Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KERENTANAN FISIK BENCANA LONGSOR KECAMATAN TOMBULU KABUPATEN MINAHASA Rorong, Yolanda O.; Rondonuwu, Dwight M.; Gosal, Pierre H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian bencana longsor yang terjadi beberapa tahun belakangan ini menyebabkan dampak kerugian yang besar terutama pada aspek infrastruktur. Salah satu kecamatan di kabupaten Minahasa yang sering terjadi bencana longsor berada di kecamatan Tombulu. Salah satu cara untuk mengukur kerentanan bahaya longsor ini yaitu dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini memiliki dua (2) tujuan yaitu: (1) Tingkat kerentanan bencana tanah longsor berdasarkan faktor alami di kecamatan Tombulu kabupaten Minahasa, dan (2) Tingkat kerentanan bencana longsor terhadap lahan terbangun dan tidak terbangun kecamatan Tombulu kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan satu variabel dan enam parameter. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini merupakan analisis spasial (overlay). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan bencana longsor di kecamatan Tombulu terbagi menjadi 3 tingkat kelas rentan, yaitu kelas rendah seluas 29% dari total luas wilayah penelitian, kelas sedang seluas 56% dan (3) kelas tinggi 15% dari total luas wilayah penelitian. Klasifikasi daerah rentan longsor berdasarkan penggunaan lahan, untuk lahan terbangun kelas rendah seluas 0%, lahan terbangun kelas sedang seluas 13% dan lahan terbangun kelas tinggi seluas 1%. Untuk lahan tidak terbangun kelas rendah seluas 27%, lahan tidak terbangun kelas sedang seluas 44% dan lahan tidak terbangun kelas tinggi seluas 14% dari total luas wilayah kecamatan Tombulu. Berdasarkan hasil dan analisis penelitian, Tingkat kerentanan longsor lahan di kecamatan Tombulu memiliki tingkat potensi kerentanan bencana longsor lahan tiga kelas yaitu rendah, sedang dan tinggi. Klasifikasi daerah rentan bencana longsor berdasarkan pemanfaatan lahan kecamatan Tombulu untuk lahan terbangun dengan tingkat rentan bencana longsor tinggi seluas 426.53 ha dan lahan tidak terbangun dengan tingkat rentan longsor tinggi seluas 5144.92 ha dari total luas wilayah kecamatan.Kata Kunci: Kecamatan Tombulu, Tingkat Kerentanan, Bencana Longsor, Sistem Informasi Geografis.
KAJIAN KERENTANAN FISIK BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN TOMOHON UTARA Haribulan, Renhard; Gosal, Pierre H.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan negara Indonesia di garis katulistiwa menjadikannya memeliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi, akibatnya negara ini menjadi sangat rentan terhadap bencana banjir dan longsor. Kerentanan tanah longsor sering terjadi pada kondisi lereng curam, adanya bidang luncur (kedap air) di lapisan bawah permukaan tanah dan terdapat tanah di atas lapisan kedap jenuh air. Terdapat 2 variabel/faktor penentu kerentanan longsor yaitu faktor alami dan faktor manajemen seperti tragedi bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Tomohon Utara pada awal 2014, mengingat Kecamatan Tomohon Utara sendiri hampir semua berada di daerah perbukitan hal ini yang membuat daerahnya begitu rentan terhadap bencana longsor. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana longsor dan mengkaji tingkat kerentanan longsor terhadap lahan terbangun pemukiman Kecamatan Tomohon Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan superimpose (overlay), data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kerentanan bencana longsor kemudian di overlay lagi dengan peta lahan terbangun dan tidak terbangun sehingga dapat menetepkan kawasan ? kawasan rentan longsor di kawasan lahan terbangun pemukiman. Hasil studi di ketahui bahwa seluas 628,14 Ha atau 14,8% dari luas Kecamatan Tomohon Utara berada di tingkat kerentanan tinggi dan seluas 118,48 Ha atau 2,8% termasuk kedalam klasifikasi lahan terbangun tingkat kerentanan longsor tinggi yang artinya hampir sebagian besar daerah pemukiman yang berada di Kecamatan Tomohon Utara berada di daerah rentan longsor.Kata kunci: bencana, rentan longsor, Kecamatan Tomohon Utara, Sistem Informasi Geografis
PELABUHAN WISATA DAN REKREASI DI MANADO (ARSITEKTUR KONTEMPORER) Sondakh, Cynthia V.; Gosal, Pierre H.; Sela, Rieneke L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Wisata dan Rekreasi merupakan sarana antar moda dengan tujuan wisata yang ada di manado. Pelabuhan ini dirancang khusus untuk menggabungkan sarana transportasi air dengan tujuan Bunaken, Manado Tua, Siladen, yang juga sebagai tempat hiburan dan rekreasi yang ditampung dalam satu bangunan utama dan dua bangunan pendukung. Dengan adanya Pelabuhan ini, masyarakat dapat dengan mudah untuk menjangkau tujuan wisata yang dimaksud. Untuk dapat mencapai hasil perancangan yang maksimal, maka dasar perancangan bamgunan ini mengacu pada tema desain yaitu “Arsitektur Kontemporer” yang artinya dimana bangunan dirancang dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada sehingga menghadirkan suatu bangunan yang bisa menyediakan fasilitas yang baik dengan bentuk yang menarik perhatian para wisatawan. Untuk menghadirkan objek desain ini, perancangan ini melewati proses seperti analisa dan penerapan tema Arsitektur Kontemporer yang melibatkan banyak aspek perancangan. Tujuannya ialah menghadirkan Pelabuhan Wisata dan Rekreasi sebagai tempat yang dapat memenuhi kebutuhan wisata, hiburan dan rekreasi. Kata Kunci : Pelabuhan, Pariwisata, Rekreasi
MANADO INDOOR THEME PARK (AplikasiProksimitasDalamArsitektur) Tanmaela, Christ T.; Gosal, Pierre H.; Malik, Andy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas hiburan dan rekreasi yang ada di kota Manado masih terbilang kurang, dan fasilitas rekreasi yang sudah ada tidak tertata dengan baik sehingga tempat untuk bersantai masyarakat kota Manado selalu bertujuan kepada pusat perbelanjaan sehingga dapat menimbulkan gaya hidup yang konsumtif bagi warganya. Selain itu banyak masyarakat juga lebih memilih untuk menikmati suasana pantai saat bersantai bersama keluarga selain bosan dengan suasana pusat perbelanjaan yang sudah menjadi dominan jugalebihterjangkau. Manado Indoor Theme Park  merupakan wadah atau sarana hiburan dan rekreasi dengan konsep wahana permaian bertema yang berada didalam ruangan dengan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas pelengkap dan penunjang untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung di kota Manado, untuk itu Taman Hiburan Bertema Indoor di kota Manado ini diusung dengan tema “Aplikasi Proksimitas dalam Arsitektur”. Denganadanyatamanbertema ini diharapkan dapat mewadahi kebutuhan masyarakat akan fasilitas hiburandan rekreasi untuk menikmati waktu bersantai bersama keluarga. Kata kunci : Manado Indoor Theme Park, Proksimitas.
ANALISIS TINGKAT LAHAN KRITIS BERBASIS SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) (STUDI KASUS: KECAMATAN AMURANG, KECAMATAN AMURANG TIMUR, KECAMATAN AMURANG BARAT, DAN KECAMATAN TUMPAAN) Tuhehay, Krisandi; Gosal, Pierre H.; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan kritis merupakan tanah yang mengalami atau dalam proses kerusakan kimia, fisik, dan biologi yang dapat mengganggu atau kehilangan fungsinya di dalam lingkungan. Kondisi ini dapat merusak tata air dan lingkungan sekitarnya. Dampak dari lahan kritis adalah penurunanan tingkat kesuburan tanah, berkurangnya ketersediaan sumber air pada musim kemarau serta banjir pada musim hujan. Seperti diketahui pada tahun 2018 hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengakibatkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah tempat di Kabupaten Minahasa Selatan. Dari aspek penggunaan lahan daerahnya merupakan dominasi penggunaan lahan berupa kebun campuran dan tegalan/ladang, penggunaan lahan seperti ini merupakan penggunaan lahan yang kurang baik apabila pengelolaanya tidak didasarkan pada kaidah-kaidah konservasi tanah maka lahan dapat menjadi rusak dan cenderung akan berubah menjadi lahan agak kritis atau kritis.  Penyebab utama lahan kritis pada daerah penelitian adalah karena aktivitas pertanian yang tidak memperhatikan aspek-aspek kelestarian lahan. Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode skoring dapat digunakan untuk pengambilan keputusan mengenai pengelolaan lahan secara tepat untuk menghindari kerusakan ekosistem yang ada. Peta tingkat lahan kritis dihasilkan dari overlay peta kemiringan lereng, penutupan tajuk, bahaya erosi, dan manajemen lahan yang sesuai dengan peraturan Departemen Kehutanan No. P.4/V-SET/2013. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahuilah persebaran tingkat lahan kritis yang ada di Kecamatan Amurang terdapat tingkat potensial kritis yang mendominasi di Kecamatan ini dengan persebaran di Kecamatan Amurang meliputi Kelurahan Bitung, Buyungon, Kilometer tiga, Lewet, Ranoketang tua, dan Uwuran satu. Kecamatan Amurang Barat terdapat tingkat agak kritis yang mendominasi di Kecamatan ini dengan persebaran di Kecamatan Amurang Barat meliputi Kelurahan Elusan, Kapitu, Kawangkoan bawah, Pondos, Desa rumoong bawah, Teep, Tewasen, Wakan, dan Rumoong bawah. Kecamatan Amurang Timur terdapat tingkat potensial kritis yang mendominasi di Kecamatan ini dengan persebaran di Kecamatan Amurang Timur meliputi Kelurahan Kota Menara, Lopana, Malenos baru, Maliku, Pinaling, Pondang, Ranomea, dan Ritey. Sedangkan untuk Kecamatan Tumpaan terdapat tingkat potensil kritis yang mendominasi di Kecamatan ini dengan persebaran di Kecamatan Tumpaan meliputi Kelurahan Lelema, Matani, Matani satu, Munte Popontolen, Tangkuney, Tumpaan, Tumpaan baru, Tumpaan satu, dan Tumpaan dua.Melalui data persebaran lahan kritis, maka dipetakan wilayah mana saja yang perlu diperbaiki atau dapat disebut rehabilitasi lahan.Kata kunci:  Sistem Informasi Geografis, Tingkat Lahan Kritis
PAPENDANGAN DI AMURANG “ARSITEKTUR BAMBU” Mamangkey, Meliza; Gosal, Pierre H.; Mononimbar, Windy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Saat ini, pendidikan nonformal khususnya pendidikan yang mengajarkan budaya lokal dalam hal ini budaya Minahasa merupakan alternatif yang dibutuhkan generasi muda dalam penemuan jati diri dan pengembangan diri, khususnya di Minahasa Selatan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua dan memiliki luas wilayah terbesar di Minahasa Raya. Selain itu, letak Amurang sebagai ibukota Kabupaten Minahasa Selatan merupakan letak yang sangat strategis dilihat dari perspektif regional. Melihat pentingnya anak muda di Minahasa Selatan bahkan Minahasa secara keseluruhan untuk belajar tentang budaya Minahasa maka ada baiknya dihadirkan kembali Papendangan yang pada sejarahnya sebagai pusat pendidikan orang Minahasa tempo dulu. Untuk membangun Papendangan berdasarkan RTRW Kabupaten Minahasa Selatan dan kriteria pemilihan lokasi site lainnya, Papendangan sebagai fasilitas pendidikan berlokasi di Desa Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat. Dalam menghadirkan kembali Papendangan yang berlokasi di Amurang maka penulisan ini berisi konsep-konsep perancangan Papendangan dengan racikan baru berdasarkan studi literatur tentang objek Papendangan dan hasil studi komparasi dengan objek yang memiliki fungsi sejenis. Arsitektur Bambu digunakan sebagai tema perancangan karena bambu dianggap mengandung filosofi yang sejalan dengan visi Papendangan yang ingin melindungi generasi muda Minahasa dengan ilmu budaya yaitu budaya Minahasa. Kata Kunci : Pendidikan Nonformal, Papendangan, Amurang, Arsitektur Bambu
RUMAH KOMUNITAS SEPAKBOLA DI MANADO ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Lumi, Christian F.; Gosal, Pierre H.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga sepakbola memiliki penikmat yang sangat banyak jika di bandingkan dengan jenis olahraga lainnya di dunia, baik dari kalangan anak kecil sampai orang dewasa. Tapi disayangkan tidak dihadirkannya sarana dan prasarana pendukung yang representatif untuk memperkenalkan serta mengembangkan olahraga sepakbola di kota Manado. Rumah Komunitas Sepakbola di Manado dihadirkan untuk menjawab pertanyaan tentang pengembangan pengetahuan tentang sepakbola. Didasarkan dengan latar belakang juga data dan fakta yang ada pada perkembangan budaya anak muda tentang dunia sepakbola saat ini maka sarana ini layak untuk di hadirkan. Dalam perkembangannya pola yang ditertapkan dalam mengenalkan, pelatihan dan permainan sepakbola diterapkan pola edukasi, kompetisi dan rekreasi. Demi terciptanya sarana yang mengapresiasikan suatu desain yang berkarakter terhadap objek rancangan maka dipilih tema yang sesuai dengan masalah desain, Arsitektur Neo-Verakular dipilih karna merupakan tema yang di anggap cocok karna memiliki nilai tambah dalam kualitas desain juga representative dalam mencirikan,  dan mengarahkan kesepadanan antara pengetahuan sepakbola, budaya dan kesepadanannya. Pada kesimpulannya dengan penerapan tema ini di peroleh hasil desain yang berkarakter, dan mampu mengeksplore para penikmat dunia sepakbola dalam setiap fasilitas, sarana dan prasarana penunjang pengenalan, pelatihan dan pengembangan pengetahuan sepakbola itu sendiri. Kata kunci :  Rumah, Komunitas Sepakbola, Arsitektur Neo-Vernakular.
RUMAH SAKIT BERSALIN DI TOMOHON ( PENDEKATAN UTILITAS DALAM DESAIN ) Suot, Riza S. E.; Tilaar, Sonny; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomohon merupakan salah satu kota di Sulawesi Utara yang sedang berkembang dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi dan belum memiliki fasilitas yang khusus melayani ibu hamil (pranatal), pada waktu melahirkan (Ante Natal) dan sesudah melahirkan (Pasca Portum). Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia harus ditingkatkan dengan membangun sebuah Rumah Sakit Bersalin yang dapat menampung semua aktivitas ibu hamil, melahirkan, dan pasca melahirkan. Rumah Sakit Bersalin di Tomohon adalah objek desain yang dapat menampung semua kegiatan yang berhubungan dengan ibu hamil dan melahirkan dengan mengacu pada tema yang dipilih yaitu Pendekatan Utilitas Dalam Desain. Utilitas yang direncanakan dalam desain bertujuan untuk mendukung rumah sakit bersalin agar dapat berfungsi dengan baik berdasarkan faktor kebutuhan ruang dan kenyamanan bagi pengguna bangunannya. Kata kunci : Pendekatan Utilitas Dalam Desain
TANTANGAN DAN PELUANG DUNIA JASA KONSTRUKSI DI TENGAH PANDEMIK COVID-19 Masinambow, Billy W. L.; Gosal, Pierre H.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Media Matrasain
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tantangan  Dan Peluang Dunia Jasa Konstruksi Ditengah Pandemik Covid-19 adalah hal nyata yang terjadi diseluruh wilayah Republik Indonesia.  Tantangan yang terjadi adalah akibat langsung dari mudahnya virus corona ini menular sehingga pemerintah harus menmbuat berbagai aturan  untuk mencegah dan memigasi penularan virus corona ini dan semuanya berdampak pada semua sektor produksi termasuk dunia jasa konstruksi. Relokasi APBN telah mengakibatkan proyek-proyek ditunda dan bahkan dibatalkan sehingga para kontraktor tidak memperoleh kontrak kerja dan dampak ini memiliki efek domino dimana tenaga kerja konstruksi mulai dari yang ahli sampai tenaga trampil terdampak dengan tidak adanya lapangan kerja. Makalah ini didasarkan pada suatu penelitian mandiri dan merupakan Penelitian Deskriptif-Kwalitatif. Penelitian deskriptif  adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti antara fenomena yang diuji. Kita perlu memahami penangan dan pengendalian covid-19 serta melaksanakan semua protokol covid-19 dengan mempelajari buku pedoman Covid 19 dari Kemeneterian Dalam Negeri.Kata kunci: jasa konstruksi, covid 19, tantangan, peluang
GEDUNG ADAT DAYAK NGAJU DI PALANGKARAYA - Reaktualisasi Arsitektur Vernakular Harianto, Dedi; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 1, No 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GEDUNG ADAT DAYAK NGAJU DI PALANGKARAYA Reaktualisasi Arsitektur Vernakular 1. Dedi Harianto Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Unsrat 2. Ir. Pierre H. Gosal, MEDS [1] ABSTRAK Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung  pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Salah satunya adalah kebudayaan suku dayak ngaju. untuk menghadirkan kebudayaan itu, di perlukan sebuah sarana untuk menunjang kegiatan-kegiatan di dalamnya. Di Kalimantan Tengah  sendiri terlebih khusus di kota Palangkaraya fasilitas budaya dayak ngaju ini belum tersedia, sehingga di butuhkan pengadaan fasilitas adat berupa “Gedung Adat Dayak Ngaju di Palangkaraya” sehingga nanti kedepannya dapat memberikan tempat atau wadah untuk mengapresiasikan kebudayaan dayak ngaju. Perancangan Gedung Adat Dayak Ngaju ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Reaktualisasi Arsitektur Vernakular”, dimana dalam perancangan nanti perancang mengacu pada bentukan dasar rumah adat dayak. Nilai-nilai masyarakat serta budaya lokal diimpartasikan kedalam rancangan sehingga pada nantinya Gedung Adat Dayak Ngaju ini dapat menjadi representasi budaya dari tempat dimana dia berada. Adapun perancangan Gedung Adat Dayak Ngaju ini dimaksudkan untuk menampung kegiatan-kegiatan adat yang ada di palangkaraya bahkan Kalimantan Tengah. Hal ini dapat di lihat dari animo masyarakat akan kegiatan-kegiatan adat yang menunjukan peningkatan dari waktu ke waktu. Kata Kunci : budaya, dayak ngaju, gedung, vernakular [1] Staf Dosen Pengajar UNSRAT
Co-Authors . Suryono Adhitiah M. Amu Agnes V. Basuki Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Andriyawan A, Andriyawan Andy Malik Angelino P. Tangkulung Angga A. A. Wonggo Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Astrid P. Suot Bianca Y. Rawung Cheren K. Wattimena Chindy R.S. Wahongan Christ T. Tanmaela Christian F. Lumi, Christian F. Christin Makahanap Cindy P. Lengkong Claudio A. A. Laatung Cynthia E. V. Wuisang Cynthia V. Sondakh Daniel Mawati Dedi Harianto Dwight M. Rondonuwu Elza Y. Landimuru Erikson B. Polii Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Firstnoel N. Wowor Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Hanna V. Timporok Haribulan, Renhard Hendriek H. Karongkong Henni D. Walangitan Henricho Dirganeri Hiskia Simbar Ira Pabunnak Jeniffer G. Tumober Jivisc Mamengko Johana C. Siliwire Johanes Van Rate Julianus A. R. Sondakh Kandouw, Sheren Gloria Kevin A. Piring Kolanus, Marchall Korompu, Febrian F. Luvesto Loloangin Macarau, Eunike F. Mahendra P. P. Sulistyo Makalalag, Andi Makarau, Vicka A. F. Manabung, Patrick I. I. Marchall Kolanus Mariana E. Sigarlaki Masinambow, Billy W. L. Meliza Mamangkey, Meliza Monica D. Sakul Natan, Selfi Octavianus H.A. Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Patricia M. Titaheluw Patrick I. I. Manabung Poli Hanny, Poli Preyshe F. A. Kawung Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Renny Dalimbua Richard F. Tangka Rieneke L. E. Sela Riza S. E. Suot Roncar S. Walewangko Rorong, Yolanda O. Rukait, Sherina B. Sharon A. Maleke Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly A Lumowa Steven Lintong Suryono Tuhehay, Krisandi Valentino S. Poluan Verent F. Tigauw Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Vicky Makarau, Vicky Violetta V. Rondonuwu Windy J. Mononimbar Windy Mononimbar Zainal H. Pandjab