Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Characterization of antibiotic-producing bacteria from cassava tape fermented by traditional ragi tape NURHAYANI H. MUHIDDIN; NETTY HERAWATI; RAMLAWATI RAMLAWATI; NURUL HIDAYAH
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 25 No. 9 (2024)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d250958

Abstract

Abstract. Muhiddin NH, Herawati N, Ramlawati, Hidayah N. 2024. Characterization of antibiotic-producing bacteria from cassava tape fermented by traditional ragi tape. Biodiversitas 25: 3359-3368. This study was carried out to determine the phenotypic and molecular characteristics and identification of antibiotic producing bacterial isolates from cassava tape fermented by traditional ragi tape. The type of research is exploratory, including isolation and characterization of antibiotic-producing bacterial isolates from cassava tape fermented by traditional ragi tape from Bone District and Gowa District, South Sulawesi Province, and Polewali Mandar District, West Sulawesi Province. Bacterial isolation was done using the pour cup method, and an antibiotic test was performed using the Kirby-Bauer method with Escherichia coli and Staphylococcus aureus as indicator bacteria. The isolation process yielded two bacterial isolates that exhibited antibiotic properties, namely isolates Bb1 and Bb2. The phenotypic characterization of the isolate Bb1 revealed an irregular shape, bacillus-cell shape, Gram-positive, the presence of endospores, positive catalase, motile, aerobic, positive citrate, the capacity to ferment glucose, producing acid and acetyl methyl carbinol. Meanwhile, the Bb2 isolate exhibits a round colony shape, bacillus-cell shape, Gram-positive, produces endospores, positive catalase activity, motile, facultatively anaerobic, negative citrate, can ferment glucose and lactose, produces acid and acetyl methyl carbinol. The results of molecular identification demonstrated that bacterial isolate Bb1 exhibited a 99.72% homology level with Bacillus velezensis strain CR-502. In comparison, bacterial isolate Bb2 showed a 99.58% homology level with Bacillus paramycoides strains MCCC 1A04098. The findings indicate that bacterial isolates derived from cassava tape fermented by traditional ragi tape have the potential to be developed into functional foods and novel antibiotic compounds for application in the healthcare sector. This study highlights the importance of phenotypic and molecular characterization in explaining the diversity of microorganisms present in cassava tape as a traditional food fermentation.
PENGEMBANGAN USAHA BERBASIS BANK SAMPAH UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT Zakeus Dadi; Netty Herawati; Mepa Kurnasih; Achmad Ardiansyah; Asni Asni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61104

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis bank sampah sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 40 peserta melalui metode penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pola pikir peserta dalam memanfaatkan bank sampah sebagai unit usaha produktif. Perubahan tersebut tercermin dari meningkatnya kemampuan peserta dalam mengidentifikasi peluang usaha, menyusun rencana pengembangan produk, serta memperbaiki tata kelola bank sampah agar lebih produktif dan berkelanjutan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test semakin memperkuat keberhasilan program, yang ditunjukkan oleh peningkatan pengetahuan peserta dengan kategori pengetahuan baik dari 15% menjadi 70%, serta penurunan kategori kurang dari 50% menjadi 5% setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis bank sampah secara produktif dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, program ini juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang bernilai tambah.
PENINGKATAN KOMPETENSI MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK PRODUKTIVITAS EKONOMI Andreas J Watkaat; Librina Tria Putri; Netty Herawati; Triyugo Winarko; Asni
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.449

Abstract

Permasalahan utama yang terjadi adalah pemanfaatan telepon pintar dan media sosial yang masih dominan untuk komunikasi, sementara penggunaannya untuk promosi, pemasaran, pembuatan konten, dan pengelolaan aktivitas ekonomi belum optimal. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung produktivitas ekonomi. Kegiatan melibatkan 30 peserta, dilaksanakan melalui beberapa tahapan, seperti edukasi, praktik, diskusi, pendampingan, serta evaluasi yang dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, kemampuan peserta masih belum merata dan pemanfaatan teknologi cenderung terbatas pada komunikasi serta pencarian informasi. Setelah memperoleh materi, praktik, dan pendampingan, peserta mulai mampu menggunakan teknologi secara lebih produktif, khususnya dalam promosi melalui media sosial, pemasaran melalui marketplace, pembuatan konten digital, serta pengelolaan transaksi secara lebih aman. Perubahan tersebut juga terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kemampuan peserta dari 42,6 menjadi 78,8, atau mengalami peningkatan sebesar 36,2 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik dan pendampingan mampu memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengalihkan penggunaan teknologi dari aktivitas yang bersifat konsumtif menuju pemanfaatan yang lebih produktif dan bernilai ekonomi.