Claim Missing Document
Check
Articles

Simpanan Karbon Organik Dalam Sedimen Mangrove Terhadap Pasang Surut Di Pulau Bintan Faradian Nurul Hapsari; Lilik Maslukah; I Wayan Eka Dharmawan; Sri Yulina Wulandari
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 1 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i1.39107

Abstract

Ekosistem mangrove memberikan kontribusi terbesar pada kawasan pesisir dalam penyerapan karbon dari atmosfer serta penyimpanan karbon dalam bentuk biomassa ataupun terpendam di dalam sedimen. Variasi simpanan karbon pada sedimen mangrove sangat tergantung dengan struktur komunitas dan karakter oseanografi yaitu pasang surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi nilai simpanan karbon sedimen mangrove di Pulau Bintan serta menganalisis hubungannya dengan karakter pasang surut. Lokasi penelitian memiliki karakter struktur komunitas mangrove yang berbeda, yaitu Desa Lagoi yang didominasi oleh jenis Ceriops tagal, dan Desa Kawal yang didominasi oleh jenis Rhizophora apiculata. Setiap lokasi penelitian dibagi menjadi tiga zona tegak lurus garis pantai berdasarkan parameter dominansi jenis. Parameter yang diukur yaitu ukuran butir sedimen, struktur komunitas mangrove, karbon sedimen dan pasang surut. Data karbon organik dan ukuran butir sedimen menggunakan metode wet sieving dan LOI, sedangkan untuk pasang surut diperoleh dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil penelitian menujukan bahwa simpanan karbon organik sedimen yang lebih besar ditemukan di wilayah yang memiliki ukuran butir yang lebih halus dengan arus dan tenggang waktu menuju surut yang lebih rendah serta rerata ukuran dan tinggi mangrove yang lebih besar. Tenggang waktu menuju surut lebih cepat akan mengakibatkan perputaran sedimen dan serasah cepat sehingga pengendapan sedimen dan serasah berkurang. Simpanan karbon organik sedimen mangrove memiliki perbedaan yang cukup signifikan di Kawal dan Lagoi dengan rerata sebesar 13,90 ton C ha-1 dan 7,64 ton C ha-1. Mangrove ecosystems provide the largest contribution to coastal areas in absorbing carbon from the atmosphere and storing carbon in the form of biomass or buried in sediments. The variation of carbon storage in mangrove sediments is highly dependent on the community structure and the oceanographic character of the tides. The purpose of this study was to analyze variations in the value of carbon storage of mangrove sediments in Bintan Island and to analyze their relationship with tides. The research location has a different character of mangrove community structure, namely Lagoi Village which is dominated by the Ceriops tagal species, and Kawal Village which is dominated by the Rhizophora apiculata species. Each research location is divided into three zones perpendicular to the coastline based on the parameter of species dominance. Parameters measured were sediment grain size, mangrove community structure, sediment carbon and tides. Organic carbon and sediment grain size data using wet sieving and LOI methods, while tides were obtained from the Geospatial Information Agency (BIG). The results showed that larger organic sediment carbon stores were found in areas that had finer grain sizes with lower currents and time periods to tide and larger mean size and height of mangroves. The time to recede faster will result in rapid circulation of sediment and litter so that sediment and litter deposition is reduced. The organic carbon storage of mangrove sediments has a significant difference in Kawal and Lagoi with an average of 13.90 tonnes C ha-1 and 7.64 tonnes C ha-1.
THE CONCENTRATION OF DISSOLVED PHOSPHATE IN WATER MASS AND SEDIMENT STUDY CASE IN SERANG AND MLONGGO RIVER Lilik Maslukah; Sri Yulina Wulandari; Hasana Kushadi Ratnasari
International Journal of Marine and Aquatic Resource Conservation and Co-existence Vol 2, No 1 (2017): IJMARCC
Publisher : International Journal of Marine and Aquatic Resource Conservation and Co-existence

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.003 KB) | DOI: 10.14710/ijmarcc.2.1.p

Abstract

ABSTRACTSerang and Mlonggo Estuaries are located in the Jepara Regency, Central Java. Serang Estuary is located between Kedungmutih and Kedungmalang Village, while Mlonggo Estuary is located between Slagi and Jambu Village. Citizens around Serang and Mlonggo Estuaries dumped the waterwaste, which taken by rivers into the sea, such as household activity, agriculture, fish farming as well as the rest of the processing. The wastewater contains organic material and nutrients such as phosphate and organic carbon. The purpose of this research are find out the value and distribution of total organic carbon and bioavailable phosphate in sediments also orthophosphate in water. This research was conducted on June 18 – 19th 2016. Primary data in this research were total organic carbon (TOC)  andbioavailable phosphate (BAP) from sediments also orthophosphate from water samples. Secondary data of this research were currents velocities, water qualities,  bathymetry map. This research used quantitative method. While purposive method was used to determine the location of sampling. The results of the research showed the average value of TOC in sediments in Serang and Mlonggo Estuaries were 19.018% and 10.086%; BAP were 1.35 µmol/g and 0.33 µmol/g; orthophosphate in water were 0.012 ppm and 0.021 ppm. In both areas, the values of TOC and BAP in sediments also orthophosphate in waters the more the marine areas tended to decrease. Key words: Total Organic Carbon, Bioavailable phosphate, Orthophosphate, Serang Estuary, Mlonggo Estuary
Konsentrasi Klorofil-a dan Keterkaitannya dengan Nutrient N, P di Perairan Jepara : Studi Perbandingan Perairan Muara Sungai Wiso dan Serang Lilik Maslukah; Sri Yulina Wulandari; Indra Budi Prasetyawan
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.4 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1697

Abstract

The existenece of nutrient is highly affected by human activities and causing the amount of chlorophyll-a which is the indicator of water fertility. Muara Wiso is a location located in the urban center of Jepara while Serang estuary is mostly impacted by agriculture activities in the upper area. This study has compared the concentration of chlrorophyll-a and its association with N and P nutrients in the two different environmental conditions in Jepara waters. Nutrient N was determined as a nitrite ion using the sulphanilamide method after it was reduced using a reduction column. P was determined as orthophosphate using ascorbic acid and chlorophyll-a method which were extracted from water sample filtrate, using 90% acetone. The results showed that the mean of N, P concentration of Wiso estuary was 1.3285 ± 0.33 mg N/l, 0.4723 ± 0.27 mg P/l and Serang estuary was 0.0172 ± 0.005 mg N/l, 0.3813 ± 0.21 mg P/l. The N/P ratio of Serang estuary has a higher value than Wiso.This condition caused the chlorophyll-a concentration at Serang estuary is twice higher than at Wiso. The abundance of chlorophyll-a concentration at Serang estuary is more affected by higher nutrient load of N. Keberadaan nutrien sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan dapat menyebabkan tingginya nilai konsentrasi klorofil-a yang merupakan indikator kesuburan perairan. Muara Wiso merupakan lokasi yang terletak di pusat perkotaan Jepara, sedangkan muara Serang lebih mendapatkan pengaruh dari aktivitas pertanian di daerah hulunya. Penelitian ini telah membandingkan konsentrasi klorofil-a dan keterkaitannya dengan nutrient N dan P pada dua kondisi lingkungan yang berbeda di perairan Jepara. Nutrien N ditentukan sebagai ion nitrit menggunakan metode sulphanilamide setelah direduksi menggunakan kolom reduksi. P ditentukan sebagai orthophosphate menggunakan metode asam askorbit dan klorofil-a diekstrak dari filtrate sampel air yang diekstrak menggunakan aseton 90%. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata konsentrasi N, P di muara Wiso 1.3285±0.33 mg N/l, 0.4723±0.27 mg P/l dan di muara Serang 0.0172±0.005 mg N/l, 0.3813±0.21 mg P/l. Rasio N/P muara Serang mempunyai nilai lebih tinggi dibanding Wiso. Kondisi ini menyebabkan konsentrasi klorofil-a muara Serang dua kali lebih tinggi dibanding Wiso. Tingginya klorofil-a di muara Serang lebih dipengaruhi nilai beban nutrient N yang lebih tinggi.  
Sebaran Klorofil-a secara Horizontal di Perairan Muara Sungai Jajar, Demak Anisa Dewi Nugraheni; Muhammad Zainuri; Anindya Wirasatriya; Lilik Maslukah
Buletin Oseanografi Marina Vol 11, No 2 (2022): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v11i2.40004

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk akan mengakibatkan dampak negatif terhadap keseimbangan ekosistem di kawasan perairan yang disebabkan limbah dari aktifitas manusia. Kesuburan perairan dapat ditentukan berdasarkan indikator keberadaan fitoplankton. Fitoplankton mempunyai siklus hidup yang pendek oleh karena itu responnya cepat terhadap perubahan lingkungan. Penentuan keberadaan fitoplankton bisa menggunakan konsentrasi klorofil-a, karena merupakan pigmen yang selalu ditemukan dalam fitoplankton dan merupakan pigmen yang terlibat langsung dalam proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran klorofil-a secara horizontal dan mengetahui kondisi kualitas perairan Muara Sungai Jajar, Demak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penentuan lokasi pada sembilan (9) titik sampling yang ditentukan secara purposive. Parameter penelitian yang diamati meliputi konsentrasi klorofil-a dan kualitas perairan lainnya seperti suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut serta arus. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a di perairan muara Sungai Jajar berkisar antara 1,94–19,6 mg/m3dengan rata – rata 7,69 mg/m3 dan pola pergerakan arus lebih dominan ke arah Barat Daya dengan kecepatan arus sebesar 0,005–0,359 m/det. Persebaran klorofil-a secara horizontal menunjukkan nilainya tinggi pada perairan yang terletak dekat dengan daratan kemudian mengalami penurunan ke arah laut. Penelitian ini memberikan informasi terkait kesuburan dan kondisi kualitas perairan yang dapat memberikan gambaran berkaitan dengan tingkat produktivitas primer perairan muara.  The increase in population will have a negative impact on the balance of the ecosystem in water areas caused by waste generated by human activities. Quality of the water can be determined by the presence of phytoplankton. Phytoplankton has a short life cycle and therefore responds quickly to environmental changes. Determination of the presence of phytoplankton can use chlorophyll-a levels because it is a pigment that is always found in phytoplankton and a pigment that is directly involved in the process of photosynthesis. This study aims to determine the horizontal distribution of chlorophyll-a and to determine the quality conditions in the waters of the Jajar river estuary, Demak. The study used a quantitative method with locations at nine (9) sampling points which were determined purposively. The research parameters observed included the concentration of chlorophyll-a and the other water qualities such as temperature, salinity, pH, dissolved oxygen and currents. The results of the analysis of chlorophyll-a concentration in the waters of the mouth of the Jajar river ranged from 1.94-19.6 mg/m3 with an average of 7.69 mg/m3 with the dominant current movement formula from the Southwest and the current velocity of 0.005–0.359 m/s. The horizontal distribution of chlorophyll-a is a high scores in the water located near by mainland then gradually decreases towards the ocean. This study provides information related to the future and conditions of the waters that can provide an overview of the primary productivity level of estuary
Distribusi Horizontal Klorofil-A dan Material Padatan Tersuspensi di Muara Bodri, Jawa Tengah Alif Maulida Amna; Lilik Maslukah; Sri Yulina Wulandari
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 2 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i2.13949

Abstract

The Bodri Estuary receives mass input of water from land which carries nutrients and suspended matter. This will have an impact on the fertility and quality of the Bodri Estuary. Monitoring the quality of these waters is very important so that the condition of the waters and the level of fertility are known, which are closely related to fishery productivity. The aim of this study was to obtain the concentration and horizontal distribution of chlorophyll-a, total suspended solids (TSS) and its relationship to other environmental parameters, such as salinity, pH, DO, temperature, and transparancy. Sampling was carried out in July 2020. The analysis of chlorophyll-a using the spectrometric and TSS by gravimetric method. Principal component analysis (PCA) in this study was used to see the relationship between chlorophyll-a and TSS on the other environmental parameters. The results showed that the concentration of chlorophyll-a ranged from 1.09 - 15.89 g/L and SPM ranged from 53.2 mg/L - 139 mg/L. The distribution of chlorophyll-a and TSS showed higher in the estuary and slowly decreased towards the sea. The results of the analysis showed that chlorophyll-a and TSS had a very strong positive correlation (r = 0.927, P < 0.001). Salinity and pH are parameters of the aquatic environment that affect its distribution. The negative correlation between TSS and chlorophyll-a on salinity illustrates the influence of the water mass source from the river. This relationship illustrates the important role of river water input on fertility processes in marine areas in supporting potential fishing areas  Muara Bodri menerima masukan massa air dari darat yang membawa nutrien dan material tersuspensi.  Hal ini akan berdampak terhadap kesuburan dan kualitas Muara Bodri. Monitoring kualitas perairan ini sangat penting dilakukan sehingga diketahui terkait kondisi perairan dan tingkat kesuburan, yang sangat berkaitan dengan produktivitas perikanan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konsentrasi dan distribusi horizontal dari klorofil-a, material padatan tersuspensi (MPT) serta hubungannya terhadap parameter lingkungan lain, seperti salinitas, pH, DO, suhu, dan kecerahan. Pengambilan sampel dilakukan pada Juli 2020. Metode analisis klorofil-a dilakukan secara spektrometri dan MPT secara gravimetri. Analisis komponen utama (AKU) dalam penelitian ini digunakan untuk melihat keterkaitan antara klorofil-a dan MPT terhadap parameter lingkungan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a berkisar antara 1,09 - 15,89 µg/L dan MPT berkisar 53,2-139 mg/L. Distribusi klorofil-a dan MPT menunjukkan lebih tinggi di muara dan secara perlahan-lahan mengalami penurunan ke arah laut. Hasil analisis menunjukkan bahwa klorofil-a dan MPT memiliki korelasi positif sangat kuat (r = 0,927, P < 0,001). Korelasi positif ini menggambarkan bahwa kontribusi klorofil-a sangat tinggi terhadap MPT tersebut, sehingga dapat menggambarkan melimpahnya fitoplankton. Salinitas dan pH, merupakan parameter lingkungan perairan yang berpengaruh terhadap distribusinya. Korelasi negatif dari MPT dan klorofil-a terhadap salinitas menggambarkan adanya pengaruh sumber massa air dari sungai. Hal ini menginformasikan peran penting masukan air sungai terhadap proses kesuburan di wilayah laut dalam mendukung daerah tangkapan ikan yang potensial.
Perbedaan Kedalaman dan Ketebalan Lapisan Termoklin pada Variabilitas ENSO, IOD dan Monsun di Perairan Selatan Jawa Firman Ramadhan; Kunarso Kunarso; Anindya Wirasatriya; Lilik Maslukah; Gentur Handoyo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.164 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i2.11392

Abstract

Perairan Selatan Jawa dipengaruhi oleh beberapa fenomena, yaitu sistem monsun, El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), fenomena tersebut mempengaruhi nilai temperatur. Termoklin adalah lapisan yang memiliki gradien temperatur vertikal yang signifikan di kedalaman tertentu, sehingga erat kaitannya dengan nilai temperatur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kedalaman dan ketebalan lapisan termoklin di wilayah pesisir dan laut lepas pada variabilitas ENSO, IOD dan monsun di perairan Selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan data temperatur vertikal harian dari argo float (2016 – 2019) untuk mengetahui distribusi temperatur vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas atas dan batas bawah termoklin terdalam di pesisir terjadi saat IOD(-), yaitu tahun 2016 sebesar 60,17 m, 154,58 m dan tahun 2017 sebesar 62,08 m, 154,17 m, sedangkan saat IOD(+) batas atas dan batas bawah termoklin lebih dangkal, yaitu tahun 2018 sebesar 42,92 m, 136,71 m dan tahun 2019 sebesar 39,25 m, 129,63 m. Hasil untuk laut lepas menunjukkan batas atas dan batas bawah termoklin terdangkal di laut lepas terjadi saat IOD(-), yaitu tahun 2016 sebesar 58,92m, 156,25m dan tahun 2017 sebesar 60m, 152,92m, sedangkan saat IOD (+) batas atas dan batas bawah bertambah dalam, yaitu tahun 2018 sebesar 67,08m, 175,42m dan tahun 2019 sebesar 59m, 172,92m. Hal ini karena IOD(-) di tahun 2016 memiliki nilai indeks DMI sebesar -1 dan di tahun 2019 terjadi IOD(+) dengan nilai indek DMI sebesar 2. Kejadian IOD(-) membuat slope muka air laut di Samudera Hindia bagian Timur khususnya yang lebih dekat dengan pantai menjadi lebih tinggi, sehingga tingginya slope muka air laut membuat batas atas dan batas bawah lapisan termoklin menjadi lebih dalam di pesisir Selatan Jawa Kondisi yang berbeda terjadi di laut lepas dimana slope muka air laut yang lebih rendah daripada di Pesisir menjadikan termoklin lebih dangkal dan ketebalannya lebih tipis., begitu juga sebaliknya pada saat fenomena IOD (+).
Distribusi Spasial Kualitas Perairan di Perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa Nabilah Rizki; Lilik Maslukah; Denny Nugroho Sugianto; Muhammad Zainuri; Aris Ismanto; Anindya Wirasatriya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.273 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8779

Abstract

Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang kaya akan sumberdaya ekosistemnya. Secara sosial-ekonomi masyarakat sangat bergantung pada sumber daya pesisir, sehingga dapat berdampak pada kondisi perairan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kondisi kualitas perairan di perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa yang berkaitan dengan kehidupan ekosistem. Analisisa kualitas perairan dilakukan dengan membandingkan hasil konsentrasi secara spasial dengan baku mutu kualitas perairan Kep.Men. LHK RI No. 5 Tahun 2004. didapatkan bahwa kualitas perairan meliputi konsentrasi suhu sekitar 29-30oC, salinitas 32  - 35 ppm, DO 9 - 11  mg/L, pH 7,6 – 7,95 dan kecerahan 1- 7 meter yang berdasarkan baku mutu perairan laut untuk kehidupan biota dari KEP. MEN. KLH RI No. 5 tahun 2004, perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa sangat baik yang belum melebihi batas baku mutu.  Karimunjawa Islands is one of the conservation areas in Indonesia which is rich in ecosystems. The socio-economy of the community is very dependent on coastal resources, so that it has an impact on water conditions. The research objective is to see the condition of the waters in the waters of the Karimunjawa National Park which are related to the living ecosystem. Analysis of water quality is carried out by monitoring the results of spatial concentration with waters quality standards of Kep. Men. LHK RI No. 5 of 2004. found that water quality includes a temperature concentration of around 29 - 30 ° C, salinity 32 - 35 ppm, DO 9 - 11 mg / L, pH 7.6 - 7.95 and an area of 1-7 meters based on quality standards marine waters for biota from KEP. MEN. KLH RI No. 5 of 2004, Karimunjawa National Park waters area is very good which has not exceeded the quality standard.
Studi Sebaran Ukuran Butir Sedimen Di Muara Sungai Jajar, Demak, Jawa Tengah Devi Yuni Sari Sihombing; Muhammad Zainuri; Lilik Maslukah; Sugeng Widada; Warsito Atmodjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.94 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i1.10665

Abstract

Demak adalah salah satu daerah di Jawa Tengah yang banyak memiliki permasalahan terkait erosi dan perubahan garis pantai. Perpindahan sedimen yang perlahan mengubah kondisi garis pantai merupakan mekanisme transpor sedimen yang dipengaruhi langsung oleh gelombang dan arus. Material sedimen yang terbawa menuju laut mengendap di dasar perairan. Proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus menyebabkan penumpukan substrat sedimen. Wilayah Sungai Jajar merupakan daerah yang mengalami sedimentasi tinggi karena Sungai Jajar merupakan tempat pencampuran air dari persawahan, pertambakan, industri maupun kawasan penduduk. Sungai Jajar juga banyak dilintasi oleh nelayan – nelayan sekitar. Setiap tahun pengangkutan sedimen menuju laut dapat mencapai ribuan meter kubik. Tingkat sedimentasi yang tinggi ini berpotensi membawa pasokan sedimen masuk ke perairan Sungai Jajar sehingga dapat menyebabkan pendangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran ukuran butir sedimen di perairan Sungai Jajar Demak. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2020 pada 9 titik stasiun dengan metode purposive sampling. Analisis sebaran ukuran butir sedimen di Demak pada bulan Agustus 2020 memiliki persebaran yang dominan silt dengan 79,99 % silt ; 5,99 % clay dan 16,05 % sand. Persebaran sedimen dasar menunjukan adanya hubungan faktor oseanografi yaitu arus dan pasang surut untuk menentukan pergerakan dan jenis sedimen yang ada di perairan.
Sebaran Spasial dan Temporal Klorofil-a di Perairan Teluk Semarang Arya Muhammad; Jarot Marwoto; Kunarso Kunarso; Lilik Maslukah; Sri Yulina Wulandari
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.591 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.11588

Abstract

Teluk Semarang merupakan teluk terbesar di pantai utara Jawa Tengah dan tercatat terdapat 29 aliran sungai bermuara ke teluk ini. Banyak aktivitas manusia seperti industri, pemukiman dan pelabuhan yang bermuara di teluk ini. Aktvitas yang berlangsung di Teluk Semarang berpotensi mencemari perairan dan mengakibatkan perubahan terhadap faktor fisika dan kimia perairan. Hal tersebut berdampak langsung pada kelimpahan dan distribusi klorofil-a. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sebaran konsentrasi klorofil-a secara Spasial dan Temporal di perairan Teluk Semarang dan mengkaji keterkaitan-nya dengan parameter lainya. Citra yang digunakan untuk analisa Klorofil-a  adalah citra Aqua MODIS beresolusi 4 km dan data pelengkap yaitu yaitu kecepatan dan arah angin, SPL, salinitas, curah hujan dan TSS. Penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Grafis. Hasil pengolahan citra menujukan bahwa Nilai rerata bulanan Klorofil-a di perairan Teluk Semarang berkisar antara 1,85-4,27 mg/m3, Daerah dengan Klorofil-a tinggi umum nya berada pada sisi selatan Teluk Semarang. Klorofil-a memiliki korelasi bivariate yang kuat dan berbanding lurus dengan TSS (0,743), secara kuat berbanding lurus terhadap kecepatan angin (0,456), curah hujan (0,506) dan secara kuat berbanding terbalik dengan suhu (-0,665).
Studi Analisa Pasang Surut, Distribusi Air Tanah Payau dan Sedimen Serta Pengaruhnya Terhadap Pola Sebaran Mangrove Di Kepulauan Karimunjawa Fajar Hudoyo; Sugeng Widada; Lilik Maslukah; Baskoro Rochaddi; Anindya Wirasatriya; Novi Susetyo Adi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.869 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i4.12916

Abstract

Karimunjawa merupakan salah satu pulau yang berada di sebelah utara Kota Jepara. Keberadaan mangrove di daerah ini menjadi daya tarik tersendiri dan dijadikan distinasi wisata berupa tracking mangrove di area Taman Nasional Karimunjawa. Sebagian mangrove di area ini memiliki keunikan yaitu bentuknya yang kerdil dibandingkan dengan mangrove di daerah lainnya yang diduga terkait dengan kondisi sedimen dan air tanahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pasang surut, distribusi air tanah payau, dan sedimen dasar terhadap pola sebaran mangrove. Data yang diambil adalah  sampel sedimen untuk mengetahui jenis sedimen dan kandungan C organik, salinitas, dan pasang surut. Sedangkan untuk mengetahui kondisi lapisan sedimennya digunakan metode geolitrik resistivity. Tipe pasang surut Karimunjawa yaitu campuran condong harian tunggal, distibusi air tanahnya berasal dari resapan air hujan dan daratan yang lebih tinggi yang mengalir pada sedimen dengan ketebalan sampai 9 meter dari permukaan tanah. Kandungan C organik pada tracking mangrove bervariasi antara 4 – 39 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran mangrove yang jauh dari laut memiliki diameter yang lebih kecil antara 4 - 6 cm dan tinggi batang yang lebih tinggi antara 4 - 6 m. Hal ini dikarenakan pengaruh pasang surut, distribusi air tanah, dan lapisan sedimen dibawahnya. Jenis mangrove ke arah daratan memiliki kerapatan dan tutupan kanopi yang lebih tinggi daripada jenis mangrove yang dekat dengan laut, sehingga mempengaruhi perbedaan nilai C organik dimana pada daerah dekat laut nilainya lebih kecil antara 4-9 % dan di dekat daratan lebih besar antara 10 – 39 %. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adiprabowo, Samuel Radityo Aditya Gandhi Pratama Aditya Gandhi Pratama Adzkia Pincta Milenia Afidyah Vicky Antari Afriza Aziz Agus Trianto Ahmad Romdhoni Fauzan Karil Akbar, Luis Figo Sagita Desario Alfi Satriadi Ali Ridlo Alif Maulida Amna Amaliana Yuniarti Amalya, Afroh Ameylia Ayu Puspitasari Andhita, Laviola Reycha Fitri Andita Agung Anggraeni, Nimas Ratri Kirana Anindito Leksono Anindya Wirasatriya Anisa Dewi Nugraheni Anisa Oktaviani Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Annisa Afifah Nugroho Arif Mustofa Aris Ismanto Arya Muhammad Aryani Yasrida Asri Wahyuningsih Attaqwa, Rizal Aulia Akbar Aulia Septine Herlintang Azis Rifai Aziz Rifai Azizah T.N., Ria Baskoro Rochaddi Baskoro, Ferdian Agung Bella Shabrina Christina Megawati Dany Hertanti Putri Denny Nugroho Sugianto Desyandri Desyandri Devi Yuni Sari Sihombing Didi Adisaputro Dierrisska, Pudja Handjanny Nastitie Dina Apriany Tarigan Diyah Putri Ambarwati Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Dwi Nur Hanifah Elis Indrayanti Endang Supriyantini Ervia Yudiati Fajar Hudoyo Faradian Nurul Hapsari Fauziyah Febrina Yolanda Fernandito Suryo Hutomo Firman Ramadhan Fitri Agustriani Fitroh, Indah Syahiddah Fransiska Krisna Wahyu Nanda Pratiwi Ganis T.K, Ganis Gentur Handoyo Gunady, Stephanie Michelle Hadi Endrawati Hariyadi Hariyadi Hasana Kushadi Ratnasari Hastuti Hastuti Herlintang, Aulia Septine Heru Nur Krisna Heryoso Setiyono Hidayat, Ryan Akhmal I Made Rifaldy Puja Utama I Wayan Eka Dharmawan Ika Putri Hindaryani Indra Budi Prasetyawan Indra Budi Prasetyawan Irene Ulsadriatny Irsyad Abdi Pratama Ita Riniatsih Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Kevifa Satria Widjaya Kharis Setiawan Krisna, Heru Nur Kunarso Kunarso Kurnia Kurnia M Husni Maulana Mangkoewijoto, Dipa Yudhayana Maulana Al Faridzie Mohamad Alimudin Habibi Muh Yusuf Muh Yusuf Muh Yusuf Muh. Yusuf Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Mumtaz, Fathiyah Muslim Muslim Muslim Muslim Muthia, Naura Shobihatul Nabilah Rizki Nata, Muhammad Azizi Dirgantara Buana Natalia Jelita Tarigan Noor Syafaat Damardjati Novi Susetyo Adi Nugroho Agus D Nur Cahyo, Dede Muhamad Nur, Syukria Illyana Nurindahsari Niken Larasati Nurul Hickmah Octavianna, Pramesthi Dwi Petrus Subardjo Prastiwi, Fatiha Hening Pratama Andika Rondi Purwanto Purwanto Putri, Khoirunnisa Azzahra Raharjo, Mada Resy Sekar Sari Retno Hartati Ridarto, Arij Kemala Yasmin Rikha Widiaratih Rizky Aditya Rizqi Ayu Farihah, Rizqi Ayu Rudhi Pribadi Sabila, Anis Yasmin Sadewo, M. Firouz Dimas Safira Dwijayanti Hastari, Safira Dwijayanti Sarjito - Sarjito . Shafira, Alief Wahyu Siddhi Saputro Simangunsong, Felix Gok Asi Simatupang, Ariel Oscar Paskario Siti Hamidah Siti Jubaedah Sri Redjeki Sri Sedjati Sri Yuliana Wulandari Sri Yulina Sri Yulina Wulandari Sri Yulina Wulandari Stephanus Budiono Sugeng Widada Suwignyo, Tyo Talitha Rahma Damayanti Tarigan, Natalia Jelita Teuku Fauzan Zul Aufar Thesyandra Mira Anissabela Rigitta Tri Mita Restu Utami Trianne, Sarah Triyanti Nurhidayah Ulung Jantama Wisha Ulung Jantama Wisha Ulung Jantama Wisha Utama, I Made Rifaldy Puja Valentine Kumbara Paramitha, Valentine Kumbara Warsito Atmodjo Widiaratih, Rikha Widodo Setiyo Pranowo Widyani, Afidhah Puspita Wike Ayu Eka Putri Yaya Ihya Ulumuddin Yulianto Suteja Yundari, Yundari Yustina Wulan Millenia Zaenab Listiarani Putri