Penggunaan aplikasi Instagram adalah salah satu contoh bagaimana pengguna dapat memanfaatkan media sosial untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Instagram adalah alat yang memudahkan orang untuk terhubung berbagi gambar serta video, tak terkecuali para dai di Indonesia. Mereka berdakwah menggunakan media sosial, termasuk seorang ustaz bernama Hanan Attaki. Setiap dai menggunakan pendekatan linguistik tertentu untuk mengkomunikasikan dakwahnya. Bahasa yang digunakan untuk mengkomunikasikan pesan dakwah dalam sebuah video adalah contoh yang dipakai ustaz Hanan Attaki. Tiga kualitas yang harus ada dalam gaya bahasa yang baik yaitu kejujuran, kesopanan, dan menarik. Penelitian ini mengenai gaya bahasa dakwah pada akun Instagram Ustaz Hanan Attaki. Kerangka teori penelitian ini adalah teori gaya bahasa Gorys Keraf, metode penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan, dan postingan Instagram dari akun Hanan Attaki masing-masing berdurasi sekitar satu menit digunakan sebagai sumber data penelitian. Kajian pustaka dan pencatatan digunakan dalam prosedur pengumpulan data penelitian, sedangkan reduksi data, penyajian data, analisis kontekstual dan penyimpulan data digunakan dalam strategi analisis data. Menurut temuan penelitian, berbagai gaya bahasa yang digunakan dan bisa dibilang bervariasi, termasuk gaya bahasa pilihan kata formal dan informal. Gaya bahasa berpusat pada klimaks, antiklimaks, antitesis, paralelisme, dan pengulangan kalimat atau repetisi. Gaya bahasa berdasarkan pada jenis tidak langsung makna retoris jenis polisindenton dan epitet Sedangkan gaya bahasa berdasarkan nada ditemukan nada menengah, sedang, mulia dan bertenaga.