal Agrotek Tropika Jurnal Agribest Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Cakrawala: Jurnal Litbang Kebijakan Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Jurnal Agritechno Agroteknika AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources (IJFANRES) Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Jurnal Rekayasan Lingkungan dan Biosistem Indonesian Community Development and Social Investment Journal Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research)
Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL ADSORPSI ISOTERM ARANG AKTIF KULIT KOPI PADA PENURUNAN WARNA AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI Novita, Elida; Wahyuningsih, Sri; Kamil, Nur Shodiqotul; Pradana, Hendra Andiananta
Agrin Vol 25, No 1 (2021): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2021.25.1.561

Abstract

Pengolahan kopi menghasilkan air limbah kopi dan limbah padat beruapa kulit kopi. Air limbah pengolahan kopi mengandung flavonoid yang berpengaruh terhadap warna coklat gelap pada air limbah pengolahan kopi. Apabila air limbah pengolahan kopi dibuang langsung ke badan air tanpa adanya pengolahan, akan mengganggu kehidupan air. Kulit kopi mengandung selulosa dan senyawa organik sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan model adsorpsi isoterm arang aktif kulit kopi terhadap penurunan warna pada air limbah pengolahan kopi. Tahapan penelitian dibagi menjadi dua yaitu pembuatan arang aktif dan penentuan model adsorpsi isoterm. Arang aktif kulit kopi yang digunakan diaktivasi dengan senyawa NaOH 1 M dan dikarakterisasi berdasarkan SNI-06-3730-1995. Selanjutnya, proses adsorpsi arang aktif dianalisis dengan metode adsorpsi isoterm Langmuir dan Freundlich. Arang aktif kulit kopi yang dihasilkan telah memenuhi SNI-0603730-1995 dengan kadar air sebesar 3,43%; kadar abu 2,3%; dan daya serap I2 15231,6 mg/g. Adapun adsorpsi pada penelitian ini mengikuti model isoterm Langmuir. Adsorpsi air limbah pengolahan kopi dapat menggunakan arang aktif kulit kopi dengan kapasitas optimum 39,06 mg/g.Kata kunci: arang aktif, adsorben alami, kesetimbangan, model Langmuir, model Freundlich 
Water Hyacinth Potential in The Pollution Impact Reduction of Coffee Agroindustry Wastewater Elida Novita; Sri Wahyuningsih; Mastuki Andika; Hendra Andiananta Pradana
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 14 No. 2 (2023): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2023.v14.no2.p10-22

Abstract

Coffee processing wastewater originating from the coffee agroindustry has the potential to reduce environmental quality. Water hyacinth is one of the biological agents capable of reducing pollutants in wastewater through a rhizo-filtration mechanism in the phytoremediation process. The pollutant reducing ability of water hyacinth is limited so that the replacement of water hyacinth is one of the alternatives for optimizing the phytoremediation method. The purpose of this research was to compare the replacement time of water hyacinth to the decrease parameters namely turbidity, Biochemicals Oxygen Demand (BOD), Chemicals Oxygen Demand (COD), ammonia, and phosphate in the treatment of coffee processing wastewater using the phytoremediation method. The research stages consisted of water hyacinth acclimatization, determination of hydraulic resistance time, water hyacinth replacement time, and analysis of wastewater pollutant reduction. The density of water hyacinth used is 30 grams / L and the incubation time is 14 days. The results showed that the replacement of water hyacinth had a positive effect on improving the quality of coffee processing wastewater. The most water hyacinth replacement was on the 7th day. The percentage of turbidity parameters, Biochemicals Oxygen Demand (BOD), Chemicals Oxygen Demand (COD), ammonia (NH3-N), and phosphate (PO4-P) in the treatment of coffee processing wastewater with replacement of water hyacinth sequentially is 92.02%; 81.10%; 81.05%; 76.03% and 72.40%.
SWOT Analysis of The Wulan Coffee Agroindustry Based on Geographic Indications Novita, Elida; Savira, Ultania Yisca; Purnomo, Bambang Herry; Pramitasari, Noven; Wahono, Puji; Pradana, Hendra Andiananta; Ismaniar Rahmadaningtyas, Resta Dwi
agriTECH Vol 44, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.59227

Abstract

Wulan Coffee Agroindustry is among the coffee-producing centers in Maesan Sub-district, Tanah Wulan Village. This Sub-district is included in the area to apply for certification by the Geographical Indication Protection Society (GIPS) for Hyang Argopuro Arabica Coffee products. Therefore, this research aimed to formulate a strategic recommendation for developing the Wulan Coffee Agroindustry in dealing with GI certification using the SWOT method. The study included identifying internal and external factors, weighting, and strategy analysis using the SWOT method. The results showed that the total score of the IFAS matrix was 1.178 while the EFAS matrix was 0.070, indicating the IE matrix’s position was in the first quadrant of the aggressive strategy. In quadrant I, an aggressive strategy could maximize the strength possessed by Wulan Coffee Agroindustry to deal with existing threats. The aggressive strategy consisted of implementing and maintaining SOP related to sustainable coffee cultivation and production methods, increasing promotional efforts, and branding of monthly coffee products based on GI. This strategy also included certification efforts for export product development, and improvement of coffee agrotourism clusters comprising several stakeholders such as village, sub-district, and the local government of Bondowoso Regency.
STRATEGI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN INDUSTRI JAWA TIMUR Wibowo, Yuli; Novita, Elida; Nusbantoro, Ariwan Joko
Cakrawala Vol. 10 No. 1: Juni 2016
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v10i1.56

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ruang terbuka hijau pada kawasan industri dan merumuskan strategi dalam mengembangkan ruang terbuka hijau di kawasan industri Provinsi Jawa Timur. Objek penelitian yang dikaji meliputi kawasan industri yang berada di Kabupaten Gresik (KIG), Kabupaten Pasuruan (PIER), dan Kabupaten Sidoarjo (SIEB). Metode analisis ruang terbuka hijau di kawasan industri menggunakan proses digitasi dengan GPS dan survey lapang dengan bantuan citra google earth dan software mapwindow. Metode perumusan strategi menggunakan analisis SWOT yang dilanjutkan dengan metode AHP untuk menentukan prioritas strategi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ruang terbuka hijau di kawasan industri KIG dan PIER telah memenuhi standar kecukupan luasan untuk RTH di industri sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, sementara untuk kawasan industri SIEBkurang memenuhi luasan minimal untuk RTH yang telah dipersyaratkan. Strategi pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan industri pada ketiga kawasan industri yang diamati cenderung memiliki kesamaan, namun berbeda pada penekanan prioritasnya. Strategi tersebut terkait dengan pengendalian tata ruang, pengembangan kawasan greenindustrial park, dan sosialisasi peran ruang terbuka hijau di kawasan industri baik kepada pihak industri dan pengelola kawasan maupun kepada masyarakat.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAS SAMPEAN BARU UNTUK BUDIDAYA PISANG CAVENDISH(Musa acuminata L) PT.XYZ DI KABUPATEN BONDOWOSO Novita, Elida; Andriyani, Idah; Soekarno, Siswoyo; Ernanda, Heru; Silvia, Halimatus
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9340

Abstract

Pisang cavendish menjadi jenis pisang yang banyak diminati di pasar internasional, sehingga untuk meningkatkan volume ekspor pisang Indonesia, jenis pisang yang tepat untuk di budidayakan adalah pisang cavendish. PT.XYZ menjadi salah satu perusahaan yang turut membudidayakan pisang cavendish dengan tujuan ekspor, yang terus melakukan perluasan area perkebunan termasuk di wilayah DAS Sampean Baru, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Perluasan dilakukan dengan sistem kemitraan bersama Pemerintah Kabupatern Bondowoso dan kelompok tani. Namun, belum dilakukan penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman pisang cavendish. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan  melakukan evaluasi kesesuaian lahan dan rekomendasi perluasan area penanaman di wilayah DAS Sampean Baru. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan membandingkan kondisi parameter kriteria terkini dengan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman pisang cavendish. Parameter input adalah jenis tanah, tutupan lahan, curah hujan, dan topografi yang dianalisis menggunakan  ArcGis 10.3 melibatkan 7 parameter kriteria kesesuaian lahan tanaman pisang cavendish. Hasil menunjukkan DAS Sampean Baru memiliki 2 kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) sebesar 15.303,99 ha (25,05%) dan S2 (cukup sesuai) 45.789,31 ha (74,95%). Perluasan area budidaya pisang cavendish dapat mengoptimalkan lahan – lahan dengan status S2. Kondisi tersebut memberikan kesimpulan bahwa secara keseluruhan wilayah DAS Sampean Baru sesuai untuk budidaya tanaman pisang cavendishnamun perlu diperhatikan bahwa kondisi kelas S2 memerlukan beberapa upaya penanganan untuk mencegah dampak dari keberadaan faktor pembatas.
Analisis beban pencemaran terhadap distribusi oksigen di Sungai Bedadung Segmen Kecamatan Sumbersari – Kaliwates Kabupaten Jember Afi Dhea Septian; Hendra Andiananta Pradana; Novita, Elida
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.147-157

Abstract

Sungai Bedadung merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Jember. Sepanjang aliran sungai segmen Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Kaliwates ini terdapat aktivitas antropogenik berupa perumahan padat penduduk dan lahan pertanian yang menghasilkan limbah organik maupun an-organik. Kegiatan tersebut yang berhubungan langsung ke sungai berpotensi menambah beban pencemaran. Beban pencemaran yang dihasilkan dapat berpotensi menurunkan kualitas air. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kualitas air dan laju deoksigenasi serta reoksigenasi Sungai Bedadung Segmen Kecamatan Sumbersari-Kaliwates menggunakan metode Streeter-Phelps. Pengambilan data berupa debit air, TSS, DO, BOD, dan COD dengan grab sampling. Hasil perhitungan laju deoksigenasi dan reoksigenasi disintesis dengan metode deskriptif kuantitatif. Nilai TSS dan DO memenuhi baku mutu kelas I akan tetapi nilai BOD dan COD tidak memenuhi baku mutu kelas I. Nilai rata – rata laju deoksigenasi (rD) dan reoksigenasi (rR) secara berurutan sebesar 0,798 mg/L.hari dan 2,753 mg/L.hari. Nilai laju reoksigenasi lebih besar dari pada nilai laju deoksigenasi. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan Sungai Bedadung berjalan dengan baik dalam reduksi bahan organik secara alami. Besar kecilnya rR dan rD dipengaruhi oleh konstanta reoksigenasi, konstanta deoksigenasi, dan profil hidraulik sungai.
IMPLEMENTASI BEST AGRICULTURAL PRACTICES (BAP) UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS PETANI KOPI DI EKOWISATA GOMBENGSARI BANYUWANGI Andiananta Pradana, Hendra; Novita, Elida; Dwi Sugiarto, Aditya; Samsul Hadi Sidiq, Ikhwan; Maulana Ramadhan, Firman; Nur Mahmudi, Kaila
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Salah satu lumbung kopi yakni Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. Wilayah ini juga melakukan pengembangan wisata eduksi berbasis perkebunan kopi sebagai optimalisasi pendapatan pada bidang jasa. Namun demikian, usaha ini mengalami beberapa tantangan seperti fluktuasi hasil panen kopi dan tantangan perubahan iklim. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini yakni pendampingan penerapan Best Agricultural Practices (BAP) untuk meningkat pemahaman dan keterampilan petani kopi dalam peningkatan produksi danpengelolaan wisata edukasi berkelanjutan pada area Perkebunan Kopi di Kelurahan Gombengsari, Kabupaten Banyuwangi. Pelaksaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri atas pendampingan kegiatan on farm yang mencakup praktik kegiatan persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemangkasan, dan panen, selanjutnya kegiatan off farm yakni sortasi, penjemuran, hulling, roasting, penggilingan, hingga pengemasan. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Gombengsari. Evaluasi kegiatan dilakukan secara langsung dengan pengamatan pemahaman peserta saat pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani kopi yang tergabung dalam Pokdarwis memperoleh tambahan pemahaman dalam proses teknik budidaya perkebunan kopi robusta di mulai dari persiapan lahan, penanaman yang didalamnya meliputi kegiatan pembuatan lubang tanam sampai penanaman pohong penaung, kemudian terdapat perawatan tanaman meliputi pemupukan, pembuatan rorak, pemangkasan cabang sampai buat tersebut siap dipanen. Selanjutnya, petani kopi juga memperoleh tambahan kemampuan dalam aplikasi teknik pasca panen meliputi kegiatan sortasi biji kopi, penjemuran, pemecahan kulit cangkang, roasting, grinding dan pengemasan bubuk kopi.
Pemetaan Zonasi Banjir Bandang Menggunakan Metode Frekuensi Rasio dan Weight of Evidence di Sumberjambe Jember Amiluddin, Afif; Derka, Icha Tatrisya; Faradella, Maulida; Sugianti, Devi Hanurani; Katminto, Katminto; Novita, Elida; Hidayah, Entin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.13

Abstract

Bencana banjir bandang di kecamatan Sumberjambe mengakibatkan kerusakan saluran air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukan perlunya informasi area yang aman untuk pemasangan pipa air bersih. Hal ini menunujukan  diperlukannya informasi mengenai zonasi area banjir bandang, sebagai bentuk antisipasi dan mitigasi supaya tidak berdampak serupa dan mengurangi potensi korban jiwa. Tujuan umum Penelitian ini adalah membuat peta zonasi bencana banjir bandang berbasis Sistem Informasi geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh. Tujuan Khusus penelitian mencakup, Identifikasi dan inventarisasi data berbasis survei lapangan dan penginderaan jauh. Menentukan faktor alam yang berpengaruh yaitu, Elevasi, Kemiringan Tanah, Indeks kesehatan tanaman (NDVI), Tataguna Lahan, Jarak Terhadap Sungai, Kepadatan Sungai, dan Indeks Kelembapan Topografi (TWI). Menentukan faktor yang memiliki kontribusi besar terhadap kejadian  menggunakan statistik bivariat Frekuensi Rasio (FR) dan Weight of Evidence (WoE). Penelitian ini terdiri dari survei lapangan kejadian banjir bandang, pembagian sampel, inventarisasi data faktor, perhitungan bobot faktor, perhitungan faktor dan Analisis Area Under the Curve (AUC). Hasil evaluasi AUC menunjukan tingkat akurasi FR 0.96 dan WoE0.82, FR menghasilkan model dengan akurasi yang lebih baik di wilayah studi.
Quality Assessment and Comparative Analysis of Malinau Coffee Among Indonesian Specialty Coffees Adi Sutrisno; Etty Wahyuni; Dwi Santoso; Mohammad Wahyu Agang; Deny Titing; Erwan Kusnadi; Tjahjo Tri Hartono; Mas Davino Sayaza; Elida Novita; Rahmat Pramulya; Devi Maulida Rahmah
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i3.812-822

Abstract

Malinau Robusta coffee demonstrates untapped potential within the specialty coffee market. This study aims to evaluate the quality of Malinau coffee comprehensively and benchmark it against prominent specialty coffees such as Gayo, Toraja, and Kintamani. A descriptive quantitative method was employed to analyze critical parameters including caffeine content, moisture level, defect value, impurity level, grain size, and flavor profile. Coffee samples were gained from nine coffee-producing villages in Malinau Regency, involving 28 farmers covering 190 ha of coffee plantations. The results identified distinct strengths of Malinau coffee, notably its low moisture level (10.2%) and high caffeine content (1.94%) among the samples, offering a strong and intense flavor profile including chocolatey, a bitter aftertaste, and fruity undertones. Challenges for Malinau coffee includes high defect value (65.7/300 g) and impurity level (0.6%), which undermine its marketability in premium segments. To bring Malinau coffee up to par with other established specialty coffees, improvements in post harvest handling are needed, particularly sorting, quality control and consistent processes methods. By adopting innovative cultivation and processing, Malinau coffee holds strong potential as a competitor of specialty coffee, both for domestic and global markets while highlighting its unique regional identity. Keywords: Malinau coffee, North Kalimantan, Quality improvement, Robusta, Specialty coffee.
Flood Mitigation Priority Strategy to Reduce Community Vulnerability in the Downstream Area of the Setail Watershed, Banyuwangi Gigik Nurbaskoro; Indarto Indarto; Elida Novita; Mohamad Wawan Sujarwo
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i6.2216-2228

Abstract

Floods that repeatedly occur in the downstream area of the Setail Watershed have caused significant damage to infrastructure, community livelihoods, and social systems in the region. This condition demands the implementation of effective and sustainable mitigation strategies to reduce flood risks and impacts. This study aims to determine priority flood mitigation strategies to reduce community vulnerability in the downstream area of the Setail Watershed. The identification of mitigation criteria was first conducted through interviews with flood-affected communities to capture relevant local factors. These criteria were then discussed with disaster mitigation experts and stakeholders, and the results of the questionnaires were analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to evaluate and rank the mitigation strategies. The results show that the three main priority strategies are flood risk mapping with a score of 0.22, community education and awareness with a score of 0.18, and zoning and spatial planning with a score of 0.15. These strategies are expected to serve as the basis for the preparation of local government action plans to minimize future flood impacts and enhance community resilience and well-being.
Co-Authors . Indarto Abda Abda Adi Sutrisno Adi Sutrisno Adi Sutrisno Aditya Handoyo Putra Afi Dhea Septian Afif Amiluddin Afriliana, Asma Agnesa Arunggi Gaumanda Hermawan Ahmad Sa’id Khoirul Barri Amaliya, Risky Amelia Agustin Amelia Ika Puspitasari Andiananta Pradana, Hendra Anis Fathurrohman Arif Faisol Ariwan Joko Nusbantoro Arthanti Yulia Admaja Asma Afriliana At-Ta’anny, Ummu Badriyatus Syamsiyah Bagus Suryaningrat, Ida Bambang Herry Purnomo Bambang Herry Purnomo Bambang Herry Purnomo Bambang Mahraenanto Bawon Rani Yudhika Anwar Bisri, Moch. Imron Mustofa Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Charisna Adinda Dahlan Dedy Darmansyah Deni Agung Idayana Deny Titing Derka, Icha Tatrisya Devi Maulida Rahmah Dewi Fithria Dian Purbasari Dian Purbasari Diana Nurhayati Dimas Ganda Permana Putra Dini Retno Widyaningsih Dwi Andriana Na'imatul Jannah Dwi AndrianaNa’imatul Jannah Dwi Sugiarto, Aditya Ega Daniati Ego Ibnu Wijaksena Entin Hidayah Erina Rezky A Erliza Noor Ernanda, Heru Erwan Kusnadi Etty Wahyuni Fachry Abda El Rahman Fakhruddin Faojiah, Rahma Septiany Faradella, Maulida Fitta Setiajiati Gigik Nurbaskoro Halimatus Silvia Hartono, Tjahjo Hendra Andiananta Pradana Hendra Andiananta Pradana Hendra Andiananta Pradana Herry Purnomo Herry Purnomo, Bambang Heru Ernanda Humayro, Aisyah Ida Bagus Suryaningrat Idah Andriyani Idah Andriyani Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto indarto indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Irfan Dwi Satya Ismaniar Rahmadaningtyas, Resta Dwi Jannah, Dwi Andriana Na'imatul Kamil, Nur Shodiqotul Katminto, Katminto Khotijah Khotijah Kiki Paradiba Leni Putrianggraini Lestari, Ning Puji Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Suciati M. Syahrul Munir Mubarok M. Yogi Riyantama Isjoni Mardhatillah Arum Annisa Mas Davino Sayaza Mastuki Andika Maulana Ramadhan, Firman Miftahul Nur Huda Minandasari, Fila Adilia Mochammad Imron Awalludin Mochtar Nova Mulyadi Moh Wawan sujarwo Moh. salman A. Hafidz Mohamad Wawan Sujarwo Mohammad Amirudin Mohammad Wahyu Agang Muhammad Luthfi Mukhamad Edrin Irfani N. Nurhayati Nadila, Tiara Dwi Ning Puji Lestari Noven Pramitasari Nur Defitri Herlinda Nur Ika Dewi Wahyuni Nur Mahmudi, Kaila Nurfila Sari Sudirman Oktavian, Ziqrul Pradana, Hendra Andiananta Pradita Dewi Hidayah Pramulya, Rahmat Purnomo Puspitasari, Amelia Ika Putra Irwansyah Rahayu Ningtias Rahmat Pramulya Rahmat Pramulya Rahmat Pramulya Reo Nurdiansyah Ramadhan Resta Dwi Ismaniar Rahmadaningtyas Rika Dwi Kurniaputeri Rini, Titien Setiyo Rizal Syarief Rizal Syarief Rizki, Khofifah Faulina Rizky Fathonah Imami Rodzika Diah Mauvi Romadona, Zakina RR. Ella Evrita Hestiandari Rubiyo Rubiyo Rufiani Nadzirah Rufiani Nadzirah Rusdianto, Andrew Setiawan Safrizal, Mohammad Rizki Salim, Moh. Bagus Samsul Hadi Sidiq, Ikhwan Santoso, Dwi Sato Morihiko Satria Priambada Dwija Satria Priambada Dwija Kusuma Savira, Ultania Yisca Sayyidatul Nahda Afifah Sembiring, Rinawati Shofa Tri Fatmawati Silvia, Halimatus Siswoyo Soekarno Siti Nur Aenia Siti Nur Aziza Siti Nur Azizah Soni Sisbudi Harsono Soni Sisbudi Harsono, Soni Sisbudi Sri Mulato Sri Wahyuningsih Subdatul Widad Sudirman, Nurfila Sari Sugianti, Devi Hanurani Sukrisno Widyotomo Syamsiar, Syamsiar Tarmizi Tasliman, Tasliman Tjahjo Hartono Tjahjo Tri Hartono Tjahjo Tri Hartono Tjahjo Tri Hartono Tri Ayu Werdiningsih Tris Lailatul Hasanah Uswatun Kasanah Wahono, Puji Yogi Noviyana Yuli Wibowo Yustinus Yustinus Ziqrul Oktavian