Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Nilai Tambah Produk Olahan Manggis Di Kelompok Wanita Tani Sri Lestari Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Nur Fajriyah; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.878 KB) | DOI: 10.37729/jrap.v4i2.111

Abstract

The purpose of this study 1) the process of making mangosteen peel tea, pure mangosteen peel powder, instant mangosteen peel powder, mangosteen peel powder capsules, and mangosteen fruit juice in Somongari village, Kaligesing district, Purworejo district, 2) the magnitude of the added value of processed mangosteen skin powder into mangosteen skin powder mangosteen, mangosteen peel capsules, pure mangosteen peel powder, instant mangosteen peel powder and mangosteen juice in the Sri Lestari Farmer Women's Group Somongari Village Kaligesing District Purworejo District. The research method used was a case study, data were analyzed using descriptive analysis. A sample of 5 people consisted of key informants and ordinary informants. Value-added analysis using the Hayami Method. The results showed that the process: 1) Mangosteen skin tea is fresh mangosteen then split (take the skin), washed, chopped, dried, sorted and finally packaged (packaged), 2) Mangosteen skin capsules are fresh mangosteen (take soft skin), washed, dried, grinded, sifted, put the powder into capsules and finally packaged, 3) Mangosteen skin pure powder that is fresh mangosteen split (take soft skin), washed, dried, ground, sifted, sifted and packaged (packaged), 4) Instant skin powder mangosteen, namely fresh mangosteen (take soft skin), washed, dried, ground, sifted, cooked powder with added brown sugar and water to form crystals and finally packing (packing), 5) Mangosteen juice namely mangosteen freshly washed, split take meat fruit and separate seeds, boiling (cocktail) then blender and boil back to the last packing. The added value of mangosteen skin tea is IDR 32,177.03, mangosteen skin capsule is IDR 315,190.96, pure mangosteen skin powder is IDR 64,598.85, instant mangosteen skin powder is IDR 72,484.21 and mangosteen juice is IDR 37,926.81.
Pelaksanaan Pola Kemitraan Pada Usaha Ternak Ayam Broiler Di Peternakan Septa Agung Nugraha I Desa Loano Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Uswatun Hasanah; Isna Windani; Istiko Agus Wicaksono
Jurnal Riset Agribisnis dan Peternakan Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.705 KB)

Abstract

This study aims to determine the partnership pattern in the broiler chicken farm carried out by the Septa Agung Nugraha I farm and determine the feasibility of its business. The research method used is a case study. The research location is in Loano village, Loano district, Purworejo district. The results showed that the partnership pattern in the broiler chicken farming carried out by the Septa Agung Nugraha I farm was a plasma core pattern in which PT Maju Pasti Jaya Saliman Yogyakarta acted as a core company and Septa Agung Nugraha I's farm as a plasma farmer. The core company provides livestock production facilities in the form of DOC, animal feed, OVK, while the plasma breeders provide pens, equipment and labor. The broiler chicken farm, a partnership pattern between PT MPJ Saliman Yogyakarta and Septa Agung Nugraha I farm, deserves to be damaged because the R / C ratio> 1, π / C ratio> prevailing bank interest, labor productivity> the prevailing wage rate, NR> value land rent per production period.
Pengembangan Produsen Pangan Olahan Berbahan Susu Sapi di Purworejo Uswatun Hasanah; Roisu Eny Mudawaroch
Surya Abdimas Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v1i1.303

Abstract

Pangan olahan berbahan susu sapi merupakan olahan pangan yang berpotensi baik untuk berkembang. Susu yang digunakan adalah susu pilihan dan kualitasnya terjaga. Kontinyuitas bahan baku yang tersedia secara terus menerus, dan hubungan kerjasama yang baik dengan peternakan Kapencar, membuat usaha ini mampu bertahan sampai sekarang. Kualitas produk yang dihasilkan sangat baik, dimana pengolahannya tanpa menggunakan bahan tambahan, bahan kimia dan bahan pengawet. Produk yang dihasilkan merupakan produk yang dapat dikonsumsi semua kalangan umur maupun lapisan masyarakat dengan harga terjangkau. Produsen pangan berbahan susu masih sangatjarang di Purworejo, meskipun Purworejo sebagai sentra kambing etawa, tetapi produksinya masih rendah, belum mampu mencukupi kebutuhan cempe, harga jualnya mahal dan tidak semua orang suka. Berkat Susu merupakan salah satu agen susu dan pengolah susu di Purworejo. Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan, pelatihan, pembinaan dan pendampingan guna peningkatan penguasaan IPTEKS pembuatan diversifikasi olahan pangan berbahan susu, pengemasan olahan susu, labelisasi dan pemasaran serta pembukuan
Faktor-faktor yang Mempegaruhi Produksi Tempe di Desa Purbowangi Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen Anisa Dewi Safitri; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui proses pembuatan tempe di desa Purbowangi kecamatan Buayan kabupaten Kebumen. (2) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan, kelayakan produksi tempe, dan analisis sensitivitas di desa Purbowangi kecamatan Buayan kabupaten Kebumen. (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tempe di desa Purbowangi kecamatan Buayan kabupaten Kebumen. Sampel penelitian pengrajin tempe berjumlah 65 pengrajin yang ditentukan dengan rumus Yamane dengan presisi 10%. Pengambilan sampel daerah menggunakan purposive sampling dengan mempertimbangkan desa tersebut memiliki industri tempe terbanyak. Teknik pengambilan sampel industri menggunakan proportional random sampling. Metode analisis fungsi produksi Cobb Douglas, analisis biaya, analisis kelayakan dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian diketahui bahwa ada 6 tahapan proses produksi tempe yaitu pebersihan, perebusan, perendaman, pemecahan, penirisan dan inokulasi, pembungkusan dan inkubasi. Biaya rata-rata produksi tempe sebesar Rp. 16.765.849/bulan, penerimaan sebesar Rp. 20.267.720/bulan, pendapatan sebesar Rp. 5.610.910/bulam, dan keuntungan sebesar Rp. 4.676.612/bulan. Usaha tempe di desa Purbowangi layak diusahakan dengan nilai R/C sebesar 1,35 dan nilai p/C sebesar 35/bulan. Analisis sensitivitas dihitung Berdasarkan BEP harga jual produk. Harga saat BEP sebesar Rp. 1.044 dan jika terjadi penurunan harga melebihi 17,25% industtri tempe akan mengalami kerugian. Berdasrkan uji F dipengaruhi secara bersama-sama oleh modal, kedelai, ragi, TKDK, lama usaha dan jenis kemasan. Sedangkan Berdasarkan uji T dari 6 variabel terdapat 2 variabel yang tidak berpengaruh yaitu ragi dan TKDK, sedangkan 4 variabel berpengaruh yaitu modal, kedelai, lama usaha dan jenis kemasan. Kata Kunci: faktor produksi, tempe, kelayakan, sensitivitas
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Petani Karet di Desa Guruh Baru Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi Eko Prasetyo; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Biaya penerimaan, pendapatan dan keuntungan petani karet di desa Guruh Baru, kecamatan Mandiangin, kabupaten Sarolangun, 2) Mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja petani karet di desa Guruh Baru, kecamatan Mandiangin, kabupaten Sarolangun 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja petani karet. Sampel penelitian berjumlah 84 petani yang ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Yamane, pengambilan sampel di desa Guruh Baru dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan mempertimbangkan alasan sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usaha dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya biaya rata – ratayang dikeluarkan oleh kegiatan usaha tani desa Guruh Baru kecamatan Mandiangin kabupaten Sarolangun adalah sebesar 350.132,46 dengan rata – rata penerimaan sebesar Rp.787.442, pendapatan sebesar Rp. 437.309,54, sehingga ,keuntungan yang didapatkan oleh petani karet desa Guruh Baru kecamatan Mandiangin kabupaten Sarolangun sebesar Rp. 437.289,54. Tingkat produktivitas tenaga kerja usaha tani karet desa guruh baru kecamatan Mandiangin kabupaten Sarolangun adalah tinggi. Faktor faktor yang berpengaruh secara signifikan mempengaruhi tingkat produktivitas tenaga kerja yaitu upah, jumlah pohon, harga jual, pengalaman kerja dan lateks, sedamgkan factor yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah umur, bibit, curahan waktu kerja dan jumlah anggota keluarga yang ikut bekerja. Kata kunci: analisis usaha, karet, produktivitas, tenaga kerja
Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga Pada Usaha Industri Emping Melinjo dalam Peningkatan Pendapatan Keluarga (Studi Kasus di Desa Gondanglegi Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen) Agil Wahyu Gestian; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui tahapan proses produksi emping melinjo di desa Gondanglegi kecamatan Ambal kabupaten Kebumen. 2). Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan dari usaha industri rumah tangga emping melinjo di desa Gondanglegi kecamatan Ambal kabupaten Kebumen. 3). Mengetahui sumber pendapatan keluarga pengrajin emping melinjo desa Gondanglegi kecamatan Ambal kabupaten Kebumen. 4). Mengetahui kontribusi pendapatan ibu rumah tangga pada usaha industri emping melinjo di desa Gondanglegi kecamatan Ambal kabupaten Kebumen dalam peningkatan pendapatan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil adalah Ibu Rumah Tangga pengrajin dan pemilik usaha industri emping melinjo di desa Gondanglegi kecamatan Ambal kabupaten Kebumen berjumlah 83. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan proses produksi emping melinjo dimulai dari biji melinjo klatak, penyangraian biji melinjo, pengupasan kulit keras biji melinjo, pemipihan melinjo, pengeringan (penjemuran) dan pembungkusan. Rata-rata biaya produksi dalam satu bulan sebesar Rp 3.477.368, rata-rata pendapatan sebesar Rp 1.941.249, dan keuntungan sebesar Rp 1.075.554. Jumlah pendapatan keluarga pengrajin emping melinjo dalam satu bulan sebesar Rp 3.758.651 pendapatan tersebut berasal dari pendapatan suami pengrajin yang berbeda-beda profesi yaitu sebagai petani, karyawan swasta, dan pedagang sebesar Rp 1.817.402, dan pendapatan ibu rumah tangga dari usaha emping melinjo sebesar Rp 1.941.249. Kontribusi pendapatan ibu rumah tangga pada industri emping melinjo dalam peningkatan pendapatan keluarga pengrajin emping melinjo desa Gondanglegi kecamatan Ambal kabupaten Kebumen adalah 51,64%. Kata Kunci: Emping Melinjo, Industri Rumah Tangga, Kontribusi
Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Kedungmulyo Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo Ayu Rachmawati Ridwan; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Karakteristik sosial ekonomi petani jagung. 2) Biaya, produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani jagung. 3) Pengaruh biaya benih, biaya pupuk urea, biaya tenaga kerja dalam keluarga, harga jagung dan jumlah produksi jagung terhadap pendapatan usahatani jagung. Sampel penelitian berjumlah 55 petani, pengambilan sampel di Desa Kedungmulyo dilakukan secara sengaja (purposive) dengan mempertimbangkan sesuai tujuan penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan semua anggota populasi dijadikan sampel (sampel jenuh). Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabulasi data karateristik, biaya, produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan, kelayakan usahatani dan faktor-fakor yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani. Hasil analisis diketahui bahwa petani jagung di desa Kedungmulyo kecamatan Butuh kabupaten Purworejo, rata-rata umur petani antara 46-55 tahun termasuk dalam usia produktif, rata-rata tingkat pendidikan setara jenjang SMP, pengalaman bertani rata-rata 16-20 tahun, luas lahan rata-rata 1.100-2.000 m², jumlah anggota keluarga rata-rata 3-4 orang, dengan status kepemilikan lahan sebagian besar lahan milik sendiri dan pekerjaan utama adalah petani. Rata-rata biaya total yang dikeluarkan dalam usahatani jagung sebesar Rp. 2.278.823,43/MT, rata-rata penerimaan sebesar Rp. 3.649.958,55/MT, rata-rata pendapatan sebesar Rp. 2.442.809,92/MT, rata-rata keuntungan sebesar Rp. 1.371.135,12/MT. Nilai R/C Ratio sebesar 1,6 yang berarti usahatani jagung di Desa Kedungmulyo layak untuk diusahakan. Faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani jagung secara individual yaitu biaya pupuk urea, biaya tenaga kerja dalam keluarga (TKDK), harga jagung dan jumlah produksi jagung sedangkan yang tidak berpengaruh secara individu yaitu biaya benih. Kata Kunci: Pendapatan, Usahatani, Jagung, Fungsi Produksi Cobb-Douglas
Analisis Penjualan Bibit Tanaman CV Agro Karya Mandiri di Desa Kemiri Lor Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo Dipo Supatmo; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui harga jual bibit tanaman yang dijual CV Agro Karya Mandiri Kemiri Lor Kabupaten Purworejo; 2) Mengetahui daerah penjualan bibit tanaman CV Agro Karya Mandiri Kemiri Lor Kabupaten Purworejo; dan 3) Mengetahui volume penjualan bibit tanaman di CV Agro Karya Mandiri desa Kemiri Lor Kabupaten Purworejo. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian purposive sampling dengan pertimbangan CV Agro Karya Mandiri memproduksi bibit yang sudah bersertifikat. Komoditas yang ditelitil adalah bibit kopi, cengkeh, pala, jambu dan alpukat. Responden yang diteliti yaitu informan kunci dan informan biasa. Informan kunci yang dijadikan Sampel yaitu pemilik CV. Sedangkan informan biasa adalah manager penjualan dan manajer produksi, dan karyawan pengirman barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi fluktuasi harga jual bibit tanaman di CV Agro Karya Mandiri. Harga jual bibit yang relatif stabil adalah harga bibit cengkeh. Harga jual bibit jambu biji, alpukat dan pala pada tahun 2021 mengalami kenaikan karena adanya permintaan yang meningkat. Kata kunci: analisis penjualan, bibit, hortikultura
Manajemen Persediaan Bahan Baku Tiwul Instan di Industri Rumah Tangga Oemah Tiwul Cahaya Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen Esti Rahmaningsih; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis sistem manajemen persediaan bahan baku tiwul pada IRT Oemah Tiwul Cahaya. 2) Menganalisis jumlah pemesanan bahan baku yang ekonomis (Economic Order Quantity) di IRT Oemah Tiwul Cahaya. 3) Mengetahui lamanya waktu untuk melakukan pemesanan kembali (Reorder Point) bahan baku di IRT Oemah Tiwul Cahaya. 4) Menganalisis total biaya persediaan bahan baku (Total Inventory Cost) di IRT Oemah Tiwul Cahaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian pada IRT Oemah Tiwul Cahaya di Desa Tanggulangin kabupaten Kebumen. Teknik Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Sampel yang diambil adalah informan kunci yaitu owner, dan karyawan pada Oemah Tiwul Cahaya sebanyak 4 orang dan informan biasa yaitu supplier singkong sebanyak 4 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kuantitas pemesanan menurut perhitungan industri sebesar 165 kg sekali pesan, menurut metode EOQ sebesar 850 kg. Frekuensi pemesanan singkong menurut industri sebanyak 107 kali dan menurut metode EOQ sebanyak 21 kali. Total inventory Cost (TIC) menurut perhitungan industri sebesar Rp. 56.175.853 dan menurut metode EOQ sebesar Rp. 21.036.108 selama 1 tahun, terdapat selisis biaya sebesar Rp 35.139.745 dalam 1 tahun. Kata Kunci: Tiwul Instan, Bahan Baku, Economical Order Quantity
Strategi Pengembangan Usaha Jamur Crispy di Industri Rumah Tangga Rita Jamur Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo Melanisa Udarani Pratiwi; Istiko Agus Wicaksono; Uswatun Hasanah
Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan usaha jamur crispy di Rita Jamur Purwodadi, 2) mengetahui faktor eksternal yang menjadi peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha jamur crispy di Rita Jamur Purwodadi, 3) mengetahui alternatif strategi pengembangan usaha jamur crispy di Rita Jamur Purwodadi, 4) mengetahui prioritas strategi dalam pengembangan usaha jamur crispy di Rita Jamur Purwodadi. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian yang bersifat kualitatif, yaitu untuk memahami kondisi suatu konteks dengan pendiskripsian secara rinci mengenai apa yang terjadi di lapangan. Pengambilan sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah Industri Rumah Tangga Rita Jamur, sampel yang diambil 3 informan kunci dan 2 informan pendukung. Hasil perumusan prioritas strategi yang bisa diterapkan dalam Industri Rumah Tangga Rita Jamur yaitu : 1) memperluas teknologi informasi untuk pemesanan secara online melalui sosial media, 2) menjalin kerjasama dengan pemasok bahan baku, 3) menambah variasi kemasan yang lebih banyak untuk konsumen. Kata Kunci: jamur crispy, strategi SWOT
Co-Authors - - Mamad - - Meiliandani - - Mukhsin - - Muthoharoh - - Turyono - - Zulfanita Aan Purwadi Abiyanto Prabowo Adi - Setiyono Adi Muhtashor Agil Wahyu Gestian Agus Budi Santoso Ainur Rizki Kurniawati Aji Akbar Setiawan Amanah Fitriyah Andri Danix Setiyadi Anggi Prasetyo Anggita - Yunatie Anisa Dewi Safitri Anita Sari Anna Prasasti Annisa Nur Septiani Arifah Anjarwati Arifah Anjarwati Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Arta Kusumaningrum Ayu Rachmawati Ridwan Azis Tri Haryanto Aziz Firmansah Budi Setiawan Desi Damayanti Dian - Setiawati Diana Leni Lia W Didik Widiyantono Dipo Supatmo Dwi Nurdianawati Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Panuntun Utami Dyah Setyorini Edi Purwanto Eko Prasetyo Ela Rosita Ariana Elinaningsih Elinaningsih Elly Eka Wijayanti Eni Estiyanti Eni Istiyanti Eni Istiyanti Esti Rahmaningsih Eva Noviani Fajar Rulianto Fajar Tri Lestari Fiatnasari Fiatnasari Friska - Widiasti friska widiasti Gunawan - Wibisono Imam - Muklis Imas Patimah Imron Aziz Irin Rahmadi Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isna Windani Isnaeni Noviana Dewi Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Istiko Agus Wicaksono Kikik Siti Awaliyah Lyla Shafiya Anindita Meilania Wisma Puspita Melanisa Udarani Pratiwi Miftahul - Farid Muhamad Fiqih Irfanto Muhammad Soleh Mukhamad Johan Aris Murni Setiya Utami Nenden Setia Astri Dewanti Nur Fajriyah Nur Hidayah Prada Ratno Putro Purwahyudi Purwahyudi Putri Kartika Widiyaningsih Ragil Prasetyo Kurniawan Ratna Vitasari Reki Aris Nurahman Ricky - Bisri Ridha Wulan Lestari Roisu Eny Mudawaroch Sigit - Irawan Siti Muslimatun Siti Rochimah Siti Rochimah Slamet Saeful Solikun Solikun Surya Aji Wibowo Susi Ernawati Syaiful Anam Tri Santoso Tri Subekti Tri Warni Triyana Purnayudha Ulfah Adiningsih Umi Nur Kholifah Vica Tri Ariyani Wahyu Setiarini Whida Silvi Liana Wibawanti, Jeki Mediantari Wahyu Witono Witono Wiwit Riyantina Yulinda Yulinda Zulfanita Zulfanita