Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PRofesi Humas

Pelaksanaan fungsi pokok humas pemerintah pada lembaga pemerintah FX Ari Agung Prastowo
PRofesi Humas Vol 5, No 1 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.532 KB) | DOI: 10.24198/prh.v5i1.23721

Abstract

Fungsi humas dalam sebuah lembaga dapat menjadi sarana untuk mengoptimalkan pelayanan publik khususnya dalam penyebaran informasi. Sehingga jika dilakukan secara optimal, fungsi humas dapat meningkatkan kinerja lembaga juga kepercayaan publik. Kendala dalam pelaksanaan fungsi humas pemerintah harus segera diminimalisir, agar tidak berakibat pada turunnya kepercayaan masyarakat kepada kinerja pemerintah yang berbasis pelayanan. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: pelaksanaan fungsi pokok humas pemerintah pada lembaga pemerintah. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis data kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pejabat Humas Pemerintah yang berasal dari beberapa lembaga diantaranya: (1) Kementerian Pendidikan Nasional; (2) Kementerian Komunikasi dan Informatika; (3) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; (4) Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini adalah terdapat tahapan yang dilakukan lembaga Pemerintah dalam pelaksanaan fungsi Humas sebagai saluran penyebar informasi. Informasi yang disampaikan harus valid dan jelas serta menggunakan media yang tepat. Peneliti merekomendasikan agar lembaga Pemerintah mengoptimalkan media online sebagai sarana untuk menyebarkan informasi pada publik. Begitu pula dengan pelaksanaan fungsi pelayanan publik. Humas Pemerintah sudah hakekatnya untuk menjalankan fungsi ini, maka sudah seharusnya lembaga Pemerintah bisa memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Hal yang harus diperhatikan oleh praktisi Humas dalam pelaksanaan Fungsi pokok Humas Pemerintah sebagai fasilitator komunikasi antara lembaga dan masyarakat adalah dengan menggunakan komunikasi dua arah juga bertindak sebagai negosiator bukan hanya sebagai komunikator.
Peran Humas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum dalam Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Eny Ratnasari; Agus Rahmat; FX Ari Agung Prastowo
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.093 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i1.14034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Humas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dalam implementasi kebijakan keterbukaan informasi, dengan fokus kajian penelitian mengenai peran humas dalam implementasi Undang - Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pada Humas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) di kota Bandung yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Padjadjaran. Peneliti ingin mengetahui peran humas PTN BH di kota Bandung sebagai penasehat ahli, fasilitator komunikasi, fasilitator proses pemecahan masalah, dan teknisi komunikasi dalam implementasi kebijakan keterbukaan informasi. Peneliti menggunakan studi deskriptif dengan jenis data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi atau studi pustaka. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tiga Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, sudah melaksanakan peran yang dimilikinya berupa implementasi kebijakan keterbukaan informasi, berperan sebagai penasehat ahli bidang komunikasi, menjadi fasilitator komunikasi dalam proses pemecahan masalah serta menjadi teknisi komunikasi. Namun demikian, ada beberapa hal yang menuntut peningkatan guna menjadikan lebih baik. Karenanya peneliti menyarankan agar masing - masing humas PTN BH di kota Bandung meningkatkan aktivitas evaluasi mengenai keterbukaan informasi yang dilaksanakannya, lebih mensosialisasikan kewajiban untuk membuka informasi pada publik internal, dan membuat struktur birokrasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi yang lebih efisien.
Strategi Perencanaan Humas Media Sosial Radio OZ sebagai Upaya Transformasi Pendengar Paramitha Wydaswari; Susanne Dida; FX Ari Agung Prastowo
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.841 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i2.15711

Abstract

Radio memiliki banyak manfaat, dengan menggunakan radio informasi dapat disampaikan dengan cepat ke masyarakat. Manfaat lainnya dari penggunaan radio adanya jangkaunya yang luas dan menghibur karena memiliki keunggulan yakni suara. Persaingan radio saat ini sangat kuat, ditambah dengan kehadiran media sosial, dimana banyak masyarakat saat ini menggunakan media sosial untuk mencari dan menyebarkan informasi. Perkembangan media sosial juga dirasakan oleh Radio OZ. Pada masanya, Radio OZ  sangat populer di kalangan remaja bahkan menjadi referensi gaya hidup remaja masa kini. Agar mampu bersaing di era yang kompetitif, Radio OZ menggunakan digital marketing untuk menjangkau pendengarnya. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan bagaimana menggunakan digital marketing dalam hal ini media sosial dengan perencanaan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, untuk menggambarkan hasil penelitian secara mendalam. Adapun hasil penelitian menemukan enam langkah menggunakan media sosial dengan baik. Enam langkah tersebut adalah analisis situasi, penentuan tujuan, menentukan target, memilih strategi, taktik, dan yang terakhir adalah menyusun waktu penggunaan. Perkembangan digital marketing dalam wujud media sosial memberikan kemudahan bagi pengelola media penyiaran untuk mengkomunikasikan transformasi kepada pendengarnya. Namun demikian tetap harus memperhatikan langkah-langkah pemanfaatan media sosial di antaranya pemahaman situasi dengan mengedepankan penelitian sebagai radar akan kebutuhan pendengar.