Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : FIKkeS

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GARAM BERYODIUM DENGAN KETERSEDIAAN GARAM BERYODIUM PADA TINGKAT RUMAH TANGGA DI DESA KRAJAN KECAMATAN TEMBARAK KABUPATEN TEMANGGUNG Ali Rosidi
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.2 KB)

Abstract

Masih ditemukannya mutu dan konsumsi garam beryodium yang masih rendah dimasyarakat. Hal ini disebabkan distribusi garam beryodium yang belum merata, belum seluruh garam yang beredar di masyarakat mengandung cukup yodium, perbedaan harga garam beryodiumyang cenderung lebih mahal dua sampai tiga kali serta kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingya mengkonsumsi garam beryodium. Kurangnya pengetahuan menyebabkan salah konsep tentang kebutuhan garam beryodium dan mutu garam beryodium. Bertambahnyapengetahuan mengenai garam beryodium, maka seseorang mempunyai kemampuan untuk menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang garam beryodium dengan ketersediaan garam beryodium pada tingkat rumah tangga di Desa Krajan Kecamatan Tembarak Kabupaten TemanggungJenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan disign cross sectional / belah lintang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Systematic random sampling Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu rumah tangga di Desa Krajan KecamatanTembarak Kabupaten Temanggung sebagian besar kategori sedang dan baik. Hasil uji garam ditemukan 62,5 '/, kadar yodiumnya kurang dari 30 ppm dan 37,5 % kadar yodiumnya 30 ppm atau lebih. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang garam beryodium dengan ketersediaan garam beryodium pada rumah tanggaKata kunci :kadar yodium, tingkat pengetahuan, ketersediaan garam beryodium
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK DI SMP NEGERI 1 BLADO KABUPATEN BATANG Edy Setiyawan; Ns. Siti Aisah; Ali Rosidi
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.91 KB)

Abstract

Perilaku merokok yang semakin marak di kalangan siswa sekolah, dimungkinkan dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap terhadap rokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap siswa perokok dan bukan perokok di SMP Negeri 1 Blado Batang. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif komparasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa perokok dan bukan perokok kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Blado Kabupaten Batang dengan jumlah 208 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionatestratified random sampling dengan jumlah 141 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai P 0,000 pada pengetahuan dan didapatkan nilai P 0,000 pada sikap, sehingga dinyatakan terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap perokok dan bukan perokok. Siswa perokok ternyata juga memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap bahaya merokok. Oleh karena itu penyuluhan bahaya merokok dimungkinkan kurang efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok. Disarankan kepada kepala sekolah membuat kebijakan dengan memberikan sanksi tegas bagi seluruh siswa sekolah yang merokok di sekolah.Kata kunci : Pengetahuan, sikap, perokok