Claim Missing Document
Check
Articles

REDESIGN PUSAT PENELITIAN DAN KONSERVASI ILMU KELAUTAN FPIK UNSRAT DI MINAHASA UTARA (ECO-TECH ARCHITECTURE) Lumowa, Stenly A; Gosal, Piere H
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian dan konservasi di bidang kelautan merupakan cara yang tepat untuk pengembangan ilmu pengetahuan alam laut unutk pembangunan sumber daya manusia serta disamping itu juga menambah daya tarik keanekaragaman biota laut apalagi selama ini wilayah perairan indonesia adalah salah satu yang terbesar di indoneia. Banyak daerah yang belum memiliki fasilitas pusat penelitian dan konservasi yang  memadai. Contohnya pusat penelitian dan konservasi di minahasa utara tepatnya di desa likupang dua, banyak  yang dikeluhkan para peneliti karena tidak adanya peningkatan fasilitas, tidak berkembangnya fasilitas yang ada karena banyak fasilitas yang salah dirancang.  Padahal merupakan pusat penelitian yang dimiliki oleh salah satu instansi ternama, yaitu Universitas  Sam Ratulangi. Makadariitudiperlukan ide untuk mere-design dan meningkatkan fasilitas Pusat Penelitian dan konservasi  tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan akan pengembangan hasil sumberdaya ilmu kelautan  di waktu yang akan datang nanti. Padaintinya, SecarakeseluruhanObjek ini merupakanrepresentasiSuatu Sistem Ekologi dan Teknologi yang digunakan untuk menunjang kelangsungan kegiatan yang kondusif sebagai tema perancangan yang mengangkat keterpaduan antara objekbangunan,unsurdansumberdayaalamsekitar, yang dipadukan dengan teknologi yang tepatdemi kelangsungan objek ini. Kata Kunci : Pusat Penelitian, Konservasi, Re-Design, teknologi
MUSEUM GMIM DI TOMOHON (BEHAVIORISME SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN) Macarau, Eunike F.; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

mempunyai berbagai peninggalan kebudayaan dengan menyimpan cerita yang luar biasa, baik dalam sejarahnya, budayanya, sampai pada arsitektur bangunan gereja yang tersebar di berbagai daerah, sangat disayangkan jika peninggalan-peninggalan bersejarah GMIM tidak  di ekspos dengan maksimal. Museum GMIM dirancang untuk memfasilitasi serta mengakomodir peninggalan sejarah GMIM, juga sebagai tempat pariwisata Sulawesi Utara khususnya di kota Tomohon dengan bertemakan Behaviorisme sebagai pendekatan desain, sehingga Museum ini dapat menjawab permasalahan bagi kebutuhan dari setiap perilaku masyarakat. Dengan menggunakan metode rancangan melalui proses transformasi gagasan desain yang menerapkan Behaviorisme sebagai perwujudan ide-ide desain sehingga menghasilkan perancangan secara dua dimensi dan tiga dimensi. Kata kunci: Museum, GMIM,  Behaviorisme, Desain
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN NEGATIVE LIST BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA MANADO TAHUN 2014-2034 Natan, Selfi; Kumurur, Veronica A.; Gosal, Pierre H.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37066

Abstract

Residential area is an area outside the protected area and is used as an environment settlements/community housing both in urban and in rural areas. Increase in number of population causes the needs for residential land also increases. Availability of land in a limited city causes the emergence of residential land that is not in accordance with the allotment. Similar to Indonesian cities, Manado City is also experiencing increase in population. In the 2011-2019 period, Manado City experienced an increase the total population is 21.399 people (BPS Manado City). With increasing number residents in the city of Manado then began to appear residential land located in the area that is not suitable for its designation. The purpose of this research is to identify the location of residential land use in the negative list area in Manado City and evaluate the use of PKP land in the negative list area. Technique Data collection used is observation, literature review, and documentation study. For analysis technique using spatial analysis techniques (overlay and descriptive). The results of this study is the use of residential land in the negative list area as much as 493,58 ha or 13,09% of the total existing settlements in Manado City. And for the suitability of residential land which is in the negative list area, namely in the less class area of 0,05 ha, for the sufficient class area of 446,78 ha, and the appropriate class area of 46,75 ha.
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PERMUKIMAN di KAWASAN BERLERENG KECAMATAN SINGKIL Manabung, Patrick I. I.; Tilaar, Sonny; Gosal, Pierre H.
MEDIA MATRASAIN Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manado City is an area that is very vulnerable to disaster aspects, one of which is landslides, due to the geographical and geological conditions of the region. Manado City has a very varied topography, one of which is in Singkil District. Based on data from the Singkil District Central Statistics Agency in 2019 Figures, there are 6 Kelurahans that have a sloping topography. While looking at the existing one in Singkil District, the sloped land has been used as a residential area. Land use in the city of Manado, especially the Singkil sub-district as a residential area, continues to increase. This can be seen from the construction of residential housing, which tends to have a negative impact on the local community because the construction is not in accordance with the existing spatial plan. The purpose of this study was to identify the distribution of settlements in the sloping area of Singkil district and to analyze the use of residential land in the sloped area of Singkil district. The data collection method in this study used Field Observation, Survey, Documentation and Mapping techniques and for the spatial analysis method consisting of digitization techniques, slope analysis techniques, Overley analysis techniques and descriptive analysis techniques. From the results of the analysis of the distribution of settlements, for the distribution of settlements in Singkil District, the direction of the distribution of settlements tends to be in the highlands. Based on the results of the analysis of land use in Singkil District, for Settlement covering an area of 91.22Ha, Cemetery covering an area of 4.25Ha, Sports Field covering an area of 0.80Ha, Services covering an area of 7.60Ha, Business covering an area of 5.55Ha, Industry covering an area of 0.40Ha, Roads covering an area of 22 ,35Ha, River area of 0.70Ha, and Others covering an area of 22.65Ha.
ROBOTIC EXPLORER DI MANADO, Futuristic Architecture Reksy Ch. Sambuaga; Pierre H. Gosal; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v11i1.43253

Abstract

Teknologi robot sangat membantu kehidupan manusia dalam berbagai aspek, efisiensi dan fungsionalitas menjadi beberapa alasan atau faktor betapa berpengaruhnya teknologi robot ini, selain itu teknologi robot akan selalu berkembang dan atau terbarui seiring perkembangan zaman, inilah beberapa alasan dalam pengembangan ide objek. Interest akan dunia robotika di kalangan masyarakat juga dinilai sangat tinggi dan expertise akan robotika juga semakin meningkat seiring perkembangan zaman. Berbagai negara termasuk Indonesia, teknologi robotika semakin berkembang dan maju hanya saja ada beberapa permasalahan yang terjadi beberapa diantarnya adalah masih kurangnya penggunaan akan teknologi robotika dan penggunaan teknologi robotika yang tidak merata dengan baik di lingkungan masyarakat maupun di sektor industri dan lainnya salah satunya di kota Manado, yang disebabkan salah satu faktor yaitu kurangnya fasilitas atau tempat untuk pengembangan teknologi robotika, oleh karena itu dengan dihadirkannya Pusat Pengembangan Teknologi Robot atau Robotic Explorer di kota Manado diharapkan penggunaan dalam teknologi robotika semakin maksimal dan merata dengan baik penggunaan teknologi di berbagai kalangan masyarakat maupun sektor industri dan lainnya. Selain untuk industri dan kehidupan sehari-hari teknologi robot juga dapat membantu kehidupan sosial manusia seperti di fasilitas pendidikan, kesehatan, keamanan, administrasi, penginapan dan lain sebagainya inilah beberapa alasan dalam penghadiran objek. Dengan pendekatan futuristik yang memiliki nilai relevansi yang tinggi dengan Robotic Explorer di Manado seperti sama-sama memanfaatkan kemajuan teknologi objek rancangan ini nantinya akan memiliki nilai fungsional dan prospek yang tinggi.Kata Kunci: Teknologi Robot, Fasilitas Pengembangan, Pendekatan Futuristic.
HOTEL & RESORT DI KAWASAN DANAU TONDANO: Implementasi Form Follow Function Jivisc Mamengko; Pierre H. Gosal; Raymond Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terinspirasi dari Mjøstårnet sebuah bangunan 18 lantai berstruktur kayu yang terletak di pinggiran danau Mjøsa Norwegia yang sampai sekarang ini pemegang rekor sebagai bangunan berstruktur kayu tertinggi di dunia. Maka untuk judul tugas akhir saya, saya tergerak untuk mendesain satu bangunan tinggi yang materialnya didominasi oleh material-material organik yang ramah lingkungan. Dari dulu nenek moyang Suku Minahasa membangun tempat tinggalnya menggunakan material kayu dan dedaunan kering yang didirikan di atas batu, dan telah terbukti ketahanannya sampai sekarang ini. Meskipun Sulawesi Utara mempunyai banyak sekali gunung berapi aktif yang tercatat sangat sering Meletus akan tetapi rumah-rumah tradisional yang kebanyakan berusia di atas 100 tahun tersebut masih sering kita jumpai .hal tersebut sudah cukup membuktikan kualitas dari material yang digunakan. Kayu merupakan salah satu material bangunan yang amat populer dikarenakan fleksibilitas, ketahanan ,dan tampilannya yang estetik. Kayu sudah lama dipakai sebagai bahan konstruksi utama untuk bangunan meski kemudian tergeser oleh beton dan baja sehingga kayu lebih banyak dimanfaatkan untuk bahan lantai/panel interior. Tapi teknologi perkayuan masa kini memungkinkan adanya bangunan tinggi yang sepenuhnya terbuat dari bahan kayu. Terlebih lagi material kayu merupakan material terbaharui dan ramah lingkungan. Kata Kunci: Hotel, Resort, form follow function
MARINE TERMINAL, INTER-DISTRICT PUBLIC TRANSPORTATION DI MANADO: Biomimicry Architecture (Inspired by Nature) Renny Dalimbua; Pierre H. Gosal; Raymond D. Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan kota Manado yang semakin pesat, maka aktifitas manusia semakin beragam dan meningkat. Dampak dari semakin beragam aktifitas menimbulkan pergerakan manusia yang semakin beragam pula, sehingga diperlukan suatu sistem yang mengatur pergerakan tersebut, salah satunya adalah sistem transportasi. Dan terminal merupakan salah satu komponen penting dalam sistem transportasi yang berperan sebagai titik penumpang dan barang masuk-keluar dari suatu sistem pergerakan tersebut. Berdasarkan judul yang digunakan yaitu Marine Terminal, Inter-district Publik Transportation di Manado yang merupakan fasilitas transportasi berupa terminal yang menggunakan laut sebagai sarana serta jalur utama dalam pengoperasiannya juga menjadi salah satu solusi dalam membantu mengurangi kemacetan yang ada pada jalur darat. Dengan menerapkan tema Biomimicry Architecture: Inspired by Natue didalamnya yang kemudian akan menjadi dasar dari bentuk bangunan, dan penataan sirkulasi pada objek ini. Marine Terminal ini akan menjadi tempat beroperasinya perpindahan moda baik dari darat ke laut maupun sebaliknya tanpa merusak ekosistem dan biota laut yang ada. Kata Kunci : Marine Terminal, Manado, Transportasi Laut, Biomimicry Architecture
GELANGGANG OLAHRAGA (TIPE A) DI MAPANGET, KOTA MANADO: Arsitektur Futuristik Adhitiah M. Amu; Sonny Tilaar; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Olahraga tertentu telah menjadi salah satu penopang nama bangsa Indonesia di kancah dunia, seperti bulu tangkis, futsal, tinju, panahan dan lain-lain. Ketersediaan fasilitas olahraga dalam rangka pembinaan atlit dan peningkatan prestasi atlit sangat dibutuhkan di setiap daerah, lebih khusus di Sulawesi Utara dalam hal ini di Kota manado .Fasilitas yang dimaksud berupa Gelanggang Olahraga. Pada Tugas Akhir ini, saya mendesain Gelanggang Olahraga dengan type A atau bertaraf internasional. Tema perancangan yang dipakai yaitu Arsitektur Futuristik . Lokasi Gelanggang Olahraga ini direncanakan bertempat di Kecamatan Mapanget Kota Manado. Hasil perancanganyang didapat yaitu : Ruang Utama pada fasilitas ini yaitu Ruang Penonton atau Tribun dan Arena Petandingan, Gubahan massa menggunakan bangunan tunggal dengan bentuk dasar oval sesuai dengan tipilogi gelanggang olahraga pada umumnya, Jalur pergerakan menggunakan pola terpusat dimana pergerakan terpusat pada bangunan gelanggang olahraga. Struktur bangunannya terdiri dari tiga bagian utama yaitu sistem struktur pondasi menggunakan pondasi tiang pancang, struktur tengah menggunakan sistem struktur rangka kaku dari beton bertulang dan atapnya menggunakan sistem struktur cangkang, Penghawaaan yang digunakan menggunakan penghawaan alami dan buatan, demikian juga dengan pencahayaannya. Kata Kunci : Arsitektur Futuristik, Gelanggang Olahraga, Manado
STASIUN LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) TERPADU DI MANADO: Arsitektur Eco – Tech Agnes V. Basuki; Dwight M. Rondonuwu; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kota-kota besar, kemacetan merupakan permasalahan yang seringkali terjadi. Meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan di Manado tidak diimbangi dengan ketersediaan jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Banyaknya jumlah penduduk berpengaruh pada peningkatan jumlah kebutuhan penggunaan jasa transportasi, khususnya transportasi umum. Meningkatnya beban pada sistem transportasi ini menuntut adanya suatu solusi. Oleh karena itu, stasiun LRT (Light Rail Transit) dihadirkan sebagai solusi untuk mengurangi masalah kemacetan di Manado. Metode perancangan yang digunakan adalah Teori Horst Rittel, pengembangan varietas-reduksi varietas. Digunakan juga 3 pendekatan perancangan antara lain pendekatan tipologis, pendekatan lokasional, dan pendekatan tematik. Stasiun LRT pada umumnya menggunakan teknologi canggih dan cenderung memiliki desain futuristik. Oleh karena itu, diimplementasikan tema Arsitektur Eco Tech yang berfokus pada arsitektur dengan teknologi yang berwawasan lingkungan dengan menggabungkan antara teknologi canggih dengan konsep ramah lingkungan dalam penerapannya pada desain stasiun LRT Terpadu. Kata Kunci : Stasiun, Light Rail Transit (LRT), Terpadu, Arsitektur Eco Tech
REVITALIZATION MARINE VILLAGE ECOTOURISM IN BITUNG CITY: Sustainable Tourism Development Verent F. Tigauw; Pierre H. Gosal; Frits O. P. Siregar
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung merupakan kota pelabuhan sekaligus salah satu kota penghasil ikan cakalang dan tuna terbesar di Indonesia. Hal ini membuat sebagian besar pendudunya berprofesi sebagai nelayan. Hal ini juga dapat menjadi salah satu daya Tarik utama bagi wisatawan untuk datang berkunjung. Dengan kawasan yang strategis ini, pariwisata di kota Bitung terlebih khusus Pulau Lembeh memiliki fungsi utama dan memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang berpengaruh penting dalam beberapa aspek seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, dan daya dukung lingkungan hidup. Dengan menggunakan tema sustainable tourism development dapat mendukung perancangan ini dengan memfasilitasi kebutuhan dari masyarakat nelayan serta mewujudkan visi pariwisata Kota bitung yang berdaya saing, berbudaya dan berkelanjutan. Dalam merevitalisasi salah satu kampung nelayan di pulau Lembeh menerapkan 3 pendekatan perancangan yaitu tipologi objek, pendekatan lokasi dan pendekatan tematik. Hal ini juga bukan saja untuk menarik wisatawan untuk datang berkunjung melihat Kota Bitung sebagai penghasil ikan cakalang dan tuna saja tetapi mampu juga melihat budaya kehidupan dari masyarakat sekitar sebagai nelayan dan juga dapat menjadi sarana edukasi serta penelitian dalam bidang perikanan serta dapat menunjang perekonomian lokal masyarakat bahkan sampai daerah. Kata Kunci : Kota Bitung, Revitalisasi Kampung Nelayan, Kampung Bahari, Sustainable Tourim Development
Co-Authors . Suryono Adhitiah M. Amu Agnes V. Basuki Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Andriyawan A, Andriyawan Andy Malik Angelino P. Tangkulung Angga A. A. Wonggo Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Astrid P. Suot Bianca Y. Rawung Cheren K. Wattimena Chindy R.S. Wahongan Christ T. Tanmaela Christian F. Lumi, Christian F. Christin Makahanap Cindy P. Lengkong Claudio A. A. Laatung Cynthia E. V. Wuisang Cynthia V. Sondakh Daniel Mawati Dedi Harianto Dwight M. Rondonuwu Elza Y. Landimuru Erikson B. Polii Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Firstnoel N. Wowor Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Hanna V. Timporok Haribulan, Renhard Hendriek H. Karongkong Henni D. Walangitan Henricho Dirganeri Hiskia Simbar Ira Pabunnak Jeniffer G. Tumober Jivisc Mamengko Johana C. Siliwire Johanes Van Rate Julianus A. R. Sondakh Kandouw, Sheren Gloria Kevin A. Piring Kolanus, Marchall Korompu, Febrian F. Luvesto Loloangin Macarau, Eunike F. Mahendra P. P. Sulistyo Makalalag, Andi Makarau, Vicka A. F. Manabung, Patrick I. I. Marchall Kolanus Mariana E. Sigarlaki Masinambow, Billy W. L. Meliza Mamangkey, Meliza Monica D. Sakul Natan, Selfi Octavianus H.A. Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Patricia M. Titaheluw Patrick I. I. Manabung Poli Hanny, Poli Preyshe F. A. Kawung Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Renny Dalimbua Richard F. Tangka Rieneke L. E. Sela Riza S. E. Suot Roncar S. Walewangko Rorong, Yolanda O. Rukait, Sherina B. Sharon A. Maleke Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly A Lumowa Steven Lintong Suryono Tuhehay, Krisandi Valentino S. Poluan Verent F. Tigauw Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Vicky Makarau, Vicky Violetta V. Rondonuwu Windy J. Mononimbar Windy Mononimbar Zainal H. Pandjab