Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT INDUSTRI KREATIF DI MINAHASA: Arsitektur Post Modern Preyshe F. A. Kawung; Julianus A. R. Sondakh; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya masyarakat Minahasa melahirkan seni dan kreatifitas seperti tarian, musik, kerajinan, makanan, lukisan, bermacam kain batik dan tenun, dan lain sebagainnya. Maka, perlunya suatu wadah untuk yang menjadi tempat mengembangkan setiap kegiatan yang ada dimana hal ini bertujuan agar tetap melestarikan budaya yang ada dan sebagai media untuk mengembangkan, memamerkan, mempromosikan kegiatan kreatifitas, baik lewat pentas seni maupun penjualan karya. Setiap orang yang mengambil bagian dalam kegiatan ini juga dapat meningkatkan perekonomiannya lewat mengkormesilkan hasil karya ataupun mementaskannya. Selain itu, setiap pelaku ekonomi yang berhubungan dengan produksi seni juga dapat menerima keuntungan, seperti mereka yang menjadi penyalur bahan baku karya seni dan lainya. Maka hasil dari objek ini adalah menghadirkan tempat yang memiliki studio atau sanggar produksi karya seni, studio atau sanggar untuk latihan musik dan tari, area pameran dan pentas. Hal ini bertujuan agar setiap pengembangan kreatifitas yang ada dapat terdukung dari proses produksi sampai siap dipasarkan. Pada proses perancangan objek Pusat Industru Kreatif di Minahasa ini menggunakan tema Arsitektur Post Modern untuk menghadirkan hasil rancangan yang berbaur antara modern dan unsur budaya Minahasa. Kata Kunci: Pusat Industri Kreatif, Arsitektur Post Modern
ANALISIS KEKRITISAN DAERAH RESAPAN AIR DI KOTA MANADO Bianca Y. Rawung; Octavianus H.A. Rogi; Pierre H. Gosal
SPASIAL Vol. 11 No. 1 (2023): Volume 11 no.1 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado ialah ibukota Provinsi Sulawesi Utara mempunyai laju pertumbuhan penduduk yang pesat sebagai akibatnya mengakibatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat dan memicu perubahan penggunaan lahan dari yang belum terbangun menjadi terbangun. Hal ini mengakibatkan penurunan kualitas dan daya dukung lahan yg berdampak pada daerah resapan air menjadi tidak optimal. Lokasi pada analisis kekritisan daerah resapan air terletak di 10 Kecamatan bagian daratan Kota Manado. Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui kondisi eksisting penggunaan lahan di daerah resapan air Kota Manado, dan tingkat kekritisan wilayah resapan air pada Kota Manado. Analisis ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan spasial. Analisis spasial menggunakan metode skoring serta tumpangsusun (overlay) pada software sistem informasi geografis. Penelitian ini menghasilkan jenis penggunaan lahan eksisting pada wilayah resapan air berdasarkan RTRW serta non terbangun dan tingkat kekritisan resapan air dari RTRW yaitu bisa direkomendasikan buat dilepaskan statusnya sebagai daerah resapan air atau dapat direhabilitasi membentuk tiga kelas resapan yang sudah mengalami kekritisan sedangkan tingkat kekritisan resapan air dari lahan non terbangun yaitu bisa direkomendasikan untuk menggantikan kelas resapan yg telah kritis yang telah terdapat di RTRW menghasilkan dua kelas resapan yang masih optimal. Kata Kunci: Penggunaan Lahan; Kekritisan Resapan Air; Kota Manado
SANGGAR SENI DI MANADO. New Organic Architecture Richard F. Tangka; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24632

Abstract

Diselenggarakannya pendidikan non formal adalah sebagai pelengkap pendidikan formal. Sanggar sendiri adalah wadah kegiatan sebagai upaya peningkatan keterampilan anak  binaan  sanggar. Kurangnya pendekatan seni kepada kalangan remaja apalagi mencakup pendidikan bisa memicu penurunan  kreatifitas dan ketidaktahuan akan budaya tersebut khususnya di Kota Manado. Kebutuhan akan fasilitas terpadu dan sarana pendidikan dalam hal kesenian dan budaya sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kreatifitas, minat dan bakat yang dimiliki remaja Sanggar seni ini bisa memberikan fasilitas yang baik serta nyaman sehingga banyak menarik peminat untuk bisa meningkatkan kemampuan dan bakat pribadi.New Organic Architecture merupakan konsep tematik yang mengutamakan alam dan lingkungan pada perancangannya. Tema ini menjadi referensi pada setiap proses perancangan dan mencoba mengkolaborasikan antara objek dengan bentuk-bentuk yang terinspirasi dari alam. Kata kunci : Sanggar Seni di Manado, New Organic Architecture
RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER DI MANADO. Evidence-Based Design Henricho Dirganeri; Rieneke L. E. Sela; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24636

Abstract

Saat ini berbagai masalah kesehatan terus berkembang di tengah masyarakat, salah satu masalah kesehatan tersebut adalah penyakit kanker. Sulawesi Utara pun tidak luput dari masalah tersebut, penyakit kanker terus mengalami perkembangan di daerah ini, sedangkan fasilitas kesehatan yang menjawab masalah tersebut masih kurang. Melihat fenomena tersebut maka perlu adanya fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan bagi pasien – pasien penyakit kanker. Tujuan perancangan ini adalah merancang rumah sakit khusus kanker di Manado yang dapat menjadi salah satu alternatif pelayanan penyakit kanker di Sulawesi utara sehingga fasilitas tersebut secara spesifik memberikan pelayanan bagi pasien-pasien penyakit kanker. Rumah sakit khusus kanker tersebut dirancang dengan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik dan pendekatan lokasional yang dilakukan melalui survei lokasi, objek, literatur, wawancara, dan kajian studi kasus.  Pada perancangan rumah sakit ini  menggunakan metode glass box, penerapan metode glass box ditujukan agar setiap luaran perancangan memiliki alur dan pertimbangan yang jelas sehingga setiap hasil perancangan dapat memberikan manfaat bagi pasien, staf maupun operasional rumah sakit tersebut. Tema evidence-based design merupakan pendekatan tematik yang memiliki tujuan untuk memberikan luaran terbaik bagi pasien, staf maupun pengembangan rumah sakit berdasarkan data dan riset yang telah ada, pendetakan ini diterapkan pada keseluruhan perancangan rumah sakit yaitu penataan dan pengembangan tapak, konfigurasi massa bangunan, penataan ruang dalam, desain ruang dalam, desain ruang luar, dan lain-lain. Kata kunci : Rumah Sakit Khusus Kanker, Evidence-Based Design, Glass Box.
SHOPPING MALL DI AMURANG. Arsitektur Futuristik Erikson B. Polii; Pierre H. Gosal; Johanes Van Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25549

Abstract

Dalam Kegiatan perdagangan dan jasa secara ekonomi Pusat Kota Amurang sangat menguntungkan dan mampu memberikan sumbangan terbesar bagi struktur perekonomian kota, sebagai pusat kegiatan wilayah perkembangan Kota Amurang dalam setiap bidang, baik itu bidang pembangunan, ekonomi ataupun bidang pendidikan. Untuk menjamin keberlanjutan tersebut, maka Kota Amurang dibutuhkan pembangunan Shopping Mall yang akan menjadi pusat perdagangan dan jasa di Kabupaten Minahasa Selatan dan sekitarnya. Shopping Mall merupakan bentuk Pusat Perbelanjaan yang sedang berkembang diberbagai Negara. Secara umum, masyarakat mengartikan Shopping Mall itu sebagai bangunan pertokoan ataupun Pusat Perbelanjaan. Shopping Mall menerapkan tema Arsitektur Futuristik yang merupakan suatu paham kebebasan dalam mengungkapkan atau mengekspresikan ide atau gagasan kedalam suatu bentuk tampilan yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Hasil dari futuristic ini adalah sesuatu yang dinamis, selalu berubah – ubah sesuai keinginan dari zamannya. Penerapan futuristik ini hanya terlihat pada penampilan atau tampaknya dengan tetap memperhatikan dan memperhitungkan fungsi dari objeknya. Kata Kunci :    Kota Amurang, Shopping Mall, Arsitektur Futuristik
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN SAYUR DI MODOINDING. Arsitektur Organik Kevin A. Piring; Pierre H. Gosal; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26201

Abstract

Pusat Penelitian dan pengembangan tanaman sayur adalah suatu tempat kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk proses mengembangkan tumbuhan, dimana penelitian tersebut dapat meningkatkan kualitas sayur menjadi baik tentunya. Sebagai salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, maka pemanfaatan potensi daerah secara tepat merupakan satu prasayarat untuk percepatan pembangunan di daerah tersebut baik secara ekonomi maupun dari aspek lainnya. Namun beberapa tahun terakhir hasil capaian Tanaman Sayur ini menurun. Hal ini diduga karena menurunnya produktivitas lahan (kesuburan lahan), teknologi usahatani sayur belum optimal, pengelolaan tanaman tidak intensif, dan terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan berkembangnya hama dan penyakit tanaman. Dengan adanya Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Sayur di Modoinding diharapkan menjadi sebuah jawaban dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di kecamatan modoinding dan sekitarnya dan juga dapat menghasilkan produk-produk tanaman sayur yang ungul. Kata kunci : Arsitektur Organik, Modoinding, Penelitian, Pengembangan, Pusat, Tanaman Sayur.
WEDDING RESORT DI TOMOHON. Arsitektur Organik Jeniffer G. Tumober; Frits O. P. Siregar; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.28599

Abstract

Pernikahan adalah suatu peristiwa penting dalam hidup dimana pesta pernikahan harus dirayakan dengan sukses, indah, dan meriah. Tentunya dibalik keberhasilan suatu pesta pernikahan tersebut, memerlukan banyak waktu dan tenaga untuk mempersiapkannya. Kota Tomohon adalah salah satu kota di Sulawesi Utara yang mempunyai potensi alam dari bentuk wilayah, iklim serta hasil – hasil alam menjadi daya tarik kalangan masyarakat luas untuk mengenal wilayah tersebut, namun dalam hal pelayanan pernikahan di kota tomohon belum memiliki sebuah wadah yang lengkap untuk mempersiapkan pernikahan berupa fasilitas penginapan, persiapan pernikahan, pesta pernikahan dan bulan madu yang belum representatif. Oleh karena itu pentingnya kebutuhan akan suatu wadah yang menyediakan seluruh aktifitas pernikahan yang mudah lengkap dan terpusat. Maka dari itu munculah wadah yang menampung segala yang bersangkutan dengan pernikahan yaitu Wedding Resort. Konsep yang akan digunakan dalam mendesain Wedding Resort ini yaitu Arsitektur Organik, dengan alasan menyesuaikan dengan alam dan lingkungan sekitar. Pendekatan tema Arsitektur Organik diharapkan dapat memberi kesan yang alami dengan ciri bangunan yang terinspirasi dari bentukan alam, adanya pengulangan, elastis, lentur, mengikuti aliran, unik sehingga Wedding Resort ini menjadi icon baru di Kota Tomohon.  Kata Kunci : Wedding Resort, Tomohon, Arsitektur Organik
GEDUNG OLAHRAGA BASKET DI KOTA MANADO. Arsitektur Hypersurface Henni D. Walangitan; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30163

Abstract

Olahraga basket di Kota Manado sudah tidak asing lagi. Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri memiliki beberapa klub basket yang tersebar dibeberapa kabupaten dan kota. Di Kota Manado sendiri telah banyak kompetisi basket yang telah diselenggarakan. Baik itu yang diselenggarakan oleh pihak klub PERBASI, swasta maupun pihak pemerintah Provinsi. Perlombaan yang dilaksanakan biasanya diikuti mulai dari pertandingan antar sekolah, antar universitas, antar klub daerah, maupun antar klub lainnya. Namun kurangnya fasilitas penunjang olahraga basket membuat banyak olahragawan basket dari Sulawesi Utara tidak bisa mendapat pelatihan dengan maksimal. Perancangan gedung olahraga basket ini merupakan alternatif untuk penyediaan fasilitas dan sarana kepada para olahragawan basket di Sulawesi Utara, baik dari tingkat anak-anak hingga orang dewasa. Dengan tema arsitektur hypersurface yang mengutamakan tipologi bangunan, membuat bangunan ini menjadi objek baru di Kota Manado.Kata Kunci: Olahraga Basket, Arsitektur Hypersurface
GEDUNG KESENIAN DI MINAHASA UTARA. Arsitektur Simbolisme Zainal H. Pandjab; Cindy P. Lengkong; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30874

Abstract

Gedung Kesenian merupakan sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan sebagai sarana edukasi pengetahuan tentang kesenian, akan tetapi pada Kabupaten Minahasa Utara belum terdapat tempat atau wadah maka di buat Gedung Kesenian di Minahasa Utara dengan tema simbolisme. Adapun tujuan perancangan Gedung kesenian ini untuk memfasilitasi kegiatan kesenian secara baik dan memperlihatkan desain khusus yang mencirikan kebudayaan yaitu dengan pendekatan kebudayaan Minahasa Utara. Perancangan Gedung Kesenian ini diharapkan bermanfaat untuk melestarikan kesenian dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian. Serta sebagai sarana edukasi , rekreasi dan sebagai tempat penyampaian karya seni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dari segi kesenian.Kata kunci : Gedung Kesenian,Simbolisme,Kebudayaan Minahasa Utara 
PUSAT PEMBELAJARAN DAN REKERASI MANADO. Eco-Friendly Building Cheren K. Wattimena; Frits O.P. Siregar; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30880

Abstract

In this revolutionary era where all human are in line with technological advances, where this as directly proportional to the interest in channeling people’s talents, of course, it requires a learning platform that can accommodate people’s hobbies as well as increasing human resources to be able to compete in this era. Several considerations were made in order to achieve the expectations of young people for this facility, especially the residents in Manado. Indequate demand and the lack of supply and in fact never existed in Manado, where these facilities support educational purposes in both academic and non-academic fields, as well as being a business opportunity for young businessmen, creating jobs and improving the quality of teaching and learning between teachers and students to achieve many goals in educational purposes as well as being a facilities that can bring joy to the people inside.With the theme of creating an eco-friendly building where this kind of architecture can bring so much impact in the neighborhood and also can help nature as it state in the process of bringing up such theme.Kata kunci :Pusat Pembelajaran, Pusat Rekreasi , Eco-Friendly Building.
Co-Authors . Suryono Adhitiah M. Amu Agnes V. Basuki Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Andriyawan A, Andriyawan Andy Malik Angelino P. Tangkulung Angga A. A. Wonggo Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Bianca Y. Rawung Cheren K. Wattimena Chindy R.S. Wahongan Christ T. Tanmaela Christian F. Lumi, Christian F. Christin Makahanap Cindy P. Lengkong Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia V. Sondakh Daniel Mawati Dedi Harianto Dwight M. Rondonuwu Erikson B. Polii Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Fela Warouw Firstnoel N. Wowor Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Haribulan, Renhard Hendriek H. Karongkong Henni D. Walangitan Henricho Dirganeri Hiskia Simbar Jeniffer G. Tumober Jivisc Mamengko Johana C. Siliwire Johanes Van Rate Julianus A. R. Sondakh Kandouw, Sheren Gloria Kevin A. Piring Kolanus, Marchall Korompu, Febrian F. Laatung, Claudio A. A. Landimuru, Elza Y. Luvesto Loloangin Macarau, Eunike F. Mahendra P. P. Sulistyo Makalalag, Andi Makarau, Vicka A. F. Manabung, Patrick I. I. Marchall Kolanus Masinambow, Billy W. L. Meliza Mamangkey, Meliza Monica D. Sakul Monika P. Tambingon, Monika P. Natan, Selfi Octavianus H.A. Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pabunnak, Ira Patrick I. I. Manabung Poli Hanny, Poli Poluan, Valentino S. Preyshe F. A. Kawung Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Renny Dalimbua Richard F. Tangka Rieneke L. E. Sela Riza S. E. Suot Roncar S. Walewangko Rorong, Yolanda O. Rukait, Sherina B. Sharon A. Maleke Sigarlaki, Mariana E. Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly A Lumowa Steven Lintong Suot, Astrid P. Suryono Timporok, Hanna V. Titaheluw, Patricia M. Tuhehay, Krisandi Verent F. Tigauw Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Vicky Makarau, Vicky Violetta V. Rondonuwu Windy J. Mononimbar Windy Mononimbar Zainal H. Pandjab