Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan Media Video Interaktif Berbantuan Papan Pintar Kain Flanel Pada Materi Kosakata Untuk Siswa Sekolah Dasar Krisidyawanti, Krisidyawanti; Chrisyarani, Denna Delawanti; Setiawan, Dwi Agus; Sulistyo, Teguh
Paidea : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/paidea.v4i1.2413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan, kelayakan, dan kepraktisan media video interaktif berbantuan papinkaf untuk materi kosa kata bagi siswa kelas 2 SD Negeri di Kabupaten Malang. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, dengan subjek uji coba terdiri dari guru dan siswa kelas 2. Instrumen penelitian mencakup angket, observasi, dan wawancara, sementara teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk media ini dinyatakan layak, dengan validasi ahli media mencapai 90,9%, ahli materi 95,8%, dan ahli bahasa 90,6%, yang semuanya masuk dalam kategori sangat layak. Media ini juga dinyatakan praktis, dengan penilaian dari guru sebesar 89,9% dan siswa 90,3%, menunjukkan bahwa media ini efektif digunakan dalam pembelajaran kosa kata. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi bahwa penggunaan media video interaktif berbantuan papinkaf dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Hasil penelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam terkait dampak jangka panjang penggunaan media interaktif dalam pendidikan.
Teknik Ventriloquist dengan Boneka Tangan untuk Meningkatkan Literasi Baca Siswa Sekolah Dasar Marchella, Seftyasih; Setiawan, Dwi Agus; Chrisyarani, Denna Delawanti; Rahutami, Rahutami
Paidea : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/paidea.v4i1.2415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana seni berbicara melalui teknik ventriloquist dengan menggunakan media hand puppet show (boneka tangan) dapat mempengaruhi minat baca siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan teknik ventriloquist terhadap peningkatan pemahaman dan imajinasi siswa terhadap cerita serta konten bacaan, serta bagaimana teknik ini dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan ekspresi siswa dalam konteks literasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti frekuensi membaca di luar sekolah, ketersediaan buku di rumah, preferensi terhadap genre buku tertentu, serta dukungan dari orang tua dan teman sebaya, berperan penting dalam meningkatkan minat baca siswa. Penggunaan teknik ventriloquist dengan boneka tangan menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menarik, memperkenalkan cerita dan tokoh-tokoh dalam buku dengan cara yang kreatif, sehingga dapat meningkatkan minat baca, keterampilan berbicara, keterampilan sosial, dan memperkaya pengalaman belajar siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Sebagai Pengenalan Simbol Sila-Sila Pancasila di Sekolah Dasar Ananda, Natasya Ferorika; Chrisyarani, Denna Delawanti; Setiawan, Dwi Agus; Ghozali, Syukur
Educare : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/educare.v4i1.2410

Abstract

Riset ini didasari oleh minimnya pemanfaatan materi pembelajaran. yang mendukung proses pembelajaran di mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi yang terdapa pada bab 7 yaitu yang bertema asal usul. Riset ini berupaya guna memajukan serta menciptakan hasil e-modul berbasis whole language yang valid, praktis dan efektif. Metode penelitian dalam penelitian ini merupakan (RnD) tipe langkah peningkatan ADDIE. Subjek uji coba riset ini ialah dosen ahli materi, ahli bahasa, ahli bahan ajar, guru dan siswa kelas IV SDN Tempurejo 01. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Temuan validasi para ahli dipaparkan sangat bagus digunakan berdasarkan uji kelayakan yang diperoleh dari ahli materi 88%, ahli bahasa 96%, serta ahli media 96%. Hasil angket dari respon pengajar memperoleh 93% serta angket murid mendapatkan 91% . Hasil angket keefektifan e-modul memperoleh 90% dengan kategori “Sangat efektif” karena dengan bahan ajar ini dapat menumbuhkan minat dan memotivasi siswa pada saat pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, e-modul berbasis whole language bahasa Indonesia ini dapat dikategorikan valid, mudah, serta efektif dimanfaatkan guna bahan pengajaran pendamping pada proses belajar.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pembentukan Budaya Multiliterasi Siswa Sekolah Dasar Anggreani, Nita; Chrisyarani, Denna Delawanti; Setiawan, Dwi Agus; Susanti, Romia Hari; Indawati, Ninik
Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/mindset.v4i1.2407

Abstract

Profil pelajar Pancasila merupakan hal penting dalam pembentukan multiliterasi siswa. Tujuan dari penelitian ini aladah untuk menganalisis impelemnetasi profil pelajar pencasila dalam pembentukan budaya multiliterasi siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian di SDN Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mulai dari pembelajaran intrakulikuler, aktivitas kokulikuler serta ekstrakulikuler yang berpusat ke Pembangunan karakter serta keahlian yang ditumbuhkan pada keseharian dan dimunculkan pda pribadi. Implemantasi kegiatan profil pelajar Pancasila dalam budaya multiliterasi sesuai dengan: bertakwa kepada tuhan YME, beriman, mandiri, bernalar kritis, berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebineka global, Komunikasi dan Pemahaman yang tinggi serta kalaborasi. Bentuk kegiatan tersebut yaitu (1) pembelajaran agama dan keyakinan sesuai agama yang dianut masing-masing siswa, (2) melaksanakan kewajiban upacara bendera, (3) mendapatkan hak Pendidikan yang sama, (4) melaksanakan kontrak belajar, (5) memberikan tugas-tugas mandiri sebagai kewajiban, (6) kegiatan Kerjasama diskusi kelompok di kelas, (7) kegiatan adiwiyata dengan seluruh warga sekolah, (8) kewirausahaan, (9) mengikuti ekstrakulikuler untuk melestarikan budaya lokal
IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH KELAS V B DI SDN BANDUNGREJOSARI 3 MALANG DENGAN PENDEKATAN STUDI KASUS Agustina, Yesica Ira; Setiawan, Dwi Agus; Delawanti, Denna
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 7 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v7i12.6730

Abstract

Perubahan kurikulum saat ini membawa pengaruh bagi dunia pendidikan yaitu terciptanya suatu gerakan baru dengan adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi sekolah adalah usaha yang dilakukan untuk menjadikan organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat dan pelibatan public. Permasalahan yang terjadi di SDN Bandungrejosari 3 Malang yaitu rendahnya minat baca peserta didik, ketiga tahapan literasi yang kurang maksimal, peserta didik harus diingatkan untuk melaksanakan kegiatan literasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program Gerakan Literasi (GLS) di SDN Bandungrejoasi 3 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitiannya menggunakan studi kasus dengan instrument penelitian berupa lembar observasi, wawancara, dan lembar dokumentasi. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, peserta didik kelas V B, dan pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Bandungrejosari 3 Malang sudah menerapkan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berdasarkan kebijakan pemerintah dan kebijakan sekolah. Program GLS memiliki tiga tahapan yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Adapun program GLS yang berjalan di SDN Bandungrejosari 3 Malang yaitu kunjungan perpustakaan, pembelajaran di luar kelas, menghias mading, dan penataan pojok baca.
Pembuatan Marwash: Pemanfaatan Ekstrak Buah Markisa Sebagai Bahan Dasar Sabun Cuci Tangan Chrisyarani, Denna Delawanti; Ain, Nurul; Sesanti, Nyamik Rahayu; Yulianti, Yulianti; Gutama, Andika; Setiawan, Dwi Agus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v4i2.2566

Abstract

Permasalah yang muncul adalah terdapat beberapa pohon markisa yang tiap kali berbuah dibiarkan begitu saja hingga jatuh ke tanah dan membusuk sehingga menambah sampah organik di sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan dari ekstrak buah markisa yang disebut marwash. Metode yang digunkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Scientist-Practitioner methode. Peserta yang mengikuti dalam kegiatan sosialisasi pembuatan sabun cuci tangan “Marwash” ini adalah peserta didik SD Negeri Sawojajar 5 dengan jumlah 27 peserta didik. Peserta didik, guru sangat antusias dan semangat dalam kegiatan sosialisasi maupun workshop pembuatan marwash. Hasil yang diperoleh adalah peserta didik maupun guru menggunakan sabun cuci tangan hasil praktik yang sudah mereka laksanakan. Peserta didik memiliki kesadaran akan kebersihan tangan mereka dengan rajin mencuci tangan saat diperlukan. Mereka juga sudah memiliki kepedulian untuk mengurangi sampah organik di sekolah dengan memanfaatkan buah markisa yang terbuang dan berkeinginan membuat sabun cuci tangan dari buah markisa. Peserta didik juga telah memiliki peningkatan dalam menciptakan produk yang bernilai.
Penanaman Nilai-Nilai Karakter Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Program Gerakan Literasi Sekolah Pada Siswa Sekolah Dasar Setiawan, Dwi Agus; Bala, Raymundus; Delawanti, Denna; Ghozali, Sjukur
Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/didactica.v4i1.2761

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai karakter P5 pancasila pada program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendidikan karakter adalah suatu system penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kecerdasan atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Kenyataannya saat ini banyak terjadi degradasi moral di kalangan siswa sekolah dasar, karena saat ini seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak siswa yang enggan membaca buku. pembelajaran literasi adalah kegiatan dengan pembiasaan membaca dimana bacaan tersebut bisa diambil makna atau nilai-nilai karakter yang dapat diimplementasikan dengan nyata. Oleh karena itu, pada sekolah pentingnya diterapkan program GLS pada pendidikan untuk membentuk karakter bagi peserta didik sejak dini terutama pada sekolah dasar. P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila. GLS dan P5 saling berkaitan, keduanya berhubungan dengan penumbuhan budi pekerti dan pendidikan karakter peserta didik. Penanaman nilai karakter P5 dapat ditanamkan melalui tahapan program GLS yaitu tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran.
Pelatihan dan Pemanfaatan Media Handycraft Untuk Meningkatkan Literasi Berbahasa Bagi Siswa Sekolah Dasar Chrisyarani, Denna Delawanti; Setiawan, Dwi Agus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v2i2.1352

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam berbicara, melalui pemanfaatan media berbahan dasar handicraf harapannya sisiwa menjadi semkain aktif dan sisiwa menjadi semakin mudah memahami berbagai macam teks, Melalui pelatihan pembuatan media berbahan dasar dari Handycrafts adalah karya buatan tangan dengan nilai seni. Handycrafts bukan sekedar membuat souvenir, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran dan bisa menggunakan bahan bekas. Kegiatan membuat media pembelajaran berbasis literasi ini dapat merangsang kreativitas anak agar mau membaca dan memnafaatkan produk dari limbah bekas plastik yang bernilai guna dan memiliki nilai jual secara ekonomi dan sebagai media edukasi anak dalam belajar berbicara. Dan melalui media handicraf dalam meningkatkan literasi berbahasa siswa Handicraft dapat diaplikasikan untuk membantu kegiatan bercerita, melalui buku cerita bergambar. Buku bergambar salah satu bentuk media yang dapat mengeksploarasi kemampuan siswa dalam literasi. Melalui buku cerita seperti dapat melihat semua gambar sekaligus, sementara teksnya terlihat sedikit dan melalui media ini anak termotivasi dan minatnya semkain meningkat dan literasi berbahasa anak dapat di tingkatkan melalui membaca cerita bergambar.
Optimalisasi Teknologi Pembelajaran Dan Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Pada Guru Sekolah Dasar Kumala, Farida Nur; Yasa, Arnelia Dwi; Yulianti, Yulianti; Setiawan, Dwi Agus
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v3i1.1562

Abstract

Saat ini pelaksanaan kurikulum merdeka masih banyak guru yang belum memahami dengan baik konsep kurikulum merdeka dan masih minimnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dibutuhkan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pelatihan yang terbagi dalam beberapa kegiatan diataranya perencanaan, sosialisasi kepada mitra, pelaksanaan, pendampingan dan evaluasi. Mitra kegiatan ini adalah guru Sekolah Dasar pada gugus 4 Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Poncokusumo Malang sebanyak 40 orang. Pelatihan dilakukan secara bertahap terdiri dari lima materi utama diantaranya materi implementasi kurikullum merdeka dalam pembelajaran di Sekolah Dasar, strategi dan model pembelajaran pada kurikulum merdeka, evaluasi berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS), perangkat pembelajaran pada kurikulum merdeka dan optimalisasi penggunaan teknologi pembelajaran di era abad 21. Hasil kegaitan diketahui bahwa terjadi peningkatan kemampuan guru dalam memahami dan mengimplementasikan kurikulum merdeka dalam pembelajaran pada sekolah dasar serta peningkatan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
Optimalisasi Potensi Lokal: Pelatihan Inovatif Pemanfaatan Daun Kelor bagi Komunitas Sekolah dan Masyarakat di SDN Bandungrejosari 02 Malang Setiawan, Dwi Agus; Dwiyasa, Arnelia; Chrisyarani, Denna Delawanti; Kumala, Farida Nur; Nita, Cicilia Ika Rahayu; Rahayu, Sri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3408

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk: (1) memperkenalkan manfaat kesehatan dan ekologis daun kelor, (2) memberikan pelatihan praktis pengolahan daun kelor menjadi berbagai produk bernilai tambah, dan (3) mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Tahap sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan mengenai kandungan gizi dan manfaat daun kelor bagi kesehatan serta lingkungan. Selanjutnya, peserta diberikan pelatihan praktis tentang cara mengolah daun kelor menjadi produk seperti teh herbal, bubuk kelor untuk fortifikasi makanan, serta pupuk organik cair. Selain itu, dilakukan juga demonstrasi pembuatan produk eco-green seperti sabun dan pestisida alami dari ekstrak daun kelor. Tahap pendampingan meliputi praktik mandiri oleh peserta dengan pemantauan tim pelaksana untuk memastikan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Sebanyak 85% peserta mampu mengaplikasikan teknik pengolahan daun kelor secara mandiri menjadi prodak olahan skincare alami, dan 90% menyatakan minat untuk mengembangkan produk lebih lanjut menjadi olahan pupuk organik. Program ini juga mendorong kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan tanaman lokal.