Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Guru Menumbuhkan Growth Mindset Siswa dalam Pembelajaran Fisika (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Ende) Aloisius Harso; Agustina Boleng; Mariana Evilina Pau
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4794

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah fisika siswa Indonesia hingga saat ini masih tergolong rendah. Rendahnya disebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor eksternal berupa upaya guru selaku desainer pembelajaran untuk menumbuhkan kembangkan motivasi dan kinerja siswa dalam pembelajaran fisika.Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru dalam menumbuhkan pola pikir bertumbuh siswa dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek seorang guru fisika dan 72 siswa kelas XI.1 dan XI.2. Pemilihan subjek penelitian dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Guru fisika dipilih sebagai subjek utama karena merupakan pihak yang secara langsung merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran fisika, serta memiliki peran penting dalam menerapkan strategi untuk menumbuhkan growth mindset dan siswa kelas XIA dan XIB dipilih karena merupakan siswa yang secara langsung mengalami dan merasakan penerapan strategi guru dalam pembelajaran fisika. Selain itu, kedua kelas tersebut diajar oleh guru fisika yang menjadi subjek penelitian sehingga dapat memberikan informasi yang relevan. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran di kelas dan dilaboratorium, telaah dokumen dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru fisika telah menerapkan beberapa strategi dalam menanamkan growth mindset siswa meliputi (1) penciptaan lingkungan kelas yang mendukung (2) Penerapan pembelajaran berpusat pada siswa (3) pemberian umpan balik yang berorientasi proses, (4)membangun budaya refleksi atas kesalahan yang dialami serta (5) memberikan bimbingan individual.
POTENSI MINYAK KEMIRI SEBAGAI SUMBER DAYA ALAM MASYARAKAT DESA RIA RIUNG BARAT Melkyanus Bili Umbu Kaleka; Yasinta Embu Ika; Hamsa Doa; Aloisius Harso; Arnoldus Jehopan
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7599

Abstract

Desa Ria, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada memiliki potensi sumber daya alam berupa tanaman kemiri (Aleurites moluccana) yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan tradisional dan penjualan dalam bentuk bahan mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kemiri menjadi minyak kemiri melalui integrasi konsep fisika dan kimia sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan dan demonstrasi, serta evaluasi. Sasaran kegiatan terdiri atas kelompok tani, ibu rumah tangga, dan pemuda desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh peningkatan pemahaman mengenai konsep fisika dan kimia yang terlibat dalam proses pembuatan minyak kemiri, seperti perpindahan kalor, suhu, tekanan, massa jenis, proses ekstraksi, dan pengaruh pemanasan terhadap kualitas minyak. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan tahapan pembuatan minyak kemiri secara mandiri serta memahami potensi pengembangan usaha berbasis produk lokal. Tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan, literasi sains, dan pemanfaatan potensi lokal yang berkontribusi pada pengembangan usaha rumah tangga berbasis minyak kemiri. Dengan demikian, integrasi konsep fisika dan kimia dalam pelatihan pembuatan minyak kemiri dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sinergi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Guru dalam Mengatasi Hambatan Belajar di SMA Negeri 1 Titehena Hermania Putri Kelen; Aloisius Harso
Scientificum Journal Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/sj.v3i4.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sinergi kepemimpinan kepala sekolah dan guru dalam mengatasi hambatan belajar siswa di SMA Negeri 1 Titehena. Hambatan belajar yang dialami siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari aspek akademik, motivasi belajar, lingkungan sekolah, maupun kondisi sosial. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang efektif antara kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan dan guru sebagai pelaksana pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi kepemimpinan kepala sekolah dan guru diwujudkan melalui koordinasi yang berkelanjutan, pembinaan profesional guru, pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa, pemberian pendampingan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, serta komunikasi aktif dengan orang tua. Kolaborasi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar, memperbaiki keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, dan membantu meminimalkan hambatan belajar yang dihadapi siswa. Dengan demikian, sinergi kepemimpinan kepala sekolah dan guru menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Titehena.