Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MENULIS LAPORAN KEGIATAN PADA SISWA KELAS VIII SMP DI KECAMATAN LURAGUNG KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2013 – 2014 Vismaia Damaianti; Dede Endang Mascita; - Warsa
Jurnal Tuturan Vol 4, No 1 (2015): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.263 KB) | DOI: 10.33603/jt.v4i1.845

Abstract

Pembelajaran menulis laporan dapat dilaksanakan di kelas dengan model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran berbasis masalah menghendaki proses pembelajaran yang berorientasi pada aktivitas siswa sehingga potensi yang ada dalam diri siswa dapat berkembang. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah alternatif yang dapat dipilih dan dilaksanakan untuk keberhasilan proses pembelajaran menulis laporan pada siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran perencanaan proses pembelajaran menulis laporan kegiatan dengan model pembelajaran berbasis masalah, mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis laporan kegiatan dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah, serta mengetahui peningkatan hasil belajar kemampuan menulis laporan siswa melalui penggunaan model pembelajaran berbasis masalah.Obyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan yang berjumlah 96 siswa, terdiri dari kelas kontrol sebanyak 48 siswa dan kelas eksperimen sebanyak 48 siswa.Data penelitian berupa rencana pembelajaran menulis laporan kegiatan, aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis laporan, dan hasil kemampuan menulis laporan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan angket. Instrumen yang digunakan berupa pedoman observasi, angket, dan tes.Dengan penelitian ini diperoleh hasil bahwa prosedur pembuatan perencanaan pembelajaran dalam mengaktifkan siswa harus jelas dan memberikan pengembangan keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotor. Terdapat aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran menulis laporan kegiatan setelah penggunaan model pembelajaran berbasis masalah. Kemampuan siswa kelas eksperimen mengalami kenaikan dari skor pretes 60,33 ke nilai nilai rata-rata postes sebesar 70,21 (kelas VIII C SMP Negeri 2 Luragung) . Rata-rata pretes kelas eksperimen diperoleh sebesar 61,96 dan postes diperoleh rata-rata sebesar 76,29 (kelas VIII.5 SMP Negeri 1 Luragung). Adapun KKM yang ditentukan adalah sebesar 65.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis laporan kegiatan siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan. Oleh karena itu, setiap guru disarankan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah supaya pembelajaran tidak membosankan dan dapat memotivasi siswa untuk belajar.
PENGEMBANGAN BUKU NONTEKS PELAJARAN CERITA RAKYAT CIREBON SEBAGAI SUPLEMEN BAHAN BACAAN KEGIATAN LITERASI DI SMA/SMK Syaeful Aprianto; Dede Endang Mascita; Iyay Robia Khaerudin
Jurnal Tuturan Vol 10, No 1 (2021): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jt.v10i1.5226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku nonteks pelajaran cerita rakyat sebagai suplemen bahan bacaan kegiatan literasi di SMA/SMK. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa bentuk cetak sesuai kriteria pengembangan produk buku nonteks pelajaran. Fokus penelitian yakni pada nilai-nilai kehidupan dalam cerita rakyat Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D) yang merujuk pada langkah-langkah penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni transkripsi, lembar validasi, dan angket penilaian serta profil kesan siswa. Hasil dari penelitian yaitu berupa produk pengembangan buku nonteks pelajaran Nilai-nilai kehidupan dalam cerita rakyat Cirebon. Buku nonteks pelajaran tersebut dapat digunakan untuk mempelajari pengertian, jenis-jenis, struktur, kaidah kebahasaan, nilai-nilai kehidupan dalam cerita rakyat. Buku nonteks pelajaran yang telah dirancang selanjutnya terlebih dahulu melalui tahap validasi oleh ahli materi dan media sebelum diimplementasikan. Produk pengembangan buku nonteks pelajaran cerita rakyat sebagai suplemen kegiatan literasi dinyatakan layak untuk diujicobakan, hal tersebut terbukti melalui hasil validasi yang memeroleh skor rata-rata dari ahli materi dengan perolehan nilai 88,4 % (sangat layak) dan ahli media dengan perolehan nilai 94,1 % (sangat layak). Tahap implementasi pada siswa kelas X SMK Muhammadiyah Kedawung memeroleh rata-rata penilian siswa yakni 82,3 % (cukup baik), hal tersebut diperkuat oleh angket kesan siswa mengenai buku nonteks yang memeroleh hasil bahwa buku nonteks memiliki manfaat yakni 1) Memberikan pemahaman mengenai struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita rakyat, 2) Memberikan hiburan bagi siswa, 3) Memberikan stimulus terhadap minat baca siswa, dan 4) Menambah pengetahuan sejarah dan kebudayaan, dan 5) Menjadi sarana penumbuhan budi pekerti melalaui nilai-nilai positif yang bisa dijadikan teladan kehidupan. Dari hasil yang diperoleh menunjukan bahwa Pengembangan Buku Nonteks Pelajaran Cerita Rakyat Cirebon sebagai Suplemen Bahan Bacaan Kegiatan Literasi di SMA/SMK sangat baik digunakan siswa.
PENERAPAN STRATEGI DRA (DIRECTED READING ACTIVITY) BERBASIS BUDAYA DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SD KELAS IV DI KECAMATAN SUMBERJAYA Dede Endang Mascita; Nunu Sanusi
Jurnal Tuturan Vol 3, No 1 (2014): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.011 KB) | DOI: 10.33603/jt.v3i1.811

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV dalam Kurikulum Tahun 2013 Kompetensi Dasar pada setiap semesternya dikembangkan dari Kompetensi Inti. Sedangkan pengembangan Kompetensi Inti mengacu pada Struktur Kurikulum. Kompetensi Inti merupakan kompetensi yang mengikat berbagai Kompetensi Dasar ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus dimiliki peserta didik untuk setiap kelas melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan pembelajaran siswa aktif. Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas. Kemendiknas (2013 : 4 - 5)Pembelajaran membaca pemahaman yang dilakukan di kelas IV sekolah dasar t mengunakan sebuah Strategi DRA (Directed Reading Activity) Berbasis  Budaya dengan Media Grafis. Merupakan salah satu alternatif  yang dapat dipilih dan digunakan guru bahasa Indonesia  agar siswa lebih termotivasi dan bergairah dalam kegiatan pembelajaran membaca pemahaman.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran  tentang proses membaca pemahaman dengan menerapkan Strategi DRA (Directed Reading Activity) Berbasis  Budaya dengan Media Grafis. Mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa membaca pemahaman serta mengetahui pengaruh Strategi DRA (Directed Reading Activity) Berbasis  Budaya dengan Media Grafis.Data penelitina berupa : a) rencana pembelajaran membaca pemahaman, b) aktivitas guru dan siswa, c) hasil kemampuan pembelajaran membaca pemahaman siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara prates, postes, observasi, wawancara dan angket sederhana. Menggunakan instrumen tes, observasi, wawancara, dan angket.Hasil penelitian tersebut dapat penulis simpulkan bahwa Penerapan Strategi DRA (Directed Reading Activity) Berbasis  Budaya dengan Media Grafis dalam Membaca Pemahaman efektif digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman Siswa SD Kelas IV.
PENGAJARAN APRESIASI SASTRA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMAHAMAN ARGUMEN TOULMIN Dede Endang Mascita
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.01 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1099

Abstract

Belajar sastra disekolah tidak hanya bersifat afektif, tetapi juga  memberi ruang untuk belajar secara kognitif. Pembelajaran sastra  tidak hanya diarahkan pada perkembangan emosional pembaca (baca: siswa), tetapi juga pada perkembangan kognisinya. Mereka dilatih mengembangkan daya nalarnya pada saat mengkritisi pertalian peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lainnya. Pembelajaran seperti ini akan mengubah paradigma belajar sastra yang selama ini dianggap sebagai pembelajaran yang hanya untuk hiburan semata. Mitos pembelajaran kecerdasan hanya dimiliki oleh pelajaran yang bersifat eksakta harus segera ditinggalkan.  Oleh karena itu, melalui tulisan ini, penulis uraikan pembelajaran sastra dengan menggunakan model argumen Toulmin.
PENGEMBANGAN PENILAIAN KOGNITIF BERORIENTASI HOTS DAN PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK Adnannudin Adnannudin; Suherli Kusmana; Dede Endang Mascita
Jurnal Tuturan Vol 9, No 1 (2020): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.817 KB) | DOI: 10.33603/jt.v9i1.3635

Abstract

Penelitian Ini bertujuan untuk memvalidasi soal-soal yang sudah ada, sebagai ciri-ciri proses pengembangan penilaian kognitif berorientasi pada soal HOTS dan pemanfaatannya dalam pembelajaran bahasa indonesia di SMK. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian (R&D). Ini adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk. berdasarkan analisis validasi dari kasus-kasus tertentu. Sampel data sebanyak 407 soal sebagai sumber dipilih secara kriteria dan proporsional (proportional random sampling kriteria). Data dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berikut hasil data soal mata pelajaran Bahasa Indonesia dari 9 SMK Kabupaten Subang, penulis akan menghitung rerata soal tersebut. (1) Dengan rerata jumlah soal 52, (2) rerata jumlah soal LOTS 24, (3) mempunyai presentasi rerata soal LOTS 45%, (4) jumlah soal HOTS rerata 27 dan (5) presentasi rerata HOTS 53%. dengan respon siswa dan guru sangat baik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS TERHADAP KEMAMPUAN APRESIASI PUISI DI KELAS VII SMP NEGERI 2 INDRAMAYU TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Dede Endang Mascita; Iyay Robia Khoerudin; Johar Maknun
Jurnal Tuturan Vol 4, No 1 (2015): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.455 KB) | DOI: 10.33603/jt.v4i1.842

Abstract

This study focused on teaching model cycle capability poetry appreciation. This study aimed to describe the process of learning by using learning model cycle. Describe the activity of students in the learning cycle to learning poetry appreciation by applying the 5 stages: (a) generating interest (enggament), (b) exploration ( Exploration), (c) an explanation (explanation), (d) elaboration (elaboration), and evaluation (evaluation), and determine the effect on the ability of learning model cycle appreciation of poetry.Based on the results of this study concluded 1) The process of learning poetry appreciation by applying the learning model cycle can improve student learning outcomes. 2) Activity of students in learning poetry appreciation by using the model of the cycle of learning can help students actively learn independently in groups , solve the problem of learning. Applying learning model cycle can assist students in learning menningkatkan understanding. 3) learning model cycle affect the ability of appreciation of poetry and effective against the appreciation of poetry. Applying learning model cycle is expected to help teachers and students to improve the quality of teaching so that learning objectives can be achieved the expected goals.The data in this study of student understanding of the appreciation of poetry that includes elements that build the poem with assessment criteria include a general overview of the contents of understanding aspects of poetry, pemhaman tone, understanding feeling / sense, image understanding, understanding the style of language, understanding the message, understanding the content of the poem in life.To test the hypothesis based on the assumption that different test results obtained from the initial ability appreciation of poetry and learning achievement as indicated by the value of pretest and post-test that includes testing the experimental classes and control classes.Based on the analysis there are differences in pretest and post-test results of the experimental class, which is the result of the analysis, sig ( 2 - tailed ) < 0.05, then Ho is rejected and Hi which is the research hypothesis is accepted that effective learning model cycle of the ability of appreciation of poetry.Applying learning model cycle is expected to help teachers and students to improve the quality of teaching so that learning objectives can be achieved.
Penerapan Model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan Media Foto Jurnalistik dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita Rofia Suciati; Dede Endang Mascita; Tri Pujiatna
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): VOLUME 4 NUMBER 1 MARCH 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.589 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i1.923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui aktivitas siswa saat pembelajaran menulis teks berita, (2) profil hasil siswa menulis teks berita, dan (3) efektivitas model pembelajaran Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik yang diterapkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2018. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII H sebagai kelas eksperimen dan VIII J sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 29 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai tes hasil pembelajaran menulis teks berita berbentuk 1 butir soal isian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis. Penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif. Hal tersebut terbukti dari hasil uji t bahwa thitung = 4,817 dengan derajat keberhasilan (df)(n1=n2-2)=56, diperoleh ttabel = 2,00 dengan α = 0,05. Oleh karena itu thitung 4,817 > ttabel 2,00 dan diperoleh nilai Sig.2-tailed 0,000 < 0,05, sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji Independent Sample T-Tes dapat disimpulkan bahwa penerapan model Berpikir, Berbicara, dan Menulis dengan media foto jurnalistik dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiwangi efektif.
INTERNALISASI NILAI KARAKTER MELALUI BAHAN AJAR TEKS CERPEN BEORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER Dede Endang Mascita
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v10i2.4742

Abstract

Bahan ajar teks cerpen yang berorientasi pendidikan karakter mempersyaratkan adanya materi dan contoh serta kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan informasi dan dapat ditanamkan pada siswa untuk penguatan karakter yang diharapkan dalam kurikulum.  Penelitian ini bertujuan untuk mendesain bahan ajar teks cerpen yang dapat menginternalisasi nilai karakter kepada diri siswa. Internalisasi nilai karakter adalah upaya penanaman nilai-nilai karakter  kepada para siswa yang meliputi nilai agama, nilai budaya, nilai moral, dan nilai sosial. Bahan ajar teks cerpen untuk siswa SMA ini dirancang dengan karakteristik ulasan materi, pemilihan materi, kegiatan pembelajaran, dan latihan-latihan yang ada dalam buku semuanya berorientasi pada pendidikan karakter misalnya karakter keingintahuan untuk memperoleh pngetahuan, jujur, bekerja sama, dan tanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model 4 D (Define, Design, Develop, Disseminate). Hasil validasi dari aspek penyajian, bahasa, dan seni grafika serta hasil implementasi bahan ajar teks cerpen memperoleh nilai rata-rata 87.75%. Angka tersebut ada pada interval 85 % -100%  yang menunjukkan kriteria sangat valid.  Hal tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar teks cerpen sudah valid dan layak untuk digunakan di sekolah.  Kata kunci : bahan ajar teks cerpen, nilai karkater, internalisasi nilai
Pembinaan Tata Bahasa Indonesia Pada Administrasi Surat-Menyurat Dan Ruang Publik Tri Pujiatna; Dede Endang Mascita; Yusida Gloriani
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.369 KB) | DOI: 10.33474/jipemas.v2i2.2851

Abstract

The language of use, mostly Indonesian, in the general public (lay on the subject of Indonesian grammar) is not optimal. This happens because the rules of Indonesian language are not yet good and effective. These discrepancies are often found in all fields, such as public spaces and administrative institutions (correspondence). This needs to be understood. Therefore, efforts are needed to improve it. One way of coaching and socializing about the use of Indonesian. Efforts to foster and develop Indonesian language, both in their position as national languages and languages, need to be increased, before the global era and free trade era as it is today. This replaces the position and function of the Indonesian language to become more stable so that the Indonesian language can become a means of modern communication and be able to place itself parallel with other modern languages in the world. Through the Tri Dharma program of Higher Education, Community Service, the fostering and dissemination of Indonesian language aims to provide insight and understanding of the use of Indonesian language that is good and right. In addition, a language development and assistance program is provided by the Language Board of the Ministry of Education and Culture. This needs to be done so that people can prioritize the use of Indonesian
Students attitudes and behaviors in collaborative writing: A case in an Indonesian secondary school Enur Nuraeni Rimayah; Abdul Rozak; Dede Endang Mascita
Research And Innovation In Language Learning (RILL) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Djati Cirebon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/rill.v4i1.4515

Abstract

This study is aimed at describing secondary school students attitudes and behaviors in collaboratively writing short story. Collaborative writing is used to identify indicators of collaborative activities. Designing a case study, one class of private secondary school that joined writing class participated in this study. Classroom observation and interview were employed to gather the data. The findings suggest that collaborative writing is conducted in five ways: active participation, productive collaboration, flexible and compromised works, good writing management, and respectful works. This research has implication in classroom writing to be promoted in the secondary school in Indonesia