p-Index From 2021 - 2026
7.723
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ecotrophic, Journal of Environmental Science Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Jurnal AGROTEKNOLOGI JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Journal of Tropical Soils Jurnal Keteknikan Pertanian Jurnal Sains dan Teknologi Jurnal Teknosains Geoplanning : Journal of Geomatics and Planning Agrointek Pelita Perkebunan Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Teknologi Pertanian Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) agriTECH UNEJ e-Proceeding Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Jurnal Purifikasi Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Jurnal Agrotek Tropika Jurnal Agribest Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Cakrawala: Jurnal Litbang Kebijakan Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Jurnal Agritechno Agroteknika AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources (IJFANRES) Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Jurnal Rekayasan Lingkungan dan Biosistem Indonesian Community Development and Social Investment Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Dampak Pola Musim dan Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kualitas Air Sungai Bedadung, Kabupaten Jember Elida Novita; Yogi Noviyana; Hendra Andiananta Pradana; Indarto; Rufiani Nadzirah
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2520

Abstract

Dinamika status kualitas air di sungai dipengaruhi oleh pola musim dan perubahan tata guna lahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak perubahan musim dan perubahan tata guna lahan terhadap kualitas air di Sungai Bedadung, Kabupaten Jember. Metode kuantitatif digunakan sebagai pendekatan pada penelitian ini dengan input data sekunder parameter kualitas air sungai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, selanjutnya dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan ditranformasikan kedalam nilai Indeks Kualitas Air (IKA). Data tersebut dianalisis untuk mengkorelasikan nilai kualitas air dengan perubahan musim dan perubahan tata guna lahan yang terjadi di sekitar Sungai Bedadung. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks pencemaran di Sungai Bedadung lebih tinggi ketika musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau akibat input akumulasi sumber pencemar yang terbawa oleh air hujan dan berdampak pada rendahnya nilai IKA. Nilai IP dan IKA mengalami perubahan dari kategori sedang pada Tahun 2018 menjadi kategori baik pada Tahun 2022. Perubahan nilai IP dan IKA ini dipengaruhi oleh tingginya nilai total fosfat dan nitrat yang berasal dari penggunaan lahan untuk aktivitas pertanian. Pengelolaan kualitas lingkungan perlu mempertimbangkan perubahan tata guna lahan mempengaruhi kualitas air pada Daerah Aliran Sungai. Kata kunci: Curah hujan, Kualitas Air, Penggunaan-Penutupan lahan
MODEL ADSORPSI ISOTERM ARANG AKTIF KULIT KOPI PADA PENURUNAN WARNA AIR LIMBAH PENGOLAHAN KOPI Novita, Elida; Wahyuningsih, Sri; Kamil, Nur Shodiqotul; Pradana, Hendra Andiananta
Agrin Vol 25, No 1 (2021): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2021.25.1.561

Abstract

Pengolahan kopi menghasilkan air limbah kopi dan limbah padat beruapa kulit kopi. Air limbah pengolahan kopi mengandung flavonoid yang berpengaruh terhadap warna coklat gelap pada air limbah pengolahan kopi. Apabila air limbah pengolahan kopi dibuang langsung ke badan air tanpa adanya pengolahan, akan mengganggu kehidupan air. Kulit kopi mengandung selulosa dan senyawa organik sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan model adsorpsi isoterm arang aktif kulit kopi terhadap penurunan warna pada air limbah pengolahan kopi. Tahapan penelitian dibagi menjadi dua yaitu pembuatan arang aktif dan penentuan model adsorpsi isoterm. Arang aktif kulit kopi yang digunakan diaktivasi dengan senyawa NaOH 1 M dan dikarakterisasi berdasarkan SNI-06-3730-1995. Selanjutnya, proses adsorpsi arang aktif dianalisis dengan metode adsorpsi isoterm Langmuir dan Freundlich. Arang aktif kulit kopi yang dihasilkan telah memenuhi SNI-0603730-1995 dengan kadar air sebesar 3,43%; kadar abu 2,3%; dan daya serap I2 15231,6 mg/g. Adapun adsorpsi pada penelitian ini mengikuti model isoterm Langmuir. Adsorpsi air limbah pengolahan kopi dapat menggunakan arang aktif kulit kopi dengan kapasitas optimum 39,06 mg/g.Kata kunci: arang aktif, adsorben alami, kesetimbangan, model Langmuir, model Freundlich 
Water Hyacinth Potential in The Pollution Impact Reduction of Coffee Agroindustry Wastewater Elida Novita; Sri Wahyuningsih; Mastuki Andika; Hendra Andiananta Pradana
Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 14 No. 2 (2023): November
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21771/jrtppi.2023.v14.no2.p10-22

Abstract

Coffee processing wastewater originating from the coffee agroindustry has the potential to reduce environmental quality. Water hyacinth is one of the biological agents capable of reducing pollutants in wastewater through a rhizo-filtration mechanism in the phytoremediation process. The pollutant reducing ability of water hyacinth is limited so that the replacement of water hyacinth is one of the alternatives for optimizing the phytoremediation method. The purpose of this research was to compare the replacement time of water hyacinth to the decrease parameters namely turbidity, Biochemicals Oxygen Demand (BOD), Chemicals Oxygen Demand (COD), ammonia, and phosphate in the treatment of coffee processing wastewater using the phytoremediation method. The research stages consisted of water hyacinth acclimatization, determination of hydraulic resistance time, water hyacinth replacement time, and analysis of wastewater pollutant reduction. The density of water hyacinth used is 30 grams / L and the incubation time is 14 days. The results showed that the replacement of water hyacinth had a positive effect on improving the quality of coffee processing wastewater. The most water hyacinth replacement was on the 7th day. The percentage of turbidity parameters, Biochemicals Oxygen Demand (BOD), Chemicals Oxygen Demand (COD), ammonia (NH3-N), and phosphate (PO4-P) in the treatment of coffee processing wastewater with replacement of water hyacinth sequentially is 92.02%; 81.10%; 81.05%; 76.03% and 72.40%.
SWOT Analysis of The Wulan Coffee Agroindustry Based on Geographic Indications Novita, Elida; Savira, Ultania Yisca; Purnomo, Bambang Herry; Pramitasari, Noven; Wahono, Puji; Pradana, Hendra Andiananta; Ismaniar Rahmadaningtyas, Resta Dwi
agriTECH Vol 44, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.59227

Abstract

Wulan Coffee Agroindustry is among the coffee-producing centers in Maesan Sub-district, Tanah Wulan Village. This Sub-district is included in the area to apply for certification by the Geographical Indication Protection Society (GIPS) for Hyang Argopuro Arabica Coffee products. Therefore, this research aimed to formulate a strategic recommendation for developing the Wulan Coffee Agroindustry in dealing with GI certification using the SWOT method. The study included identifying internal and external factors, weighting, and strategy analysis using the SWOT method. The results showed that the total score of the IFAS matrix was 1.178 while the EFAS matrix was 0.070, indicating the IE matrix’s position was in the first quadrant of the aggressive strategy. In quadrant I, an aggressive strategy could maximize the strength possessed by Wulan Coffee Agroindustry to deal with existing threats. The aggressive strategy consisted of implementing and maintaining SOP related to sustainable coffee cultivation and production methods, increasing promotional efforts, and branding of monthly coffee products based on GI. This strategy also included certification efforts for export product development, and improvement of coffee agrotourism clusters comprising several stakeholders such as village, sub-district, and the local government of Bondowoso Regency.
STRATEGI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN INDUSTRI JAWA TIMUR Wibowo, Yuli; Novita, Elida; Nusbantoro, Ariwan Joko
Cakrawala Vol. 10 No. 1: Juni 2016
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v10i1.56

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ruang terbuka hijau pada kawasan industri dan merumuskan strategi dalam mengembangkan ruang terbuka hijau di kawasan industri Provinsi Jawa Timur. Objek penelitian yang dikaji meliputi kawasan industri yang berada di Kabupaten Gresik (KIG), Kabupaten Pasuruan (PIER), dan Kabupaten Sidoarjo (SIEB). Metode analisis ruang terbuka hijau di kawasan industri menggunakan proses digitasi dengan GPS dan survey lapang dengan bantuan citra google earth dan software mapwindow. Metode perumusan strategi menggunakan analisis SWOT yang dilanjutkan dengan metode AHP untuk menentukan prioritas strategi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ruang terbuka hijau di kawasan industri KIG dan PIER telah memenuhi standar kecukupan luasan untuk RTH di industri sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, sementara untuk kawasan industri SIEBkurang memenuhi luasan minimal untuk RTH yang telah dipersyaratkan. Strategi pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan industri pada ketiga kawasan industri yang diamati cenderung memiliki kesamaan, namun berbeda pada penekanan prioritasnya. Strategi tersebut terkait dengan pengendalian tata ruang, pengembangan kawasan greenindustrial park, dan sosialisasi peran ruang terbuka hijau di kawasan industri baik kepada pihak industri dan pengelola kawasan maupun kepada masyarakat.
Life Cycle Assessment Application of Circular Economy in Quail Farms through Utilization of Black Soldier Fly Novita, Elida; Barri, Ahmad Sa’id Khoirul
Jurnal Rekayasa Lingkungan dan Biosistem Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Relibi Vol.3 No.2 2025
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/relibi.v3i2.2324

Abstract

Quail farming plays a role in providing a source of animal protein for the community. However, farmers are often faced with the problem of high ration prices and the difficulty of handling waste. The circular economy model using BSF larvae has the potential to overcome these two problems. The utilization of BSF larvae in a circular economy has the potential as feed and is known as a decomposer of organic waste, including quail farm waste. However, as a process increases, energy consumption will also increase and increase the potential for greenhouse gas (GHG) emissions. Therefore, this study aims to assess the impact of global warming, production energy efficiency, and provide recommendations to produce a more efficient and environmentally friendly production process. One that can be used is the life cycle assessment (LCA) method which refers to the ISO 14040 standard. The LCA method has four stages in its method, namely: defining objectives and scope, inventory analysis, impact assessment, and interpretation followed by improvement. The results showed that through the application of a circular economy with the use of BSF larvae as a waste treatment organism, it was able to reduce GWP. Before the implementation of the circular economy, the GWP produced was 19.60 kg CO2eq. Then after the implementation of the circular economy, the first alternative GWP decreased to 10.78 kg CO2eq and in the second alternative, due to higher energy use, the resulting GWP increased to 31.73 kg CO2eq. Through the implementation of a circular economy, production energy efficiency is considered good, namely the 1st alternative NEV: 284.58 and NER: 1.59. Meanwhile, the second alternative resulted in NEV and NER which were smaller than the 1st alternative, with NEV: 156.90 and NER: 1.19. Whereas before the implementation of the circular economy NEV: -320.64 and NER: 0.12. Recommendations to produce more efficient and environmentally friendly production are: replacing the energy source of the drying process from LPG fuel with solar heat energy as an energy source in the drying process of BSF larvae.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAS SAMPEAN BARU UNTUK BUDIDAYA PISANG CAVENDISH(Musa acuminata L) PT.XYZ DI KABUPATEN BONDOWOSO Novita, Elida; Andriyani, Idah; Soekarno, Siswoyo; Ernanda, Heru; Silvia, Halimatus
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9340

Abstract

Pisang cavendish menjadi jenis pisang yang banyak diminati di pasar internasional, sehingga untuk meningkatkan volume ekspor pisang Indonesia, jenis pisang yang tepat untuk di budidayakan adalah pisang cavendish. PT.XYZ menjadi salah satu perusahaan yang turut membudidayakan pisang cavendish dengan tujuan ekspor, yang terus melakukan perluasan area perkebunan termasuk di wilayah DAS Sampean Baru, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Perluasan dilakukan dengan sistem kemitraan bersama Pemerintah Kabupatern Bondowoso dan kelompok tani. Namun, belum dilakukan penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman pisang cavendish. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan  melakukan evaluasi kesesuaian lahan dan rekomendasi perluasan area penanaman di wilayah DAS Sampean Baru. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan membandingkan kondisi parameter kriteria terkini dengan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman pisang cavendish. Parameter input adalah jenis tanah, tutupan lahan, curah hujan, dan topografi yang dianalisis menggunakan  ArcGis 10.3 melibatkan 7 parameter kriteria kesesuaian lahan tanaman pisang cavendish. Hasil menunjukkan DAS Sampean Baru memiliki 2 kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) sebesar 15.303,99 ha (25,05%) dan S2 (cukup sesuai) 45.789,31 ha (74,95%). Perluasan area budidaya pisang cavendish dapat mengoptimalkan lahan – lahan dengan status S2. Kondisi tersebut memberikan kesimpulan bahwa secara keseluruhan wilayah DAS Sampean Baru sesuai untuk budidaya tanaman pisang cavendishnamun perlu diperhatikan bahwa kondisi kelas S2 memerlukan beberapa upaya penanganan untuk mencegah dampak dari keberadaan faktor pembatas.
PENERAPAN TEKNOLOGI BIOMASS DIGESTER REACTOR DENGAN FEEDBACK CONTROL SYSTEM UNTUK PEMBUATAN BIOGAS DARI KOTORAN SAPI DALAM MEWUJUDKAN SDG’S DESA Amini, Helda Wika; Fachri, Boy Arief; Novita, Elida; Khotimah, Husnul; Zikrillah, M; Abi, Moch Irgi Fadhilal; Budiarti, Lutfia Pradisha; Ismail, Abdul Fatah; Permana, Rafly Surya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28156

Abstract

Abstrak: Desa Tanah Wulan menghadapi masalah penumpukan kotoran sapi yang mencemari lingkungan dan berisiko terhadap kesehatan. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan keterampilan teknis (hardskill) dalam pengoperasian dan pemeliharaan teknologi Biomass Digester Reactor (BDR), serta pemahaman tentang manfaat biogas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat softskill dalam kerja sama pengumpulan dan distribusi kotoran sapi melalui pembentukan kelompok kerja di tingkat RT atau dusun. Kegiatan melibatkan 6 mahasiswa Universitas Jember dan masyarakat setempat, dengan mitra Kelompok Ternak yang berjumlah 20 orang dan Pemerintah Desa yang berjumlah 10 orang. Evaluasi menunjukkan 70% anggota kelompok ternak mampu mengoperasikan reaktor dengan baik, sementara 30% masih kesulitan dalam pemeliharaan. Pemahaman masyarakat terhadap manfaat biogas meningkat sebesar 80%, namun 40% masih kesulitan dalam pengoperasian dan perawatan reaktor. Program ini memberikan manfaat ekonomi, dengan efisiensi energi dan penggunaan pupuk organik, namun memerlukan pelatihan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas reaktor untuk mendukung keberlanjutan.Abstract: Tanah Wulan Village faces the issue of accumulated cow manure that pollutes the environment and poses health risks. The aim of this community service project is to empower the community by enhancing their technical skills (hardskill) in operating and maintaining the Biomass Digester Reactor (BDR) technology, as well as increasing their understanding of the benefits of biogas. Additionally, this project aims to strengthen the community's soft skills in collaborating on the collection and distribution of cow manure through the formation of workgroups at the RT (neighborhood) or dusun (village) level. The activity involves 6 students from the University of Jember and local residents, with the Livestock Group and Village Government as partners. Evaluation shows that 70% of livestock group members can operate the reactor well, while 30% still face challenges in maintenance. The community's understanding of biogas benefits increased by 80%, but 40% still struggle with operation and maintenance. The program provides economic benefits through energy efficiency and organic fertilizer use, but requires ongoing training and reactor capacity improvements for sustainability.
Strategi Pengembangan Agroforestri Kopi Gayo Rendah Karbon Berbasis Perhutanan Sosial Putra, Aditya Handoyo; Fakhruddin; Pramulya, Rahmat; Dahlan; Setiajiati, Fitta; Hartono, Tjahjo Tri; Novita, Elida; Tarmizi; Irwansyah, Putra
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1524-1529

Abstract

Kopi gayo merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor dari Provinsi Aceh yang memiliki reputasi internasional. Namun, pengelolaan kopi saat ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi lahan, perubahan iklim, dan praktik budidaya yang belum ramah lingkungan sehingga perlunya pengelolaan kopi yang berkelanjutan salah satunya yang rendah emisi karbon. Provinsi Aceh memiliki potensi besar mengembangkan agroforestri kopi melalui program perhutanan sosial yang memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan. Pendekatan berbasis sistem sosial-ekologi menjadi kunci untuk memahami keterkaitan antara aspek ekologi (keanekaragaman hayati, penyerapan karbon, konservasi tanah dan air) dan aspek sosial (kesejahteraan petani, kelembagaan lokal, akses pasar, dan budaya kopi) yang kompleks dan dinamis. Melalui penguatan kelembagaan petani, insentif ekonomi hijau, serta dukungan kebijakan, agroforestri kopi dapat menjadi alternatif strategi pembangunan rendah karbon sekaligus meningkatkan daya saing kopi gayo di pasar global. Policy brief ini memberikan analisis kondisi terkini, tantangan sosial-ekologi, serta rekomendasi kebijakan untuk mengoptimalkan perhutanan sosial sebagai instrumen pengembangan agroforestri kopi gayo rendah karbon di Aceh.
Analisis beban pencemaran terhadap distribusi oksigen di Sungai Bedadung Segmen Kecamatan Sumbersari – Kaliwates Kabupaten Jember Afi Dhea Septian; Hendra Andiananta Pradana; Novita, Elida
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.147-157

Abstract

Sungai Bedadung merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Jember. Sepanjang aliran sungai segmen Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Kaliwates ini terdapat aktivitas antropogenik berupa perumahan padat penduduk dan lahan pertanian yang menghasilkan limbah organik maupun an-organik. Kegiatan tersebut yang berhubungan langsung ke sungai berpotensi menambah beban pencemaran. Beban pencemaran yang dihasilkan dapat berpotensi menurunkan kualitas air. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kualitas air dan laju deoksigenasi serta reoksigenasi Sungai Bedadung Segmen Kecamatan Sumbersari-Kaliwates menggunakan metode Streeter-Phelps. Pengambilan data berupa debit air, TSS, DO, BOD, dan COD dengan grab sampling. Hasil perhitungan laju deoksigenasi dan reoksigenasi disintesis dengan metode deskriptif kuantitatif. Nilai TSS dan DO memenuhi baku mutu kelas I akan tetapi nilai BOD dan COD tidak memenuhi baku mutu kelas I. Nilai rata – rata laju deoksigenasi (rD) dan reoksigenasi (rR) secara berurutan sebesar 0,798 mg/L.hari dan 2,753 mg/L.hari. Nilai laju reoksigenasi lebih besar dari pada nilai laju deoksigenasi. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan Sungai Bedadung berjalan dengan baik dalam reduksi bahan organik secara alami. Besar kecilnya rR dan rD dipengaruhi oleh konstanta reoksigenasi, konstanta deoksigenasi, dan profil hidraulik sungai.
Co-Authors . Indarto Abda Abda Abi, Moch Irgi Fadhilal Adi Sutrisno Adi Sutrisno Afi Dhea Septian Afif Amiluddin Afriliana, Asma Agnesa Arunggi Gaumanda Hermawan Amaliya, Risky Amelia Agustin Amelia Ika Puspitasari Andiananta Pradana, Hendra Anis Fathurrohman Arif Faisol Ariwan Joko Nusbantoro Arthanti Yulia Admaja Asma Afriliana At-Ta’anny, Ummu Bagus Suryaningrat, Ida Bambang Herry Purnomo Bambang Herry Purnomo Bambang Mahraenanto Barri, Ahmad Sa’id Khoirul Bawon Rani Yudhika Anwar Bisri, Moch. Imron Mustofa Boy Arief Fachri Budiarti, Lutfia Pradisha Budiyono Budiyono Budiyono Budiyono Charisna Adinda Dahlan Darmansyah, Dedy Deni Agung Idayana Deny Titing Derka, Icha Tatrisya Devi Maulida Rahmah Dewi Fithria Dian Purbasari Dian Purbasari Diana Nurhayati Dimas Ganda Permana Putra Dini Retno Widyaningsih Dwi Andriana Na'imatul Jannah Dwi AndrianaNa’imatul Jannah Dwi Sugiarto, Aditya Ega Daniati Entin Hidayah Erina Rezky A Erliza Noor Ernanda, Heru Erwan Kusnadi Fachry Abda El Rahman Fakhruddin Faojiah, Rahma Septiany Faradella, Maulida Fitta Setiajiati Gigik Nurbaskoro Hartono, Tjahjo Helda Wika Amini Hendra Andiananta Pradana Herry Purnomo Herry Purnomo, Bambang Humayro, Aisyah Husnul Khotimah Ibnu Wijaksena, Ego Ida Bagus Suryaningrat Idah Andriyani Idah Andriyani Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto Indarto indarto indarto Irfan Dwi Satya Irwansyah, Putra Ismail, Abdul Fatah Ismaniar Rahmadaningtyas, Resta Dwi Jannah, Dwi Andriana Na'imatul Kamil, Nur Shodiqotul Katminto, Katminto Khotijah Khotijah Kiki Paradiba Leni Putrianggraini Lestari, Ning Puji Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Suciati M. Syahrul Munir Mubarok M. Yogi Riyantama Isjoni Mardhatillah Arum Annisa Mas Davino Sayaza Mastuki Andika Maulana Ramadhan, Firman Miftahul Nur Huda Minandasari, Fila Adilia Mochammad Imron Awalludin Mochtar Nova Mulyadi Moh Wawan sujarwo Moh. salman A. Hafidz Mohamad Wawan Sujarwo Mohammad Amirudin Mohammad Wahyu Agang Morihiko, Sato Muhammad Luthfi Muhammad Reza Aulia Mukhamad Edrin Irfani N. Nurhayati Nadila, Tiara Dwi Ning Puji Lestari Noven Pramitasari Nur Defitri Herlinda Nur Mahmudi, Kaila Nurfila Sari Sudirman Oktavian, Ziqrul Permana, Rafly Surya Pradana, Hendra Andiananta Pradita Dewi Hidayah Pramulya, Rahmat Purnomo Puspitasari, Amelia Ika Putra, Aditya Handoyo Rahayu Ningtias Rahmadaningtyas, Resta Dwi Ismaniar Rahmat Pramulya Reo Nurdiansyah Ramadhan Rika Dwi Kurniaputeri Rini, Titien Setiyo Rizal Syarief Rizal Syarief Rizki, Khofifah Faulina Rizky Fathonah Imami Rodzika Diah Mauvi Romadona, Zakina RR. Ella Evrita Hestiandari Rubiyo Rubiyo Rufiani Nadzirah Rufiani Nadzirah Rusdianto, Andrew Setiawan Safrizal, Mohammad Rizki Salim, Moh. Bagus Samsul Hadi Sidiq, Ikhwan Santoso, Dwi Satria Priambada Dwija Satria Priambada Dwija Kusuma Savira, Ultania Yisca Sayyidatul Nahda Afifah Sembiring, Rinawati Shofa Tri Fatmawati Silvia, Halimatus Siswoyo Soekarno Siti Nur Aenia Siti Nur Aziza Siti Nur Azizah Soni Sisbudi Harsono Soni Sisbudi Harsono, Soni Sisbudi Sri Mulato Sri Wahyuningsih Subdatul Widad Sudirman, Nurfila Sari Sugianti, Devi Hanurani Sukrisno Widyotomo Syamsiar, Syamsiar Tarmizi Tasliman, Tasliman Tjahjo Hartono Tjahjo Tri Hartono Tri Ayu Werdiningsih Tris Lailatul Hasanah Uswatun Kasanah Wahono, Puji Wahyuni, Etty Yogi Noviyana Yuli Wibowo Yustinus Yustinus Zikrillah, M Ziqrul Oktavian