Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTRUKSIVISME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Asri Asri; Mustamin Mustamin; Muh Syilfa Nooviar; Selvia Deviv; Nur Syamsinar Munir; Muthi Syahidah Arifuddin; Nur Fahmi Akhmad; Amelia Firdhausya Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22127

Abstract

Abstrak: Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan individu serta menjadi fondasi kemajuan bangsa. Tantangan yang dihadapi oleh SMA Negeri 11 Maros adalah keterlibatan dan motivasi siswa yang rendah, yang berdampak pada hasil belajar mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, dibutuhkan solusi inovatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran konstruktivisme guna meningkatkan hasil belajar siswa. Melalui sosialisasi kepada 40 orang guru dan penerapan dalam proses pembelajaran, evaluasi dilakukan dengan memperhatikan tingkat keterlibatan siswa, peningkatan motivasi belajar, dan pemahaman konsep. Implementasi model konstruktivisme telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan pemahaman konsep, mencerminkan efektivitas model tersebut dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan hasil belajar siswa dengan peningkatan sebesar 65%. Hasil tersebut didapatkan dengan menerapkan sistem evaluasi post-test, hal ini dilakukan agar diperoleh pemahaman yang lebih baik tentang sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan mengukur efektivitas strategi pembelajaran yang telah diimplementasikan. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas model dalam memotivasi siswa dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Selain memberikan solusi konkret, keberhasilan ini juga membuka jalan bagi penyebarluasan model konstruktivisme ke berbagai institusi pendidikan.Abstract: Education plays a crucial role in shaping the character and intelligence of individuals as well as serving as the foundation for the progress of a nation. The challenge faced by SMA Negeri 11 Maros is the low engagement and motivation of students, which impacts their learning outcomes. To address this issue, innovative solutions are needed. This community service activity aims to implement the constructivist learning model to improve student learning outcomes. Through the socialization to 40 teachers and implementation in the learning process, evaluation is conducted by considering the level of student engagement, improvement in learning motivation, and understanding of concepts. The implementation of the constructivist model has resulted in a significant increase in student engagement, learning motivation, and understanding of concepts, reflecting the effectiveness of the model in enhancing the quality of learning and student learning outcomes by 65%. These results were obtained by implementing a post-test evaluation system, which was done to gain a better understanding of the extent to which students have achieved the set learning goals and to measure the effectiveness of the implemented teaching strategies. This success confirms the effectiveness of the model in motivating students and making a significant contribution to improving the quality of education. In addition to providing concrete solutions, this success also paves the way for the dissemination of the constructivist model to various educational institutions.
The Impact of Learning Skills on Academic Achievement and Learning Outcomes in High School Asri; Asniwati; Irwan
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jlls.v7i1.68104

Abstract

In obtaining student achievements and learning outcomes, students must have good skills and abilities. However, the fact is that many students still have low achievement and learning outcomes. This is urgent to research because there is a difference between theoretical expectations and reality to analyze learning skills and academic achievement within groups and to analyze differences in learning skills between male students and female students. The method in this research is quantitative by testing ANOVA. The subjects were 180 high school students. Data collection technique is using a learning skills instrument that contains two parts. The first section contains the demographics of the respondents. The second part also contains questions regarding learning skills. Instruments are assessed on a critical scale of 1 to 5 by distributing instruments using Google. A data analysis technique is using SPSS Version 25.0. Data analysis was analyzed using the Pearson correlation test to measure the relationship between learning skills and academic achievement. The results and findings show that the exam results show that there are no significant differences in learning skills among fourth-level students of different genders. ANOVA test results show that there are differences in learning skills among students in achieving academic achievement. The Pearson correlation test shows that there is a positive relationship between learning proficiency and academic achievement. The conclusion is that in obtaining achievements and learning outcomes, individual student learning skills and good academic performance are still needed.
PEMBANGUNAN EKONOMI KREATIF BERBASIS INLKUSIF Reynilda Reynilda; Azlan Azhari; Maryadi Maryadi; Muhammad Idris; Asri Asri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23364

Abstract

Abstrak: Pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif bertujuan mengatasi tantangan sosial dan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi kultural yang melimpah. Meski demikian, pelaku usaha di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, masih menghadapi kendala dalam keunggulan bersaing produk dan manajemen usaha. Pengabdian ini dilaksanakan untuk mendorong pelaku usaha di Kabupaten Pinrang khususnya di Keluruhan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang dalam meningkatkan kemampuan mereka mengelola usaha dan meningkatkan keunggulan bersaing produk, yang memerlukan keterampilan seperti manajemen, kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah. Adapun metode yang digunakan yaitu diawali dengan kegiatan penyuluhan serta Metode Focus Group Discussion (FGD). Partisipasi pemerintah setempat dan masyarakat sangat baik, menunjukkan kesadaran akan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif. Penilaian yang digunakan untuk mengukur keberhasilan kegiatan yaitu dengan memberikan pretest dan posttest kepada seluruh peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa setelah diadakan penyuluhan pemahaman peserta meningkat secara signifikan. Peningkatan pemahaman tersebut menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang jauh lebih baik setelah mengikuti penyuluhan. Ini dapat diartikan sebagai keberhasilan kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan peserta dalam pengelolaan usaha serta pemanfaatan potensi lokal untuk produk unggulan. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi pemerintah setempat dalam merancang program untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM di Kelurahan Benteng Sawitto.Abstract: Inclusive creative economy development aims to overcome social and economic challenges, create jobs, and improve community welfare by utilising abundant cultural potential. However, business actors in Pinrang Regency, South Sulawesi, still face obstacles in product competitive advantage and business management. This service was carried out to encourage business actors in Pinrang Regency, especially in Benteng Sawitto Sub-district, Paleteang District, to improve their ability to manage their business and increase product competitive advantage, which requires skills such as management, creativity, communication, and problem solving. The method used was preceded by seminar activities and the Focus Group Discussion (FGD) method. The participation of the local government and community was very good, showing awareness of the importance of creative economic development. The assessment used to measure the success of the activity is by giving a pretest and posttest to all participants. The results of this activity showed that after the counselling, the participants' understanding increased significantly. The increase in understanding shows that participants gained much better knowledge and understanding after attending the extension programme. This can be interpreted as the success of extension activities in improving participants' insights and abilities in business management and utilisation of local potential for superior products. The results can be a reference for the local government in designing programmes to improve the economy and community welfare through MSMEs in Benteng Sawitto Village.
Workshop Pembelajaran "Deep Learning" bagi Guru SMKN 5 Pangkep untuk Peningkatan Proses Pembelajaran Selvia Deviv; Nur Fahmi Akhmad; Nur Syamsinar Munir; Muthi Syahidah Arifuddin; Muh Syilfa Nooviar; Mustamin; Asri; Widi Astutik
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1418

Abstract

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru SMKN 5 Pangkep dalam menerapkan Deep Learning dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan praktis Deep Learning untuk meningkatkan pembelajaran yang interaktif dan berbasis data.. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah guru-guru SMKN 5 Pangkep yang memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pengajaran. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teori, praktikum, pengembangan modul pembelajaran, serta uji coba implementasi di kelas. Guru-guru diberikan pemahaman mendalam Deep Learning dalam pendidikan, serta praktik langsung menggunakan perangkat lunak yang relevan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner, observasi, serta uji coba pembelajaran berbasis Deep Learning di kelas. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru terhadap konsep Deep Learning. Secara kualitatif, peserta merasa lebih percaya diri dalam menerapkan teknologi ini dalam proses pembelajaran. Secara kuantitatif, 78% responden menyatakan bahwa workshop ini "sangat bermanfaat," mengindikasikan relevansi dan efektivitas program dengan kebutuhan guru. Program ini berhasil mencapai tujuannya dan memiliki potensi untuk diterapkan di sekolah lain dengan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan kesiapan tenaga pendidik.