Claim Missing Document
Check
Articles

RUMAH SAKIT UMUM TIPE C DI BOLAANG MONGONDOW. Green Architecture Angga A. A. Wonggo; Pierre H. Gosal; Fela Warouw
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31105

Abstract

RSUD Datoe Binangkang di Bolaang Mongondow Merupakan salah satu Institusi pelayanan Kesehatan secara paripurna yang sudah berdiri sejak tahun tahun 2002 oleh Pemerintah Daerah dengan keadaan fisik bangunan yang kurang tertata dengan baik dan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana sehingga perlu untuk di desain agar memliki bangunan yang lebih baik dan fasilitas yang lebih memadai dari yang sebelumnya.Redesain Rumah Sakit Datoe Binangkang (RSUD) tipe C ini menggunakan pendekatan tema Green Arsitektur yang merupakan strategi desain untuk menghadirkan Rumah Sakit yang ramah lingkungan dan untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang selaras dengan alam. Hal tersebut di maksudkan untuk memberikan harapan hidup dan mempercepat proses penyembuhan (Natural Healing) serta memberikan rasa nyaman bagi pengguna rumah sakit secara keseluruhan  Kata Kunci : Redesain, RSUD Datoe Binangkang, Green Architecture
PUSAT KERAJINAN SENI BAMBU DI KOTA TOMOHON, Kontemporer Tradisional Mahendra P. P. Sulistyo; . Suryono; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.31562

Abstract

Pada dasarnya alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut. Namun seiring perkembangan zaman dan berkembangnya teknologi, arsitektur juga berkembang dalam hal material yang digunakan. Perkembangan tersebut memicu penemuan material baru dan penggunaannya pun terus meningkat. Dari struktur kayu rumah sederhana yang berkembang menjadi struktur beton dan baja pada gedung-gedung bertingkat. Kebutuhan yang meningkat akan satu material dapat berdampak pada kurangnya penggunaan material lain. Hal ini dapat menimbulkan suatu kondisi dimana pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan dapat terjadi karena kebutuhan industri yang tinggi entah itu dalam konstruksi atau kebutuhan sehari-hari. Padahal masih banyak material di alam yang bisa digunakan dan dapat di gabungkan dengan bahan material lain sehingga pemanfaatannya bisa seimbang, salah satunya adalah bambu. Bambu memiliki sifat yang fleksibel dan kuat. Bambu bertumbuh cepat dan bisa digunakan terus menerus, yang tidak harus diproduksi secara berkala. Bambu seharusnya menjadi pertimbangan penting untuk material utama infrastruktur yang tahan lama karena bambu adalah material yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Indonesia memiliki ketersediaan bambu yang melimpah, tapi karena kurangnya pengetahuan tentang bambu sehingga pemanfaatan bambu hanya mandek pada perabot rumah tangga dan hiasan anyaman saja. Hanya sedikit daerah di Indonesia yang memanfaatkan bambu sebagai konstruksi yang memunculkan nilai estetika bambu itu sendiri.Kata Kunci: Pusat Kerajinan, Bambu, Kontemporer Tradisional
PUSAT PEMUDA DAN REMAJA GPSDI DI MANADO, Arsitektur Simbolisme Johana C. Siliwire; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i1.35832

Abstract

Pusat Pemuda dan Remaja GPSDI adalah tempat para anak muda untuk belajar kebenaran firman Tuhan serta mengembangkan bakat untuk pelayanan GPSDI dan denominasi gereja lainnya. Seiring berkembangnya zaman dan perubahan fokus hidup, gereja harus gencar memenangkan banyak jiwa terutama pemuda dan remaja yang merupakan ujung tombak dari pelayanan. Pusat Pemuda dan Remaja GPSDI menjadi jawaban dari kurangnya fasilitas dari Badan Pengurus Daerah GPSDI Suluttenggo khususnya Biro Pemuda dan Remaja. Sampai sekarang pun pemuda remaja GPSDI belum memiliki tempat permanen untuk menjalankan program-program pemuda remaja yang ada. Terlebih saat pandemi aktivitas Biro Pemuda Remaja sangat terhambat. Dengan adanya Pusat Pemuda dan Remaja GPSDI, Biro Pemuda Remaja dapat membangun komunitas rohani untuk membawa pemuda remaja Kristen dalam pengenalan akan Tuhan dan penyembahan yang benar. Pengadaan sarana pemuda remaja ini dapat dengan maksimal menjaring anak muda baik dari kalangan GPSDI maupun dari luar untuk sama-sama bertumbuh dalam Kristus dan mengasah kemampuan serta kreativitas yang dimiliki. Dengan penerapan Arsitektur Simbolisme pada perancangan ini diharapkan dapat mencerminkan simbol semangat anak muda dan simbol kekristenan.Kata Kunci: GPSDI, Pemuda, Remaja, Kristen, Simbolisme
GEDUNG KESENIAN DI MINAHASA UTARA: Arsitektur Simbolisme Cindy P. Lengkong; Pierre H. Gosal; Vicky H. Makarau; Zainal H. Pandjab
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Kesenian merupakan sarana untuk mengembangkan kegiatan kesenian dan sebagai sarana edukasi pengetahuan tentang kesenian, akan tetapi pada Kabupaten Minahasa Utara belum terdapat tempat atau wadah maka di buat Gedung Kesenian di Minahasa Utara dengan tema simbolisme. Adapun tujuan perancangan Gedung kesenian ini untuk memfasilitasi kegiatan kesenian secara baik dan memperlihatkan desain khusus yang mencirikan kebudayaan yaitu dengan pendekatan kebudayaan Minahasa Utara. Perancangan Gedung Kesenian ini diharapkan bermanfaat untuk melestarikan kesenian dan meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian. Serta sebagai sarana edukasi, rekreasi dan sebagai tempat penyampaian karya seni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dari segi kesenian. Kata kunci : Gedung Kesenian,Simbolisme,Kebudayaan Minahasa Utara
MANADO MUSIC CENTER. Matafora Arsitektur Marchall Kolanus; Windy Mononimbar; Pierre H. Gosal
MEDIA MATRASAIN Vol. 15 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v15i2.21273

Abstract

Seiring dengan berkembangnya dunia musik dan bertambahnya pelaku musik dewasa ini, maka tempat-tempat berkumpul para musisi tersebut mulai bermunculan. Fasilitas umum seperti taman maupun kafe menjadi pilihan tempat berkumpul, sehingga perlu membuat sebuah wadah khusus bagi para pelaku musik tersebut melakukan aktifitasnya seperti berlatih maupun sekedar berkumpul bersama para musisi lainnya. Kota Manado cukup banyak  melaksanakan kegiatan musik yang diadakan mulai dari skala kecil sampai skala besar, regional hingga nasional. Kegiatan musik tersebut tentunya membutuhkan tempat yang dapat mewadahi secara maksimal, maka dari itu Music Center sangat dibutuhkan.  Tema Metafora Arsitektur pada perancangan Manado Music Center dipilih dengan tujuan menerapkan konsep tersebut ke semua bagian bangunan. Kebutuhan akan fasilitas yang lengkap dan memadai dalam aktifitas pelaku musik tersebut menjadi dasar dari pemilihan judul Tugas Akhir ini. Kata Kunci : Music Center, Metafora Arsitektur
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PERMUKIMAN di KAWASAN BERLERENG KECAMATAN SINGKIL Patrick I. I. Manabung; Sonny Tilaar; Pierre H. Gosal
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v18i1.37056

Abstract

Manado City is an area that is very vulnerable to disaster aspects, one of which is landslides, due to the geographical and geological conditions of the region. Manado City has a very varied topography, one of which is in Singkil District. Based on data from the Singkil District Central Statistics Agency in 2019 Figures, there are 6 Kelurahans that have a sloping topography. While looking at the existing one in Singkil District, the sloped land has been used as a residential area. Land use in the city of Manado, especially the Singkil sub-district as a residential area, continues to increase. This can be seen from the construction of residential housing, which tends to have a negative impact on the local community because the construction is not in accordance with the existing spatial plan. The purpose of this study was to identify the distribution of settlements in the sloping area of Singkil district and to analyze the use of residential land in the sloped area of Singkil district. The data collection method in this study used Field Observation, Survey, Documentation and Mapping techniques and for the spatial analysis method consisting of digitization techniques, slope analysis techniques, Overley analysis techniques and descriptive analysis techniques. From the results of the analysis of the distribution of settlements, for the distribution of settlements in Singkil District, the direction of the distribution of settlements tends to be in the highlands. Based on the results of the analysis of land use in Singkil District, for Settlement covering an area of 91.22Ha, Cemetery covering an area of 4.25Ha, Sports Field covering an area of 0.80Ha, Services covering an area of 7.60Ha, Business covering an area of 5.55Ha, Industry covering an area of 0.40Ha, Roads covering an area of 22 ,35Ha, River area of 0.70Ha, and Others covering an area of 22.65Ha.
MIXED MARTIAL ART (MMA) CENTER DI MANADO: Complexity and Contradiction in Architecture Roncar S. Walewangko; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia membuat suatu ajang besar dan bergengsi pertandingan Mixed Martial Arts (MMA) tingkat nasional yaitu One Pride. Berkembangnya jenis olahraga ini memiliki pengaruh pula pada perkembangan olahraga bela diri di Sulawesi Utara. Hal ini dapat dilihat pada tingkat peminat olahraga pada pendidikan-pendidikan di Manado, serta munculnya kelas-kelas bela diri di pusat kebugaran. Dengan pendekatan tema Complexity and Contradiction in Architecture pada desain MMA Center ini akan membuahkan karya arsitektur yang menarik dengan cara menampilkan suatu pertentangan atau masalah dalam elemen- elemen bangunan tersebut. Hasil dari perancangan MMA Center ini dihadirkan untuk menjadi ruang publik yang dapat memfasilitasi masyarakat dengan hobi dan bakat di bidang seni bela diri campuran maupun tempat kunjungan wisatawan domestik msupun mancanegara. Kata Kunci : MMA Center, Complexity and Contradiction, Manado
RESORT AQUATIK DI MINAHASA: Eko-Arsitektur Luvesto Loloangin; Suryono; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resort Aquatik adalah suatu fasilitas yang mengakomodasi kegiatan wisata bahari sebagai tempat tinggal/menginap bersifat sementara yang didalamnya memiliki fasilitas khusus untuk bersantai dan berolahraga. Fasilitas ini hadir memenuhi kebutuhan para wisatawan yang datang untuk menikmati destinasi wisata pantai yang ada di Sulawesi Utara khususnya di Kawasan Pantai Mahembang. Resort Aquatik akan menjadi salah satu fasilitas pendukung wisata bahari di kabupaten Minahasa, dengan pembagian bangunan yang berada didarat dan sebagian diatas air. Resort juga akan memiliki beberapa fasilitas penunjang rekreasi pantai seperti pada resort pada umumnya. Perancangan Resort Aquatik di Mahembang ini menggunakan pedekatan tema Arsitektur Ekologi . Tujuan dari penerapan Arsitektur Ekologi dalam perancangan agar objek hemat energi dan dengan sumber daya yang tersedia serta alami pengguna bangunan dapat menyadari atau lebih tepatnya dapat merasakan hal – hal yang ada dalam suatu arsitektur ekologi dan diharapkan mampu membuat orang lebih merasakan eksistensi hidupnya melalui panca indera, melalui sensibilitas terhadap berbagai objek sekitar dan kegiatan yang ada di dalam resort perancangan. Kata Kunci: Resort Aquatik, Arsitektur Ekologi
TOMOHON AGRIKULTUR CITYWALK: Arsitektur Organik Firstnoel N. Wowor; Pierre H. Gosal; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon merupakan Kota yang memiliki berbagai macam keragaman dari segi Lifestyle serta terkenal akan berbagai macam Budaya Agrikultur serta olahannya di provinsi Sulawesi Utara. Oleh karena itu, Hadirnya objek Citywalk bermaksud untuk mewadahi aktivitas urban pada segi lifestyle serta dari segi edukasi serta jual beli di bidang budidaya Hortikultura untuk hadir di Kota Tomohon. Penerapan Prinsip-Prinsip Arsitektur Organik pada desain ruang luar serta ruang dalam untuk mencapai tujuan diaman objek dapat membaur dengan lingkungan sekitar tapak. Gaya Arsitektur Organik memicu kepada alam sekitar sebagai acuan dan pedoman untuk mengatasi masalah pada perancangan objek Tomohon Agrikultur Citywalk. Dengan hadirnya Tomohon Agrikultur Citywalk diharapkan agar dapat memberikan fasilitas bagi aktivitas perbelanjaan barang dan jasa serta rekreasi yang ada di Sulawesi Utara Khususnya di Kota Tomohon dan juga dapat memberikan lapangan kerja bagi petani-petani sekitar untuk mencapai kepada sector Pertanian yang Cemerlang. Kata kunci :Penelitian, Lifestyle, Agrikultur, Kota Tomohon, Sulawesi Utara
MALL OTOMOTIF DI MANADO: Arsitektur Kontemporer Hiskia Simbar; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu kota Provinsi Sulawesi Utara adalah kota Manado yang saat ini sedang berkembang di berbagai bidang, salah satunya yaitu industri otomotif. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah kendaraan dan jumlah kepemilikan kendaraan di Kota Manado per bulannya. Beragam layanan otomotif seperti dealer otomotif, bengkel, dan retail/took hadir dan terus berkembang di kota Manado dengan tidak terkonsentrasi pada satu titik namun tersebar luas di beragam penjuru kota. Meningkatnya jumlah penggunaan kendaraan di Kota Manado, belum berbanding lurus dengan ketersediaan suatu wadah terpusat yang memfasilitasi segala keperluan masyarakat dan distributor kendaraan sendiri. Perhatian lainnya adalah kesulitan suku cadang bagi pemilik kendaraan merk luar karena diperlukan proses indent yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.. Penerapan Arsitektur Kontemporer pada bangunan Mall Otomotif merupakan sebuah metode untuk mengekspresikan suatu wadah, yang di rancangkan dengan bentuk unik untuk menarik minat masyarakat sekitar. Dengan harapan massa yang bersangkutan dapat menampilkan juga memperlihatkan suatu kualitas tertentu dalam mengekspresikan kemajuan teknologi dengan gaya arsitektur yang leluasa. Kata Kunci: Mall, Otomotif, Kontemporer
Co-Authors . Suryono Adhitiah M. Amu Agnes V. Basuki Alvin J. Tinangon Amanda S. Sembel Andriyawan A, Andriyawan Andy Malik Angelino P. Tangkulung Angga A. A. Wonggo Aristotulus E. Tungka Aristotulus E. Tungka, Aristotulus E. Bianca Y. Rawung Cheren K. Wattimena Chindy R.S. Wahongan Christ T. Tanmaela Christian F. Lumi, Christian F. Christin Makahanap Cindy P. Lengkong Cynthia E. V. Wuisang Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Cynthia V. Sondakh Daniel Mawati Dedi Harianto Dwight M. Rondonuwu Erikson B. Polii Esli D. Takumansang Estherlita, Kawinda T. Fela Warouw Fela Warouw Firstnoel N. Wowor Frits O. P. Siregar Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Haribulan, Renhard Hendriek H. Karongkong Henni D. Walangitan Henricho Dirganeri Hiskia Simbar Jeniffer G. Tumober Jivisc Mamengko Johana C. Siliwire Johanes Van Rate Julianus A. R. Sondakh Kandouw, Sheren Gloria Kevin A. Piring Kolanus, Marchall Korompu, Febrian F. Laatung, Claudio A. A. Landimuru, Elza Y. Luvesto Loloangin Macarau, Eunike F. Mahendra P. P. Sulistyo Makalalag, Andi Makarau, Vicka A. F. Manabung, Patrick I. I. Marchall Kolanus Masinambow, Billy W. L. Meliza Mamangkey, Meliza Monica D. Sakul Monika P. Tambingon, Monika P. Natan, Selfi Octavianus H.A. Rogi Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pabunnak, Ira Patrick I. I. Manabung Poli Hanny, Poli Poluan, Valentino S. Preyshe F. A. Kawung Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Reksy Ch. Sambuaga Renny Dalimbua Richard F. Tangka Rieneke L. E. Sela Riza S. E. Suot Roncar S. Walewangko Rorong, Yolanda O. Rukait, Sherina B. Sharon A. Maleke Sigarlaki, Mariana E. Sonny Tilaar Sonny Tilaar Stenly A Lumowa Steven Lintong Suot, Astrid P. Suryono Timporok, Hanna V. Titaheluw, Patricia M. Tuhehay, Krisandi Verent F. Tigauw Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Vicky Makarau, Vicky Violetta V. Rondonuwu Windy J. Mononimbar Windy Mononimbar Zainal H. Pandjab